Jansen Scott, Menantu Terbaik

Jansen Scott, Menantu Terbaik
Bab. 423. Detoksifikasi Dengan Merebus Tulang!


"Kamu, kamu, kamu omong kosong!" Naomi juga menunjuk Jansen, dan marah tidak tahu harus berkata apa.


"Aku akan meyakinkanmu!"


Langkah Fabian tiba-tiba terhenti dan berkata dengan dingin, "Aku sudah membaca laporan tentang ankilylosing spondylitis yang diderita Tuan Lucky, penyakitnya sudah mencapai stadium akhir. Jika itu masih stadium awal, aku sangat yakin seratus persen bisa menyembuhkannya. Namun, karena sudah stadium akhir, maka tidak ada seorang pun di dunia ini yang bisa menyembuhkannya lagi. Yang bisa kami lakukan hanyalah pencegahan dan perawatan, kalau pun menggunakan pengobatan tradisional untuk penyembuhan, aku rasa kamu hanya bercanda, kan?"


"Pengobatan tradisional adalah warisan budaya nasional. Aku tidak bermaksud meremahkan kehebatan pengobatan tradisional. Akan tetapi, pengobatan tradisional hanya bisa mencegah dan membantu pemulihan penyakit, bukan menyembuhkan penyakit!"


Profesor Fabian adalah seorang dokter militer terpandang, dan memiliki pengetahuan yang cukup terhadap pengobatan tradisional, tetapi dia tidak berani berkata banyak apalagi menyinggung perasaan Jansen.


Namun, tidak demikian dengan Naomi yang merupakan lulusan dari universitas terkenal di luar negeri, di mana tidak terdapat pembelajaran pengobatan tradisional. Naomi pun berkata dengan kesal, "pengobatan tradisional itu hanya omong kosong yang dipakai oleh dokter pedesaan untuk menipu pasien. Entah berapa banyak orang yang sudah menjadi korban, akibatnya penyakit mereka semakin parah karena terlambat disembuhkan!"


Wajah Jansen tampak sinis, "Nona Naomi, mohon kamu lebih sopan berbicara. Kamu boleh tidak percaya dengan pengobatan tradisional, tetapi jangan pernah melecehkan pengobatan tradisional. pengobatan tradisional ini adalah warisan peninggalan nenek moyang kita!"


"Kamu tidak perlu banyak omong kosong, aku bisa mempertanggung jawabkan omonganku sendiri. Kamu ini mirip dengan pengobatan tradisional, penuh dengan tipu daya. Kamu bisa saja menipu orang lain, tetapi kamu tidak mungkin bisa menipu aku!" Ucapan Naomi ini seakan sudah menyerang kepribadian Jansen.


"Aku orang yang paling berhak berbicara tentang ankylosing spondylitis. Tidak ada seorang pun yang pernah meneliti penyakit ini dengan mendalam seperti yang telah aku lakukan. Hari ini aku akan memberimu sedikit pengetahuan tentang penyakit ini!"


Fabian juga menegur Jansen dengan statusnya sebagai seorang senior, "Penyakit ankylosing spondylitis yang diderita Tuan Lucky sudah mencapai stadium akhir dan merusak otot perut beserta saraf-saraf. Hal ini disebabkan oleh intesitas latihan fisik Tuan Lucky yang tinggi. Ini semua sudah tidak dapat disembuhkan lagi, hanya bisa memakan obat untuk perawatan. Jika memang dibutuhkan, boleh juga dilakukan amputasi!"


Mendengar perkataan ini, wajah Lucky tampak sedih.


Faktanya, dia telah lama mendengar pernyataan ini, dan karena alasan inilah dia menolak dirawat oleh dokter dalam negeri.


Jansen terdiam sejenak lalu marah besar, "Ini pendapatmu? Hak berbicara yang kamu maksud ini hanya omong kosong! Kamu benar-benar seorang dokter palsu!"


"Beraninya kamu memarahiku dengan sebutan dokter palsu!" Mata Fabian terbelalak.


