Jansen Scott, Menantu Terbaik

Jansen Scott, Menantu Terbaik
Bab. 289. Ternyata Kamu!


" Ezra dari Grup Lippo Mayora ! "


Kemudian , ekspresi Jansen menjadi sangat dingin !


Saat di restoran , Jansen tidak ingin Elena menimbulkan masalah , jadi dia terus menahan diri lagi dan lagi . Akibatnya , Ezra menjadi tidak tahu diri dan bahkan berani mencari masalah . Ini telah melewati batas toleransi Jansen !


" Temukan keberadaan Ezra dari Grup Lippo Mayora untukku ! "


" Tuan Jansen , Ezra sudah kembali ke Pulau Hongkong sekitar satu jam yang lalu . Butuh sedikit waktu untuk menemukannya di Pulau Hongkong , tapi ada satu orang yang mungkin tahu keberadaan Ezra ! " Suara Panah terdengar , kemudian dia mengirimkan video ke Jansen .


Jansen melihat bahwa ini adalah pria yang kepalanya dipukuli oleh Ezra di restoran .


" Orang ini dipanggil Brian . Dia berasal dari Pulau Hongkong dan sangat akrab dengan Grup Lippo Mayora ! "


" Cepat bawa dia kepadaku ! "


Setelah Panah dan yang lainnya menerima tugasnya , mereka tahu bahwa Jansen benar - benar marah . Mereka pun bersimpati dengan Ezra . Kesombongan mereka tadi bisa dianggap angin lalu saja , tetapi mereka masih berani memprovokasi Jansen . Bukankah ini sama seperti membangun kan Harimau yang sedang tertidur!


Ezra ini benar - benar menganggap Jansen pecundang . Begitu dia marah , tak seorang pun di Asmenia yang bisa menghentikannya !


Saat ini , di warung makan di tepi laut , seorang pria dengan kepala yang dibalut sedang minum bir .


" Kak Brian , kapan kamu akan membuatku menjadi kaya ! "


Di sampingnya , ada saudaranya yang menuangkan bir untuk pria itu . Semua orang tahu bahwa posisi pria itu tidak biasa . Dia berasal dari Pulau Hongkong , mereka memiliki koneksi .


" Ada banyak kesempatan . Saat Kak Ezra sudah tidak marah lagi , aku akan membawamu ke Pulau Hongkong untuk menghasilkan banyak uang ! "


Pria itu berkata dengan bangga , " Daerah di seberang laut adalah wilayahku , kamu bisa melakukan apapun yang kamu mau ! "


" Kak Brian , kamu sungguh hebat ! "


Semua saudaranya di situ menjadi sangat bersemangat dan berkata , " Tidak hanya di Pulau Hongkong , bahkan di Asmenia pun , jika kamu mengatakan sepatah kata saja , ratusan orang akan langsung mematuhinya ! "


" firgo , yang kamu katakan ini benar , aku , Brian , tidak selemah itu ! Tidak peduli apakah itu Pulau Hongkong atau Asmenia , tidak sulit bagiku untuk mendapat bala bantuan hanya dengan sepatah kata saja ! "


Setelah minum terlalu banyak , pria itu menjadi semakin angkuh !


" Apakah Kamu Brian ?"


Tiba - tiba , ada suara yang datang dari belakangnya . Kemudian , ada tiga orang muncul di belakang Brian , dipimpin oleh seorang wanita berambut pendek dan perawakannya cukup menawan !


Pandangan Brian berbinar sembari berkata dengan Bahasa tradisional kanton , " Hei , gadis cantik , ayo , minum - minum dengan Kakak sini . Kakak punya banyak uang ! "


Prak !


Wajah wanita itu dingin , dia mengulurkan telapak tangannya , menggenggam erat tangan Brian , dan langsung menariknya ke belakangnya . Brian yang merasa sakit itu berteriak !


" Beraninya kamu menyentuh Kak Brian , ayo saudaraku semua , kita habisi mereka ! "


Para gangster di sekitar itu langsung berdiri , mereka yang berani menyentuh Kak Brian di wilayah mereka itu benar - benar cari mati !


Serang !


Dengan teriakan seperti itu , sejumlah besar orang di sekitaran warung makan langsung berdiri , kemudian mereka semua berlari menghampiri . Diperkirakan , ada 50 sampai 60 orang . Hal ini membuat para pengunjung di sekitar warung makan ketakutan !


" Ikuti aku ! "


Wanita itu sepertinya tidak mengerti , langsung menarik Brian dan pergi !


" Kalian sebaiknya segera melepaskanku . Kalau tidak , aku tidak akan membiarkan kalian keluar dari wilayah ini ! " kata Brian dengan suara keras .


Wanita itu mengabaikannya dan mengangguk ke dua orang di sampingnya .


Bang bang !


Mereka berdua bergegas menerobos kerumunan , terlihat sangat galak . Orang - orang yang dipukulinya mengalami patah kaki dan tangan , dan mereka menjerit kesakitan !


" Tentara ! "


Wajah Brian itu berubah drastis , dia tahu bahwa dirinya sedang dalam masalah !


Jika diibaratkan , mereka ini seperti sekelompok tikus yang bertemu dengan tiga harimau . Tidak peduli berapa banyak tikus yang ada , tidak akan cukup untuk mengalahkan harimau !


