Jansen Scott, Menantu Terbaik

Jansen Scott, Menantu Terbaik
Bab. 324. Entah Siapa Yang Sial!


" Kalian semua beri aku jalan , permisi , permisi ! "


Seorang wanita berpakaian seperti perawat mendorong sebuah brankar pasien dengan tergesa - gesa , dari wajahnya tampak bahwa wanita ini berumur 20 tahun - an , meskipun wajahnya biasa - biasa saja , tetapi postur tubuhnya sangat menawan , bagian atasnya sangat ketat sampai membuat Jansen diam - diam menalan ludahnya sendiri , dia menebak sepertinya miik wanita ini lebih besar daripada Elena . Ini adalah kelas legendaris !


Tentu saja , alasan kenapa Jansen selalu menatapnya adalah karena wanita ini memiliki sentuhan roh jahat !


Saat ini , dari pintu gerbang masuklah beberapa orang , raut wajah beberapa orang ini tampak serius sambil mendorong brankar yang digunakan pasien tersebut .


Begitu mereka bertemu dengan wanita itu , salah satu dari mereka tiba - tiba menarik pakaiannya dengan menggila , lalu berteriak , " Dokter , mana dokternya ? Cepat suruh dia keluar ! "


Tiba - tiba , kerah baju wanita itu ditarik dari belakang , membuatnya seketika kehilangan keseimbangan dan langsung terjatuh ke samping , dia hampir berbenturan dengan lantai , tetapi untungnya di saat yang kritis , tiba - tiba Jansen turun tangan untuk menangkap wanita ini , tetapi entah bagaimana , secara tidak sengaja tangan Jansen menyentuh bagian atasnya !


Rasanya sangat lembut dan elastis.


Detik selanjutnya , wajah Jansen merah padam bagai udang , kemudian dia buru - buru membantu wanita itu berdiri . Namun , ketika Jansen melihat ke bawah , dia menemukan bahwa kancing pakaian suster wanita itu telah terjatuh dan memperlihatkan renda hitam , pakaiannya sangat ketat seperti hendak meledak , hal ini mungkin disebabkan oleh orang yang menarik kerahnya tadi !


" Ah ! "


Wanita itu mengalihkan pandangannya ke bawah dan langsung berteriak ketakutan .


Jansen buru - baru melepas kaosnya dan memakaikannya kepada wanita itu .


" Terima kasih , terima kasih ! "


Wanita terus - menerus berterima kasih dengan wajah yang bersemu merah tersipu , sebelumnya ketika dia hampir jatuh , pemuda ini membantunya , tetapi tangan pemuda ini malah tidak sengaja menyentuh bagian yang tidak senonoh.


" Apakah kamu dokternya ? "


Pada saat ini , beberapa orang dengan perawakan yang galak itu menatap ke arah wanita itu . Saat melihat wanita ini sangat cantik , mata mereka sampai tidak berkedip .


" Lihat , ini adalah kakakku , dulu dia pernah dijahit di rumah sakit kalian , tetapi sekarang lukanya terinfeksi sangat parah , ini karena operasi kalian yang tidak tepat , rumah sakit lain juga menyarankan kami untuk segera mempersiapkan diri lebih lanjut , kalian harus ganti rugi ! "


" Iya , kalau kalian tidak juga ganti rugi , kami akan menghancurkan rumah sakit ini ! "


Satu per satu dari mereka mulai memarahi .


Beberapa orang di sekitar juga mulai tertarik karena kegaduhan ini , mereka semua melihat ke arah ranjang rumah sakit yang didorong oleh orang - orang ini , di atasnya memang terbaring seorang pria berusia 30 - an , dada pria itu tertutup kain kasa yang terus mengucurkan darah , wajahnya sangat pucat dan sedang tidak sadarkan diri !


Pada awalnya , ada beberapa orang yang ingin mencoba membela keadilan , tetapi begitu melihat orang - orang ini bertato dan memakai kalung emas seperti seorang sosialita , seketika mereka jadi tidak berani membuka mulut !


