Jansen Scott, Menantu Terbaik

Jansen Scott, Menantu Terbaik
Bab. 600. Ambisi!


Dorr!


Suara tembakan terdengar, tapi tidak mengenai Jessica. Pergelangan tangan Elena tertampar oleh sebuah kipas dan membuat arah tembakan menjadi kebawah.


"Nona Ketiga, kenapa kamu harus melakukan ini! Kalian adalah keluarga!"


Seorang pria tua muncul di samping Elena dan menghela napas berulang kali.


Kekuatan orang tua ini sangat kuat. Dia adalah seorang master di tingkat Bumi.


Ia juga pengawal terkuat di keluarga Miller. Elena tidak mampu melawannya.


"Paman Bonnie!"


Elena tahu bahwa orang tua ini adalah pengawal pribadi Danial, yang juga datang ke acara ulang tahun kakek Osmond Lawrence. Jansen yang bahkan lebih agresif, tidak bisa melawannya secara langsung pada saat itu.


(menurut Elena)


"Nona Ketiga, lebih baik kamu tenang kan diri dan pergi dari sini sekarang!”


Orang tua itu berkata lagi.


"Kamu juga membantunya, 'kan!" Elena mengertakkan giginya.


"Nona Ketiga, aku tidak membantu siapa pun. Aku


hanya bicara keadilan. Kamu mengatakan bahwa Nona Tertua yang membunuh Jansen. Jika demikian apakah kamu ada bukti?" Pria tua itu menghela napas.


"Bagaimana jika aku punya bukti? Apa kamu akan membunuh Jessica untukku!" Elena bertanya.


Pria tua itu terdiam.


Meskipun Elena juga putri dari Keluarga Miller, tapi Jessica memiliki status yang lebih tinggi. Dia juga merupakan calon pemimpin keluarga Miller berikutnya!


"Kalian semua, keluarga Miller, penuh dengan kesombongan, arogan dan suka menindas. Aku menganggap kalian sebagai saudara dan keluarga, tapi kalian semua menganggapku sebagai alat tawar menawar. Menyuruh aku menceraikan suami ku sendiri dan menikahi pemuda keluarga Woodley. Sangat bagus!"


Elena meletakkan pistolnya dan berkata dengan tatapan dingin dan suram, "Jessica, tanggal dua puluh tujuh Desember nanti, kamu ingin terpilih sebagai pemimpin keluarga Miller, kan? Aku akan menghentikanmu. Tunggu saja!"


"Bahkan jika aku mati, aku akan menyeret kamu bersama ku!"


Ketika dia selesai berbicara, dia melangkah pergi!


Walaupun Elena marah ia tidak bisa melakukan apa-apa sekarang. Ia tidak mampu melawan Paman Bonnie dan juga lainnnya. Satu-satu nya cara adalah meningkatkan kekuatan dan mengokohkan diri menjadi calon Raja prajurit.


Dan berharap Jansen akan kembali dan tidak terjadi apa-apa!


Saat ini keluarga Miller menggelengkan kepala, anak liar ini sungguh arogan.


Ketika Renata Melihat Elena yang segera pergi, dia langsung berteriak, "Semuanya, lihat. Semuanya, lihat. Apakah bajingan ini benar-benar menganggap Jessica sebagai kakak perempuannya? Ini melanggar hukum berani menodongkan pistol kepada kakak nya sendiri. Sudah kubilang, putri liar ini tidak bisa dipercaya!"


"Dia berkata ingin menghentikan Jessica menjadi pemimpin keluarga Miller, tapi dia sendiri tidak punya hak untuk berbicara. Dia datang dari Kota Asmenia dan tidak memiliki kemampuan apa pun. Dia hanya seorang polisi kecil!" Renata berbicara sambil tertawa.


Semua keluarga Miller juga mengangguk setuju.


Elena hanya polisi kecil, melawan Jessica itu tidak mungkin!


Mata Jessica menjadi dingin, tapi dia memandang kepergian Elena dengan tertawa.


Elena ingin mencoba menghentikannya?


Sungguh Mimpi di siang bolong!


Elena hanyalah batu loncatan bagi Jessica untuk bisa berlari ke puncak.


Elena hanyalah alat menjalin kerja sama dengan keluarga Woodley tidak lebih!


Semua orang berangsur-angsur meninggalkan ruangan, kecuali Naomi. Dia berkata dengan dingin, "Kakak tertua, apa kamu meminta seseorang untuk membunuh Jansen?"


