Jansen Scott, Menantu Terbaik

Jansen Scott, Menantu Terbaik
Bab. 27. Tuan Muda Xavier Yang Tidak Beruntung


" Satu Juta seratus Yuan "


Namun , seseorang memotong pembicaraan di waktu yang tidak tepat . Terlihat Xavier sedang berjalan bersama Lisa .


Jelas sekali kalau Xavier ingin melawan Zacky yang mau membeli batu taruhan .


Menurut Xavier , Zacky adalah teman Jansen yang sama sekali tidak bisa mengeluarkan uang sebanyak itu . Namun , terlepas ia akan menggunakannya atau tidak , setidaknya ia menyukai batu itu .


" Kamu ingin mati ? "


Zacky sangat marah . Ia agak ragu - ragu , lalu terus berteriak ,


" 1,2 juta! "


Meskipun keluar Zacky memiliki latar belakang yang cukup bagus , tapi ia bukan dari keluarga pebisnis . Jadi , uang 1,2 juta itu sudah membuatnya menangis darah !


" Hehe , si payah juga belajar taruhan batu ? Pulanglah , ini bukan tempat untuk bermain . "


Xavier tidak menghormati Zacky sama sekali . Ia mencibir dan berkata ,


" 1,5 juta ! "


Orang - orang di sekitar merasa kalau kedua tuan muda konglomerat ini sudah gila . Mereka kesal hanya karena bertaruh pada batu itu !


Zacky menelan air ludah setelah ia menatap Xavier dengan tatapan bangga . Ia merasa aliran darah mengalir deras ke dahinya . Ia ingin berteriak , tapi tiba - tiba seseorang di sampingnya mendorongnya .


Seketika Zacky sadar kalau Jansen dan Nico sudah pergi yang entah kapan sudah menghilang .


Melihat apa yang dimaksud oleh Jansen membuatnya berhenti menawar . Melihat penampilan Zacky seperti itu , Jansen tahu kalau anak ini tidak ingin dinasihati . Ia pun membujuk ,


" Sudahlah , batu itu hanya mantel hijau yang tipis . "


" Dia juga Kakak Jansen kamu . Jadi , aku berikan padamu saja . "


Zacky hanya bisa menganggukkan kepalanya dengan enggan .


" Anak muda , kenapa kamu tidak menawar lagi ? "


Melihat Zacky yang terdiam , Xavier tersenyum dengan bangga .


" Aku pikir aku bertemu dengan orang kaya , tapi ternyata dia orang miskin . Hmph , selama kamu pantas melakukan taruhan batu , kamu bisa mendapatkan bagianmu . "


Xavier melirik Nico yang agak ketakutan . Ia tahu kalau di antara mereka bertiga , Tuan Muda Nico adalah yang paling kaya . Jansen dan Zacky hanya orang miskin .


" Tuan Muda Xavier, tunggu sampai banyak orang yang nonton , kita bagi - bagi sedikit uang pada mereka . "


Lisa juga mempermalukan mereka saat mereka bersedih . Ekspresi kemenangan tampak di wajahnya .


" Kalian jangan terlalu bangga . "


Zacky marah sampai ingin memukul seseorang . Xavier menunjukkan ketidakpeduliannya terhadap Zacky. Ia mengeluarkan ATM nya untuk transfer uang . Ia berkata kepada pedagang itu ,


" Sekarang semuanya sudah jelas . "


Xavier jelas sekali sengaja ingin membuat Jansen dan lainnya marah . Jika mereka membuka harta karun , Jansen pasti akan cemburu sekali .


" Aku tidak tahu , apakah pelanggan ingin ini dipotong , diparut , atau digilas ? "


" Parut atau gilas terlalu lama . Langsung dipotong saja . "


Xavier berkata dengan gagah berani .


Orang - orang di sekitar seketika menunjukkan ekspresi tertarik . Dari dalam lubuk hati mereka , mereka sangat optimis dengan batu ini . Kira - kira batu ini berpeluang sekitar 70 % untuk menghasilkan uang yang banyak .


Seorang master meletakkan batu itu di tempatnya , lalu ia menggambar garis dan memberi isyarat kepada Xavier dengan tatapan matanya .


"Cih!"


Xavier sudah melihat ada muncul satu garis hijau pada tepian batu . Tentu saja dia sangat percaya diri . Tuan itu mengangguk dan mulai memotong sisanya materialnya . Semburan asap pun keluar dan membuat para penonton jadi sangat gugup , terutama Xavier .


Meskipun wajahnya tampak tenang , tapi sebenarnya di dalam hatinya ia sangat tegang . Jika ia kalah taruhan batu yang seharga dua miliar itu , maka hatinya akan sakit selama berbulan - bulan .


" Tidak ada hijaunya ! "


" Apakah permukaannya saja yang hijau ? "


Kata seseorang tiba - tiba dari kerumunan dan tampak kepala dari batu itu saat terbelah , tapi permukaan batu itu berwarna abu - abu !


Wajah Xavier pun berubah drastis dan langsung berteriak ,


Dengan berjudi tiga batu , maka artinya jika potongan pertama tidak beruntung , potongan kedua bisa beruntung , dan potongan ketiga hanya mendapat sisa kasarnya saja .


Seharusnya hari ini bisa mendapatkan hasil potongan kedua . Saat baru memotong untuk potongan kedua , lalu tampak retakannya dan kepala permukaan batunya masih berwarna putih keabu - abuan .


Orang - orang di sekitar pun gempar . Beberapa orang ada yang menyesal dan beberapa lainnya bangga , ada juga beberapa yang diam - diam bersukacita karena mereka tidak membeli batu ini


Wajah Xavier pun berubah ketakutan .


