
Bab. 739. Berjuang, Berjuang!
Namun, apa yang dikatakan Jessica benar. Saat dia dan Jansen pertama kali datang ke Ibu kota, Jansen hampir dibunuh oleh Keluarga Miller dan tidak mampu melawan!
Hanya berselang setengah tahun, Jansen sudah berkembang pesat, sampai-sampai dia menaruh curiga pada Jansen.
"Dia bukan lagi pengecut Kota Asmenia, atau sebenarnya dia memang tidak pernah menjadi seorang pengecut. Demi kamu, dia rela menyerahkan segalanya dan menjadi pengecut!" Jessica melanjutkan, "Ketika dia mengalami kesulitan, barulah dia menunjukkan bakat dan keterampilannya! Tapi karena dia menunjukkan bakat dan keterampilannya dengan sangat
cepat, kamu bahkan tidak tahu harus berbuat apa!"
Elena mengangguk saat mendengar itu. "Kak, kamu benar, tapi sekarang apa gunanya? Kali ini aku benar-benar menyakitinya. Dia bisa memaafkanku, tapi aku tidak bisa memaafkan diriku sendiri!"
"Kenapa tidak bisa?"
Jessica mengerutkan keningnya. "Kamu menyukainya, kenapa kamu tidak bisa menurunkan egomu dan rasa bersalahmu?Lepaskan saja dan kejar dia!"
"Ada banyak wanita yang menyukai Jansen, tapi Jansen paling mencintaimu. Kamu harus membuktikan bahwa kamu lebih baik dari para wanita itu dan layak mendapatkan cinta
Jansen, bukannya bersembunyi di sini dan berlagak menyedihkan. Ini tidak seperti sifatmu. Kamu bukan benda mati. Kamu punya pendapat sendiri dan kamu berbakat!"
"Cepat kejar dia, biarkan dia tahu bahwa kamu lebih baik dari wanita mana pun yang menyukainya!"
Setelah mengatakan itu, Jessica juga tidak mengganggu Elena, lalu meninggalkan ruangan itu.
Elena menatap Mutiara Merlot di tangannya, lalu muncul tekad yang kuat pada sorot matanya.
Baginya, menyerah pada Jansen seperti ini bisa membuatnya mati penasaran.
Dia akan merebut Jansen kembali!
Di sisi lain, Jansen dan Natasha pergi ke pusat perbelanjaan setelah selesai melewati acara tahun baru. Namun, sekarang adalah hari kedua tahun baru, jadi tidak banyak orang di pusat perbelanjaan. Setelah berbelanja sebentar, mereka berdua akhirnya memutuskan untuk pulang.
"Jansen, tadi sekretaris meneleponku dan mengatakan bahwa kemarin dua perusahaan sudah resmi berdiri. Yang satu adalah Grup Kosmetik Beusea dan yang satunya lagi adalah PT.
Doomsday Sunshine. Aku pikir itu cukup aneh!"
Natasha menggenggam tangan Jansen dengan wajah gembira.
Dia berbeda dari wanita lain. Dia tidak pernah ingin menikmati Jansen sendirian. Asalkan Jansen bisa sesekali menemaninya pun tidak apa-apa.
"Ini adalah Tahun Baru Imlek. Siapa yang ada waktu meresmikan pendirian perusahaan?" Jansen terkejut.
"Justru karena Tahun Baru, jadi aku menyelidikinya dan menemukan bahwa pemegang saham kedua perusahaan itu
adalah keluarga elite, Keluarga Bermoth!"
Natasha menjelaskan, "Apalagi kedua perusahaan itu memiliki konflik dengan produk kita, tetapi keluarga elite Bermoth tampaknya tidak memiliki masalah dengan kita!"
"Kuharap dia tidak mengincarku!"
Jansen mengangguk. Keluarga Bermoth tidak memiliki masalah dengannya, tetapi dibalik Keluarga Bermoth adalah Akademi Bangau Putih, jadi akan ada masalah.
Hari berikutnya adalah hari ketiga tahun baru. Jansen teringat akan janji temu dengan Gracia, jadi dia bangun pagi-pagi sekali.
Gracia menelepon dan meminta Jansen untuk menemuinya di Star Cafe.
Setelah Jansen tiba, dia melihat Gracia dari jauh. Hari ini, Gracia mengenakan gaun yang lebih sederhana, kemeja putih, rok pendek hitam dan stoking sutra hitam yang melapisi kakinya.
Setelan sederhana yang dia kenakan menghasilkan aura yang berbeda, yang membuat Jansen lebih menghargainya.
Harus diakui bahwa Gracia adalah wanita yang sangat menarik, ada sedikit kemewahan dalam aura kesombongan di dalam dirinya.
"Jansen, di sini!"
Setelah melihat Jansen, Gracia tersenyum dan melambaikan tangannya.
Jansen berjalan mendekat dan dia juga membawakan Gracia sebuah amplop merah.
Gracia melihat amplop merah itu dengan wajah aneh. Ini adalah pertama kalinya dia menerima amplop merah dalam seumur hidupnya. Dia tersenyum dan berkata, "Terima kasih, selamat tahun baru!"
"Hehe, aku terbiasa membagikan amplop merah setiap hari!" Jansen tertawa ringan.
