Jansen Scott, Menantu Terbaik

Jansen Scott, Menantu Terbaik
Bab. 153. Aku Salah!


Tentu saja itu merupakan hal yang baik . Paling tidak semuanya bisa hidup yang berkecukupan . Tapi , kamu juga hanya merupakan seorang dokter , kamu tidak mungkin punya uang yang begitu banyak , kecuali kamu adalah seorang dokter jenius ! "


Di sepanjang perjalanan pulang , Elena menggandeng tangan Jansen .


Jansen diam - diam mengusap hidungnya . Meskipun dia tidak berani menyebut dirinya sebagai dokter jenius , tapi paling tidak dia bisa dengan percaya diri mengatakan bahwa dirinya adalah dokter jenius .


Walaupun acara karaoke malam ini terus menerus mengalami gangguan , tetapi Jansen bisa melihat kalau suasana hati Elena cukup baik . Sepertinya Elena sangat senang karena dia sudah bisa meyakinkan teman - temannya itu .


Keesokan harinya , karena Elena ada urusan pekerjaan , masalah jual beli toko pun diserahkan kepada Jansen . Sejak pagi , Jansen sudah pergi untuk menjemput Kakek dan Bibi .


" Jansen , apakah kamu sudah menemukan tempatnya ? Bagaimana tempatnya ? Harganya berapa ? Kakekmu ini masih ada sedikit uang , pasti Kakek bisa membelinya ! " Kakek Herman terlihat sangat bersemangat .


" Kakek , Kakek tenang saja , tidak mahal , biarkan cucumu ini yang membelikannya untukmu ! " kata Jansen .


" Mana bisa begitu , kamu juga butuh uang untuk menjalankan perusahaanmu . Tempat itu akan digunakan untuk klinik Kakek , tentu saja Kakek yang harus membayarnya ! "


" Kakek , aku juga akan membantu memeriksa pasien di klinik Kakek. Urusan perusahaan tidak terlalu banyak , aku punya banyak waktu , aku hanya khawatir aku tidak bisa menggunakan ilmu kedokteran yang dulu kupelajari ! "


" Ayah , biarkan Jansen yang mengurus hal ini ! "


Melihat Kakek Herman yang begitu bersikukuh , Sofia juga membantu membujuk . Akhirnya Kakek Herman pun menganggukkan kepalanya .


Ketika mereka baru memasuki Jalan Sungai Utara , Jansen dan Sofia begitu terkejut . Jalanan itu sangat ramai oleh orang - orang sekitar , sangat cocok untuk membuka klinik di sini !


" Kakek , itu adalah toko kita ! "


Melihat kakeknya yang senang , Jansen segera menunjuk ke arah toko itu .


" Bagus , bagus , bagus ! "


Kakek Herman bahkan sampai mengulang kata " Bagus " sebanyak tiga kali . Dia bisa melihat kalau lokasi toko itu sangat bagus .


Kring kring !


Tapi pada saat itu , telepon Jansen berbunyi , panggilan itu berasal dari Dekan Ronald . Orang ini benar - benar menyebalkan !


" Kakek , kalian pergi lihat - lihat tokonya dulu , aku akan menyusul kalian ! " kata Jansen pada Kakek Herman dan Sofia , lalu dia mengangkat teleponnya.


" Dokter Jansen , akhirnya kamu mengangkat teleponnya. Tuan muda Hendry akan segera pulang ke negara asalnya , tolong bantu aku untuk menyampaikan satu hal padanya , oke ? "


" Aku sibuk ! "


" Dokter Jansen , aku benar - benar tahu kalau aku salah . Lagi pula , aku ditipu oleh Ervan itu . Sekarang aku sudah memutuskan hubunganku dengannya , demi nama baik Universitas Asmenia , tolong berikan kami satu kesempatan , oke ? Sekarang ini , aku dan seluruh dosen Universitas Asmenia dan beberapa murid teladan sudah berdiri di depan vilamu . Oh iya , adik iparmu juga ada di sini ! "


" Kamu bahkan memanggil adik iparku ke sana ? " Jansen benar - benar tidak bisa berkata apa - apa .


" Kakak Ipar , berikan Dekan Ronald satu kesempatan lagi, oke . Oh iya , pihak universitas berencana akan memberikanku nilai tambahan , nantinya akan memudahkanku untuk mendaftar S2 ! " Dari seberang telepon terdengar suara Diana .


" Kakak Ipar , aku sudah memberitahu Dekan Ronald bahwa Kakak akan membuka klinik , dia setuju akan membantu Kakak . Dekan Ronald sudah menyiapkan surat rekomendasi untuk Kakek , surat ini akan memudahkan proses pengajuan izin praktek ! " kata Diana


Melihat Dekan Ronald sudah benar - benar menyadari kesalahannya , Jansen akhirnya setuju .


Saat Jansen sedang menelepon , Kakek Herman dan Sofia sudah berjalan memasuki toko . Namun , hal yang membuat mereka terkejut adalah , toko itu sedang direnovasi .


Seorang wanita dengan dandanan berkelas dan memegang sebuah tas bermerek sedang menunjuk - nunjuk gambar dan memerintah para pekerja untuk bekerja .


Tepat pada saat itu , beberapa pekerja yang sedang membawa bonsai giok besar berjalan masuk . Salah satu pekerja itu kebetulan menginjak pecahan batu , badannya menjadi oleng dan terjatuh ke arah pintu utama . Begitu pekerja itu terjatuh , bonsai giok itu pun ikut terjatuh .


" Ayah , hati - hati ! "


Prang !


