Jansen Scott, Menantu Terbaik

Jansen Scott, Menantu Terbaik
Bab. 1258. Pengejaran Kecepatan Tinggi


"Tuan Jansen, ini bau anjing!"


Tiba-tiba, seorang wanita cantik yang mengenakan rok kulit dengan gaya rambut bergelombang berteriak.


Wanita cantik ini adalah orang yang Jansen temui terakhir kali di Dragon Hall. Kala itu dikira sebagai pencuri.


Jansen meliriknya penuh pujian. Kekuatan tempur wanita ini tidak kuat, tapi dia sangat terampil dalam hal penyelidikan.


Dragon Hall membutuhkan bakat-bakat seperti ini.


"Ada bulu anjing di sini!"


Saat dia berbicara, dia mengambil bulu anjing di sudut dan melihatnya. "Seharusnya ini bulu anjing besar. Panah, suruh Elisa memeriksa daftar anjing besar di ibu kota. Selain itu, perhatikan CCTV jalan untuk mencari anjing besar ini!"


"Tuan Jansen, coba tunjukkan bulu anjing itu."


"Ini adalah anjing Mastiff ras murni. Aku pernah membiakkan anjing di Tibet bersama seorang master, dan anjing ini adalah Mastiff ras murni. Bulu mereka berbeda dengan hibrida. Bulu mereka sangat kasar dan berkilau," ujar wanita itu sambil melihat bulu itu dengan teliti.


"Di sini tidak banyak Mastiff ras murni. Baiklah, pencarian dapat dipersempit, cepat beri tahu Elisa!"


Jansen mengangguk dan langsung pergi menaiki lift. Dia masih mencium bau Mastiff itu.


Apa mungkin mereka keluar lewat lorong bawah tanah?


"Di atap!"


Mata Jansen berbinar.


Panah dan lainnya tertegun. Ya, bagaimana bisa melupakan atap!


Tidak heran jika mereka melewatkannya.


Bagaimanapun, Owen Williams hanyalah orang biasa. Kalaupun dia pergi ke atap, mana mungkin dia melompat dari gedung?


"Sepertinya Owen Williams pergi bukan karena keinginan sendiri. Bisa jadi dia diculik, dan tujuan penculik itu adalah aku."


Jansen langsung menaiki lift menuju atap. Ketika sampai di atap, bau itu sudah menghilang karena tertiup angin.


"Tuan Jansen, ada lebih banyak bulu anjing di sini. Kurasa orang itu sedang merawat Mastiff di sini!"


Wanita cantik tadi datang lagi dan berjongkok memperhatikan lokasi bulu-bulu itu. "Tidak, bulu-bulu anjing ini tidak bertebaran di beberapa titik, apakah mereka tertiup angin?"


"Itu bukan angin. Kalau aku tidak salah tebak, helikopter itulah yang membawa Owen pergi!"


Jansen berjalan mendekat.


"Helikopter?"


Raut wajah para panah berubah. Sangat memungkinkan kalau mereka menggunakan helikopter untuk membawa Owen pergi di malam hari.


Namun, cukup sulit memeriksa apakah benar mereka menggunakan helikopter. Izin penerbangan bersifat rahasia, dan untuk meretas sistem itu sangat sulit.


"Kalau di tanah masih bisa dilacak, sistem Elisa telah dihubungkan dengan semua teleskop radio dan mengunci semua benda yang mencurigakan. Tetapi, kalau sudah jauh dari langit akan sangat merepotkan."


"Tuan Jansen, ini adalah kelalaian kami. Kami bersedia dihukum!" ujar para panah menghela napas.


Bahkan mereka tidak heran, karena menurut mereka Owen Williams sudah meninggalkan Grup Teknologi Global, dia juga tidak lagi menjadi orang penting di sana, oleh karena itu mereka pikir Owen tidak akan membuat keributan, dan pengawasan merekapun menurun.


"Kali ini lupakan saja, tapi kalau terjadi lagi akan kubuat kalian membayarnya!"


Jansen berkata dengan dingin, "Satu-satunya petunjuk adalah Mastiff. Beri tahu Elisa untuk terus memantau ibu kota, terutama arah jalan jalan Raya Nasional."


Tentu saja, jika mereka bersembunyi di suatu tempat di ibu kota dan tidak keluar, mereka tidak akan punya waktu untuk kabur.


Saat ini, kita hanya bisa mengharapkan agar mereka meninggalkan ibu kota.


Saat kembali ke rumah, Jansen tidak istirahat dan masih menunggu kabar terbaru.


Tujuan pihak lain pasti ke arahnya.


Ini sangat mungkin perbuatan Grup Teknologi Global, atau mungkin keluarga Gibson!


Siapa pun mereka, pasti mau menangkap Owen Williams.


Pukul enam pagi, Dragon Hall menghubungi Jansen.


"Tuan Jansen, aku telah menemukan benda yang mencurigakan. Ini adalah seorang pria muda bersama Mastiff itu. Dia naik Rolls-Royce Cullinan dan menuju ke arah jalan tol Libe-Teos, nomor platnya: 221145!"


