Jansen Scott, Menantu Terbaik

Jansen Scott, Menantu Terbaik
Bab. 281. Bahkan Aku pun Tidak Tahu!


" Western Union sebesar itu pasti berharga miliaran yuan, apa Master Fander Shan juga mendapatkan bagian ? "


Kerumunan itu tersentak kaget sampai hampir pingsan , bak seorang rakyat biasa yang sedang berhadapan dengan kaisar !


" Tentu saja ! "


Dion mengangguk , " Tapi aku juga pernah mendengar Kak Shane bilang , saat pertarungan wilayah kala itu , selain master Fander Shan masih ada beberapa master lainnya , salah satu yang terhebat dan yang menentukan kalah menangnya Tuan Marcus . Sosok Tuan Marcus ini adalah sosok yang harus diperlakukan dengan hormat , tapi tentu saja beberapa hal ini adalah gosip dunia Seni Beladiri . Cukup tahu saja , jangan sembarangan berbicara , kalau tidak jangan salahkan aku tidak mengingatkan kalian , jika sampai melanggar aturan dunia Seni Beladiri !


" Oke oke ! "


Mereka buru - buru mengangguk , kemudian begitu mengingat Jansen yang telah menyinggung beberapa tokoh ini , seketika mereka pun tidak bisa tidak berduka untuk Jansen !


" Baiklah , kak Shane telah datang ayo cepat pergi sambut dia ! "


Saat ini , Dion melihat ponselnya dan menggiring banyak orang ke depan gerbang .


Di lain tempat saat ini , Jansen sedang membantu Winnie menjadi saksi . Ini adalah pertama kalinya Jansen menjadi saksi pernikahan . Meskipun begitu dia tetap senang melihat teman sekelasnya menemukan kebahagiaannya sendiri .


" Damian , dia adalah teman sekelasku Jansen , dia adalah kakakku saat waktu kuliah dulu ! " Winnie memperkenalkan pengantin pria kepada Jansen .


" Kak Jansen ! "


Pengantin pria ini terlihat seperti orang yang sangat bijak , dia juga sangat sopan kepada Jansen . Mungkin karena dia juga tahu bahwa berkat pria ini kekasihnya bisa mendapatkan pernikahan seperti ini . Oleh karena itu , dalam hatinya selain ada rasa rendah diri , juga ada rasa syukur yang sangat kuat , apalagi setelah ibu Winnie berhasil disembuhkan , hal ini lebih baik daripada kebaikan sebesar Gunung Everest !


" Kedepannya tolong perlakukan Winnie dengan baik , separuh hidupnya sudah sangat menderita , aku harap kamu bisa membawakan kebahagiaan selama sisa hidupnya ini ! " ujar Jansen seraya tersenyum .


" Kak Jansen , jangan khawatir , aku akan terus memperlakukannya dengan baik seumur hidupku ! "


Pengantin pria memandang ke arah Winnie sembari berkata dengan sungguh - sungguh .


"Jika kamu membutuhkan pekerjaan datanglah ke mall emeral"


"Terimakasih kak Jansen"


Ujar pengantin pria


" Winnie , kemarilah , berikan penghormatan untuk Jansen ! "


Tiba - tiba , ibu Winnie datang dan mengajak Winnie untuk berlutut kepada Jansen sebagai tanda terima kasih .


" Bibi , apa - apaan Bibi ini ! "


Jansen tersentak kaget , lalu buru - buru memberdirikan keduanya , ini bukan zaman kuno mana ada gunanya bersujud .


Selain itu , menyembuhkan orang lain sudah menjadi tugas Jansen , bagi Jansen 10 juta yuan hanya sekedar uang receh jadi untuk apa dirinya menganggap serius uang itu !


Namun pada saat ini , tiba - tiba ada telepon masuk , kemudian Jansen melihat dan menemukan bahwa itu adalah telepon dari Dion , dia sedikit penasaran dari mana Dion mendapatkan nomor teleponnya .


" Jansen aku berada di luar hotel menunggumu . Jangan harap bisa kabur , kabur tidak ada gunanya . Hari ini aku harus memberimu pelajaran ! " Dion sama sekali tidak menyembunyikan niat buruknya.


Namun Jansen hanya tersenyum , Dion ini tidak ada kapok - kapoknya !


Jansen keluar dari hotel saat itu juga .


" Jansen aku akan pergi denganmu . Dion ini dari kuliah memang tidak bisa menerima kekalahan . Dia selalu ingin menjadi yang pertama di kelas , begitu keluar di masyarakat malah semakin menjadi - jadi . Kamu telah mempermalukannya sebelumnya , dia pasti ingin membalasmu ! "


Winnie buru - buru mengikuti . Jansen juga tidak peduli , lagipula sekarang Jansen sudah hampir mabuk karena minum di pesta ini , dan dia masih harus menemani Elena !


Di luar hotel , terlihat Dion dan beberapa orang lainnya berdiri di sana . Mereka semua mengelilingi seorang pria yang berusia sekitar 30 tahun , postur tubuhnya tinggi dengan kumis di wajahnya . Pria itu mengenakan pakaian tradisional dan mengeluarkan temperamen seseorang yang luar biasa !


Dalam masyarakat di era ini , biasanya jika ada orang yang memakai pakaian tradisional , orang lain hanya akan merasa aneh . Sebaliknya jika orang yang berstatus memakai pakaian tradisional , pasti akan memberi kesan bahwa mereka adalah orang hebat !


