
Pruff!
Tubuh Jansen gemetar. Bahu dan kakinya terus-menerus terkena tembakan. Akan tetapi, Jansen tidak mundur karena dia bukan berjuang untuk dirinya sendiri saat ini. Dia sedang berjuang mewakili pasukan tentara Huaxia bahkan seluruh rakyat Huaxia.
Demi Huaxia, Jansen tidak akan mundur apalagi merasa gentar.
Bang!
Jansen pun menghampiri Barrack lalu meninju dan mematahkan lengan Barrack.
Barrack sebenarnya juga merasa panik dan ketakutan membuat arah menembak banyak yang tidak tepat sasaran. Apalagi, pelurunya telah habis. Kalau tidak, hanya dengan mengandalkan kemampuan bela diri dan Profound Qi yang sudah menipis, Jansen pasti sulit menghadang hujan peluru yang ditembakkan Barrack.
"Barrack, apakah kamu masih ingat bagaimana kamu membunuh rakyat Huaxia dengan brutal? Apakah kamu masih ingat betapa sombongnya kamu? Sekarang, biar aku beritahu kamu, kamu tidak akan bisa mengganggu kedaulatan negara kami!"
Jansen mengambil belati yang telah dilemparkan tadi dan langsung menancapkannya ke kaki Barrack yang lain.
"Ah!"
Barrack menjerit kesakitan. Dia sama sekali tidak bisa bergerak lagi. Dan lumpuh sampai ia mati.
Jansen mengambil kotak yang dipegang Barrack lalu membukanya. Ternyata, kotak itu berisi ramuan. Namun, ramuan kali ini bertuliskan nama Southwest phamaceutical
!
Jika bukan menyelidiki asal usul ramuan ini, leher Barrack sudah gorok oleh Jansen!
Jansen mengeluarkan sebatang rokok dari saku Barrack, menyalakannya lalu duduk di dekat batu penanda di titik perbatasan wilayah Huaxia.
Jansen merasa lebih santai setelah membuang ludah di mulutnya.
Di kejauhan, mentari pagi yang menyinari wajah Jansen membuat Jansen akhirnya bisa tersenyum lepas. Jansen pun berbisik pelan di radio komunikasi, "Ketua, tugas kali ini telah selesai dilaksanakan. Barang siapa yang melanggar hukum di Huaxia, pasti akan aku kejar sampai ke mana pun dia berada!"
Di dalam markas, suasana yang awalnya hening langsung menjadi riuh.
Seluruh pasukan militer Huaxia Utara bersukacita.
Pertempuran ini bukan lagi menyangkut kehormatan pribadi, tetapi menyangkut kehormatan segenap elemen bangsa dan seluruh rakyat Huaxia.
Pasukan tentara Huaxia telah menunjukkan kekuatan tekad dan kegigihan kepada dunia internasional.
"Dokter, selamat! Kamu telah menyelesaikan tugas penumpasan kali ini dengan baik!"
Pria tua itu melihat ke layar. Matanya berseri-seri. Dia benar-benar merasa terharu.
Tak lama kemudian, Barrack perlahan siuman dan melihat sebuah helikopter yang diparkir di tempat yang berjarak seratus meter dari dirinya. Selain itu, ada juga beberapa tentara bayaran bersenjata lengkap.
Orang-orang ini adalah anak buah Barrack, tetapi mereka tidak bergerak sama sekali.
Barrack yang sedang panik ingin berteriak memanggil mereka, tetapi Barrack tidak sanggup berteriak karena kondisi tubuhnya kini yang sangat lemah.
Barrack pun marah besar. Helikopter itu sudah dekat, tetapi kenapa mereka masih tidak datang menjemput Barrack?
Barrack perlahan menoleh dan melihat ke wilayah dalam perbatasan Huaxia.
Pasukan kompi sedang berjalan ke arahnya disertai dengan mobil perang dan tank yang terlihat megah.
Saat ini, Barrack akhirnya tahu alasan kenapa helikopter itu tidak berani bergerak.
