
"Tuan, mobil jenis apa yang kamu suka?"
Setelah memasuki toko 45, seorang wanita mengenakan kemeja, rok hitam, dan stoking hitam datang dengan cepat.
Usianya sekitar 30 tahun, dengan tubuh yang sangat seksi, dewasa dan keibuan.
Jansen terkejut, bahkan karyawan tokonya sangat seksi, tak heran mobil Mercedes Benz sangat laku terjual.
"Aku ingin melihat mobil-mobil di sini." kata Jansen.
Wanita itu sangat senang pada awalnya, tetapi setelah melihat Jansen, dia langsung menyipitkan matanya.
Berpakaian sederhana dan sepatu biasa, sepertinya dia baru saja lulus kuliah, tidak mengenakan jam tangan, tangannya tidak membawa apa-apa.
Pecundang miskin!
"Maaf, kami sedang makan siang, bagaimana kalau kamu kembali lagi saja nanti sore."
Wanita itu hanya ingin mengusir Jansen sekarang agar tidak membuang-buang waktunya.
Dia menyimpulkan kalau Jansen sepertinya datang dari daerah untuk bekerja di Ibu kota. Sepertinya dia ingin melihat Mercedes Benz. Dia bahkan mengambil beberapa foto mobil itu sehingga dia bisa berpura-pura memilikinya ketika mudik Tahun Baru tiba!
Seorang pekerja paruh waktu yang merokok dengan rokok yang seharga 4 yuan, ingin membeli mobil untuk Tahun Baru. Sepertinya untuk membeli ban mobil Mercedes Benz saja tidak mampu!
"Makan siang?"
Jansen kesal dan memperhatikan sekitar, dia melihat bahwa masih ada orang yang sedang melayani seorang pelanggan di dalam.
Hanya saja orang-orang itu berpakaian seperti bos.
Dia melihat dirinya lagi, hanya mengenakan Pakaian biasa, tidak heran karyawan toko itu memandangnya rendah.
Terkadang, Jansen merasa apakah dia harus mengganti cara berpakaiannya.
Tentu saja, ide ini dengan cepat ditahannya. Terserah apa itu pandangan orang lain, tidak perlu hidup demi pandangan orang lain. Pakaian apa yang ingin aku pakai adalah kebebasan diriku sendiri!
"Begini saja, biarkan aku berbicara dengan manajermu."
Jansen berencana membicarakan tentang masalah kerja sama.
Wanita itu memelototi Jansen dan semakin lama matanya semakin besar. Dia pikir dengan mencari manajer dia bisa menjadi pelanggan besar?
Dia berkata dengan pelan, "Tuan, harga mobil paling murah di toko kami lebih dari 300 ribu yuan. Ini adalah mobil kelas C tingkat awal dan untuk versi kelas bawahnya lagi harus dipesan dari pabrik, jadi umumnya sulit untuk didapatkan. Apa kamu mengerti perkataanku?"
Dia pikir 300 ribu yuan cukup untuk menakuti Jansen!
"Oh begitu. Lalu mana manajernu?"
Jansen mengangguk, dia kira Mercedes Benz sangat mahal. Ternyata untuk tingkat awalnya sudah bisa dibeli dengan harga 300 ribu yuan!
Wanita itu hampir menghentakan kakinya dengan marah. Pasti pecundang yang miskin ini sengaja membuang-buang waktunya!
Pada saat ini, seorang pria paruh baya yang gemuk dan botak lewat, dia bertanya, "Giselle, ada apa?"
"Manajer Wilsen!"
Wanita itu berkata, "Ini, pelanggan ini bilang dia ingin bertemu denganmu."
"Oh!"
Manajer Wilsen datang dan melihat Jansen dari atas kepala hingga ke bawah. Tiba-tiba dia merasa sedikit familier, tetapi dia tidak ingat di mana dia melihatnya.
Dia memandang karyawan toko itu dan berkata dengan pelan, "Sebelumnya, kantor pusat bilang ada seorang bos yang akan datang untuk membicarakan kontrak. Aku memintamu untuk berjaga-jaga di depan pintu. Apa yang kamu bicarakan dengan orang ini?"
Dia juga tidak memedulikan Jansen, sepertinya dia juga ikut mencari masalah dengannya.
"Apakah kamu manajernya? Pas sekali, aku ingin
menanyakan sesuatu tentang toko 4S, ini mengenai kerja sama."
Melihat manajer itu datang, dia langsung berbicara ke intinya.
"Kerja sama?"
Manajer Wilsen kaget dan kembali melihat Jansen. Dia benar-benar lega, "Aku tidak tahu kerja sama apa yang kamu bicarakan?"
Dia hampir mengira Jansen adalah mitra kerja samanya. Kantor pusat memberinya perintah untuk menemui seorang mitra untuk bekerja sama, harus diperlakukan dengan hormat, jika tidak dia harus mengundurkan dirinya.
Tetapi kantor pusat tidak mengatakan kapan mitranya akan datang dan hanya menyuruhnya menunggu.
Tapi Manajer Wilsen tahu, jika kantor pusat menyuruhnya melayaninya dengan sopan, mitra ini pasti punya jabatan yang besar.
Dia kembali melihat pemuda yang ada di depannya, tampaknya dia hanya seorang pekerja paruh waktu. Pasti mitra kerja sama itu tidak ada hubungannya dengannya.