"Sudah jelas penyakit ini bisa disembuhkan, tetapi kamu malah ambil jalan pintas, menggunakan pemahaman sendiri dalam memahami penyakit ini. Apalagi berbicara amputasi. Kamu congkel saja matamu itu. Kamu benar-benar dokter palsu!" Jansen berkata demikian sambil memarahi dan menunjuk wajah Fabian, "Kamu sungguh tidak tahu malu, entah hak berbicara apa yang kamu punya, kamu malah meremehkan pengobatan tradisional, pret! Kalian tidak ada bedanya dengan penipu ulung!"


"Kamu!"


Fabian marah hingga sesak napas mendengar perkataan Jansen.


"Jansen, kamu sungguh biadab!"


Naomi langsung memarahi Jansen.


"Dan kamu, apa hebatnya lulusan luar negeri seperti kamu ini, entah itu WHO, apa gunanya itu semua? Tugas utama dokter adalah menyembuhkan penyakit pasien!" Jansen menunjuk ke wajah Naomi dan memarahinya.


Naomi tidak bisa bersuara. Dia terpaksa menatap Lucky dan berkata, "Paman Ketiga, kamu jangan percaya omong kosong Jansen!"


"Aku percaya dia!"


Lucky langsung menyela perkataan Naomi.


"Aku juga percaya padanya!"


Arthur juga berkata demikian.


Naomi dan Fabian terdiam membisu, mereka berdua merasa marah hingga tidak tahu harus berkata apa.


"Kalian tidak percaya dengan pengobatan tradisional, kan? Kalau begitu, mari bertaruh! Jika aku sanggup menyembuhkan pasien hingga mampu berjalan dan sembuh total dalam waktu lima hari, kamu harus membantu aku mempromosikan Dokter Jenius Jansen Scott dari Aula Xinglin!" Jansen tiba-tiba berkata.


"Oke, mari bertaruh, bagaimana jika kamu kalah?" Fabian ingin segera pergi, tetapi masih merasa tidak puas.


"Aku, Jansen, akan meninggalkan Ibu Kota dan tidak akan pernah menjadi dokter lagi seumur hidupku!" Jansen mengucapkan janjinya dengan pelan satu persatu kata.


"Oke, aku mewakili Profesor Fabian setuju tantangan ini!"


Naomi segera menjawab, dan mengambil kesempatan ini untuk mengusir Jansen pergi.


Jansen menoleh ke Lucky, "Paman Ketiga, aku butuh tong besar dan kompor, lalu tolong juga sediakan lebih banyak lagi kayu pohon belalang, apakah ada?"


"Aku akan menyuruh para petugas keamanan itu untuk menyiapkannya!"


Jansen memilih melakukan detoksifikasi dengan rebusan tulang di halaman utama sanatorium. Sambil menulis resep, Jansen meminta Arthur untuk membantu persiapan.


Tak lama berselang, semua yang dibutuhkan Jansen sudah disiapkan. Setelah tiba di halaman utama, sejumlah besar dokter berkumpul di sekelilingnya sambil berkomentar.


Lagipula, mereka juga sudah mendengar kabar bahwa pemuda ini ingin menyembuhkan ankylosing spondylitis dengan metode pengobatan yang aneh. Mereka heran dengan panci besar yang digunakan Jansen. Apakah itu mau direbus atau malah dikukus?


"Nyalakan api, rebus air!"


Jansen berteriak kepada Arthur, dan seorang perawat lantas menyalakan api untuk merebus air. Jansen kemudian memasukkan beberapa ramuan obat ke dalam air itu.


Api besar pun menyala, dan dalam waktu sekejap asap mengepul keluar dari dalam tong besar itu. Jansen langsung memasukkan lagi ramuan obat ke dalam tong besar.


Blup, blup, blup!


Air di dalam tong besar berangsur-angsur berubah warna menjadi hitam pekat disertai gelembung. Bau menyengat ikut merebak keluar.