" Mohon maaf , saya hanya perawat paruh waktu , hal ini harus ditanyakan lebih lanjut kepada dokter ! " jawab wanita itu dengan nada yang panik .


" Tentu saja , aku tahu kalau kamu itu perawat , tetapi kamu menjadi perawat di rumah sakit ini , oleh karena itu , kamu juga terlibat ! Sekarang cepat suruh dokternya keluar untuk ganti rugi , supaya kami bisa segera pergi ke rumah sakit besar untuk merawat kakak kami ! "


Ujar salah satu pria dengan bekas luka di wajahnya , dia menatap wanita ini dengan niat yang lebih jahat.


Dilihat seperti itu , wanita ini merasa merinding kemudian tanpa sadar bersembunyi di belakang Jansen.


Jansen melihat ke arah pria di ranjang sakit itu dan langsung tertawa mencibir . Dia bisa melihat bahwa pria itu baik - baik saja , beberapa orang ini hanya ingin mengambil kesempatan untuk memeras .


Kemarin dia juga bertemu hal semacam ini di Aula Xinglin , tidak disangka dia akan bertemu dengan hal seperti ini lagi hari ini !


Jansen tidak tahu siapa sial !


Dirinya atau orang orang ini !


" Bocah , ini bukan urusanmu , minggir ! "


Melihat wanita itu bersembunyi di belakang punggung Jansen , pria itu memberikan tatapan yang jahat kepadanya .


" Jadi kamu bilang dia tidak sadarkan diri karena infeksi luka ? " Jansen bertanya .


" Sialan , apa matamu buta ! Kamu tidak lihat kakakku terbaring di ranjang pasien ? Kalau kamu tidak juga menyingkir , hati - hati aku akan menghabisimu ! "


Melihat Jansen malah ikut campur , pria itu menjadi semakin emosi dan langsung ingin memukul !


Kemudian di saat ini , sejumlah besar dokter menghampiri mereka , ada juga Rektor David beserta orang - orangnya . Saat melihat pemandangan ini , seketika wajah mereka menjadi suram .


" Kalian dokternya , kan ? Kakakku telah dijahit di sini dan sekarang lukanya terinfeksi , cepat , kalian harus membayar ganti rugi sebesar 1 juta ! "


Seru beberapa orang itu sambil melihat para dokter , mereka tahu tuan yang asli akhirnya datang ke sini !


Sebenarnya , alasan mengapa mereka berani berkeliaran di sini adalah , selain dari cara mereka sendiri , mereka juga tahu kalau latar belakang rumah sakit ini sangat biasa .


" Infeksi luka ? "


Faktanya , dia juga dapat melihat bahwa beberapa orang ini hanya ingin menindas pihak rumah sakit mereka , tetapi dia juga tahu bahwa orang - orang ini adalah penjahat haus darah , oleh karena itu mereka tidak dapat diabaikan begitu saja .


" Lihat apa lihat ! Siapa yang tahu kalau nanti kalian akan mau melakukan trik tak senonoh ! Pokoknya cepat bayar uang ganti rugi atau kami akan mengundang wartawan , kalian pasti mati ! "


Mana mungkin pemimpin para pria bersedia membiarkan Rektor David melihat lukanya .


Saat ini , Rektor David dan beberapa dokter lainnya tahu kalau ini adalah masalah yang rumit , beberapa orang ini tidak mengizinkan mereka melihat lukanya tapi ucapan mereka sudah keras dan sombong . Benar - benar merepotkan .


Akhirnya , Rektor David mengedipkan mata kepada seorang dokter dan memintanya untuk segera memanggil polisi .


" Panggil polisi ? Siapa yang takut siapa , ayo ! Setelah masalah ini menjadi besar , rumah sakitmu pasti tutup ! "


Melihat dokter ini ingin melapor pada polisi , pria itu bukan hanya tidak takut , tetapi bahkan bersikap semakin sombong , bagaimanapun , mereka berani datang ke sini , tentu saja sudah mempersiapkan cara untuk menghadapinya .


