Jansen Scott, Menantu Terbaik

Jansen Scott, Menantu Terbaik
Bab. 612. Bertemu Penatua Jack!


Jansen tersenyum pahit, saat itu dia tidak tahu asal usul Troy, tentu saja dia tidak akan mengatakan identitasnya.


"Jansen, dia ini saudara ku!"


Penatua Jack tertawa dan menuangkan anggur untuk keduanya, "Jansen, apa kamu membawa anggur yang sebelumnya kamu bawa?"


"Ya, hanya ada tiga botol!"


Jansen mengeluarkan tiga botol anggur dan menaruhnya di atas meja dengan sedih, jadi dia mendapatkan beberapa bahan obat pada acara temu ramah, jika tidak dia tidak akan bisa membuatnya.


"Troy anggur ini sangat enak, Jansen yang membuatnya sendiri. Di kalangan kami anggur ini tidak ternilai harganya, kamu harus minum banyak. Oh ya, kalau tidak cukup minta saja kepadanya!"


Penatua Jack menjilat bibirnya dan tersenyum.


Troy buru-buru mengangguk, "saat aku pulang juga ingin membawa pulang beberapa belas botol!"


Jansen buru-buru menyebut Alexander Carson untuk meminta bantuan, " Penatua Jack aku tidak membuka pabrik anggur, anggur ini benar-benar tidak banyak, sisanya sudah dipesan oleh Kakek Carson!"


"Dasar bocah licik!"


Melihat kakek Carson juga ikut membelanya, Penatua Jack pun melepaskan Jansen, dia berseru, "Masalah Keluarga Miller sudah selesai, apa rencanamu ke depannya?"


"Mengurus Aula Xinglin dan promosikan pengobatan tradisional!"


Jansen mengutarakan pikirannya, "Agar negara Huaxia kita terkenal di dunia!"


"Ini yang selalu menjadi mimpi mi, sekarang kamu semakin dekat dengan mimpi mu!"


Penatua Jack mengangguk senang, wajahnya terlihat semakin serius, "Hari ini aku memanggilmu datang, sebenarnya aku ingin meminta bantuanmu!"


" Penatua Jack katakan saja!"


Jansen tidak menanyakan apa pun dan langsung menyetujuinya.


Penatua Jack tersenyum bersyukur dan menjelaskan, "Aku rasa kamu harus tahu tentang ramuan gen. Meskipun di permukaan telah produksi itu sudah dihentikan, tapi kami menerima kabar kalau seseorang masih memproduksinya secara diam-diam!"


"Keluarga Woodley?"


Jansen mengerutkan keningnya.


"Kau juga tahu Keluarga Woodley, sepertinya Alexander tidak menyembunyikan apa pun darimu!"


Alajabar mengangguk, "Keluarga Woodley adalah orang di belakang layar, tetapi mereka telah menemukan rekan bisnisnya. Saat ini masih belum diketahui asal usulnya, mungkin itu adalah kekuatan dari dalam Huaxia atau mungkin dari luar negeri. Dan aku ingin memintamu untuk menemukan tempat produksi tersembunyi itu dan menghancurkannya!"


"Oke!"


Tanpa ragu-ragu Jansen menyetujuinya.


Penatua Jack menambahkan, "Aku bisa memberimu waktu sebulan untuk mencarinya perlahan, jika sudah menemukannya beritahu adikku Troy, dia yang bertanggung jawab atas hal ini. Oh ya, Elena dan yang lainnya juga menerima tugas ini!"


"Penatua Jack, bisakah aku dipindahkan ke grup Elena dan yang lainnya?" Jansen melihatnya dengan mata berbinar.


Penatua Jack tertawa dan memarahinya, "Kamu sangat memanjakan istrimu, apa tidak bisa kalau tidak melihat istrimu sebentar saja? Tapi ini hal yang sulit, Alexander tidak akan pernah membiarkan seseorang pergi!"


"Selain itu kamu harus berhati-hati terhadap Aidan Woodley. Kamu sudah membawa pergi Elena, harga dirinya juga terluka, dia pasti akan membalasmu!"


"Sekarang Keluarga Woodley sudah berkembang pesat, aku dengar kalau ada banyak orang dunia jianghu yang membantu mereka. Kamu harus berhati-hati ketika kamu bertemu dengan orang-orang dunia jianghu ini!"


Beberapa orang itu mengobrol dan minum, sampai malam hari Jansen baru pulang.


Pagi-pagi keesokan harinya, Jansen teringat akan nasihat Natasha. Tepat sekali sekarang Elena sedang libur, dia berencana mengajak Elena pergi berbelanja dan makan.


"Kenapa kamu ada luang hari ini?"


Elena sangat senang mendengar usulan Jansen.


"Masalah Keluarga Miller sudah diselesaikan, ini saatnya kita menjalani kehidupan kita berdua!"


"Baiklah, aku akan mengganti pakaianku sebentar baru kita pergi!"


Elena berlari ke dalam ruangan seperti kelinci kecil. Dua puluh menit kemudian, dia berganti pakaian dengan mantel hitam renda dengan rok kotak-kotak. Paha rampingnya terlihat lurus dan panjang, dari leher ke bawah terlihat seperti kakinya.


"Istriku, bagaimana kalau kita!" kata Jansen yang tidak bisa mengontrol perasaannya.


"Tidak, aku bukan baru mengenalmu. Sudah lama sekali kita bisa libur. Ayo pergi keluar dan bersenang-senang!"


Elena tampak enggan, "Dan dalam beberapa hari, aku juga akan sibuk!"


"Baiklah!"