"Ya Tuhan, jangan-jangan pemuda ini akan merebus Paman Ketiga!" Naomi marah besar dan berulang kali ingin menghentikan Jansen, tetapi karena mereka sedang bertaruh, dia pun mengurungkan niatnya.


Naomi khawatir Jansen akan membunuh Paman ketiga.


Fabian tampak senang Melihat kegaduhan ini, "Apa-apaan ini semua! Bau ramuan obat sungguh menyengat, pasti ada racun dan bahan-bahan terlarang di dalam ramuan obat itu!"


Mendengar perkataan ini, Naomi khawatir. pun semakin


Semua orang di sekeliling juga tampak bertanya-tanya.


"Siapa orang ini? Profesor Fabian adalah ahlinya untuk penyakit ankylosing spondylitis. Bukannya meminta Profesor Fabian yang ambil alih penyakit ini, malah menggunakan metode kuno seperti ini!"


"Lho, aku rasa ini hanya resep tradisional yang biasa dipakai di pedesaan. Dulu aku pernah membacanya di majalah. Sepertinya dalam metode pengobatan tradisional memang ada pengobatan seperti ini, namanya detoksifikasi dengan rebusan tulang. Cara ini sama persis dengan metode iris tulang Tabib Hua Tuo zaman dulu."


"Omong kosong, sudah zaman apa sekarang ini? kenapa masih tidak memakai peralatan medis yang canggih untuk menyembuhkan penyakit?


Jansen sengaja mengabaikan perkataan mereka semua, dan ketika waktu yang tepat sudah tiba, Jansen berkata kepada Lucky, "Paman Ketiga, agak sedikit panas, kamu harus tahan!"


"Jangan khawatir, peluru saja tidak bisa membunuhku, rasa sakit kecil seperti ini tidak masalah bagiku!"


Lucky tertawa dan meminta istrinya untuk membantunya melepas pakaian. Badan Lucky dipenuhi bekas luka, luka pisau dan bekas peluru, sangat mengerikan.


Melihat badan Lucky yang penuh luka, Jansen menaruh hormat yang besar dengan kehebatan Lucky. Di dalam Keluarga Miller, hanya Lucky seorang yang boleh dibilang sebagai pria sejati.


"Kak Arthur, tolong masukkan Paman Ketiga ke dalam tong besar!"


Jansen meminta bantuan Arthur, dan ketika Paman Ketiga masuk ke dalam tong besar, dia segera menyuruh orang memperbesar nyala api.


Blup, blup, blup!


Kayu pohon belalang menyala terbakar, sehingga suhu dalam tong besar menjadi semakin panas. Adegan ini sungguh menakutkan bagi orang-orang di sekitar, apalagi Lucky bisa saja mati terbakar.


Jansen memperhatikan suhu di samping. Sekitar dua puluh menit kemudian, dia mengeluarkan jarum akupuntur dan berjalan mengitari Paman Ketiga, dengan tanpa henti melambaikan jarum perak tersebut.


Jarum ini merupakan Jarum Luo bulu surgawi jarum kedelapan Tao yin, yang dipakai oleh para praktisi seni bela diri. Jarum ini mampu menggabungkan unsur Yin dan Yang, dan mampu mengobati cedera internal, serta menghancurkan kista dan tumor.


Seiring berlalunya waktu, suhu tong air semakin panas melebih batas kemampuan manusia. Sementara itu, seluruh tubuh Lucky setinggi kepala sudah dipenuhi dengan ramuan obat .


Asap putih mengepul, api beterbangan kencang, menyala semakin besar.


Wajah orang-orang di sekitarnya sedikit berubah. Jika terus dimasak seperti ini, maka orangnya benar-benar akan mati.


Mereka pun heran dengan Lucky yang tetap diam tak bersuara menahan panas api. Keteguhan hati Lucky benar-benar di luar dugaan.


Jansen sendiri pun terkejut Melihatnya. Lucky memiliki karakter khas seorang prajurit.