
" Kalau kamu menusukkan jarum ini , kamu akan kehilangan nama baikmu , kamu jugalah yang harus bertanggung jawab atas keselamatan pasien ! "
Jansen kemudian berkata lagi dengan nada dingin , " Lagi pula , sebagai seorang dokter , aku tidak bisa melihat kamu yang tidak mengganggap serius nyawa pasien ! "
" Brengsek , menyingkir sana ! "
Yanuar langsung mengeluarkan umpatan dengan penuh amarah , Jansen ini terus meragukan dirinya , dia tidak bisa menahan amarahnya lagi !
Para dokter juga menyalahkan Jansen. Bagaimanapun juga , saat sedang memeriksa pasien , semua dokter tidak akan senang jika diinterupsi . Semua orang memiliki pemikiran dan teknik pengobatan yang berbeda , jika dia meragukan kemampuan orang lain , maka itu sama saja dia tidak menghormati orang lain .
" Dokter Jansen, aku tahu kamu memiliki pemikiran yang berbeda , tapi saat dokter lain sedang memeriksa pasien , kamu seharusnya menahan pendapatmu itu ! " kata seorang laki - laki tua dengan rambut putih seraya memperingatkan Jansen.
" Aku tahu , tapi aku tidak bisa melihat keselamatan pasien diabaikan ! " kata Jansen dengan penuh penekanan.
" Jansen, kamu hanya sedang mencari - cari alasan. Aku tahu , kamu takut Dokter Yanuar akan menyembuhkan pasien itu , karena itu kamu terus mencari masalah ! "
Marvin menatap Jansen seolah - olah dia bisa menebak akal bulus Jansen.
" Cukup ! "
Melihat Jansen yang tidak menyerah , Yanuar menjadi lebih murka .
Melihat para penonton yang mengkritik dirinya , Jansen menghela napasnya lalu menatap Yanuar dan berkata , " Kalau aku tidak salah , berdasarkan gejala yang dialami gadis itu , kamu mengira gadis ini kekurangan energi qi dan juga kekurangan darah . Bukankah kamu berencana untuk menusukkan jarum itu ke titik di bawah pusar ? Lalu selanjutnya kamu akan menusukkan jarum di bagian titik Yin hui, jarum ketiga akan ditusukkan di bagian titik tan yi, semua ini untuk menyembuhkan defisiensi limpa , benar tidak ? "
Awalnya Yanuar merasa kesal karena Jansen terus mencari masalah , tapi setelah Jansen menyelesaikan perkataannya , jarum di tangannya hampir terlepas dari genggamannya.
Yanuar kemudian berkata dengan terkejut , " Bagaimana kamu bisa tahu ! "
Begitu Yanuar mengucapkan perkataan itu , dokter - dokter yang ada di tempat diam - diam berdecak kagum . Dari situ bisa dilihat bahwa Jansen memahami jalan pikiran dari Yanuar, bahkan Jansen juga mengetahui teknik akupuntur dari Yanuar.
Sangat menakutkan !
Setiap dokter TCM mempunyai pemahamannya tersendiri terhadap penyakit , mereka juga memiliki cara tersendiri untuk menyembuhkan penyakit . Hal yang menakutkan adalah , belum sempat jarumnya ditusukkan , tapi justru ada orang lain yang bisa menebak teknik yang akan digunakan selanjutnya !
Dari situ bisa disimpulkan bahwa ilmu kedokteran Jansen sepertinya memang lebih tinggi daripada Yanuar !
" Kamu hanya perlu menjawab benar atau tidak ! " kata Jansen.
" Kalau memang benar , lalu kenapa ? Meskipun kamu mengetahui penyakitnya dan juga mengetahui teknik akupuntur yang akan digunakan , tapi kamu hanya sekedar tahu saja , siapa yang bisa menyembuhkan penyakitnya baru bisa disebut sebagai pemenang . Sekarang kamu masih belum menang ! " kata Yanuar dengan penuh emosi.