" Tuan Muda Xavier , kenapa semuanya batu ****** ? Di mana batu gioknya ? Di mana gioknya ? Aku menunggumu membuatkan aku gelang giok , lho . "


Meskipun Lisa tidak tahu tentang judi batu , tapi ia masih bisa melihat kalau tidak ada apa - apa setelah batu itu terpotong .


" Gara - gara kamu , aku jadi tidak beruntung . Diamlah ! "


Xavier memaki dan menyuruh sang tuan agar memotong untuk potongan ketiga . Ini adalah potongan yang terakhir . Jika masih belum keluar sesuai harapan , berarti batu ini hanyalah sampah .


Semua orang menatapnya penasaran . Potongan ketiga pun dilakukan , tapi permukaan kepala batunya masih berwarna putih keabu - abuan .


" Potong ! "


Orang - orang pun menghela napas dan mulai bubar satu persatu .


Xavier terpaku di tempat . Lebih dari satu juta yuan uangnya terhanyut . Ia menyesal memarahi ibunya . Setelah pulang nanti , entah bagaimana ia akan menghadapi ayahnya .


" Potong , potong lagi . Aku tidak percaya kalau itu tidak ada ! "


Xavier pun kesal .


Master itu pun merasa canggung , tapi ia paham perasaan Tuan Muda Xavier . Ia berharap bisa mendapatkan giok meski itu kecil . Ia terus memotong , potongan ketiga tetap tidak ada apa - apa , apalagi potongan selanjutnya , tidak ada apa - apa .


Batu besar sebesar bola basket pun dibongkar semuanya , tapi tidak ada satu pun yang mengeluarkan warna hijau .


" Haha , Tuan Muda Xavier, benar apa yang dikatakan pacarmu . Semuanya ini batu ****** . Apakah ****** di rumahmu kurang ? Bagaimana bisa kamu membelinya dengan seharga lebih dari satu juta yuan ? Sudah kubilang , aku punya banyak batu seperti ini di halaman rumahku . Tidak apa - apa , aku bisa memberikannya padamu . "


Sebelumnya Zacky merasa sedih , tapi sekarang ia tak bisa menahan tawanya . Untungnya Kakak Jansen mengingatkan pada Zacky . Kalau tidak , ia akan menderita kerugian .


Mata Xavier sampai kebakaran . Apa pun yang ia ingin katakan , ia hanya bisa berkata dengan penuh emosi . Ia menggandeng Lisa dan berjalan pergi .


" Tuan Muda Xavier, sebelumnya kamu baik - batik saja dan akan memberiku hadiah . Kenapa sekarang malah pergi ? "


Zacky lanjut menjatuhkan mereka . Langkah kaki Xavier yang penuh amarah itu pun terhenti . Ia membeli batu ****** seharga satu juta yuan lebih . Siapa yang tidak frustasi ? Masih ingin hadiah ? Dasar suka cari masalah ! Nico juga berkata dingin .


" Tuan Muda Xavier , ini hanya satu juta yuan lebih , jadi jangan mau kalah . Jangan biarkan siapa pun meremehkanmu . "


" Hanya satu juta yuan lebih . Ini masalah kecil dan aku kalah . Tidak seperti beberapa orang yang pura - pura punya uang padahal tidak punya , bahkan seratus ribu yuan saja tidak punya . "


Xavier tidak ingin kehilangan reputasi di hadapan Tuan Muda Nico, jadi ia berkata dengan tegas .


Jansen menggeleng kepalanya . Xavier hanya bisa menyalahkan diri sendiri dan malas berurusan dengan Xavier . Jansen terus mencari batu giok yang bisa digunakan sebagai liontin .


Namun , tidak ada yang bisa dijadikan liontin batu giok . Jadi , ia tidak punya waktu mengurusi Xavier .


" Bos , berapa harga batu ini ? "


Jansen berhenti di depan kios dan melihat ada batu sebesar telapak tangan . Jansen tidak mendeteksi adanya reiki pada batu ini , tapi batu itu bisa memenuhi persyaratannya atau tidak , ia perlu melihatnya lebih detail .


" Ini datang dari Myanmar , nak . Matamu bagus juga . 50 ribu yuan , ambilah . "


Pemilik kios itu adalah seorang wanita cantik berpakaian modis . Ia tersenyum . Jansen penasaran apakah harga batu itu sepadan . Namun , saat itu terdengar suara lagi ,


" 50 ribu yuan , kan ? Aku mau . "


Xavier tidak tahu kapan yang ini akan keluar . Jadi , ia dengan berani membeli batu yang Jansen inginkan . Pria ini jelas sengaja ingin membuktikan di hadapan Jansen kalau ia memiliki banyak uang .


" Ini hanya kepingan batu seharga seratus juta . Kalau kamu terlalu lama berpikir , batunya akan malang sekali . "


Meskipun sebelumnya Yahya kalah 50 ribu yuan, tapi jika satu juta yuan , ia pasti masih bisa dapat .


Seketika Tuan Muda Nico kesal . Ini adalah batunya . Jangankan satu juta , ia bahkan masih bisa melakukan taruhan lagi . Namun , tiba - tiba Jansen tersenyum .


" Tidak apa - apa , aku kasihkan untukmu . "


Tawa Xavier yang terbahak - bahak tadi pun langsung membeku . Jansen berani berlaku seperti itu ?


Setelah Jansen pergi , Xavier minta bos untuk segera memotong batu itu , tapi di dalamnya hanya ada batu giok sebesar ibu jari . Ia pun kehilangan uang 50 ribu yuan lagi .