
" Ezra dari Grup Lippo Mayora ! "
Kemudian , ekspresi Jansen menjadi sangat dingin !
Saat di restoran , Jansen tidak ingin Elena menimbulkan masalah , jadi dia terus menahan diri lagi dan lagi . Akibatnya , Ezra menjadi tidak tahu diri dan bahkan berani mencari masalah . Ini telah melewati batas toleransi Jansen !
" Temukan keberadaan Ezra dari Grup Lippo Mayora untukku ! "
" Tuan Jansen , Ezra sudah kembali ke Pulau Hongkong sekitar satu jam yang lalu . Butuh sedikit waktu untuk menemukannya di Pulau Hongkong , tapi ada satu orang yang mungkin tahu keberadaan Ezra ! " Suara Panah terdengar , kemudian dia mengirimkan video ke Jansen .
Jansen melihat bahwa ini adalah pria yang kepalanya dipukuli oleh Ezra di restoran .
" Orang ini dipanggil Brian . Dia berasal dari Pulau Hongkong dan sangat akrab dengan Grup Lippo Mayora ! "
" Cepat bawa dia kepadaku ! "
Setelah Panah dan yang lainnya menerima tugasnya , mereka tahu bahwa Jansen benar - benar marah . Mereka pun bersimpati dengan Ezra . Kesombongan mereka tadi bisa dianggap angin lalu saja , tetapi mereka masih berani memprovokasi Jansen . Bukankah ini sama seperti membangun kan Harimau yang sedang tertidur!
Ezra ini benar - benar menganggap Jansen pecundang . Begitu dia marah , tak seorang pun di Asmenia yang bisa menghentikannya !
Saat ini , di warung makan di tepi laut , seorang pria dengan kepala yang dibalut sedang minum bir .
" Kak Brian , kapan kamu akan membuatku menjadi kaya ! "
Di sampingnya , ada saudaranya yang menuangkan bir untuk pria itu . Semua orang tahu bahwa posisi pria itu tidak biasa . Dia berasal dari Pulau Hongkong , mereka memiliki koneksi .
" Ada banyak kesempatan . Saat Kak Ezra sudah tidak marah lagi , aku akan membawamu ke Pulau Hongkong untuk menghasilkan banyak uang ! "
Pria itu berkata dengan bangga , " Daerah di seberang laut adalah wilayahku , kamu bisa melakukan apapun yang kamu mau ! "
" Kak Brian , kamu sungguh hebat ! "
Semua saudaranya di situ menjadi sangat bersemangat dan berkata , " Tidak hanya di Pulau Hongkong , bahkan di Asmenia pun , jika kamu mengatakan sepatah kata saja , ratusan orang akan langsung mematuhinya ! "
" firgo , yang kamu katakan ini benar , aku , Brian , tidak selemah itu ! Tidak peduli apakah itu Pulau Hongkong atau Asmenia , tidak sulit bagiku untuk mendapat bala bantuan hanya dengan sepatah kata saja ! "
Setelah minum terlalu banyak , pria itu menjadi semakin angkuh !
" Apakah Kamu Brian ?"
Tiba - tiba , ada suara yang datang dari belakangnya . Kemudian , ada tiga orang muncul di belakang Brian , dipimpin oleh seorang wanita berambut pendek dan perawakannya cukup menawan !
Pandangan Brian berbinar sembari berkata dengan Bahasa tradisional kanton , " Hei , gadis cantik , ayo , minum - minum dengan Kakak sini . Kakak punya banyak uang ! "
Prak !
Wajah wanita itu dingin , dia mengulurkan telapak tangannya , menggenggam erat tangan Brian , dan langsung menariknya ke belakangnya . Brian yang merasa sakit itu berteriak !
" Beraninya kamu menyentuh Kak Brian , ayo saudaraku semua , kita habisi mereka ! "
Para gangster di sekitar itu langsung berdiri , mereka yang berani menyentuh Kak Brian di wilayah mereka itu benar - benar cari mati !
Serang !
Dengan teriakan seperti itu , sejumlah besar orang di sekitaran warung makan langsung berdiri , kemudian mereka semua berlari menghampiri . Diperkirakan , ada 50 sampai 60 orang . Hal ini membuat para pengunjung di sekitar warung makan ketakutan !
" Ikuti aku ! "
Wanita itu sepertinya tidak mengerti , langsung menarik Brian dan pergi !
" Kalian sebaiknya segera melepaskanku . Kalau tidak , aku tidak akan membiarkan kalian keluar dari wilayah ini ! " kata Brian dengan suara keras .
Wanita itu mengabaikannya dan mengangguk ke dua orang di sampingnya .
Bang bang !
Mereka berdua bergegas menerobos kerumunan , terlihat sangat galak . Orang - orang yang dipukulinya mengalami patah kaki dan tangan , dan mereka menjerit kesakitan !
" Tentara ! "
Wajah Brian itu berubah drastis , dia tahu bahwa dirinya sedang dalam masalah !
Jika diibaratkan , mereka ini seperti sekelompok tikus yang bertemu dengan tiga harimau . Tidak peduli berapa banyak tikus yang ada , tidak akan cukup untuk mengalahkan harimau !
