
Mata mereka membeku, Jansen datang begitu cepat?
Mereka semua merasa sedikit aneh, seakan setiap gerakannya dikendalikan oleh Jansen.
Khususnya Hakim Denis, dia menyentuh pipinya dan merasakan pipinya itu sedikit perih.
Puntung rokok kenapa begitu kuat?
Menurut tebakannya kekuatan Jansen seharusnya setara dengan Master Kelelawar, dia tidak seharusnya sekuat ini!
Namun, ketika dia memikirkan Master di sisinya, Hakim Denis itu tidak terlalu memikirkannya. Dia mencibir dan berkata, "Jansen, akhirnya kamu datang!"
"Hakim Denis, aku sudah mengingatkanmu untuk tidak memprovokasiku, sepertinya kamu tidak mendengarkan perkataanku!"
Jansen tetap duduk dan kembali menyalakan rokok.
"Hahaha!"
Hakim Denis tertawa keras, "Kamu hanya seorang menantu dari Keluarga Miller. Apa kamu benar-benar berpikir aku takut padamu? Biar kuberi tahu, aku hanya takut pada Keluarga Wilbert!"
"Sebenarnya pria penerus Buku Lu Ban itu sudah mengincarmu!"
"Aku tanya padamu, apa kamu memiliki tungku pil dari pelelangan dan apakah kamu memiliki Teknik Daoist!"
Matanya penuh dengan ambisi. Kalau dia bisa mendapatkan penegasan dari Jansen, dia benar-benar akan menghasilkan banyak uang.
"Benar dan aku mengambil Angel Heart. Dan untuk Teknik Daoist, kalau kamu ingin mempelajarinya, aku bisa mengajarimu!"
Jansen menyemburkan seteguk asap rokok ke arah langit.
Mendengar ini Hakim Denis dan yang lainnya sedikit bersemangat. Tungku pil itu memang ada pada Jansen dan yang terpenting adalah Teknik Daoist!
Ini adalah salah satu dari tiga buku besar di dunia, yang mencatat Teknik Xuan kuno dan memiliki Seni Sihir legendaris!
"Aku bertanya sekali lagi, apa kamu membeli Pil Pembersih Sumsum dari pelelangan?"
Hakim Denis bertanya penuh selidik.
Dia membeli satu Pil Awet Muda, tetapi Pil Pembersih Sumsum dibeli oleh orang lain. Sekarang dia berharap kalau pil itu dibeli oleh Jansen.
"Tidak!"
Jansen menggelengkan kepalanya, perkataannya membuat Hakim Denis sedikit kecewa, tetapi Jansen kembali berkata, "Kenapa aku harus membelinya? Sedangkan aku sendiri yang melelang pil-pil itu!"
"Kamu?"
Mata Hakim Denis melotot, seolah dia mengetahui rahasia besar.
"Tentu saja, karena aku juga yang memurnikan pil itu!" Jansen mengangguk.
Mereka bertiga merasa sesak napas. Pil Pembersih Sumsum dan Pil Awet Muda semuanya adalah pil yang tak ternilai harganya. Jangankan di dunia fana, bahkan Sekte Tersembunyi pun juga tertarik!
Tak disangka pil ini dimurnikan oleh Jansen!
Singkatnya pemuda ini adalah penyimpan benda berharga!
"Apa kamu bodoh? Sebelum kamu mati, kamu tidak ingin membawa rahasia itu ke neraka, jadi mengatakan itu!"
Hakim Denis mengontrol dirinya untuk tetap tenang, tapi matanya terlihat membara.
"Karena, kamulah yang akan membawa rahasia itu ke neraka!"
Jansen tiba-tiba menyentil rokok di tangannya. Dalam kegelapan, dia menghilang!
Dia berinisiatif untuk menyerang!
"Hahaha, Jansen, di pelelangan kamu merebut barangku dengan menyembunyikan namamu karena kamu takut padaku. Kamu tidak berpikir aku begitu hebat, 'kan? Aku bisa menemukanmu meski kamu menyembunyikan namamu."
"Master Kelelawar, kalian berdua akan lumpuhkan Jansen, ingat untuk sisakan nyawanya!"
Melihat Jansen menghilang, Hakim Denis bukan hanya tidak takut, tapi juga berteriak keras.
Master Kelelawar dan pria tua berlengan satu menyerang, energi Qidi tubuh mereka melonjak. Di bawah malam, mereka tampak seperti dua kelelawar.
"Jansen, terakhir kali di Pulau Hongkong kamu cukup beruntung bisa lolos dari tanganku. Kali ini, apa menurutmu keberuntungan akan tetap berpihak kepadamu?"
Master Kelelawar tampak bersemangat. Rasa malu dari kekalahan sebelumnya bisa dibayarnya kembali hari ini!
Tatapan pria tua bertangan satu itu juga membara. Dia sedikit takut bertarung satu lawan satu dengan Jansen, tapi dengan adanya dua Master Trancedent yang bekerja sama, apa Jansen masih bisa lolos? Dia tertawa dan berkata, "Jansen karena kamu takut kepada Hakim Denis seharusnya kamu bersembunyi jauh jauh. Jangan hanya mengumpat kecil!"
Begitu dia berkata, sebuah telapak tangan menampar dengan keras dalam kegelapan!
