Jansen Scott, Menantu Terbaik

Jansen Scott, Menantu Terbaik
Bab. 883. Berita Tentang Danial Miller!


"Elena, kenapa kamu masih belum beristirahat?"


Setelah Paman Randy pergi, Jansen melihat Elena menjadi linglung.


"Sebelum menikah, kamu tidak boleh menyentuhku. Bahkan tidak boleh berpegangan tangan!"


Elena mendengus dingin dan memasuki kamar dengan angkuh.


Jansen tercengang, setelah dipikir-pikir dia mengerti apa yang sedang terjadi. Dia hampir saja menampar dirinya sendiri dengan keras.


Keesokan harinya keduanya masih belum pulang dan bermain di Kota Sion. Mereka naik sepeda dan menonton film, seperti saat mereka sedang pacaran.


Namun karena kejadian semalam, Jansen mencoba memegang tangan Elena beberapa kali, tetapi Elena mengusirnya pergi!


Wanita memang sangat pelit!


"Tuan Jansen, aku mendapatkan berita mengenai Danial Miller. Dia dibawa pergi oleh orang asing berkekuatan jahat dari luar negeri. Dia sekarang berada di laut lepas, kekuatan jahat yang ada di balik layar itu adalah Sekte Kunlun. Mereka berencana menggunakan Danial untuk bertransaksi dengan Sekte Bangau Putih!"


Saat sedang bermain, tiba-tiba ada panggilan masuk di dari Panah.


Wajah Jansen berubah dan dia bertanya, "Di mana lokasi spesifiknya?"


"Kami belum tahu lokasinya, tetapi seseorang dari faksi itu sedang memberi tahu Keluarga Bermoth dan ingin menggunakan Keluarga Bermoth untuk menengahi dan berbicara dengan petinggi Sekte Bangau Putih!"


"Atur perjalananku sekarang!"


Jansen tahu kalau dia tidak punya waktu untuk


bermain-main sekarang dan kemudian dia mengetahui kalau lawan sedang mencari Hector Bermoth untuk menjadi penengah. Ini berarti jika dia bisa menemukan Hector, dia akan tahu di mana Danial berada.


"Elena, aku ada urusan aku harus segera kembali ke Ibu Kota. Ayo kita segera pergi!"


Jansen buru-buru berkata kepada Elena. Awalnya, dia ingin mengatakan ini mengenai Danial, tetapi dia berpikir kalau dia belum melihat orangnya, jadi untuk sementara dia tidak memberitahukannya.


Elena berkata dengan sedih, "Jarang sekali kita bisa liburan. Setelah kita pulang, kita harus berpisah lagi!"


"Lain kali, aku akan menemanimu bersenang-senang selama sebulan, tidak, setahun!"


Dengan cepat Jansen membujuknya. Dia sudah menikah selama hampir dua tahun, dia tahu kalau seorang wanita kadang kalanya seperti anak kecil, dia harus dibujuk!


"Baiklah!"


Benar saja, Elena mengangguk dan setuju.


"Istri aku sangat baik!"


"Jangan asal sebut, kita sudah bercerai sekarang!"


Keduanya kembali ke pabrik gula untuk merapikan barangnya dan berpamitan dengan Paman Randy.


"Kakak Ipar, aku juga mau pergi ke Ibu Kota!"


Ketika mereka pergi, Monica mengikutinya dan menarik pakaian Jansen dan bertingkah manja.


Tiba-tiba wajah Elena tampak aneh, dia adalah kakak sepupu Monica. Kenapa gadis ini malah lebih dekat dengan Jansen?


"Kamu masih sekolah. Untuk apa pergi ke Ibu Kota?" Jansen mengerutkan keningnya.


"Aku ingin belajar ilmu kedokteran denganmu!"


Monica menatap Jansen dengan berani dan berkata, "Aku mau seperti dirimu, menyelamatkan orang-orang yang ada dalam kesulitan. Kamu memiliki hati yang baik, keterampilan yang baik!"


Jansen tersenyum pahit, "Aku tidak sebaik yang kamu katakan, ini hanya tugas aku. Bagaimana kalau kamu kembali ke Aula Xinglin bersamaku untuk belajar ilmu kedokteran!"


"Oke!"


Melihat Jansen setuju, Monica menjadi sangat senang seperti terbang ke langit.


Elena dengan pelan menarik Jansen, Monica tampak kegirangan. Siapa yang tahu kalau dia benar-benar ingin belajar kedokteran?


Jansen berkata menghibur, "Tidak apa-apa. Dia adalah bibit yang baik. Sepertinya ke depannya prestasinya akan lebih tinggi dari Melody!"


Meskipun Jansen menurunkan energi Qi nya kepada melody, tetapi bakatnya terbatas dan prestasinya tidak akan tinggi


Sebaliknya Monica sudah dilahirkan kembali. Dia bisa belajar banyak dari Dua Belas Jarum Yin Yang milik Jansen.


Sebelum terlambat beberapa orang itu naik bus ke bandara. Karena tidak ada bandara di Kota Sion, jadi mereka butuh waktu lama untuk pulang


Tampaknya ini pertama kalinya Monica pergi keluar, di dalam perjalanan dia sangat bersemangat, berbicara dan bertanya tanpa henti.