"Orang-orang dari Dragon Hall sudah menuju ke sana untuk mencegatnya. Kita bisa mencegat mobil ini dalam waktu sekitar tiga jam!"


Jansen tahu jika Dragon Hall berani melaporkan berita tersebut, orang ini pasti punya masalah.


Sepuluh menit kemudian, Jansen sudah siap berangkat dan sudah mengisi bensin Pagani Huayra. Saat hendak berangkat, seseorang tiba-tiba muncul di rumahnya.


"Jansen, kamu mau ke mana?"


Dia adalah Cindy.


"Aku ada sesuatu yang mendesak sekarang. Aku akan menghubungimu nanti, oke!"


Jansen tidak ingin menjelaskannya sekarang. Jika mereka sampai keluar dari ibu kota, usaha Dragon Hall akan sia-sia begitu saja.


"Aku ikut ya!"


Cindy langsung menaiki mobil sebelum Jansen menolaknya.


Jansen terdiam sejenak, reporter ini masih saja keras kepala.


Namun, dia menduga Cindy sedang mencarinya, dan takut ada sesuatu yang menyusahkannya.


Pagani Huayra melaju menuju jalan raya.


"Ada masalah apa?" tanya Jansen di dalam mobil.


"Penyakit kakek makin parah. Aku ingin kamu membantuku." bisik Cindy dengan wajah murungnya.


Dulu, Jansen pernah membantu kakek Yiwon mencari makam untuknya. Saat itu, dia tahu bahwa kakek itu sebenarnya sudah mendekati waktunya. Kemudian, dia menggunakan keterampilan medisnya untuk menyembuhkan kakek itu.


Sekarang penyakitnya memburuk, terutama karena ada yang salah.


Namun, tidak ada yang bisa mengubah kelahiran, penuaan, penyakit dan juga kematian.


"Setelah urusanku selesai, aku akan pergi ke rumahmu dan melihatnya, oke!"


Jansen menyingkirkan pikirannya dan berkonsentrasi mengemudi. Setelah sampai di jalan raya, dia langsung menyetir mobilnya dengan kecepatan yang sangat tinggi seperti ilusi.


"Wah, ini Pagani Huayra?!"


"Tampan sekali. Aku pernah mewawancarai mobil ini sebelumnya, dan aku terpesona saat itu. Dan kamu bisa punya mobil ini!"


Cindy suka bermain dengan mobil. Dulu, dia membuat SIM bersama Jansen, namun dia berulang kali gagal.


"Aku mau coba menyetirnya. Pinjami aku, ya!"


ujar Cindy dengan penuh semangat.


"Hei nona sulung, aku sedang mengejar seseorang sekarang. Setelah aku menangkap orang itu, akan aku pinjami mobil ini!" ujar Jansen tertawa


"Tapi aku ingin mengendarainya sekarang, Jansen. Aku ingin sekali membeli mobil sejak lama, tapi kakek tidak memberikannya padaku, dan berkata kalau aku hanya menyia-nyiakan hidupku saja, huh."


"Aku benar-benar iri padamu karena memulainya dari awal. Kamu bisa membeli apa pun yang kamu mau, mandiri lagi. Oh iya, aku juga udah baca beritamu beberapa waktu lalu. Tampan sekali. Hidup harus seperti ini, bebas dan santai, tidak perlu repot-repot memikirkan pendapat dunia!" ujar Cindy iri.


"Huh, sulit bagi orang seperti kita yang berasal dari keluarga besar. Mau beli apa pun harus memikirkan pendapat keluarga!"


"Tidak, aku ingin memulai bisnisku sendiri. Aku ingin menjadi bos!"


Ia berkicau tanpa henti, membuat Jansen sangat malu.


Kamu yang seperti ini jika memulai bisnis, mungkin kamu akan kehilangan celanamu.


Di saat yang bersamaan, tiba-tiba mobil Civic yang dimodifikasi sedang melaju dengan kecepatan tinggi. Mobil itu dengan gila menyalip mobil di pinggir jalan kiri dan kanan.


Benar-benar dalam hitungan detik!


Di dalam mobil itu, musik dimainkan sangat kencang dengan suasana ramai. Lampu di bagian luar mobilnya juga dimodifikasi agar berkedip-kedip, dan menjadikan mobil Civic ini seperti bintang yang memesona dikecepatannya saat itu.


Kedua pemuda yang mengendari mobil sambil makan kacang dan berjoget, menunjukkan kesombongannya.


"Gogogogo!"


"Sial, sial!"


"Ayo berjoget!"


Pemuda yang mengemudikan mobil memiliki lengan berbunga-bunga yang menurutnya dia sangat tampan. Orang yang berambut panjang di sebelahnya juga ikut berjoget heboh.


Mereka benar-benar merasa dirinya sangat tampan dan mengira dirinya membuat semua orang iri.