"Jangan sembarangan bicara!"
Wanita itu tahu Jansen pasti tidak sengaja mendengar masalah kerja sama itu, jadi dia berpura-pura menjadi bos.
Mata mereka sungguh sudah dibutakan.
Jansen tidak tahu apa yang mereka pikirkan dan berkata, "Teh herbal!"
Pfft!
Manajer Wilsen dan wanita itu hampir menyemburnya!
"Kamu punya toko teh herbal?"
Manajer Wilsen tertawa dan menunjuk ke mobil Mercedes Benz yang mewah itu, "Adik, ini adalah toko mobil Mercedes Benz, kami menjual mobil, mengerti? Kamu pikir dengan teh herbal kamu bisa
bekerja sama dengan kami!"
"Kenapa kamu tidak bilang saja kamu menjual daging babi!"
Karyawan toko itu juga tertawa sampai gemetar.
Jansen tiba-tiba mengerutkan alisnya. Kenapa Tuan Hilton tidak mengatakannya dengan jelas!
Saat beberapa orang itu berbicara, masuklah tiga sosok orang dan diantaranya ada dua wanita cantik yang langsung menarik perhatian banyak orang!
"Istriku!"
Manajer Wilsen matanya berbinar dan mengabaikan Jansen dan buru-buru berjalan menghampiri mereka.
Tiga orang yang masuk adalah Elena dan yang lainnya. Agnes berjalan dengan tenang dan cepat, lalu memeluk Manajer Wilsen, dan memperkenalkannya kepada Elena, "Ini
suamiku Wilsen !"
"Kakak ipar!"
Elena dan Naomi menyapa.
"Suamiku ini manajer umum di perusahaan mobil Mercedes Benz, kekuasaan nya besar di perusahaan. Siapa saja di antara kalian bisa membeli mobil dengan diskon 60%!" kata Agnes dengan bangga.
Wajah Manajer Wilsen langsung menjadi muram, diskon 60% dia bisa rugi banyak!
Tapi mereka adalah orang dari Keluarga Miller. Dia tidak bisa kehilangan mukanya dan harus mengangguk sambil tersenyum.
"Elena, kamu belum punya mobil kan? Coba lihatlah siapa tahu ada yang cocok untukmu!" kata Agnes dengan bangga seolah-olah dialah yang membuka toko ini.
Elena tidak punya wawasan mengenai mobilnya, hanya bisa memilih dengan matanya saja, dia melirik ke kiri dan ke kanan. Matanya memandang Mercedes Benz CLE ini adalah mobil SUV sangat keren, tapi Elena sangat menyukai mobil ini.
"Itu bagus!"
Manajer Wilsen menatap mata Elena dan merasa sedih lagi. Mobil itu dijual dengan harga lebih dari 1 juta yuan. Jika itu di diskon 60%, dia akan rugi lebih banyak.
"Kak Elena, kamu sungguh memiliki selera yang bagus, kamu akan bisa mengendarai mobil yang begitu keren!"
Naomi menghela napas kagum, lalu matanya memperhatikan sekeliling. Tiba-tiba dia berseru, "Eh, Jansen juga ada di sini!"
Mereka segera melihat Jansen, Elena dengan senang hati berlari menghampirinya.
"Ah, dia adalah Jansen? Pantas saja aku merasa familier!"
Manajer Wilsen juga berjalan mendekatinya dan berseru, "Jadi dia ini adalah pengecut yang telah menyerang Keluarga Miller itu, huh, aku pikir dia siapa!"
Dia bahkan makin meremehkan Jansen.
Terlepas dari rumor itu, Jansen berani melihat mobil Mercedes Benz meskipun dia hanya bekerja paruh waktu seperti ini. Di tambah lagi dia menipunya dengan mengatakan kerjasama teh herbal. Sungguh benar-benar gila.
Dia menatap Elena dan menghela napas, "Elena sangat cantik, kenapa bisa suka dengan pecundang ini?"
Dia merasa bingung, ada banyak tuan muda di Ibu kota, Elena sangat cantik tapi kenapa bisa berpikiran sempit, kecuali dia sudah gila!
"Kakak ipar, bicaramu sangat tidak sopan!"
kata Elena dengan wajah kesal.
"Oke, oke, aku salah, aku minta maaf"
Kata Manajer Wilsen, "Dia bukan pecundang, tapi orang gila!"
"Kamu!"
Elena menjadi marah.
"Elena, kenapa kamu marah? Suamiku benar. Kamu lihat, Jansen adalah menantu Keluarga Miller. Tetapi suamiku adalah manajer regional Mercedes Benz. Kamu bisa membeli mobil ini dengan diskon. Apa Jansen bisa melakukan hal yang sama?"
Agnes memandang Jansen dan berkata, "Bolehkah aku bertanya padamu? Kamu juga laki-laki, tidakkah kamu merasa rendah diri?"
Ketika dia berbicara tentang suaminya, dia menampilkan wajah sangat bangga. Tapi saat berbicara tentang Jansen, dia memandangnya rendah.
"Hehe, seorang pria itu jika kamu ingin menjadi kuat, pertama-tama kamu harus melihat nilai dirimu dulu. Jika terus menjerat Elena, ini namanya orang tidak tahu diri!"
Manajer Wilsen juga meremehkan dan berkata kepada Aliansiwan tokonya, "Giselle, dia bilang apa tadi? Ingin beli mobil?"