" Kak Shane , itu orangnya ! "


" Dia pemuda kaya yang suka menghambur - hamburkan uang itu ? " Ujar Shane dengan nada pelan , lalu berteriak memerintah , " Kamu , kemarilah ! "


Ayah Dion dan Master Fander Shan adalah teman dekat . Sekarang karena putranya telah ditindas di Kota Asmenia , Shane pasti akan maju untuk membantu . Terlebih lagi sambil menunggu tuannya datang , Shane juga akan memberikan kontribusi kepada tuannya .


" Kamu memanggilku ? "


Jawab Jansen dengan nada datar sambil menghampirinya .


Winnie yang berada di sebelahnya hendak menarik Jansen , tetapi dia terlalu lambat karena hatinya dipenuhi kekhawatiran . Sekilas dia bisa tahu bahwa pria itu bukanlah orang biasa , mana mungkin bisa disinggung !


Winnie lebih gesit daripada Jansen , dia langsung berhenti di depan Jansen dan berseru , " Dion , Jansen adalah teman sekelasmu , kenapa kamu tega sekali menindasnya seperti ini ! "


" Menindas dia ? Benar sekali aku sedang menindasnya . Sudahlah Winnie , ini bukan urusanmu , minggir sana ! " seru Dion dengan nada yang sinis .


Simon yang berada di dekatnya menatap Jansen dan berteriak , " Jansen , bukankah kamu sangat mampu ? Bukankah kamu sangat kaya ? Aku mau lihat apakah uangmu masih berguna di hadapan Kak Shane ! "


" Kak Shane ? "


Jansen tersenyum mencibir , lalu menarik Winnie ke belakang dan langsung menatap Shane ini dari atas sampai ke bawah . Jansen pun menemukan bahwa Shane ini adalah seorang ahli seni bela diri , keahliannya diperkirakan pada level Kuning Menengah , tidak heran kenapa sesombong ini !


Melihat paras Jansen yang acuh tak acuh , Dion pun langsung berkata dengan penuh nada sombong , " Aku adalah murid utama Master Fander Shan , wakil Asosiasi seni beladiri di Kota Asmenia . Mungkin bocah desa sepertimu tidak mengenal Master Fander Shan . Jadi Master Fander Shan adalah seorang yang terhormat dari segi bisnis , politik bahkan di dunia gelap , bahkan di depan publik sekalipun dihormati ! "


" Master Fander Shan ? "


Jansen dengan raut wajah anehnya tiba - tiba merasa iba untuk Shane . Setelah berlama - lama seperti ini ternyata hanya karakter seperti ini yang muncul . Entah bagaimana tiba - tiba Jansen tidak membenci Dion , melainkan merasa lucu karena ketidaktahuannya !


" Dion meskipun kamu mengincarku , tapi bagaimanapun kamu tetap teman sekelasku, juga sebenarnya aku tidak terlalu membencimu , " ujar Jansen dengan nada yang datar , " bagaimanapun kedepannya nanti kita juga akan jarang bertemu. Masalah sebelumnya lupakan saja ! "


" Apa ! "


Dion tersipu , wajahnya memerah padam !


Mengetahui maksud dari ucapan Jansen , tampaknya Jansen sudah tidak peduli lagi dengan mereka , tetapi situasi saat ini sangat penting bagi Dion .


" Huh ! "


Julia menghela napas berat .


Dari awal dia sudah berspekulasi bahwa Jansen merasa dirinya sangat kaya , maka daripada itu dia tidak takut pada apapun . Namun , Jansen tidak tahu bahwa di atas langit masih ada langit , dia benar - benar tidak tahu seberapa dalam air di Kota Asmenia , berapa banyak orang yang lebih kaya darinya .


Uang , meskipun sangat penting tetapi terkadang , koneksi lebih penting !


" Kamu tahu Master Fander Shan ? " Shane mengerutkan keningnya tiba - tiba .


" Aku kenal ! " Jansen mengangguk .


" Karena kamu mengenalnya lantas kenapa kamu tidak takut denganku , aku itu murid utamanya dan aku pernah melihat para pemimpin bisnis di Kota Asmenia , bos dunia Seni Beladiri bahkan bos resmi . Aku hanya perlu mengatakan sepatah kata dan para industri besar ini akan menekanmu , mereka tidak akan membiarkanmu terus berkarir di Kota Asmenia ! " seru Shane dengan datar .


" Haha , jika mastermu itu mengetahui perihal ini , sepertinya dia malah akan memukulmu sampai gigimu berceceran di lantai ! " Jansen menggelengkan kepalanya sambil tersenyum .


" Kamu ! "


Ekspresi wajah Shane menjadi murka , tetapi dia juga merasa sangat aneh . Pemuda ini mengenal tuannya , seharusnya dia tahu kalau tuannya memiliki kekuatan yang besar di Kota Asmenia . Tetapi kenapa dia tidak takut pada tuannya ? Lantas apa mungkin latar belakangnya tidak sesederhana itu ?


" Apakah kamu kenal dengan presdir PT . Worse Dark ? Atau apa kamu kenal dengan pemilik tempat dari Perguruan Wushu? Empat Raja Surgawi , apakah kamu kenal ? "


Shane mampu menggantikan Master Fander Shan memimpin para murid. Dia juga memiliki beberapa metode , maka daripada itu dia tidak langsung membuat gerakan impulsif , melainkan memahami pemuda ini dulu .


" Semua yang kamu katakan ini , aku tidak mengenalnya ! " seru Jansen seraya menggelengkan kepalanya .