Tadi saat pertama kali bertanding akupuntur , dia sadar bahwa dirinya sudah kalah setengahnya , sekarang Jansen bahkan sudah bisa menebak teknik pengobatannya , Yanuar tidak akan mengaku kalah!
Mendengar perkataan Yanuar, emosi Jansen menjadi tersulut . " Aku menginterupsimu bukan karena ingin membicarakan menang atau kalah tapi aku tidak ingin kamu membuat kesalahan ! "
Jansen kemudian lanjut berkata dengan suara keras , " Dokter yang menusukkan jarum akupuntur harus memiliki nyali yang besar , ketelitian dan juga tangan yang stabil , tadi saat kamu memeriksa pasien pertama , kamu punya nyali dan juga teliti tapi tanganmu tidak stabil . Sekarang saat melakukan akupuntur untuk pasien ini , nyalimu besar , tanganmu stabil tapi kamu tidak teliti ! "
" Beraninya kamu mengajariku ! " Wajah Yanuar menjadi merah.
" Apakah kamu tahu penyakitnya apa ? Bagaimana kamu memeriksa nadinya , bukankah denyut nadinya terasa halus ! " tiba - tiba suara Jansen menjadi lebih keras .
Seluruh tubuh Yanuar gemetar . " Denyut nadinya halus , ini adalah denyut nadi wanita hamil , jangan - jangan ? "
Ekspresi para dokter berubah drastis , jangan - jangan mahasiswi ini sedang hamil ? " Bagaimana kamu bisa begitu yakin ! "
Suara Yanuar terdengar tidak tenang , dia sendiri tidak yakin pada analisisnya . Tiba - tiba Yanuar memegang tangan gadis itu lalu memeriksa denyut nadinya sekali lagi.
Melihat Yanuar yang memeriksa nadi gadis itu lagi , Jansen berbicara dengan lembut , " Denyut nadi halus , denyutan nadinya seolah - olah mengalir , seperti permukaan bola yang halus , seperti permukaan giok yang licin . Gadis ini belum lama ini hamil , karena itu baru akan ketahuan jika denyut nadinya diperiksa dengan teliti . "
" Apakah kamu tahu titik yang tadi kamu tusuk adalah titik terlarang bagi ibu hamil , titik tadi merupakan titik yang terlarang kalau akupunturnya tidak dilakukan dengan hati - hati , bisa mengakibatkan keguguran ! " kata Jansen.
Wajah Yanuar seketika menjadi pucat , kalau tadi dia gegabah dan meneruskan akupunturnya , dia tidak akan bisa membayangkan akibatnya , pasti gadis itu akan keguguran dan nama baik dirinya akan hancur . Tidak heran tadi Jansen berkata dirinya sedang membantu Yanuar.
" Baik , aku mengerti ! "
Yanuar tiba - tiba berdiri , dia dikalahkah oleh Jansen di bidang yang paling dia kuasai yaitu akupuntur , dia benar - benar salut !
" Aku akan kembali ke Kota Sernia selatan untuk mengambil plakat nama Aula Semi Kuning, besok aku akan menyuruh seorang murid untuk mengirimkannya ke Aula Obat Kota Asmenia! "
Dengan perkataaannya ini , Yanuar sudah sepenuhnya mengaku kalah.
" Ilmu pengobatan tradisional tidak membedakan tempat , tidak peduli sekte apa pun , semuanya memiliki kelebihannya sendiri , semuanya adalah warga Huaxia , kenapa harus mengklasifikasi dengan begitu terperinci . Aula Semi kuning menjaga Kota Sernia selatan , membawa keuntungan bagi warga Kota Sernia selatan. Kalau Kota Asmenia menerima plakat nama itu , tidak ada gunanya juga jika kami menyimpannya , lebih baik Dokter Yanuar tetap menyimpan plakat itu dan melanjutkan baktinya bagi warga Kota Sernia selatan. " Jansen menggeleng - gelengkan kepalanya.