Setelah tiba di bandara, pertama kali dia naik pesawat makin penasaran dengan semuanya, dia tercengang seperti boneka.


Ini hampir sama Jansen, ketika dia pergi untuk


menyelamatkan Diana, dia juga tercengang ketika dia naik pesawat untuk pertama kalinya.


Malam harinya Jansen dan yang lainnya kembali ke Ibu Kota. Jansen mengantar Monica Aula xinglin untuk Kakeknya atur dan dia mengantar Elena pulang.


"Jansen, lihatlah dirimu yang tergesa-gesa. Apa kamu melakukan hal buruk di belakangku?"


"Kamu terlalu berlebihan, apakah aku orang yang suka melakukan hal-hal seperti itu?"


"Kamu suka sekali bermain-main dengan wanita cantik. Apa kamu pikir kita belum menikah, jadi kamu bisa mengambil kesempatan ini untuk bertemu teman lamamu?"


"Tidak, aku bersumpah!"


Jansen merasa tertekan, kecemburuan wanita ini sangat menakutkan!


Setelah menenangkan Elena dengan perkataan yang baik. Jansen dengan cepat pergi dan kemudian memanggil Panah untuk menanyakan keberadaan Hector.


Pada saat ini di sebuah bar, terdengar musik keras yang memekakkan telinga.


Di salah satu kamar, beberapa pria berpakaian seperti gangster melemparkan seorang wanita ke sofa.


"Tuan Muda Hector, wanita ini sudah ditemukan!"


Wanita yang terlempar ke sofa itu berusia sekitar 17 atau 18 tahun dengan riasan tebal di wajahnya, tetapi saat ini riasannya luntur karena air matanya.


"Tidak tahu malu! Beraninya kamu menyiram Tuan Muda Hector dengan anggur!"


Orang di sampingnya menendang gadis muda itu.


"Aku benar-benar tidak tahu itu Tuan Muda Hector!"


Wanita itu menangis dan berteriak, mengambil anggur di atas meja dan meminumnya dengan brutal, "Aku akan menghukum diriku sendiri, aku akan menghukum diriku sendiri!"


Hector sedang menggendong dua wanita cantik, mengisap sebatang rokok dan menatap wanita itu dengan kesal.


Sebenarnya dia tidak memiliki banyak konflik dengan wanita ini. Hanya saja tadi malam ketika dia keluar untuk bermain, dia melihat kalau wanita ini menari dengan indah dan genit, jadi dia menggodanya.


Akibatnya wanita itu berani menyiramnya dengan anggur dan menyuruh pacarnya menamparnya!


Saat itu dia tidak membawa banyak orang, jadi dia harus menahan kekesalannya.


Keesokan harinya dia mengirim anak buahnya untuk mencarinya, tidak hanya mematahkan kaki pria itu tetapi juga menangkap wanita itu.


"Oke, malam ini minum semua anggur di bar ini, aku akan melupakan masalah ini!"


kata Hector sambil mengembuskan asap.


"Malam ini, semua anggur di bar?"


Mata wanita itu melebar.


"Tidak apa-apa kalau kamu tidak bisa meminumnya. Adik, malam ini kamu temani mereka!" Hector berkata lagi.


"Ah, kamu terlalu kejam, aku mau panggil polisi!"


Wanita itu berteriak marah dan makin menyesalinya. Seharusnya kemarin dia tidak bertindak berlebihan dan menampar orang ini!


"Wanita ******, kamu berani memanggil polisi?"


Melihat wanita itu mengeluarkan ponselnya, seorang adik merebut ponsel wanita itu dan menamparnya.


"Semuanya tolong aku!"


Melihat dirinya terpojok, dia hanya melihat masih ada orang-orang yang menari di bar.


"Bro, tidak perlu memperlakukan wanita seperti itu!"


Beberapa pria dengan rantai emas dan pakaian kulit berjalan mendekat, sepertinya dia tidak senang melihatnya.


Seseorang dari pihak Bian menjawab, "Tadi malam wanita ini menampar Tuan Muda Hector, hari ini kami ingin membuatnya mengingatnya!"


"Sial, aku pikir karena meminjam uang beberapa juta, ternyata hanya satu tamparan saja. Seorang pria harus bermurah hati, sudah lupakan saja!"


Semua pria tertawa.


"Pergi kau!"


Hector meminum anggur dengan berteriak marah.


"Bro, jangan terlalu gila!"


Beberapa orang itu tidak menyangka kalau pihak lain tidak akan menghargai mereka sedikit pun.


Dan menindas seorang gadis di siang bolong, ini sangat melanggar hukum!


Mereka ingin menyerang, tetapi orang-orang Hector sudah bergegas menyerangnya dan di gerbang bar ada orang-orang yang bergegas memasuk itu satu demi satu. Ada ratusan orang mengepung mereka!


Beberapa orang itu akhirnya takut. Salah satu dari mereka mengerutkan keningnya dan berkata, "Kami adalah anak buah Tuan Hilton!"


Tuan Hilton adalah empat Vajra Agung di Ibu Kota, siapa yang tidak mengenal bos terkenal ini.


"Patahkan kaki mereka!"


Hector tidak menghiraukan mereka dan menyuruh seratus orang itu untuk menyerangnya.