Jansen Scott, Menantu Terbaik

Jansen Scott, Menantu Terbaik
Bab. 348. Billy Moore Yang Semena-mena


Hari ini , ada seorang penyanyi yang tampil di panggung pasar malam , yang juga merupakan hiburan dari restoran terdekat . Jika ada tamu yang ingin merequest lagu , maka penyanyi tersebut akan membawakannya .


Dengar - dengar beberapa tahun yang lalu , panggung ini pernah memunculkan seorang penyanyi papan atas , oleh karena itu hal ini membuat para penyanyi jalanan suka datang ke sini untuk tampil !


Pada saat ini sesosok wanita muda montok melangkah ke atas panggung . Meskipun wajahnya tampak biasa - biasa saja , tetapi dia bernyanyi dengan sangat baik . Di malam yang sunyi ini suaranya semerdu suara alam !


" Bagus ! "


Semua orang yang sedang menikmati anggur pun bertepuk tangan . Selesai menyanyi satu lagu , ada lagu yang request lagu lain .


Penatua Jack tengah memakan udang karang sambil sesekali meminum seteguk anggur . Dari wajahnya terlihat dirinya tampak sedang menikmati lagu yang dibawakan itu sambil terus menggelengkan kepalanya .


Jansen juga berpikir bahwa lagu itu bagus , suaranya juga bisa dibandingkan dengan Elena . Kemudian Jansen menoleh dan seketika menyadari wanita itu agak familiar dalam benaknya . Ternyata itu adalah Olivia!


Setelah berpikir akhirnya Jansen mengerti , beberapa hari yang lalu Jansen mendengar teman sekelas Olivia mengatakan , biasanya Olivia juga bernyanyi di restoran untuk membantu keluarganya mencari uang . Tak disangka ternyata dia bernyanyi di sini !


" Lumayan , lumayan ! "


Penatua Jack sangat tertarik dengan suaranya , dia mengangguk - anggukan kepalanya dengan sangat puas .


Jansen buru - buru memanggil pelayan , lalu meletakkan uang 200 yuan di piringnya dan meminta pelayan itu untuk segera memberikannya kepada Olivia.


Melihat pemandangan ini, Penatua Jack tertawa terbahak - bahak , " Jansen , aku tidak menyangka kalau kamu punya hobi lain ! "


Setelah Olivia selesai bernyanyi di atas panggung , beberapa pelayan langsung memberikan tip , selain 200 Yuan ribu dari Jansen ada 50 yuan lainnya yang tersebar , tip dari Jansen dan Penatua Jack - lah yang paling banyak .


Bagaimanapun , kebanyakan pelanggan yang datang ke sini adalah kelas pekerja , jadi tidak peduli seberapa murah hati mereka , mereka akan membatasi tip yang mereka berikan .


Olivia berterima kasih kepada para penonton , begitu dia berterima kasih kepada Jansen , senyum bahagia pun muncul di wajahnya , lalu langsung turun panggung untuk berterima kasih kepada Jansen .


" Suaramu sangat bagus , teruslah bernyanyi ! Tuan mudaku ingin mendengarnya lagi ! "


Tepat pada saat ini , seorang gangster melemparkan setumpuk uang ke lantai sambil berteriak , " Bernyanyilah sampai tuan mudaku pergi dari sini dan uang ini akan menjadi milikmu . Jika tuan mudaku belum pergi maka kamu harus terus bernyanyi ! "


Olivia menatap uang yang dilempar ke tanah , sepertinya segepok uang itu berjumlah 10-20 ribu yuan , tapi jika dia benar - benar bernyanyi lagi maka tenggorokannya akan rusak .


" Tamu yang terhormat , tapi waktu tampilku sudah habis , sudah saatnya penyanyi lain yang tampil , "


Olivia menjawab dengan nada yang tergesa - gesa , apa yang dia katakan adalah fakta , ada batasan waktu bagi setiap orang untuk bernyanyi di sini . Biasanya setiap penyanyi akan diberikan waktu sekitar setengah jam , kemudian mereka akan pergi ke tempat lain untuk bernyanyi .


" Siapa yang berani tampil ? Tuan mudaku sudah berkata kalau dia ingin kamu yang bernyanyi ! "


Gangster itu mendengus dingin , " Tuan mudaku jarang lewat sini , begitu dia mendengar kamu bernyanyi dia berpikir suaramu sangat bagus , makanya dia langsung ingin mendengarkan lagi . Dia sudah berkata kalau suaramu begitu merdu , entah jika tenggorokanmu serak akan terdengar bagaimana , oleh karena itu dia ingin melihat ! ".


Dan ini keterlaluan , dia ternyata ingin mendengar suara Olivia ketika serak !


Harus dikatakan sepertinya tuan muda ini memiliki selera yang berat . Meskipun Olivia telah biasa dengan sikap tidak hormat para tamu , tetapi ini adalah pertama kalinya dia mendapatkan perlakuan diremehkan seperti ini , kemudian dia berkata sambil tersenyum, " Maaf , tapi saya sudah tidak tahan lagi , permisi ! "


Setelah ucapan itu dilontarkan, Olivia langsung beranjak pergi .


" Siapa yang menyuruhmu pergi ? Kamu tidak bisa pergi sampai kamu selesai bernyanyi hari ini ! "


Saat ini , beberapa pria berjas hitam langsung keluar untuk menghentikan Olivia !


Sekilas para gangster ini bukanlah gangster biasa, temperamen mereka sangat dingin . Sepertinya mereka adalah pengawal yang ditugaskan untuk menjaga seorang tuan muda dari sebuah keluarga besar. Semua orang - orang yang ada di sekitar Olivia tidak berani ikut campur .


