
Sebenarnya Elena juga tahu, Jessica menyuruhnya menikahi Keluarga Woodley karena untuk memperkuat posisi Jessica di Keluarga Miller.
Dia tidak mengira kakak kandungnya begitu kejam. Dan yang hanya bisa dia lakukan sekarang, adalah diam-diam tumbuh kuat. Hanya dengan cara ini dia baru mempunyai hak untuk berbicara!
"Masuk dan lihatlah!"
Saat ini, bibi ketiga berhenti di depan sebuah ruangan dan menyuruh Elena masuk.
Elena sedikit terkejut.
"Masuklah, ada seseorang yang sangat ingin kamu lihat!" kata Bibi ketiga tersenyum, "Masuklah, aku akan berjaga di luar!"
Elena didorong masuk ke dalam ruangan itu oleh bibi ketiganya. Dia lihat ruangan itu tidak besar dan sepertinya sudah lama tidak ditinggali. Dia ingin berbalik badan dan pergi.
"Elena!"
Terdengar sebuah suara yang familiar, seluruh tubuh Elena bergetar terkejut. Tanpa sadar air matanya mengalir keluar, di dalam ruangan yang gelap itu. Seorang pemuda perlahan berjalan keluar!
"Jansen!"
Elena tidak bisa menahannya lagi. Dia bergegas menghampirinya dan memeluk Jansen!
"Elena!"
Jansen juga memeluk Elena erat-erat dan mencium aroma badan Elena. Hatinya penuh dengan kerinduan!
Dia tidak menyangka, Elena baru meninggalkannya beberapa hari tapi dia sudah sangat merindukannya!
"Ambillah kalung ini!"
Jansen mencium dahi Elena, lalu mengenakan kalung mutiara Merlot di leher Elena, dan dia berkata sambil tersenyum, "Kamu bilang kamu menungguku, sekarang aku sudah kembali!"
"Kamu sangat jahat!"
Kata Elena yang masih menangis, "Kamu telah meninggalkan banyak memori indah di pikiranku, yang membuatku merindukanmu sepanjang waktu!"
"Maaf telah membuatmu menderita. Ketika aku tidak ada di sampingmu, kalung mutiara Merlot ini yang akan mewakiliku!"
"Mmm!"
Elena mengangguk. Lalu memegang kalung mutiara pemberian Jansen sambil tersenyum dan berseru,"Omong-omong, bagaimana kamu bisa datang ke Ibu Kota? Dan juga, bagaimana kamu bisa masuk ke rumah Keluarga Miller!"
"Jangan pikirkan hal ini. Bagaimana kabarmu?" tanya Jansen.
"Sangat tidak baik. Orang-orang di sini memusuhiku. Aku tidak bisa membedakan siapa yang baik dan siapa yang jahat. Tetapi aku tahu Jessica akan memanfaatkanku, tujuannya adalah menyuruhku menikah untuk memperkuat posisinya!
"Kalau ini, aku sudah tahu!"
"Jansen, bagaimana kalau kita kabur saja? Huaxia sangat besar, aku tidak yakin Keluarga Miller memiliki informan sampai di seluruh Huaxia!"
"Tidak bisa, ketika aku masuk. Aku Melihat ada begitu banyak penjaga di sini, tidak mungkin kita bisa lari dari sini. Dan dari sifat Jessica yang kejam, kalau kita pergi dia pasti akan menyerang Keluarga Lawrence!"
"Lalu bagaimana?"
Wajah Elena terlihat khawatir, dia tidak ingin berpisah dengan Jansen.
"Aku rasa harus dipikiran baik-baik masalah ini. Jangan khawatir, aku bisa melakukan segalanya. Aku bisa menaklukan kota Asmenia yang luas, sekarang aku juga pasti bisa menaklukkan ibu kota!" kata Jansen.
Setelah mendengar perkataan Jansen, Elena tersenyum bahagia. Dia menyukai Jansen yang sangat percaya diri. Saat ini Jansen juga terlihat sangat mempesona.
"Baiklah, aku juga akan tumbuh kuat di Keluarga Miller. Selama aku bisa menjadi raja prajurit dan bisa menjadi sosok yang kuat di tim operasi khusus. Aku akan memiliki hak suara yang lebih besar!" Elena tidak mau mengandalkan Jansen.
Jansen tersenyum dan mengangguk. Mengetahui bahwa ini adalah Elena yang dia kenal, bukan hanya cantik tapi juga mandiri dan kuat!
"Hari ini aku akan membuatmu senang, kemarilah, aku akan memijatmu!"
Jansen meraih tangan Elena dan menyuruhnya duduk di ranjang, lalu dia mulai memijat telapak kaki Elena.
"Jansen, terima kasih, tidak, terima kasih suamiku!"
Hati Elena langsung dipenuhi kehangatan. Di Keluarga Miller dia selalu menderita, momen ini terasa sangat berharga!