Tidak disangka , Dokter Yanuar ini langsung mengakui kekalahannya , pandangan Jansen terhadap Yanuar juga langsung berubah . Hal ini menunjukkan bahwa meskipun Yanuar itu sombong tapi dia tahu mana yang benar dan mana yang salah .
Mungkin dia bisa menjadi sombong itu karena selama ini belum pernah bertemu dengan dokter yang memiliki ilmu kedokteran tinggi .
" Dokter Jansen ! "
Yanuar menatap Jansen dengan tatapan terkejut . Jansen berjongkok kemudian berkata pada mahasiswi itu , " Selamat , kamu sedang mengandung . Kamu bilang kamu jadi sering merasa ngantuk , itu merupakan salah satu gejala awal kehamilan . Bagaimanapun juga , di dalam tubuhmu tiba - tiba bertambah satu nyawa lagi sehingga di awal - awal tubuhmu akan melakukan banyak penolakan . Selanjutnya , kamu hanya perlu banyak beristirahat dan memperhatikan gizimu , nanti aku akan memberikan resep obat untuk merawat janinmu."
" Aku hamil ! "
Mahasiswi itu merasa sangat kaget , mengetahui hal tersebut , dia segera mengucapkan terima kasih .
" Dokter Jansen memang reinkarnasi dari Que Bian ! "
Menyaksikan seluruh kejadian barusan , seluruh dokter juga sepenuhnya salut pada kemampuan Jansen.
Pada kenyataannya , di asosiasi medis Asmenia , Jansen memang sejak awal sudah memiliki nama , beberapa profesor juga sudah mengetahui hal ini . Setelah ini , di dunia pengobatan tradisional , Jansen juga akan menyandang gelar reinkarnasi Tuo Hua Sang dokter jenius Jansen!
" Menurutku , lebih baik kita memberikan jabatan ketua tim ini pada Jansen, bagaimanapun juga tamu dari luar negeri itu memang meminta dokter TCM, Dokter Jansen bisa mewakili dokter TCM dari Kota Asmenia ! " kata dokter Edi sambil tertawa.
Para penonton pun ikut menganggukkan kepala mereka.
" Aku setuju ! " Yanuar juga menganggukkan kepalanya .
" Mana boleh begitu , dekan dan Direktur Ervan meminta Dokter Yanuar untuk menjadi ketuanya ! " kata Marvin dengan panik.
" Direktur Marvin, kamu masih punya muka ? Tadi siapa yang bilang kalau dirinya akan bertanggung jawab jika sampai terjadi sesuatu ? Hehe , tadi hampir terjadi masalah besar , tidak tahu apakah kamu akan bertanggung jawab kalau sampai tadi benar - benar terjadi masalah ? "
" Iya , kalau bukan karena bantuan dari Dokter Jansen, direktur Marvin akan celaka! "
Para mahasiswa menertawai Marvin. Ekspresi wajah Marvin mengeras, tadi dia memang mengatakan hal itu .
" Itu , mengenai masalah ketua tim , sebenarnya kita harus mendengar pendapat dari pihak universitas , pendapatku tidaklah penting ! " kata Marvin seraya berdalih , tetapi sayangnya tidak ada orang yang memedulikan dirinya.
Yanuar menatap Jansen dengan ekspresi penuh kekaguman dan juga rasa canggung , lalu dia berkata , " Dokter Jansen, kamu sudah memberikanku pelajaran berharga dan juga membantuku terhindar dari masalah , ini adalah teknik Jarum Matahari yang diwariskan oleh leluhurku , meskipun teknik akupunturmu sudah melebihi diriku , tapi aku harap teknik ini bisa membantu Dokter Jansen! "
" Dokter Yanuar, kamu terlalu berlebihan ! "
Jansen melihat buku kuno yang berada di tangan Yanuar , dia tahu buku itu sangatlah berharga !
Di dalam pengobatan tradisional , semuanya memiliki teknik rahasianya masing - masing . Orang yang hatinya terbuka baru akan memberitahukan teknik rahasia itu kepada orang lain .