
Akan tetapi, seorang manajer divisi segera berseru sambil tertawa, "Halo, Bos Besar!"
Semua orang yang lain pun ikut berseru, "Halo, Bos Besar!"
"Bos Besar benar-benar pecinta lingkungan karena memilih mengendarai sepeda bersama! Sekarang sudah tidak banyak orang yang memiliki kesadaran akan pentingnya menjaga lingkungan semacam ini!"
"Aku memang sudah berpikir bahwa pemuda yang mengendarai sepeda bersama dan mengenakan kaus itu pasti orang yang luar biasa. Benar saja, ternyata adalah Bos Besar Grup Dream Internasional!"
"Bahkan baru aku ingat bos besar Tesla dan juga Facebook juga sering pakai kaos seperti itu!"
"Penampilan yang luar biasa yang memimpin bisnis menjadi unggul!"
Mereka semua secara refleks saling menyanjung
Diana dan Laras sama-sama termangu bodoh. Diana bahkan meminta Laras menamparnya untuk meyakinkan dirinya bahwa ini bukanlah Dream.
Meskipun Jansen dikenal memiliki kemampuan yang hebat di Kota Asmenia, tapi ini adalah Ibu kota!
Selain itu, poin terpentingnya adalah Grup Dream Internasional yang merupakan nomor satu dalam bidang kosmetik di Huaxia sedangkan Jansen baru setengah tahun berada di Ibu kota. Bagaimana mungkin dia bisa mendirikan bisnis yang sebesar ini?
Plak!
Diana bisa merasakan betapa sakitnya tamparan yang Laras daratkan di wajahnya. Situasi ini bukanlah mimpi!
"Halo, semuanya!"
Jansen balas menyapa sambil berjalan menuju gerbang.
"Mustahil! Dia tidak mungkin adalah Bos Besar!"
Maxime dan Irish masih menggelengkan kepala mereka. Mereka kesulitan percaya bahwa seorang menantu yang menumpang hidup yang tidak mereka anggap tiba-tiba berubah dan kini berada di atas mereka.
Jansen berhenti berjalan, lalu melihat ke kerumunan dan tertawa, "Ini pertama kalinya aku datang ke Grup Dream Internasional. Terima kasih atas kontribusi kalian untuk perusahaan ini. Ada dua hal yang akan ku umumkan hari ini
Pertama, gaji semua Karyawan akan dinaikkan 20% mulai bulan ini!"
"Hidup Bos Besar!"
Semua Karyawan bertepuk tangan dengan gembira.
Jansen melanjutkan, "Yang kedua, kesialan menjemput orang-orang yang namanya kusebut, yakni Maxime, Irish, Lila, dan Alea! Gaji mereka semua akan dibayarkan sekarang dan setelah itu, silakan angkat kaki dari sini!"
"Apa?"
Mata Maxime sontak membelalak lebar.
Diana dan Laras saling berpandangan dan tiba-tiba menjadi sangat bersemangat. Diana pun tertawa, "Irish, bukankah tadi kamu bilang biarkan kakak iparku campur tangan dalam urusan Grup Dream Internasional kalau dia memang mampu? Maaf, ya, tapi kakak iparku benar-benar campur tangan!"
"Selain itu, kalian-lah yang membuatku tidak berhasil melamar pekerjaan dan keadaannya pun berbalik sekarang. Kalian semua dipecat!"
Tubuh Irish dan yang lainnya sontak gemetaran ketika mendengar ini.
"Kakak Ipar, masih ada juga Manajer Hengky! Dia barusan tidak menerima ku tanpa memberiku kesempatan!"
Diana menunjuk salah satu dari mereka.
"Oh, kalau begitu dia juga akan sekalian dipecat!" sahut Jansen acuh tak acuh, "Orang-orang yang bekerja sama dengan Maxime juga sepertinya tidak memiliki kualifikasi yang bagus!"