Itu adalah Jansen!
Telapak tangan ini terlihat biasa tanpa keterampilan seni bela diri, tetapi itu bercambur dengan semangat kuat!
Prak!
Master Kelelawar dan Jansen berbentrokan, langsung terasa seolah-olah menabrak Gunung Everest!
Krek!
"Argh!"
Dia berteriak dan terpental mundur.
Wajah pria tua bertangan satu yang lainnya berubah drastis.
Dengan serangan telapak tangan, Master kelelawar kalah.
Bagaimana mungkin!
Yang harus diketahui, terakhir kali di Pulau Hongkong yang kalah adalah Jansen.
"Kamu bilang aku takut dengan kalian?"
Ketika dia terkejut, suara Jansen yang dingin itu terdengar seperti suara Dewa Kematian.
"Jansen, jangan terlalu bangga!"
Dendam mematahkan lengannya membuat pria tua itu tenang dan seluruh kekuatan di tubuhnya dimobilisasi. Sebuah Pedang Salju muncul di satu lengannya. Setelah dilapisi oleh energi Qi, itu tampak seperti meteor di tengah cahaya malam!
"Kamu sudah mematahkan lenganku, hari ini aku akan mematahkan anggota tubuhmu, Teknik Pedang Hantu Liar!"
Dia menebas pedang itu keluar, suara hantu menangis dan serigala melolong terdengar di udara.
Prak!
Dalam kegelapan tebasan ini tidak mengenai Jansen, melainkan ditahan oleh pedang!
Itu terlalu cepat, seolah-olah pedang ini muncul begitu saja!
Krek!
Kemudia suara nyaring terdengar, terlihat pedangnya retak dan kemudian hancur.
Cahaya pedang yang menyilaukan menyinari matanya, membuatnya merasa seolah-olah matanya buta. Di saat berikutnya, lengannya kesakitan parah. Ketika dia bereaksi, lengannya yang lain sudah terpotong!
Kedua lengannya terpotong!
Pria tua itu menahan rasa sakit untuk melihat, dia melihat lengan yang memegang pisau yang patah tergeletak di tanah!
Seluruh tubuhnya gemetar, takut dan panik!
"Siapa yang takut dengan siapa?"
Suara dingin itu tiba-tiba terdengar lagi, diikuti oleh tebasan pedang lainnya!
Pria tua itu ingin melawan, tetapi rasa tidak berdaya melonjak ke dalam pikirannya. Kemudian lehernya menjadi dingin dan kepalanya terpental keluar. Dia berputar-putar di udara dan jatuh tanah. Dari sepasang matanya terlihat kalau dia mati dengan menyimpan dendam.
Tempat terbuka itu menjadi sunyi, tapi sangat dingin seperti serasa berada di gudang es.
Master Kelelawar dan Hakim Denis keduanya seperti baru pertama kali mengenal Jansen.
Membunuh Master Trancedent sesederhana minum air. Kekuatan macam apa yang dimiliki Jansen?
Yang harus diketahui meskipun Jansen berada di Tingkatan puncak Trancedent, tidak mungkin membunuh Master Trancedent dengan mudah. Kecuali Jansen sudah melampaui Tingkatan Trancedent!
Tapi seperti usia yang begitu muda bisa melampaui Tingkatan Trancedent, monster mengerikan macam apa ini!
Keduanya telah kehilangan semangat perangnya, bahkan mereka memiliki beberapa penyesalan dan keironisan!
Takut?
Mereka mengira kalau Jansen menyembunyikan namanya di pelelangan karena dia takut pada mereka!
Sekarang mereka merasa kalau pemikiran ini sangat konyol!
Hakim Denis tiba-tiba memikirkan sesuatu dan berteriak dalam kegelapan, "Dragon Hall, aku akan membayar sepuluh kali lipat dari harganya, bunuh dia!"
Master Kelelawar awalnya tertegun, tapi dia juga memikirkan sesuatu!
Benar, masih ada Dragon Hall!
Ini adalah organisasi yang kuat yang dapat membunuh Master Trancedent.
Ketika memikirkan hal ini, Master Kelelawar tertawa keras, "Hahaha, Jansen, apakah menurutmu kami tidak memiliki persiapan ketika memancingmu kemari? Pada saat kamu tiba, nyawamu bukan lagi milikmu!"
"Jansen, serahkan tungku pil dan Teknik Daoist itu, lalu hancurkan sendiri basis kultivasimu. Dengan begitu aku akan pertimbangkan untuk melepaskan nyawamu!"
Hakim Denis pun berdiri tegak dengan penuh keyakinan.
Jansen menatap mereka sambil bercanda, tapi dia tidak berbicara.
"Kamu mungkin tidak tahu orang seperti apa yang telah kami undang. Biar aku beri tahu, ini adalah orang yang bisa membunuh Master Trancedent. Bahkan Raja Kelelawar, yang ada di tingkatan ke-30 dalam Daftar Peringkat Dunia Jianghu, dibunuh oleh Dragon Hall!"
Hakim Denis kembali berteriak. Begitu dia selesai berbicara, cahaya pedang berkedip dan kemudian rasa sakit yang tajam datang.
Tiba-tiba dia menunduk dan melihat kalau lengannya dipotong oleh satu pedang!