
" Diana , apakah kamu tahu apa yang sudah dia perbuat ? Dia membocorkan bisnis ayahmu kepada menantu dari Paman James dan bekerja sama untuk mengkhianati ayahmu . Sekarang bisnis itu sudah gagal , bukankah dia memang pantas dimaki ? Dia adalah orang yang licik , sampah masyarakat ! "
Mai terus memaki dengan emosi .
" Kakak Ipar bukanlah orang yang seperti itu , kalian pasti sudah salah sangka ! "
Diana segera melihat ke arah Elena dan berkata ,
" Kakak , Kakaklah yang mengenal Kakak Ipar dengan baik , apakah Kakak juga berpikir seperti itu ? "
Elena tidak berbicara , pandangan matanya dipenuhi aura dingin .
" Kalian semua sudah gila ! " ucap Diana dengan emosi .
Sejak awal , pandangan Diana terhadap Jansen sudah berubah , dia tahu bahwa Jansen bukanlah orang yang seperti itu !
Berdasarkan relasi antara Nico dan Jansen , apakah Jansen perlu untuk merebut uang yang tidak seberapa itu ?
Ditambah lagi , waktu timbul masalah di gedung asrama lama itu , si Mirza yang kaget itu adalah orang pertama yang kabur , Jansen - lah yang malah menolong Diana , ini menunjukkan bahwa Jansen memiliki rasa tanggung jawab . Setelah itu Jansen juga membantu Zara untuk menegakkan keadilannya dan membuat Zara sadar , ini berarti Jansen menjunjung keadilan .
Apakah orang seperti ini juga bisa menjadi serakah ?
" Diana , kamu tidak perlu berbicara lagi ! "
Jansen tiba - tiba menghela napasnya . Tidak disangka , adik ipar yang dulu paling membencinya sekarang malah menjadi orang yang paling memercayai dirinya .
" Kakak Ipar , aku juga merasakan penderitaanmu , akulah yang paling mengerti bagaimana rasanya tidak dipercayai oleh orang . "
Diana menghentakkan kakinya ke lantai . Hanya karena perkataan yang tidak sengaja keluar dari mulutnya itu , mata Elena langsung bergetar .
Di Plaza waktu itu , dia sudah salah menuduh Jansen. Saat itu , Jansen juga mengatakan hal yang sama , tapi kali ini , barang bukti dan saksinya semua ada !
" Diana , sini , jangan sampai kamu terkena pengaruh buruk darinya ! "
Mai tiba - tiba menarik Diana lalu berseru kepada Jansen ,
" Jansen , pergi ! Mulai hari ini kamu tidak boleh menginjakkan kaki lagi di rumah Keluarga Lawrence . Satu bulan dari sekarang , jangan lupa datang ke Dukcapill , kamu dan Elena tidak ada hubungan apa - apa lagi ! "
" Baiklah ! "
Jansen mendorong pintu dan berjalan keluar . Dia berhenti sejenak lalu mengeluarkan sebuah liontin giok dan menaruhnya di atas meja sambil berkata ,
" Elena , ini adalah liontin giok yang kamu titipkan padaku , kalau kamu tidak berniat untuk melepaskanku , pakailah liontin ini ! "
Liontin giok itu adalah pemberian dari Nico . Di atas liontin itu , Jansen memahat tulisan jimat untuk menjaga keselamatan orang yang memakainya . Tetapi Elena bahkan tidak melirik liontin giok itu , Jansen lantas pergi meninggalkan rumah dalam hati yang sedih .
" Kakak Ipar , jangan pergi ! "
Diana seketika berteriak . Lalu Diana melihat ke arah Elena dan berkata ,
" Kakak , aku kecewa terhadap Kakak . Kakak Ipar adalah suamimu , tapi Kakak malah tidak memercayai dia , aku benci kamu ! "
Elena membuka mulutnya dan berkata dengan dingin ,
" Ini adalah urusan orang dewasa , anak kecil seperti kamu tidak akan bisa mengerti ! "
" Tidak mengerti apanya . Kakak adalah polisi perempuan , ditambah lagi keluarga kita juga kaya , tetapi latar belakang kakak ipar sangatlah biasa , karena itu Kakak selalu merasa kakak ipar tidak pantas untuk Kakak . Jangan kira aku tidak tahu . Kakak menikahi kakak ipar karena karena pesan dari kakek. Meskipun orang yang Kakak sukai itu mencampakkan Kakak , Kakak juga tidak akan bisa melupakannya ! " kata Diana dengan emosi .
Seluruh tubuh Elena gemetar lalu dia berkata dengan penuh amarah ,
" Diam kamu ! "
" Ada apa ini ? Begitu pulang langsung melihat kalian bertengkar ? "
Pada saat itu , pintu ruangan terbuka dan Zachary berjalan masuk dengan wajah yang berseri .
" Zachary , akhirnya kamu pulang juga ! "
Mai segera menyambut Zachary lalu berkata dengan nada emosi ,
" Kamu tenang saja ! Aku sudah mengusir si sampah licik yang tidak tahu terima kasih itu ! Elena juga sudah setuju untuk bercerai dengannya ! "
Ekspresi wajah Zachary seketika berubah , kemudian berkata , " Maksudmu Jansen ? "
Zachary terpaku , tas kerja yang ada di tangannnya terjatuh di lantai dengan suara keras .