" Tunggu ! "


Melihat pria itu bahkan tidak takut ketika mereka ingin memanggil polisi , seketika Rektor David tahu mereka sepertinya akan membutuhkan banyak uang untuk menyelesaikan masalah ini .


" Jika ini benar - benar disebabkan oleh infeksi luka , maka rumah sakit memberikan kompensasi kepadamu juga tidak masalah , tetapi yang paling ditakuti adalah kalian hanya mengambil kesempatan untuk menipu demi uang ! "


Tiba - tiba , Jansen menyeletuk dengan nada yang pelan .


" Kamu jangan ikut campur ! "


Wanita yang di belakangnya juga merasa cemas , apakah Jansen tidak melihat rektor David bahkan tidak berani berbicara , tetapi dia malah asal menyeletuk !


Dalam hitungan menit , dia pasti akan membunuhnya !


" Tidak apa - apa ! "


Jansen tersenyum tidak peduli .


" Tidak apa - apa ? "


Wanita itu memutar matanya , sepertinya pemuda ini tidak tahu bahaya dalam masyarakat , beberapa sosialita ini mana mungkin mudah diprovokasi !


" Bocah , kamu lagi , kamu lagi ! Sepertinya kamu ini tidak mau umur panjang ! "


Benar saja , orang - orang itu langsung memberikan tatapan yang geram kepada Jansen .


Namun , Jansen tak acuh seolah - olah dia tidak melihat orang - orang ini marah , kemudian muncul jarum perak di tangannya , " Jika ingin tahu apakah kakakmu benar - benar tidak sadarkan diri atau tidak , maka kita harus mencobanya baru tahu ! "


Setelah ucapan itu dilontarkan , Jansen langsung menusukkan jarum peraknya ke tubuh pria yang terbaring di ranjang rumah sakit !


" Aduhh ! "


Seketika langsung terdengar sebuah jeritan , pria yang tadi terbaring di ranjang rumah sakit tiba - tiba duduk dan menarik perban di dadanya untuk mencabut beberapa jarum perak itu , tetapi anehnya , begitu dia menyentuh jarum perak itu , tubuhnya langsung gemetar kesakitan , jadi sekarang mana berani dia mencabut jarum perak tersebut .


" Eh , Kakak , bagaimana kamu bisa bangun ? "


Beberapa pria itu tampak sedikit tercengang , ternyata Kakak mereka juga sangat buruk dalam berakting , begitu cepatnya sudah langsung terungkap !


Tapi mana mungkin mereka tahu kalau jarum perak itu telah Jansen tusukkan ke titik akupuntur pria itu , rasa sakitnya bukanlah sesuatu yang bisa ditanggung orang biasa !


" Bajingan siapa yang berani menusukku ! "


Pria di tempat tidur itu mengutuk dengan ganas , setelah air matanya mengalir , tiba - tiba dia menatap Jansen dengan sengit , " Cepat bunuh dia untukku ! "


" Bunuh dia ! "


Melihat Kakak mereka murka , beberapa orang langsung menerkam Jansen sambil memegang pisau di tangan dengan raut wajah yang bengis .


" Ah ! "


Wanita itu menjerit ketakutan , dia langsung berjongkok sambil menutup matanya , mana mungkin dia berani melihat .


PAK !


Melihat pihak lain mulai datang menghampirinya , Jansen dengan enggan menggelengkan kepalanya . Pria yang berlari paling cepat ke arahnya terlihat sudah di tampar !


Suara tamparan yang terdengar nyaring dan tajam ini membuat gigi pria itu langsung melayang , ditambah tubuhnya seketika langsung terpental sejauh lima meter , belum juga dia sempat menjerit , Jansen langsung memukulnya dari belakang dan membuatnya berbenturan dengan dada orang lain , pria yang terbentur langsung menjerit kesakitan dan langsung terpental keluar dari gerbang rumah sakit !