Setelah bonsai giok itu terjatuh , Kakek Herman pun terkejut . Pecahan giok itu terpental ke segala penjuru , salah satu pecahan itu melukai wajah Kakek Herman .


Sedangkan pekerja yang terjatuh itu terjatuh di sebelah Kakek Herman , lukanya juga tidak ringan . Sebagai seorang dokter yang jujur , Kakek Herman segera membantu pekerja itu berdiri , lalu berkata , " Anak muda , kamu tidak apa - apa , ' kan ? "


Pekerja itu tiba - tiba menjadi emosi lalu berteriak kepada Kakek Herman , " Orang tua sialan , kamu buta ya ! Kamu yang mencelakakan ku! Ini adalah tempat pribadi , siapa yang mengizinkanmu untuk masuk ! "


" Anak muda , kamu tidak apa - apa ! "


" Bagaimana kalau kamu membiarkanku memeriksamu ! "


Diteriaki seperti itu , Kakek Herman juga tidak menjadi panik , dalam hati berpikir kalau pekerja ini tidak keseleo , bukan ? Meskipun Kakek Herman tahu pekerja ini terjatuh karena menginjak pecahan batu tetapi tadi dia memang berdiri di samping , mungkin dia benar - benar menghalangi jalan pekerja itu .


Lagi pula , pekerja itu bilang tempat ini adalah tempat pribadi , sepertinya dialah yang sudah salah masuk toko , ini bukanlah toko yang dibeli oleh cucunya .


" Tidak apa - apa kepalamu ! Kamu buta ya ! Sembarangan ! "


Pekerja itu terus berteriak , dia melimpahkan semua kesalahan pada Kakek Herman . Sebenarnya dia juga tahu apa yang menyebabkan dia terjatuh , tapi harga bonsai giok ini juga tidak murah , dia tidak akan sanggup menggantinya , dia hanya bisa menyalahkan orang lain.


Teriakan pekerja itu menarik perhatian banyak orang .


Pada kenyataannya , setelah bonsai giok itu terjatuh , beberapa orang yang kebetulan lewat juga jadi ikut menonton .


" Ada apa ? Akulah yang sudah memesan bonsai giok pembawa keberuntungan ini secara khusus , belum sempat tokonya buka malah sudah hancur begini . Ini sama saja dengan menghancurkan bisnisku ! "


Wanita dengan dandanan mewah itu berlari menghampiri mereka , dia menatap pekerja itu dengan murka.


" Bos , ini bukan salah kami , ini semua salah pengemis ini ! "


Pekerja itu menunjuk ke arah Kakek Herman dan berkata , " Dia datang untuk mengemis lalu dia menabrakku ketika masuk ke dalam toko , karena itu bonsainya jadi terjatuh ! "


" Anak muda , jangan memfitnahku ! "


Ekspresi wajah Kakek Herman seketika langsung berubah , lalu dia menjelaskan , " Aku sama sekali tidak menabrakmu ! "


" Iya , betul . Aku bahkan menarik ayahku untuk menyingkir , ayahku hampir saja terluka karena pecahan giok itu . Ayahku sama sekali tidak menabrak kalian ! " Sofia juga merasa panik .


" Omong kosong , kalau bukan karena kalian memaksa untuk masuk , bonsai ini mana mungkin terjatuh ! " kata pekerja itu sambil tersenyum sinis .


" Pengemis dari mana , beraninya menghancurkan jimat pembawa keberuntungan ku , ini sama saja dengan menghancurkan bisnisku ! " Wanita yang terlihat modis itu menatap Kakek Herman dengan murka .


Wanita itu bernama Rosa , toko ini diberikan kepadanya oleh salah satu kerabatnya . Semua kontraknya juga sudah beres , dia sudah punya rencana besar untuk toko ini . Alhasil belum sempat tokonya buka , bonsai giok pembawa keberuntungan nya sudah hancur berkeping - keping , bukankah ini namanya pertanda buruk !


Rosa pada dasarnya berasal dari desa , tapi memang keluarganya cukup berada , pendapatan setahun keluarganya juga mencapai miliaran . Maka dari itu , dia selalu berangan - angan untuk mengubah dirinya menjadi seorang nona dari keluarga kaya , nona dari keluarga konglomerat . Dia sangat merendahkan orang - orang yang berpakaian lusuh seperti orang kampung


Rosa melihat Kakek Herman dengan tatapan penuh penghinaan dan kekesalan , " Siapa yang mengizinkan pengemis seperti kamu ini masuk ke dalam tokoku ! Kamu sudah menghancurkan bonsaiku , memangnya kamu mampu menggantinya ! "


Semua pekerja yang ada di sana langsung melihat Kakek Herman dengan senyuman sinis .


Di luar toko juga sudah berkerumun banyak orang , secara otomatis Kakek Herman dianggap sebagai pengemis . Orang - orang itu tahu pengemis ini pasti akan membawa masalah , bagaimanapun juga seorang pengemis juga harus pilih - pilih tempat untuk mengemis . Kalau sampai seorang pengemis membuat masalah di toko orang dan merusakkan barang , siapa yang tidak kesal!


Kakek Herman adalah seorang laki - laki tua dan kebanyakan orang - orang zaman sekarang membenci pengemis , mereka merasa pengemis adalah penipu !


Pada awalnya Kakek Herman adalah orang yang jujur , karena dia sudah dituduh oleh banyak orang , dia juga tidak bisa memberikan penjelasan . Sebaliknya , Sofia tidak henti - hentinya berusaha menjelaskan . Saking emosinya , mata Sofia pun memerah .


Namun , siapa juga yang memercayai mereka ? Bagaimanapun juga tempat ini adalah tempat pribadi memang tidak seharusnya mereka membuat masalah di sini.