Keduanya meninggalkan rumah komunitas dan pertama-tama mereka pergi ke Aula Xinglin untuk membantu.


Setelah Bibinya dan Mulin menikah, setiap hari dia memimpin di Aula Xinglin. Meskipun hari-harinya membosankan, tapi dia merasa bahagia.


Selain itu karena Mulin adalah seorang dokter di Aula Xinglin, dia juga terkenal di kalangan kedokteran Ibu kota dan bisa dianggap sukses dalam kariernya.


Jansen mengangguk lega. Meskipun Mulin memiliki reputasi yang besar, tapi dia tetap rendah hati.


"Tuan, aku datang!"


Dia berputar di depan Jansen dan berkata dengan gembira, "Tuan, apa menurutmu jaket kulitku ini bagus? Ini dibuat dengan tangan oleh seorang Master di Inggris!"


"Bagus, sangat bagus, apa tidak ada tugas di dalam grup mu?" Jansen dengan santai menjawabnya.


"Tidak ada tugas, aku ke sini untuk menemanimu jalan-jalan hari ini!" Amanda menjawab dengan santainya.


"Jansen, apa maksudmu?"


Kata Elena tanpa mengangkat kepalanya dan sedang membantu Kakek Herman memotong obat.


Jansen menoleh ke belakang dan melihat kalau tidak hanya Elena yang berwajah muram, tetapi juga Bibinya dan Kakeknya. Jansen berkata, "Dia datang untuk bermain dan segera pergi!"


"Aku tidak datang bermain, hari ini aku datang untuk berkencan denganmu!" kata Amanda sambil mengerucutkan bibirnya.


Kencan?


Elena dan yang lainnya bahkan menjadi lebih kesal.


Jansen kesal dan ingin menendang Amanda pergi, dari awal Elena memang sudah merasa rendah diri, tapi Amanda malah membuat masalah semakin sulit!


"Tuan, bukankah aku terlihat bagus dengan jaket kulit ini? Lihat berapa panjang kakiku ini!"


Amanda menarik Jansen dan bertanya, sepertinya dia disengaja.


"Kakimu memang sangat panjang, tapi tubuhmu masih kurang sedikit!" kata Jansen sedikit marah.


"Kurang di mana, bukankah itu sudah cukup besar?"


Amanda membusungkan dadanya dan menatap Jansen dengan rasa tidak percaya.


Elena menghentakkan kakinya dengan marah.


"Semuanya tidak cukup besar, ganti pakaianmu, jaket kulit tidak cocok untukmu!"


Kata Jansen kesal, "Amanda, jika kamu menyukaiku, maka aku hanya bisa minta maaf, aku pribadi yang besar, kamu mengerti?"


Mendengar kata besar, Amanda tanpa sadar menatap Elena dan terkejut. Bukankah Jansen menyukainya?


"Tunggu dulu!"


Amanda pergi dengan marah.


Jansen akhirnya merasa lega, dia berjalan ke Elena, "Elena, aku tidak dekat dengannya, jangan di ambil hati!"


"Benarkah? Aku ingat hari itu, kakek Carson juga ada di sana. Dia bahkan berkata kalau Keluarga Miller tidak menginginkanmu, Keluarga Carson menginginkanmu dan Amanda bahkan berteriak kalau dia mau menikahi denganmu!"


"Jansen, Amanda adalah empat wanita cantik di Ibu kota. Dia sangat menyukaimu, apa kamu tidak mau mempertimbangkannya?"


"Aku, Elena memiliki kepribadian yang buruk dan tidak perhatian, sebaiknya kamu tinggalkan saja aku!"


Nada suara Elena terdengar sangat kesal.


Wajah Jansen berubah drastis, lalu dia membujuknya dan akhirnya Elena tidak begitu marah.


"Tuan, tunggu aku!"


Keduanya baru saja berjalan belum lama dan seorang wanita dengan baju lengan panjang renda putih dan rok lipit di bagian bawah tubuhnya berlari dengan gembira, dia terlihat cantik seperti putri yang berjalan keluar dari sebuah komik.


Itu Amanda lagi.


Jansen merasa depresi, kenapa wanita ini sangat tidak tahu malu?


"Lihat besar atau tidak!"


Amanda datang dan berkata dengan bangga.


"Anak kecil, apa yang besar atau tidak!" Jansen benar-benar tidak tahan lagi, dia menghela napas dan berkata, "Amanda, aku sudah menikah. Hari ini adalah kencanku dengan istriku, jadi jangan membuat masalah!"


"Apa yang tidak besar? Padahal aku sudah berusaha!"


Amanda sangat kesal, tetapi ketika dia melihat dada Elena dia langsung merasa tertekan.


Meski sangat cemburu pada Elena, tidak dapat disangkal kalau tubuh Elena seperti seorang dewi, sangat sempurna yang membuatnya cemburu


"Tuan, aku curiga suka wanita yang besar, tetapi aku tidak punya bukti, tidak, aku juga ingin berkencan denganmu!"


Amanda bersikeras, "Kamu sudah menyelamatkan hidupku, seumur hidup aku akan berterima kasih kepadamu. Bukankah istrimu meninggalkanmu? Kamu segera bercerai, aku menikahimu, aku tidak lebih buruk dari istrimu kecuali punya ku yang lebih kecil dari istrimu!"


Sifatnya ini sangat terus terang!


Jansen merasakan sakit di kepalanya.


Elena berwajah muram, "Jansen, jika dia ingin ikut biarkan saja jangan buang waktu lagi!"


"Baiklah!"


Melihat Elena tidak marah, Jansen pun menganggukkan kepalanya.