Ribuan Karyawan itu tidak berani berbicara. Mereka semua memandang Maxime dan yang lainnya dengan tatapan simpatik. Mereka pantas mendapatkan akibat ini karena sudah menyinggung Bos Besar!
Gadis-gadis yang sebelumnya ikut melamar pekerjaan merasa mereka seolah sedang bermimpi. Padahal jelas-jelas tadi Diana dan Laras diusir, tapi mereka malah mendadak berubah menjadi orang-orang yang memiliki koneksi dengan Bos Besar Grup Dream Internasional Dunia ini begitu tidak terprediksi!
"Apa hakmu untuk memecat mereka? Sekarang adalah zamannya masyarakat diatur oleh hukum! Kamu tidak bisa main mendapatkan apa pun yang kamu mau!"
Anzel tiba-tiba berjalan keluar dari kerumunan dan angkat bicara. Dia tidak takut pada Jansen karena tidak berasal dari Grup Dream Internasional.
Selain itu, dia juga merasa lebih unggul karena Jansen hanyalah seorang menantu yang masuk ke keluarga istrinya.
"Mereka dilarang melakukan tindakan tercela!"
Jansen menyahut dengan nada datar.
"Hahaha.... Memangnya tindakan tercela apa yang kulakukan?" Maxime juga ikut angkat bicara.
"Kamu tinggal di rumah yang mewah, makan seafood dan minum anggur merah, serta mengendarai mobil mewah, tetapi kamu mengabaikan ayahmu dan membiarkannya
berkeliaran di jalanan. Kamu bukan anak yang cukup berbakti. Apakah alasan ini cukup?" sahut Jansen dengan dingin.
Maxime tidak bisa membantah dan hanya menggerakkan giginya, "Cukup! Itu masalah keluargaku dan tidak ada urusannya dengan pekerjaan! Aku tidak terima! Siapa pun yang mendukungku, keluarlah!"
"Benar! Kami juga protes!"
"Kusarankan pada kalian, lebih baik biarkan kami tetap lanjut bekerja di sini atau aku akan membuat pemberitaan tentangmu dan menunjukkan kepada semua orang betapa
liciknya Grup Dream Internasional!"
Irish dan yang lainnya juga berkata dengan marah.
"Bongkar kejahatannya!"
"Sudah selesai? Divisi keuangan, cepat bayar gaji mereka dan suruh mereka pergi!"
Natasha tidak tahan lagi, jadi dia angkat bicara, "Tidak puas? Atas dasar apa Karyawan rendahan seperti kalian berhak merasa tidak puas? Kuberitahu, ya! Dia adalah Bos Besar! Kalau dia ingin seluruh Grup Dream Internasional bangkrut,
maka tidak akan ada yang bisa menghentikannya maupun mengalahkan wewenangnya!"
"Coba saja kalian tuntut! Aku ingin lihat, apakah memang Grup Dream Internasional yang berutang upah pada kalian atau menganiaya kalian?"
"Permainan macam apa ini! Mana ada bos memecat orang tergantung apa mau kalian!"
"Siapa pun yang menolak untuk menerimanya, silakan maju. Aku mau lihat ada berapa banyak orang yang bersedia bersekutu dengan Maxime dan yang lainnya!"
Kerumunan itu sontak mengomel begitu mendengar ucapan Natasha.
"Pergi sana! Trik macam apa ini! Kalian terlalu sombong!"
"Jangan menyeret kami ke dalam masalah kalian!"
Siapa yang berani menentang Jansen di saat pria itu adalah tempat mereka menggantungkan hidup mereka? Selain itu, mereka menghargai Maxime hanya karena Grup Dream Internasional!
Tanpa Grup Dream Internasional, dia bukanlah apa-apa!
"Benar-benar seorang bos yang sombong!"
Anzel masih belum berniat untuk menyerah.