" Ayah , ada apa ? "
Elena yang melihat wujud ayahnya itu pun seketika menjadi khawatir .
" Mulai hari ini , siapa yang berani mengatai Jansen sampah , licik , ja , ja , ja , jangan harap bisa tinggal di rumah ini lagi ! "
Ekspresi wajah Mai langsung berubah , ini adalah pertama kalinya dia melihat Zachary begitu emosi . Mai lalu berkata dengan nada kecil ,
" Kalau Jansen dan Karl tidak bekerja sama , bagaimana bisa kontrak kita direbut . kalau dia bukan orang yang licik , lantas apa yang disebut licik ! "
Zachary mondar - mandir di aula dengan emosi . Melihat perilaku Zachary ini , Elena dan Mai sama - sama tahu kalau Zachary benar - benar murka . Tapi mereka benar - benar tidak tahu kenapa Zachary bisa begitu murka .
Tiba - tiba , Zachary melihat ke arah Mai dan berkata ,
" Mai , aku tanya kamu , sejak Jansen menjadi bagian dari keluarga kita , apakah kamu pernah memperlakukannya dengan baik ? Apakah ada hari di mana kamu tidak memarahinya ? Dia adalah manusia , seorang laki - laki , dia juga punya harga diri ! "
Mai membuka mulutnya seolah - olah akan berbicara tetapi dia tidak bisa membantah perkataan Zachary itu . Jansen tidak memiliki uang dan kekuasaan , dia bahkan tidak memberikan mahar untuk Keluarga Lawrence, karena itu Mai merasa nasib Elena sangatlah malang .
Ditambah lagi , selama ini Jansen hanya menjadi pengangguran di rumah , maka dari itu Mai sama sekali tidak memandang Jansen. Satu tahun ini Mai terus memarahi Jansen , dia sudah terbiasa melakukannya dan tidak pernah merasa dirinya sudah berbuat keterlaluan .
" Kamu , Elena ! Kamu memang cantik , tapi tidak ada yang memaksamu untuk menikahi Jansen , kamu sendiri yang menyetujuinya . Kenapa kamu malah bersikap seperti itu terhadap Jansen , apakah Jansen sudah merugikanmu ? Atau kamu merasa dirimu berada di atas sedangkan Jansen berasal dari keluarga yang biasa saja sehingga Jansen tidak pantas untukmu dan kamu merasa sudah sepantasnya Jansen melayanimu ? "
Zachary melihat ke arah Elena lagi dan berkata ,
" Kamu benar - benar mengira dia bukanlah seorang laki - laki ? Aku beritahu kamu , dia bukannya tidak mau bertindak seperti laki - laki , dia tahu kalau sebagai seorang laki - laki dan juga seorang suami dia punya tanggung jawab , demi tanggung jawabnya itu dia menahan kesabarannya untuk menghadapimu ! "
" Ayah , aku ! "
Elena seketika berhenti berbicara . Jika diingat - ingat lagi , apa yang dikatakan oleh Zachary memang benar . Dalam hatinya , Elena benar - benar tidak menganggap Jansen .
" Ayah , bagus ! "
Hanya Diana saja yang merasa senang .
" Zachary , Jansen memang malang tapi dia sudah mengkhianati kita dan bekerja sama dengan Karl demi mendapatkan uang ! "
" Diam ! "
Begitu emosinya , Zachary rasanya ingin menampar Mai. Tetapi dia adalah orang yang berpendidikan , kalau Zachary bukanlah dosen dia benar - benar ingin memukul Mai.
" Jabatan Karl sudah ditarik oleh Divisi Quality Control karena dia menggunakan kekuasaannya untuk kepentingan pribadi . Nantinya dia akan dipecat atau dikurangi gajinya . Semua ini berkat bantuan Jansen ! "
" Hari ini , kalau bukan karena Jansen , Perusahaan golden tidak akan bisa menandatangani kontraknya ! "
" Jansen - lah yang menelepon Badan Perlindungan Lingkungan , dia jugalah yang sudah membersihkan nama baik Perusahaan golden ! "
" Jansen jugalah yang menelepon Group Vitex dan membuat Grup Vitex setuju untuk menandatangani kontrak dengan kita ! "
" Jansen juga yang sudah membuat Jay Smith, orang yang berniat mencelakai kita , pergi dengan emosi ! "
" Dia adalah penolong Keluarga Lawrence, kamu malah mengusir dia ? Hati nurani kalian ada di mana ? "
Tubuh Mai dan Elena yang dimarahi habis - habisan oleh Zachary menjadi gemetar , hati mereka seolah disambar oleh petir . Mai dan Elena yang awalanya emosi , perlahan - lahan menjadi terkejut , kemudian pada akhirnya mereka sangat merasa bersalah .
" Kalian bukanlah manusia ! "
Diana dan Zachary sama - sama menatap Mai dan Elena dengan emosi .
" Tapi , di , dia , kenapa tidak bilang ! "
Suara Mai lantas mengecil .
" Apakah Ibu memberikan dia kesempatan untuk menjelaskan ? Apakah dari awal Ibu pernah memercayai dia ? Kalau Ibu memarahi dia , dia sama sekali tidak berkata apa - apa . Sekarang Ibu bahkan sampai mengungkit cerai , benar - benar konyol ! "
kata Diana sambil tersenyum sinis . Ekspresi wajah Mai berubah drastis , Mai pun menundukkan kepalanya .