Ketika Elena datang mengunjungi kerabatnya setiap bulan, Jansen pasti akan memijatnya. Bahkan ketika dia datang ke Ibu Kota, Jansen masih saja memijatnya.
Bang!
Saat kedua orang itu menghidupkan kembali cinta lama mereka, tiba-tiba pintu dibuka. Jessica yang mengenakan pakaian tradisional berwarna ungu, tiba-tiba masuk. Setelah Melihat Jansen, matanya terlihat marah!
"Sungguh memalukan! Kamu akan menikah dengan seorang dari Keluarga Woodley, ternyata kamu malah menyelundupkan seorang pria!"
Ibu Silvia, Martha, berkata dengan kasar, "Sungguh mempermalukan keluarga saja. Sudah kubilang, sekali liar akan tetap liar, sama sekali tidak tahu etiket. Jika Keluarga Woodley tahu, apakah dia masih mau menerima gadis liar ini?"
"Huh, sekarang reputasi Kak Danial hancur di tangan anak perempuannya. Aku lihat orang yang tidak tumbuh besar di Keluarga Bangsawan, tidak akan berpendidikan!" kata Ayah Silvia dengan dingin.
"Jansen, apakah kamu cari mati?!"
Saat ini di dalam ruangan, Jessica marah besar!
Jansen ini benar-benar mengerikan, sudah beberapa kali diusir, dia masih bisa mencari jalan masuk. Sekarang bahkan rumah yang dijaga pun bisa dia tembus. Kenapa dia bisa sangat berani? Apa dia tidak takut mati?
Selain itu, Jansen selalu saja datang menghancurkan rencananya, membuatnya ingin menembak Jansen saat itu juga!
"Jessica, beraninya kamu membohongiku!"
Jansen juga mulai marah. Wanita licik ini, kalau bukan karena Elena, dia benar-benar ingin membunuh wanita ini!
"Jansen, ini adalah rumah Keluarga Miller. Kamu orang asing menyelinap ke sini, tentu aku berhak menghukummu atas nama Keluarga Miller!"
Jessica tiba-tiba mengeluarkan pistolnya dan mengarahkannya ke dahi Jansen.
Mata Jansen menyipit. Kalau Jessica berani menembak, dia tidak akan ragu untuk mengeluarkan kekuatannya dan langsung membunuh wanita menjijikkan itu!
"Kamu tidak takut?"
Melihat Jansen yang tidak takut, Jessica menjadi lebih marah!
"Kenapa aku harus takut? Aku bisa peringatkanmu, kalau kamu menembakku, kamu yang akan mati!"
Jansen berkata dengan wajah serius. Elena sudah sangat menderita. Dia tidak bisa tinggal diam, dengan cara apapun dia akan mengeluarkan Elena dari rumah itu!
"Kalau begitu kita lihat saja darimana keberanianmu itu!"
Jessica menembak, dia benar-benar berani melakukan apa pun!
Bang!
Tapi tembakan ini tidak mengenai Jansen, tetapi mengenai dinding ruangan. Ini karena keahlian menembak Jessica yang tidak akurat. Padahal, dia telah belajar menembak sejak SD, harusnya keahlian menembaknya sangat akurat!
Semuanya karena Elena, dia berdiri di depan Jansen untuk Melindunginya!
"Elena, kamu sudah gila! Demi orang asing, kamu Melindunginya!" Jessica menjadi sangat marah, kalau tidak meleset dia hampir membunuh Elena!
"Diam kamu, di dalam hatiku, kamulah orang asingnya!"
Elena yang selama ini selalu takut pada Jessica menjadi sangat berani.
"Kamu!"
Jessica semakin marah, dan tangannya yang memegang pistol pun gemetar!
Jansen merasa sangat tersentuh. dia tidak menyangka Elena akan Melindunginya.
Saat ini, sejumlah besar penjaga juga bergegas masuk dan mengarahkan senjatanya ke arah Jansen. Dengan kata dari Jessica, mereka bisa langsung menembak dan membunuh pria yang masuk ke dalam rumah Keluarga Miller.
"Bunuh dia!"
Jessica tahu bahwa Jansen tidak bisa lagi berada di sini. Jansen tampak seperti orang biasa, tetapi semuanya sudah di luar kendalinya. Dia harus mati!
Dia merasa jika Jansen tetap dibiarkan hidup, rencana besar dan masa depannya akan berantakan!
"Kamu berani!"
Saat semua penjaga siap menembak, Elena juga tiba-tiba mengeluarkan pistolnya dan mengarahkannya ke Jessica!
Melihatnya semua orang terkejut, entah orang-orang yang berada di luar ataupun orang-orang di dalam ruangan itu, semua membuka mulutnya kaget!
Elena, gadis liar ini, ternyata dia berani menodongkan pistol ke Jessica!
"Elena, kamu menodongkan pistol ke kakakmu sendiri demi membela orang asing?"
Jessica terkejut sekaligus marah. Melihatnya seluruh Keluarga Miller gemetar takut. Mereka semua tahu Jessica sangat menakutkan!