"Hahaha... Sudah selesai bicaranya? Baiklah, saatnya membicarakan tentang Grup Dream Internasional dan PT. Cantika Cosmetics!" Jansen balas mencibir.
"PT. Cantika Cosmetics tidak pernah bergantung pada Grup Dream Internasional! Kamu pikir kamu bisa memojokkanku dengan itu?" sahut Anzel tanpa rasa takut sama sekali.
"Oh, begitu? Baiklah, lalu di mana lokasi pabrik produksi PT. Cantika Cosmetics?" Jansen terus mencibir.
Ekspresi Anzel sontak berubah.
Tepat pada saat itu, sebuah mobil polisi pun tiba. Beberapa orang polisi datang menghampiri mereka dan mengeluarkan surat perintah penangkapan, "Anzel, kamu ditangkap atas dugaan pencurian dan kejahatan perdagangan senilai 80 juta yuan! Silakan ikut dengan kami untuk penyelidikan!"
Raut wajah Anzel langsung berubah dalam sekejap. Dia berkata dengan gugup, "Aku tidak melanggar hukum! Kalian dari juridiksi mana? Aku mau cari pengacara!"
"Kami sudah memegang bukti dan saksi. Saksinya adalah para satpam pabrik Grup Dream Internasional yang jumlahnya lebih dari 50 orang. Mengenai buktinya, kami telah menemukan produk Grup Dream Internasional di
gudang dan kantormu!"
Bruk!
Seluruh tubuh Anzel langsung lunglai, dia tahu bahwa dia akan masuk penjara!
"Bawa dia pergi!"
Para polisi pun membawa Anzel ke dalam mobil polisi.
Ekspresi Maxime juga berubah. Meskipun tidak terlibat langsung dalam masalah ini, tetap saja mereka ada keterkaitannya!
Jika Anzel sampai menyeret mereka, mereka juga akan masuk penjara! Kalau dilihat dari situasinya, sepertinya sudah pasti Anzel akan mengungkap keterlibatan mereka.
"Inilah akibat dari perbuatanmu sendiri!"
Jansen melirik mereka dan membawa Diana ke dalam lobi perusahaan, lalu berkata, "Mulai hari ini, Diana dan Laras akan bekerja di Grup Dream Internasional dan mengambil alih pekerjaan Maxime!"
"Siapa yang tidak setuju dan siapa yang setuju?"
Mereka semua terdiam. Memangnya siapa yang berani menentang di saat Bos Besar sudah berbicara!
Hanya ada dua orang pemegang saham di Grup Dream Internasional, satu adalah Jansen dan yang lainnya adalah Gracia. Oleh sebab itu, tidak ada satu pun orang di Grup Dream Internasional yang bisa menentang Jansen!
Jansen meminta Diana dan yang lainnya untuk membiasakan diri dengan posisi mereka, kemudian mengikuti Natasha menuju kantor presdir.
"Kak Natasha, tolong siapkan laporan keuangan, catatan penjualan, biaya promosi, dan lain sebagainya!"
Jansen duduk di kursi direktur yang besar dan tersenyum ke arah Natasha.
Setelah dia lepas tangan akan perusahaannya selama setengah tahun, sekarang tibalah saatnya baginya untuk mulai mengurus beberapa hal.
"Apa kamu serius?" tanya Natasha terkejut.
"Menurutmu?"
Jansen tersenyum samar, "Dulu aku adalah seorang pebisnis pemula, tapi sekarang aku sudah punya sedikit relasi yang lebih luas!"
"Oh ya, apa kamu sudah selesai mengatur segalanya tentang perihal Tuan Wiliams?"
"Sudah. Saat ini, mereka belum tahu situasinya dan mereka bertanya siapa presdir Grup Dream Internasional!"
"Katakan saja pada Tuan Wiliams!"
Jansen menjawab sambil membolak-balik laporan yang dia minta. Dia membaca isi laporan dengan sangat cepat dan tidak ada satu pun informasi yang luput dari ingatannya.