" Bos - bos sekalian , maafkan aku , apa yang kalian cari dari kami ini ! " Brian tidak lagi sombong seperti sebelumnya .


" Tuan Jansen ingin bertemu denganmu ! " Wanita itu berkata dengan dingin , lalu membawa Brian naik ke mobil .


Para gangster di sekitarnya hanya bisa melihat Brian ditangkap pergi . Sebelumnya mereka mendengar Brian menyerukan kata tentara , mereka menduga bahwa mereka berasal dari pasukan khusus . Namun , setelah melihat pertarungan besar itu , mereka mana bisa bermain - main dengan mereka itu .


Di dalam mobil , Brian terus berteriak , " Ke mana kamu akan membawaku pergi ? Aku tidak tahu apa - apa . Aku benar - benar tidak tahu apa - apa ! "


Namun , tidak ada yang memperhatikannya sama sekali . Ketiganya terlihat seperti tentara yang terlatih , dan ini juga membuat Brian semakin takut . Dia tahu pasti ada seorang bos di balik ketiga orang ini , dia pasti seseorang yang hebat !


Tak lama kemudian , mobil itu berhenti . Yang mengejutkan Brian adalah ternyata mereka berhenti di sebuah warung makan . Terlihat banyak orang di sekitar yang minum bir sembari makan kebab, terlihat sangat menyenangkan !


Sedangkan wanita itu berjalan membawa Brian , dia datang ke meja yang diduduki oleh satu orang saja , lalu wanita itu berkata , " Tuan Jansen , aku sudah membawa orangnya kemari ! "


Tubuh Brian gemetar dan perlahan mengangkat kepalanya . Dia benar - benar ingin melihat siapa bos besar yang dapat dengan mudah menangkapnya dari tangan puluhan gangsternya !


Yang terlihat adalah seorang pemuda yang mengenakan setelan olahraga , tampak seperti baru saja lulus dari perguruan tinggi , sedang memakan daun bawang yang dipanggang sembari minum teh herbal .


" Ternyata kamu ! "


Jantung Brian seperti mau meledak .


Bukankah ini dokter yang dia temui di toko tiram belum lama ini ? Dia benar - benar tercengang !


Dia ingat ketika dokter itu dipermalukan oleh Kak Ezra , dia tidak berani melawannya sedikitpun . Bagaimana dia tiba - tiba menjadi seorang bos besar ?


" Ohh , kamu ternyata Brian ? "


Pemuda itu adalah Jansen , dia menunjuk ke depan , " Duduk ! "


" Kak , aku benar - benar tidak tahu apa - apa ! " Brian merasa ketakutan .


" Jika Tuan Jansen memintamu untuk duduk , kamu hanya perlu duduk ! " Telapak tangan Jhonny itu menepuk bahu Brian , dan sedikit menekannya .


" Mau makan tidak ? " tanya Jansen .


Brian semakin lama semakin takut . Di Pulau Hongkong mereka , bos sejati biasanya pergi ke warung makan dan berbincang seperti dengan temannya sebelum mulai bertindak . Namun , semakin tenang mereka , maka akan semakin kejam juga aksi mereka .


" Tuan Jansen , jika kamu memiliki sesuatu yang ingin ditanyakan , silakan tanyakan saja . Aku akan mengatakan apa pun yang aku tahu ! " kata Brian ketakutan dan gemetaran .


" Bawa aku menemui Ezra ! " Jansen mengangkat kepalanya dan tersenyum .


" Ezz ... Ezra ? "


Wajah Brian langsung berubah drastis dan dia berkata dengan rasa ketakutan , " Tuan Jansen , Kak Ezra sudah kembali ke Pulau Hongkong . Apakah kamu punya masalah dengannya ? Tuan Jansen , Kak Ezra adalah salah satu direktur dari Grup Lippo Mayora . Sebelum dia datang , aku tidak takut pada siapa pun di Pulau Hongkong ini . Bagaimana kalau aku menggantikan Ezra dan kita berdamai saja ! "


" Dia tidak memenuhi syarat untuk membuatku berdamai dengannya , dia juga sudah menyentuh istriku , aku ingin dia mati ! " Jansen masih tertawa , tapi apa yang dia katakan membuat Brian takut .


Brian datang dari Pulau Hongkong dan tahu posisi Kak Ezra di dunia seni beladiri seperti apa . Jika dia berteriak saja , akan ada ribuan gangster yang akan keluar untuk membantunya .


" Kamu bisa tidak membawaku menemuinya , tapi mayatmu akan berakhir di laut Asmenia besok ! "Jansen bergumam sendiri.


" Bawa , bawa , aku pasti membawa mu ke sana! " Brian berujar sambil menangis .


Mereka berdua adalah bos besar , bagaimana mungkin dia bisa menolaknya !


Yang dia tidak mengerti adalah , bos besar ini sangat mengerikan , tapi mengapa begitu sopan saat berbicara di restoran waktu itu ?


Bahkan mau mengobatinya !


Orang ini pandai berpura - pura !


" Cepat pergi sekarang ! "


Jansen menghabiskan makanannya di meja , lalu berdiri sembari berkata .