"Apa kakekmu tidak keberatan kalau kamu berkencan denganku? Jangan sampai tiba-tiba kakekmu mencegat kita di jalanan dan mengira aku adalah orang ketiga!" ucap Gracia.
Jansen bercanda, "Jangan khawatir, aku sudah bercerai. Kakek juga ingin sekali memiliki cucu. Dia akan bahagia kalau aku bisa menikah dengan siapa pun yang bersedia menikah denganku. Aku pikir justru kamu yang tidak akan
bersedia!"
"Ini, ini adalah Anggur Baimo yang aku racik!"
Jansen meletakkan dua botol anggur lagi di atas meja.
"Untuk aku? Anggur buatanmu ini sangat populer dan sangat mahal. Hadiah ini cukup memberatkanku!" Gracia tahu bahwa
Anggur Baimo juga terkenal di kalangan orang kaya, tetapi hanya sedikit orang yang tahu bahwa pembuatnya adalah Jansen.
"Kalau begitu pinjamkan aku dua miliar. Bukankah ini hadiah yang lebih mahal? Jadi, simpan saja anggur ini!"
Jansen tidak peduli.
"Gracia!"
Saat keduanya sedang mengobrol, seorang pemuda berjas putih masuk ke dalam kafe.
Pemuda itu sangat tinggi, rambutnya tidak panjang tapi sudah ditata, berkumis tipis dan terlihat sangat jantan. "Aku kebetulan lewat sini dan sepertinya melihat ada seseorang yang kukenal. Aku tidak mengira itu benar-benar kamu!"
Begitu dia berbicara, suaranya terdengar sangat memikat, seperti direktur yang galak tapi memikat, yang sering muncul dalam drama
Banyak wanita cantik di kafe ini yang menatap pemuda itu, mata mereka berbinar-binar.
Jansen juga melirik ke arah pemuda itu. Dia tampan dan berkarisma, pakaiannya juga terlihat mewah. Tidak heran dia begitu menggoda!
Hah?
Ternyata dia orang yang sangat berpengaruh!
Diam-diam Jansen terkejut. Kekuatan pemuda ini menduduki peringkat Surgawi awal, sebanding dengan pemimpin sekte. Yang terpenting adalah usianya masih sangat muda.
Gracia menatap pemuda itu dengan terkejut, "Charlie, kenapa kamu ada di sini!"
"Kebetulan aku bertemu denganmu. Apakah kamu bisa menghadiri gala amal pada malam hari ini? Kali ini, semua orang yang hadir di pesta ini adalah orang-orang kaya di Huaxia!" kata pemuda bernama Charlie ini dengan gembira.
"Sebenarnya, aku juga akan menghadiri gala amal, tapi..."
Sebenarnya Gracia ingin memanggil Jansen untuk ikut pergi.
Charlie terus membujuknya, "Jangan tapi-tapi lagi. Gala amal ini disponsori oleh Keluarga Lankester. Ayo kita pergi bersama!"
Gracia tiba-tiba tampak kebingungan.
Jansen tidak tahan lagi dan menyela sambil tersenyum, "Tuan Muda, sepertinya di sini tidak hanya ada nona Gracia!"
"Oh iya, ada kamu juga. Boleh aku tahu namamu?"
Charlie seperti baru melihat Jansen, ekspresinya menjadi lebih sombong dan tampak menghina Jansen.
Dia sudah melihat Jansen sejak tadi, tapi dia tidak memedulikannya.
Gracia mengambil kesempatan ini dan berkata, "Ini adalah Dokter Jansen dari Aula Xinglin. Aku berencana untuk pergi ke gala amal bersamanya!"
Wajah Charlie sedikit berubah dan dia menjawab dengan sopan, "Jadi, ini Dokter Jansen, si dokter jenius itu? Salam kenal, ya!"
Jansen tadinya mengira bahwa pemuda seperti ini pasti akan menyerangnya. Akan tetapi, siapa yang tahu ekspresinya berubah begitu cepat? Dia berkata dengan samar,
"Jangan memanggilku dengan sebutan itu, aku hanya melakukan tugasku saja!"
Charlie masih tersenyum dan berkata, "Karena Gracia berencana pergi dengan Dokter Jansen, maka aku tidak akan mengganggu kalian. Sampai jumpa nanti malam di gala amal!"
Setelah mengatakan itu, dia mengangguk sopan kepada Jansen dan pergi meninggalkan kafe.
Jansen bisa melihat jika Charlie agak memusuhinya, tetapi permusuhan ini disebabkan oleh rasa cemburu. Sepertinya dia adalah penggemar Gracia, tetapi pengendalian diri dan ketenangan Charlie mengejutkan Jansen.
"Charlie Lankester, putra orang terkaya di Huaxia!"
Setelah Charlie pergi, Gracia menjelaskan, "Orang ini bukan orang biasa. Dia memulai semuanya dari nol, kini kekayaan bersihnya sudah mencapai lima miliar yuan, dia sama sekali tidak meminta bantuan pada keluarganya!"
"Ini menarik!"
Jansen kagum pada Charlie. Putra orang terkaya yang tidak sombong dan emosian, jauh lebih baik daripada banyak anak orang kaya lainnya.
Jansen kembali bertanya, "Sepertinya hari ini nona Gracia memanggilku kemari untuk mengajakku menghadiri gala amal!"