Semua karena kehormatan pasukan tentara Huaxia.
"Barrack, kamu ditahan!"
Suara yang sudah lama hilang kembali terdengar di telinga Barrack. Dia memberitahukan Barrack bahwa Barrack selanjutnya akan menjalani hari-hari dengan penuh penderitaan.
Bahkan ia berharap mati saja!
"Hormat!"
Suara yang penuh wibawa terdengar diiringi suara tiupan angin dan suara serentak para anggota pasukan yang memberi hormat.
Semua tentara memberi hormat kepada pria yang tepat berada di bawah sinar mentari pagi itu.
Jansen membuang puntung rokok lalu berdiri tegak dan memberi hormat militer.
Lalu jatuh pingsan.
Jansen kemudian dibawa ke markas untuk perawatan.
Pasukan telah berjuang siang dan malam dalam pertempuran ini. Jansen yang awalnya sudah terluka harus menjalani perjalanan panjang saat melakukan pengejaran. Tubuh Jansen telah mencapai batas kemampuan maksimal.
Ini juga merupakan kedua kalinya Jansen menderita luka yang begitu serius sejak Jansen menikah. Jansen bahkan boleh dikatakan berjarak selangkah lagi dari kematian.
Namun, pria tua itu telah mengeluarkan perintah untuk menyelamatkan pahlawan Huaxia ini dengan segala cara.
Saat Jansen menjalani perawatan, Arthur dan pria tua itu selalu datang menjenguk Jansen. Ketika mereka melihat cedera Jansen pulih dengan baik, mereka pun merasa lega.
Namun, mereka juga sangat terkejut dengan kebugaran tubuh Jansen.
Setengah bulan kemudian, Jansen akhirnya siuman.
Jansen merasa sakit di sekujur tubuhnya yang penuh dengan bekas luka, tetapi secara keseluruhan semuanya baik-baik saja.
Setelah merasakan Profound Qi di dalam pusat energi, Jansen menemukan bahwa kekuatan Profound Qi yang dimilikinya jauh lebih kuat dibandingkan sebelumnya. Diperkirakan itu mendekati Tingkat Kelima teknik kaisar manusia.
"Sudah siuman!"
Lima belas menit kemudian, banyak orang berdatangan di ruang perawatan.
Ada anggota Tim Macan dan juga Arthur. Mereka semuanya merasa sangat senang.
"Saudara Jansen, kamu memang panjang umur, kamu belum mati juga!"
Arthur bercanda dengan Jansen. Mata Arthur berseri-seri. Arthur benar-benar merasa terharu.
Tiga hari sebelum Jansen dikirim untuk menjalani perawatan, Jansen selalu berada dalam kondisi kritis. Mereka bahkan mengira Jansen tidak akan sanggup melewati masa-masa kritis.
Namun, entah kenapa, ada semacam energi yang membantu Jansen untuk tetap bertahan. Tiga hari kemudian, kondisi Jansen baru berangsur stabil.
"Hehe, istriku sedang menungguku. Aku tentu tidak boleh mati dulu!"
Jansen berkata sambil tertawa.
"Dasar kamu ini, orang pertama yang kamu ingat ketika siuman adalah Elena!"
Glenn yang sedang berdiri dengan bantuan tongkat juga bercanda dengan Jansen.
Di sebelahnya ada Amanda. Mereka semua tahu bahwa Jansen telah menyelamatkan nyawa mereka. Karena itu, mereka sangat berterima kasih kepada Jansen. Mulai sekarang, mereka akan selalu ada untuk Jansen dalam suka maupun duka.
"Sepertinya, semua orang telah pulih dengan cukup baik!"
Jansen memandang kerumunan orang yang mengerumuninya lalu tiba-tiba bertanya, "Bagaimana dengan uang santunan untuk keluarga Macan Emas dan yang lainnya?"
"Sudah diurus!"
Arthur berkata sambil mencoba tersenyum. Di luar uang santunan dari pemerintah, Arthur sendiri juga memberikan uang santunan kepada keluarga mendiang agar keluarga mereka dapat menjalani hidup dengan tenang seumur hidup.
