
Penatua Jack menatap Jansen. Kalau orang biasa yang mendengar berita ini, kemungkinan besar mereka akan setuju. Bagaimanapun, mereka akan menjadi tokoh teratas dalam piramida kekuatan di Huaxia dalam sekejap mata.
Anak muda ini baik, tidak serakah!
"Aku tidak akan memaksamu. Tapi tetap pertimbangkanlah!"
Penatua Jack tahu sifat Jansen. Setelah keputusan dibuat, tidak ada yang bisa mengubahnya. Jadi sekarang dia hanya bisa menunggu.
Dia menasihati lagi, "Masalah ini adalah rahasia Keluarga Wilbert. Ada baiknya hanya kamu yang tahu itu. Jangan katakan ke siapa-siapa!"
"Elena juga tidak boleh tahu?"
"Tentu saja!"
"Hah, aku takut nanti malah jadi sebuah kesalahpahaman lagi!"
Kemudian keduanya berbicara sebentar, dan Penatua Jack pun pergi.
Jansen masih mencerna informasi dari pria tua itu di dalam ruangan. Dia tidak menyangka ayahnya memiliki cerita-cerita ini. Siapakah ayah sebenarnya?
Di saat itu, terdengar suara dari luar, dia pun keluar dari ruangan tersebut.
Ternyata Elena telah mendapat kabar mengenai kegaduhan itu dan bergegas kembali dengan cemas.
"Jansen!"
Melihat Jansen berjalan keluar, Elena sangat terkejut.
Saat dia mengetahui bahwa orang yang datang berasal dari Administrasi Umum, dia langsung tahu pasti akan sangat merepotkan. Namun, dia tidak menyangka Jansen berani membunuh seseorang dari administrasi umum dan tetap baik-baik saja.
"Tenang saja!"
ucap Jansen sambil tersenyum.
Elena merasa aneh. Rasanya seakan Jansen menyembunyikan sebuah rahasia.
"Ayo, kita makan!"
Saat ini, Mai dan yang lainnya baru selesai menyiapkan hidangan dan memanggil Jansen untuk duduk.
Setelah semua orang duduk, tidak ada yang mengambil sumpit mereka, seolah-olah mereka sedikit gugup.
Jansen menatap mereka karena merasa aneh dan mulai mengambil makanannya sendiri. Melihat itu, barulah semua orang mulai makan.
Kelakuan seperti ini, mereka tidak hanya menganggap Jansen sebagai kepala keluarga, tapi secara tidak sadarnya mereka merasa terpesona dengan Jansen.
Setelah makan sebentar, Leimin Miller tiba-tiba mengucapkan terima kasih, "Jansen, terima kasih sudah mengurusi masalah paman keempatmu, dan juga untuk masalah Jessica!"
"Kita keluarga, tidak usah berterima kasih!"
ucap Jansen sembari makan.
"Benar, benar!"
Mendengar kata-katanya, Rowen dan yang lainnya merasa Jansen menjadi jauh lebih ramah.
"Ini, ini masakan bibi keempatmu. Makan yang banyak ya!"
Rowen kembali memberikan Jansen makanan.
Elena diam-diam menyaksikan adegan ini dan tiba-tiba merasa hangat dihatinya. Keluarga memang seharusnya seperti ini.
"Jansen, kamu membunuh seseorang dari Administrasi Umum. Jika mereka ingin menuntutmu, apakah akan sangat merepotkan?"
Tiba-tiba Renata angkat bicara. Meski tidak suka Jansen menjadi kepala keluarga, tapi tidak bisa dipungkiri pria itu pernah menyelamatkan putrinya.
"Itu hanya masalah kecil. Mereka tidak akan berani!"
Jansen membalasnya dengan santai sambil makan.
Semua orang pun melotot. Apakah ini masih termasuk masalah sepele?
Jangankan disituasi Keluarga Miller yang saat ini, bahkan di saat Kakek Miller masih ada, beliau juga tidak berani memprovokasi orang-orang Administrasi Umum seperti itu.
Meski Jansen sedang makan, dia bisa merasakan perubahan sikap Keluarga Miller terhadapnya.
Ia juga sangat senang akan hal ini.
Bagaimanapun juga, dia dan Elena akan menikah lagi, dan Keluarga Miller juga kerabatnya.
Tiba-tiba, Jansen merasakan sesuatu menyentuh betisnya. Kemudian dia memperhatikan bahwa itu adalah kaki kecil yang terbungkus stoking sutra.
Siapa ini?
Dia menyapu pandangannya secara acak dan menemukan bahwa semua orang masih tersenyum lebar, tetapi senyum Jessica sangat berbeda, seperti sedang menggodanya.
Orang gila ini!
Jansen merasa marah dan tidak bisa mengerti apa yang dipikirkan perempuan itu.
Bahkan saat orang-orang itu datang untuk menangkapnya, Jessica tetap tidak takut, dia bahkan tertawa.
Apakah Jessica tidak tahu bahwa setelah ditangkap, tidak akan ada yang bisa membantunya lagi.
Atau apakah Jessica sudah tahu bahwa dia pasti akan menyelamatkannya?
Setelah memakan beberapa sendok lagi, Jansen pun pergi karena tidak dapat menahan sikap aneh Jessica.