Mereka bisa melihat kalau para berandalan itu berani membuat gaduh di sini , latar belakang mereka pastilah tidak sederhana , rakyat kecil seperti mereka mana mungkin berani menyinggungnya !


" Keterlaluan ! "


Penatua Jack menyipitkan matanya , tiba - tiba dia menatap ke arah seorang pemuda lalu berseru dengan dingin , " Ternyata dia ! "


Billy Moore adalah seorang tuan muda dari PT . Glory , dan dia juga termasuk salah satu dari empat tuan muda Kota Asmenia . Karena latar belakang PT . Glory yang besar , oleh karena itu setengah dari Kota Asmenia dapat dikatakan berjalan sesuai dengan kemauannya , tidak ada yang berani menekannya kecuali dia pergi ke wilayah Lukas .


Selain itu Jansen juga pernah melakukan kontak dengan orang ini makanya dia tahu bahwa pria ini adalah orang jahat yang sulit diatur , sama sekali berbeda dengan ketiga tuan muda lainnya !


Meskipun tiga anak kecil ini juga sombong , tapi setidaknya mereka masih memiliki peri kemanusiaan !


Sebaliknya , Billy ini berbeda , pria ini sama sekali tidak memiliki kemanusiaan dalam hatinya , jika dia bertindak maka dia akan melakukannya sampai ke akarnya .


" Pemuda dari keluarga Moore ini lama - lama semakin melanggar hukum saja ! " Seru Penatua Jack dengan nada yang dingin , dia juga sangat familiar dengan PT . Glory .


Jansen juga pernah disinggung oleh Billy , tapi Jansen selalu tidak ambil hati . Namun , sekarang Billy sedang mencari masalah dengan Olivia , jadi tentu saja dia tidak bisa diam saja .


Selain itu ada Penatua Jack yang hadir di sini , maka Jansen akan jauh lebih nyaman untuk melakukan apa pun .


" Siapa yang menyuruhmu pergi ! "


Detik ini , beberapa pria berbaju hitam hendak menggendong Olivia kembali ke atas panggung .


Namun , tidak seperti sebelumnya lagi , Olivia bukan lagi gadis yang takut akan masalah . Hanya melihat dia dengan cepat kabur ke tepi oven dan mengambil beberapa tusukan besi kebab untuk membela diri , " Kalian jangan mendekat ! "


" Masih menolak sepertinya ! "


Raut wajah para pria berjas hitam itu terlihat dingin .


" Suruh dia bernyanyi , bernyanyi sepanjang malam ! "


Pada saat ini , terdengar suara yang dingin , hanya terlihat Billy sedang duduk sambil menikmati sate sapinya . Dia berseru tanpa repot - repot menatap Olivia .


Biasanya , Billy juga jarang datang ke restoran kecil seperti ini , tetapi bukan berarti dia tidak akan mengunjunginya juga . Alhasil sekali dia datang langsung melihat ada orang yang berani menentangnya . Hal ini membuat suasana hatinya menjadi buruk , karena dari kecil dia tidak suka orang lain melawan keinginannya . Begitu seseorang melakukan ini , dia akan menggila dan histeris !


" Tuan Billy sudah berbicara , tidak juga segera bernyanyi ! "


Melihat Tuan Billy sudah membuka mulutnya , beberapa pria berjas hitam langsung berjalan ke arah Olivia dengan langkah yang lebih cepat untuk menangkap Olivia kembali ke atas panggung , " Jika kalian mendekat lagi , maka aku tidak akan segan - segan ! "


Olivia agak panik lalu melihat ke kiri dan ke kanan , tiba - tiba dia mengambil arang dari oven dan melemparkannya !


BRAK !


Ada seorang pria berbaju hitam langsung melompat - lompat saat dilempar arang panas ke lengan bajunya . Hal ini membuat beberapa orang di sekitarnya langsung menghindar . Namun , salah satu arang jatuh pada setelan putih Billy Moore setelah itu muncul bercak hitam di setelannya .


" Apa - apaan ini , kamu cari mati ! "


Beberapa pria di sekitarnya sudah akrab dengan temperamen Tuan Billy , jadi mereka tahu kalau Tuan Billy murka dia akan menerkam Olivia dan melumpuhkan wanita murahan ini.


Olivia yang ketakutan dan panik hanya bisa terus - menerus melemparkan arang api , tetapi orang - orang yang ada di sekitarnya memakai pakaian mereka untuk menghalangi , sama sekali tidak takut dengan arang yang Olivia lempar . Beberapa detik kemudian ada orang yang mendekat ke arahnya dan langsung menangkap Olivia.


Olivia pun tanpa sadar langsung mencapit sebuah arang panas untuk menghancurkannya .


" Tidak apa - apa , ada aku di sini ! "


Tapi belum sempat arang itu dia lemparkan , pergelangan tangan Olivia langsung digenggam . Ketika mendongakkan kepalanya dia melihat sosok yang tidak asing berdiri di hadapannya , pemandangan ini mirip dengan yang terjadi di Rumah Sakit Afiliasi Universitas Kota Asmenia !


Siapa lagi kalau bukan Jansen ?


" Ternyata kamu ! "


Di saat yang sama , Billy juga melihat sosok Jansen . Emosinya pun langsung meledak lagi , terakhir kali dia melihat Jansen di kapal pesiar Jansen telah menang judi darinya , kemudian Jansen juga menyelamatkan Lukas , ditambah lagi Jansen telah menindas adiknya , oleh karena itu menyangkut Jansen , Billy selalu dendam pada Jansen.


" Dokter Jansen , Dokter Jansen , keterampilan medismu luar biasa , dan kamu adalah sosok yang dihormati , sebagai warga Kota Asmenia sungguh suatu kehormatan besar bisa mengenalmu ! " Seru Billy Moore sambil bertepuk tangan dan tertawa sopan .