Jansen Scott, Menantu Terbaik

Jansen Scott, Menantu Terbaik
Bab. 148. karaoke Bidadari


" Jansen, mulai detik ini , tidak peduli apa yang kamu lakukan, aku akan menjadi lawanmu , kita lihat saja bagaimana kamu akan menemaniku bermain ! "


Ervan menyulut sebatang rokok , asap rokok yang dia hembuskan membentuk lingkaran di udara , hatinya terasa sangat senang .


Di tempat lain , setelah selesai makan , Jansen , Elena dan yang lainnya pergi ke tempat karaoke di daerah selatan , tempat itu bernama Karaoke Bidadari .


Tempat karaoke ini letaknya dekat dengan laut , lingkungannya bisa dibilang bagus tapi harganya juga termasuk mahal.


" Hehe , kebetulan aku kenal dengan manajer di sini , aku sudah memintanya untuk memberikan ruangan besar untuk kita ! "


Pemuda dengan wajah yang putih dan bibir merah itu mengenakan kemeja mewah.


Tidak bisa dipungkiri, dia terlihat tampan dan tubuhnya juga tinggi , mirip seperti selebriti ! Pemuda itu adalah pacar dari Salsa , Boy Peterson.


Lusi dan Mona juga memanggil pacar mereka , orang - orang muda ini berkumpul bersama , topik yang bisa dibicarakan juga banyak .


" Salsa , pacarmu sangat tampan , aku boleh meminjamkannya beberapa hari tidak? "


Sepanjang jalan menuju tempat karaoke , wajah Lusi dipenuhi ekspresi cemburu.


" Hehe , pacarku ini bukanlah orang yang mudah berpaling . Kalau kamu mengejar dia sekali pun , belum tentu akan berhasil ! "


Salsa yang mendapat pujian dari teman - temannya , dalam hati merasa sangat senang .


Salsa kemudian berkata sambil tertawa , " Saat ulang tahunku waktu itu , pacarku membelikanku mawar sebanyak 9999 batang . Waktu itu dia menaruh mawar itu di sepanjang jalan pulang dari kantor , sangat romantis ! "


" Wah , aku benar - benar iri , coba - coba , ada hadiah apa lagi ? "


Mona dan yang lainnya menjadi tertarik , lalu mereka bercerita kalau sewaktu ulang tahunnya , pacarna hanya menemani dia menonton film saja.


Tentu saja , setelah itu pacarnya memberikan kalung berlian untuk menghiburnya .


" Elena , bagaimana dengan suamimu ? " Mona tiba - tiba melihat ke arah Elena . Elena langsung terpaku .


" Jangan bilang , waktu ulang tahunmu , dia tidak memberikanmu apa - apa ya . Kalau memang tidak memberi hadiah , paling tidak dia mengajakmu jalan - jalan atau nonton film , ' kan ? "


" Jangan tanya , melihat ekspresi Elena sepertinya tidak ! "


" Aih , Elena , bukankah aku sudah menasihatimu , suamimu seperti ini , seharusnya kamu berpisah dengannya . Dia sama sekali tidak bisa memberikanmu kebahagiaan . Dengan wajah seperti kamu ini , cari laki - laki seperti apa pun juga semudah minum air ! "


Salsa dan yang lainnya terus melanjutkan cemoohannya , terlebih lagi Salsa , dia sangat tidak menyukai Jansen .


Salsa lalu berkata , " Keluarga pacarku yang punya Toko 4S . Aku kenal banyak orang kaya , kalau kamu mau besok aku akan memperkenalkanmu pada mereka ! "


" Sembarangan , aku sudah menikah , bagaimana bisa kamu bilang pisah begitu saja . Lagi pula , Jansen tidak seburuk yang kamu katakan , ayah dan ibuku juga sangat menyukai dia ! " Elena tidak bergeming menghadapi cemooh dari Salsa .


" Kamu terlalu mudah percaya orang , kamu harus lebih berhati - hati . Waktu juga kamu sudah melihatnya sendiri , suamimu jalan dengan wanita lain di belakangmu . Jangan - jangan kamu baru akan percaya saat mereka sudah naik ranjang ! " Salsa memutar bola matanya .


Di bagian belakang , Boy dan yang lainnya mengobrol dengan bahagia .


" Bro , kamu ini , Elena yang begitu cantik saja bisa jatuh ke tanganmu , bahkan kamu bisa menikahi dewi seperti dia . Coba bagi info , kamu mengeluarkan berapa banyak uang untuk mendapatkannya ! " kata Boy sambil tertawa sinis .


" Boy , mereka itu pasangan serasi , mana perlu uang ! " kata pacar dari Mona yang mengenakan kacamata itu .


" Hanya becanda , di zaman sekarang ini , cari pacar mana mungkin tidak butuh uang . Asalkan rela mengeluarkan uang , tidak ada wanita yang tidak bisa didapatkan oleh laki - laki ! " kata Boy pelan - pelan .


Semuanya saling melirik satu sama lain , mereka merasa itu merupakan rahasi umum karena itu mereka hanya bisa tersenyum .