Wajah Jansen langsung murung saat teringat dengan Macan Emas dan yang lainnya.
"Jansen, kita semua telah memilih jalan ini. Kita semua sudah punya persiapan mental!"
Macan Hitam tahu bahwa Jansen jarang mengalami kehilangan orang-orang yang dicintai. Karena itu, Macan Hitam pun menghiburnya, "Meskipun begitu, kita semua tidak menyesal!"
Glenn dan lainnya ikut mengangguk.
Meskipun jalan ini sangat berbahaya dan mereka bisa mati kapan saja, mereka tetap rela mengorbankan jiwa dan raga mereka demi melindungi kepentingan rakyat.
Mempertahankan kedaulatan negara adalah adalah tugas mereka sekaligus juga kehormatan bagi diri mereka.
"Jansen, kamu luar biasa sekarang. Kamu sudah terkenal di seluruh wilayah Militer Huaxia Utara. Ketua tim secara khusus memilihmu!"
"Di seluruh Distrik Militer Huaxia Utara, kamu adalah penembak jitu nomor satu!”
Anggota Tim Macan mengerumuni Jansen dan sibuk berbicara.
"Haha, Jansen sudah siuman!"
Saat ini, seorang pria tua masuk. Dia terlihat sudah berusia lanjut, tetapi tatapan matanya masih sangat tajam, badannya juga masih tegap.
"Ini adalah?"
Jansen pun terkejut melihat pria tua yang terlihat penuh wibawa itu.
"Hormat, ketua
Semua orang memberi hormat.
"Haha, ketika kita sedang tidak bertugas, kita semua tidak perlu terlalu kaku!” Pria tua itu berkata sambil tertawa. Dia terus menatap Jansen, “Jansen, aku sudah mengirimkan video pertempuran kamu ke markas pusat dan menominasikan dirimu sebagai calon Raja prajurit. Setelah pihak markas pusat melakukan peninjauan, kamu berhak menyandang gelar ini!"
Pria tua itu mengeluarkan lencana, "Kamu melindungi negara Huaxia dan menjaga kehormatan tentara Huaxia. Ini adalah lencana kehormatan untukmu!"
"Calon Raja prajurit?"
Jansen sontak kaget. Jansen bergabung dengan militer demi mencapai tujuan ini. Jansen sendiri juga tidak menyangka tujuannya ini akan tercapai.
"Jansen, cepat ambil lencananya!"
Macan Hitam menarik Jansen.
Jansen hendak berdiri, tetapi Jansen juga merasa lapar karena sudah tidak bangun selama setengah bulan. Jansen pun hampir terjatuh dari tempat tidur.
"Tidak apa-apa, di tempat tidur juga boleh!"
Pria tua itu tidak keberatan. Dia pun berjalan menghampiri tempat tidur Jansen lalu memasangkan lencana untuk Jansen.
"Selain itu, kamu mendapatkan peringkat pertama dalam latihan militer. Kamu juga berhasil menumpas semua tentara bayaran yang memasuki wilayah Huaxia. Nilai yang kamu peroleh adalah yang tertinggi di antara enam komando daerah militer. Kamu adalah calon utama Raja prajurit!" Pria tua itu lanjut berkata.
Raut wajah Jansen kembali berubah. Dalam waktu sekejap, Jansen telah menjadi calon utama Raja prajurit.
Ini benar-benar sebuah kejutan.
Macan Hitam dan yang lainnya merasa terkejut karena kenaikan pangkat Jansen berjalan dengan sangat cepat.
"Ketua!"
Jansen buru-buru bertanya.
"Haha, kita sedang tidak bertugas. Kamu panggil aku 'Kakek Carson' saja!" Pria itu berkata sambil tersenyum.
Jansen menggaruk-garuk kepala. Ini adalah pertama kalinya Jansen berjumpa dengan kakek itu, tetapi kakek itu malah sangat mengenal Jansen!