" Bos - bos sekalian , maafkan aku , apa yang kalian cari dari kami ini ! " Brian tidak lagi sombong seperti sebelumnya .
" Tuan Jansen ingin bertemu denganmu ! " Wanita itu berkata dengan dingin , lalu membawa Brian naik ke mobil .
Para gangster di sekitarnya hanya bisa melihat Brian ditangkap pergi . Sebelumnya mereka mendengar Brian menyerukan kata tentara , mereka menduga bahwa mereka berasal dari pasukan khusus . Namun , setelah melihat pertarungan besar itu , mereka mana bisa bermain - main dengan mereka itu .
Di dalam mobil , Brian terus berteriak , " Ke mana kamu akan membawaku pergi ? Aku tidak tahu apa - apa . Aku benar - benar tidak tahu apa - apa ! "
Namun , tidak ada yang memperhatikannya sama sekali . Ketiganya terlihat seperti tentara yang terlatih , dan ini juga membuat Brian semakin takut . Dia tahu pasti ada seorang bos di balik ketiga orang ini , dia pasti seseorang yang hebat !
Tak lama kemudian , mobil itu berhenti . Yang mengejutkan Brian adalah ternyata mereka berhenti di sebuah warung makan . Terlihat banyak orang di sekitar yang minum bir sembari makan kebab, terlihat sangat menyenangkan !
Sedangkan wanita itu berjalan membawa Brian , dia datang ke meja yang diduduki oleh satu orang saja , lalu wanita itu berkata , " Tuan Jansen , aku sudah membawa orangnya kemari ! "
Tubuh Brian gemetar dan perlahan mengangkat kepalanya . Dia benar - benar ingin melihat siapa bos besar yang dapat dengan mudah menangkapnya dari tangan puluhan gangsternya !
Yang terlihat adalah seorang pemuda yang mengenakan setelan olahraga , tampak seperti baru saja lulus dari perguruan tinggi , sedang memakan daun bawang yang dipanggang sembari minum teh herbal .
" Ternyata kamu ! "
Jantung Brian seperti mau meledak .
Bukankah ini dokter yang dia temui di toko tiram belum lama ini ? Dia benar - benar tercengang !
Dia ingat ketika dokter itu dipermalukan oleh Kak Ezra , dia tidak berani melawannya sedikitpun . Bagaimana dia tiba - tiba menjadi seorang bos besar ?
" Ohh , kamu ternyata Brian ? "
Pemuda itu adalah Jansen , dia menunjuk ke depan , " Duduk ! "
" Kak , aku benar - benar tidak tahu apa - apa ! " Brian merasa ketakutan .
" Jika Tuan Jansen memintamu untuk duduk , kamu hanya perlu duduk ! " Telapak tangan Jhonny itu menepuk bahu Brian , dan sedikit menekannya .
" Mau makan tidak ? " tanya Jansen .
Brian semakin lama semakin takut . Di Pulau Hongkong mereka , bos sejati biasanya pergi ke warung makan dan berbincang seperti dengan temannya sebelum mulai bertindak . Namun , semakin tenang mereka , maka akan semakin kejam juga aksi mereka .
" Tuan Jansen , jika kamu memiliki sesuatu yang ingin ditanyakan , silakan tanyakan saja . Aku akan mengatakan apa pun yang aku tahu ! " kata Brian ketakutan dan gemetaran .
" Bawa aku menemui Ezra ! " Jansen mengangkat kepalanya dan tersenyum .
" Ezz ... Ezra ? "
Wajah Brian langsung berubah drastis dan dia berkata dengan rasa ketakutan , " Tuan Jansen , Kak Ezra sudah kembali ke Pulau Hongkong . Apakah kamu punya masalah dengannya ? Tuan Jansen , Kak Ezra adalah salah satu direktur dari Grup Lippo Mayora . Sebelum dia datang , aku tidak takut pada siapa pun di Pulau Hongkong ini . Bagaimana kalau aku menggantikan Ezra dan kita berdamai saja ! "
" Dia tidak memenuhi syarat untuk membuatku berdamai dengannya , dia juga sudah menyentuh istriku , aku ingin dia mati ! " Jansen masih tertawa , tapi apa yang dia katakan membuat Brian takut .
Brian datang dari Pulau Hongkong dan tahu posisi Kak Ezra di dunia seni beladiri seperti apa . Jika dia berteriak saja , akan ada ribuan gangster yang akan keluar untuk membantunya .
" Kamu bisa tidak membawaku menemuinya , tapi mayatmu akan berakhir di laut Asmenia besok ! "Jansen bergumam sendiri.
" Bawa , bawa , aku pasti membawa mu ke sana! " Brian berujar sambil menangis .
Mereka berdua adalah bos besar , bagaimana mungkin dia bisa menolaknya !
Yang dia tidak mengerti adalah , bos besar ini sangat mengerikan , tapi mengapa begitu sopan saat berbicara di restoran waktu itu ?
Bahkan mau mengobatinya !
Orang ini pandai berpura - pura !
" Cepat pergi sekarang ! "
Jansen menghabiskan makanannya di meja , lalu berdiri sembari berkata .