Tetapi Jansen bisa melihatnya , pacar dari Lusi dan Mona ini hanya memaksakan senyumannya , hanya Boy saja yang benar - benar tertawa dari lubuh hatinya .


Sepertinya laki - laki ini sudah menghabiskan banyak uang demi mendapatkan hati wanita . Tentu saja , itu merupakan haknya , bagaimana pun juga dia juga belum menikah , hanya sekedar pacaran .


" Lain kali , lain kali pasti akan ada kesempatan ! " Pacar dari Lusi tertawa .


" Bro Jansen , bagaimana denganmu ? Jangan - jangan kamu tidak berani datang ya . Sejujurnya , laki - laki itu harus punya istri di rumah dan punya simpanan di luar , kamu jangan terlalu lurus begitu . Saat harus menikmati kamu harus menikmati sebaik - baiknya , aku yang traktir ! "


Boy tiba - tiba melihat ke arah Jansen dan berkata.


" Lain kali kalau ada kesempatan , jangan lupa telepon aku , " jawab Jansen setengah hati .


Tidak lama , mereka semua masuk ke dalam Karaoke Bidadari. Kemudian seorang wanita dengan dandanan yang tebal datang menghampiri mereka .


Wanita itu berkata sambil tersenyum , " Eh , Tuan Boy , sudah lama tidak ke sini ! "


Boy diam - diam memberikan isyarat mata kepada wanita itu dan berkata , " Hari ini aku membawa beberapa teman ke sini , ruangan besar sudah disiapkan , ' kan ! "


" Sudah , sudah ! "


Wanita itu melirik sekilas ke arah Elena dan yang lainnya , dia sadar sepenuhnya tapi diam - diam dia terkejut saat melihat paras cantik Elena .


Lalu , mereka semua berjalan melalui koridor , mereka hanya melihat di sepanjang koridor ada wanita - wanita muda yang mengenakan terusan cheongsam pendek , sepatu hak tinggi dan stoking hitam . Di bawah sinar lampu , semuanya terlihat sangat menggoda .


Boy dan yang lainnya diam - diam mengaggumi wanita - wanita itu , tentu saja mereka hanya berani melihat tapi tidak berani bertindak apa - apa .


Mereka semua kemudian masuk ke dalam sebuah ruangan . Setelah memesan minuman , mereka mulai minum - minum .


" Semuanya , ayo diminum , hari ini harus bersenang - senang ! " kata Boy sambil tertawa dan menuangkan minuman untuk semua orang .


" Boy , sepertinya ada yang tidak beres dengan tempat ini , aku dengar yang punya tempat ini adalah bos besar dan bisnisnya tidak bersih , " bisik Lusi .


" Tenang saja , Boy kenal dengan pemilik tempat ini , tidak akan ada masalah . Lagi pula , Boy juga kenal dengan Kakak Jacki dan preman - preman di sekitar sini . Tahun lalu saat aku pergi dengan Boy , kami bertemu sedikit masalah , hampir saja berkelahi , untungnya kakak iparnya Boy datang , mereka sama sekali tidak berani mencari masalah , bahkan malah membayar bon kami , mereka tidak akan mencari masalah lagi ! " Salsa tertawa , nada bicaranya terdengar bangga .


" Wah, ternyata Boy begitu hebat . Salsa , pacarmu hebat ya , tidak hanya di depan saja , tapi juga kenal jalan belakang ! "


Lusi dan Mona langsung merasa tenang , tetapi dalam hati mereka juga merasa iri .


Boy ini sangat tampan , memperlakukan orang dengan baik , kemampuannya juga hebat , ditambah lagi keluarganya punya Toko 4S , bisa dibilang dia merupakan pangeran berkuda putih.


Memikirkan hal ini , mereka melihat lagi ke arah pacar mereka masing - masing , diam - diam mereka merasa kesal , sama sekali tidak bisa dibandingkan dengan Boy !


Tentu saja , suami Elena lebih payah lagi . Fakta ini membuat hati mereka sangat terhibur .


Saat berbicara dengan mereka , Boy diam - diam melirik ke arah Elena . Ketika dia melihat Elena tidak bergeming , dalam hati dia merasa sedikit kesal .


Tiba - tiba Salsa berkata , " Siapa yang pilih lagu ini '? "


" Aku yang pilih ! "


Elena segera berjalan lalu berdiri di depan layar dan mengambil mikrofonnya .


Semuanya sedang berbincang - bincang , tetapi saat suara Elena yang bernyanyi terdengar di ruangan , semua orang tanpa sadar menjadi diam . Karena suara Elena sangat merdu .


" Ckck , Elena itu sudah cantik , badannya bagus , bahkan suaranya juga begitu merdu ! "


kata Lusi dan yang lainnya dengan iri .


Mereka melirik pacar mereka masing - masing dan mendapati pacar mereka semua terpesona oleh Elena .


Mereka diam - diam mendengus kesal .


Tapi mereka juga tidak bisa mengingkari bahwa mereka salut pada Elena , karena Elena menyanyikan lagu itu dengan sangat indah , bahkan lebih merdu daripada selebriti . Setelah Elena selesai bernyanyi , semuanya . lantas bertepuk tangan.