Keluarga Miller ingin menahan Jansen, tetapi mereka akhirnya diam saja setelah mereka mendengar Aula Xinglin.
"Apa kamu akan kembali untuk makan malam nanti?"
Elena bertanya.
"Akhir-akhir ini, pasien makin banyak. Kurasa aku tidak akan bisa datang hari ini. Bagaimana kalau besok saja!"
"Baiklah!"
Elena juga tahu bahwa Jansen adalah pemimpin untuk dua asosiasi pengobatan, dan Aula Xinglin jelas lebih sibuk dari sebelumnya.
Belum lama Jansen berjalan keluar dari kediaman Keluarga Miller, tiba-tiba panggilan telepon masuk. Ternyata yang menelepon adalah Aidan Woodley.
Setelah melihat panggilan telepon ini, suasana hati Jansen menjadi sangat buruk. Sudah beberapa kali dia harus menahan niat membunuhnya.
"Jansen, aku sudah mentransfer uang ke rekeningmu. Kenapa kamu masih belum datang?"
Aidan jelas sangat khawatir kalau dia tidak menepati janji.
"Waktu, lokasi?"
Sebenarnya, Jansen bisa menebak niat Aidan Woodley bahwa dia ingin membunuhnya dengan bantuan master dunia jianghu.
Terhadap hal tersebut, dia sama sekali tidak peduli.
Kemudian dia memeriksa rekeningnya dan melihat bahwa tiga puluh miliar yuan sudah diterima!
"Panah, periksa apakah uang yang baru ditransfer ke rekeningku itu bersih?"
Jansen menelepon Panah, dan mendapatkan jawaban bahwa uangnya memang bersih. Aidan Woodley diam-diam menggadaikan asetnya keluarganya.
"Uang itu adalah seluruh kekayaan Keluarga Woodley. Setelah kalah dariku, keluarga itu akan kehilangan segalanya!"
Jansen mencibir dan berangkat ke lokasi yang diberikan Aidan.
Dia tahu bahwa Aidan memiliki intensi buruk dan ingin membunuhnya. Dulu dia telah kehilangan banyak uang dalam mengelola bisnisnya. Sekarang dia malah menghamburkan uang lagi untuk hal seperti ini, keluarganya pasti akan bangkrut.
Keluarga Woodley yang tidak memiliki dana, bagaikan harimau ompong. Mungkin kalau dia kalah, dia hanya tinggal menyamar dan menjadi orang biasa.
Dengan cara ini, bagaikan sekali mendayung, dua tiga pulau terlampaui.
Lokasi yang disepakati berada di kota tingkat pertama di bagian selatan. Jansen segera memesan tiket pesawat dan berangkat.
Beberapa jam kemudian di Bandara Baiyun, Jansen keluar dari bandara dengan tangan kosong, sangat berbeda dengan orang-orang yang menyeret koper di sekitarnya.
"Jansen, di sini!"
Baru saja dia keluar dari bandara, seorang wanita melambai padanya.
"Veronica?"
Jansen terkejut bukan main. Wanita tersebut adalah Veronica Woodley.
Dia mengenakan mantel hitam, celana sutra hitam dengan motif bintang, dan disertai sepasang sepatu bot kulit, membuatnya terlihat sangat modis.
"Kenapa kamu di sini?"
Jansen berjalan mendekatinya. Dia sebenarnya merasa sedikit bersalah terhadap Veronica.
Gadis ini berbeda dengan Keluarga Woodley lainnya. Dia baik dan ramah, tetapi dia diperlakukan sebagai orang luar oleh keluarganya sendiri dan dibiarkan menderita karena Jansen.
Bahkan, Jansen menahan amarahnya terhadap Aidan Woodley juga karena merasa berhutang pada Veronica.
"Apa kakakku mengadakan perjanjian pertemuan denganmu?"
Veronica berkata dengan cemas, "Jangan pergi. Mereka semua sudah siap dan menunggumu untuk melompat ke dalam perangkap!"
"Apa kamu mengkhawatirkanku?"
Jansen tidak bisa menahan senyum dan melihat Veronica tampak sedikit lesu.
"Kamu masih bercanda? Aku sedang serius!"
Veronica sedikit mengernyit. "Orang yang diundang kakakku bernama Michael Gray. Dia adalah seorang ahli bela diri, dan dia dikenal sebagai penyendiri. Apalagi tempat yang kamu datangi adalah milik kumpulan orang-orang tersebut, jadi akan sulit untuk keluar."
"Oh, begitu ya, baiklah!"
Jansen mengangguk.
Veronica menjadi marah. Dia pernah ke Sekte Wudang bersama Jansen dan tahu bahwa kekuatannya bagus, tapi Michael lebih kuat dari pemimpin Lima Sekte Menengah!
Ini jelas sebuah jebakan. Mereka menunggu Jansen untuk datang dan kemudian membunuhnya. Kenapa Jansen tampak tidak peduli?
"Veronica, gimana kabarmu di Keluarga Woodley selama ini?"tanya Jansen.
"Jangan mengalihkan pembicaraan!"
Veronica menjadi makin kesal, sampai ingin menghajar Jansen. Kenapa masih saja menanyakan pertanyaan yang tidak relevan ini?