"Naomi, kamu benar-benar percaya dengan kata-kata Elena?"


"Kakak tertua, aku datang untuk mencarimu hari itu. Kebetulan kamu sedang menelepon di kamarmu, jadi aku mendengarnya!"


Naomi mengertakkan giginya dan berkata, "Beberapa hari ini, aku ragu dengan apa yang aku dengar. Aku juga berharap kamu bisa mengakuinya. Bagaimanapun juga, kamu adalah saudara perempuan aku. Tapi peristiwa barusan memberi tahuku bahwa kamu telah berubah. Kamu tidak lagi menempatkan Keluarga Miller di matamu demi ambisi dan masa depanmu sendiri. Kerabat di matamu hanya pion catur!"


"Naomi, kamu tidak bisa sembarangan berbicara! Kamu mungkin sudah salah paham!"


Jessica terkejut tapi tetap terlihat tenang.


"Aku akan memberitahu Ayah tentang hal ini dan biarkan dia yang menanganinya!"


Naomi mengancam, "Nenek sudah mengatakan bahwa kamu tidak boleh membunuh Jansen dalam setengah tahun. Kamu sudah melanggar aturan itu!"


"Oke, aku tahu aku salah. Kamu jangan marah!"


Jessica dengan cepat menuangkan secangkir teh lalu menyerahkannya kepada Naomi dan berkata, "Aku akan menelepon Ayah dan mengatakannya. Kamu duduk dan minumlah teh dulu!"


Naomi memegang cangkir teh lalu menyesapnya dan dia merasa sangat bersemangat.


Jessica adalah saudara perempuannya. Dia tidak percaya bahwa kakaknya telah menjadi seperti ini. Saudara tetaplah saudara tidak mungkin saling membahayakan.


Tapi tiba-tiba angin puyuh datang dari langit. Seluruh tubuhnya menjadi lebih lemah. Lalu dia ambruk di kursi.


"Naomi, kakak tertua akan menjadi pemimpin keluarga selanjutnya. Tidak akan ada yang bisa menghentikannya, termasuk kamu!"


Jessica muncul di mata Naomi dengan ekspresi dingin, "Jika kamu berani menghentikanku, aku juga akan membunuhmu!"


"Kakak!"


Naomi sedih dan juga kecewa. Setelah mengucapkan kata terakhir dan akhirnya dia benar-benar pingsan.


"Seseorang, bawa dia ke penjara bawah tanah!"


Jessica menelepon. Seketika dua yang misterius muncul dan satu membawa Naomi pergi dan satunya berdiri di sana.


Jessica minum teh lagi dan wajahnya penuh ambisi.


"Apakah kalian sudah memastikan kematian Jansen?"


"Ya sudah dipastikan nona, pembunuh jianghu yang kita bayar mengatakan bahwa Jansen telah mati dan mayat di buang ke hutan dan mungkin sudah dimakan binatang buas!" Orang itu berkata.


Jessica minum teh lagi dan tertawa.


"Hahaha Jansen Jansen akhirnya kamu mati juga, sudah aku bilang jangan main main dengan ku, aku sudah memberikan kesempatan untuk mu pergi dari ibu kota tapi kamu tidak mendengarkan nya. Jadi jangan salahkan aku berbuat kejam. Baiklah tugas kalian selesai pergilah!"


"Baik nona"


Pria itu mengangguk dan Pergi.


Setelah itu Jessica menelpon Karin.


"Karin apakah semuanya sudah siap?"


"Kak Jessica semuanya sudah siap, kakak Aidan Woodley juga akan datang pada tanggal dua puluh tujuh Desember. Darius juga sudah mengambil alih keluarga Palmer dan siap mendukung kakak Jessica menjadi pemimpin keluarga Miller. Para pejabat sudah aku kendalikan dan mendukung kakak. Sudah dipastikan kakak akan menjadi berikutnya."


"Baiklah tugas kamu sudah selesai"


Jessica mematikan panggilan telepon.


"Tidak ada yang bisa menghentikanku. Aku, Jessica, sejak lahir aku sudah ditakdirkan untuk berada di atas sepuluh ribu!"


"Aku akan memimpin keluarga Miller menuju kemakmuran dan menjadi keluarga empat teratas!"


"Aku ingin mengendalikan kehidupan puluhan juta orang dengan lambaian tanganku!"


Suaranya rendah, tapi merendahkan orang lain.


Kekuasaan dapat membuat seseorang kecanduan, bahkan mengubah seseorang!