Jansen Scott, Menantu Terbaik

Jansen Scott, Menantu Terbaik
Bab. 768. Permohonan Maaf Di Muka!


"Sekarang masih belum mencapainya, tapi aku percaya dengan ketekunan dan kegigihan yang aku miliki, aku pasti bisa mencapainya!"


Elena tidak terkejut dengan jawaban Jansen dan tahu bahwa Jansen masih marah.


Akan tetapi Jessica sudah mengingatkan Elena bahwa dia telah melewatkan beberapa kesempatan. Dia harus mau berjuang dan tidak gengsi!


Bagaimanapun, Jansen bukan lagi menantu seperti dulu. Mereka sudah bercerai dan semua dimulai dari awal lagi.


Jansen menyipitkan mata sedikit. Faktanya, Jansen datang atas perintah kakek, karena itu ia tidak memberi muka dan akan segera pergi setelah selesai bicara, maka dia tidak memerhatikan tata


krama berbicara.


Kalau masih Elena yang dulu, dia pasti akan marah dan bahkan menjauh.


Akan tetapi Elena yang sekarang tidak begitu, bahkan membuat Jansen merasa seperti bermuka tembok.


Jansen yang berwatak lembut ketika dihadapi dengan sikap kelembutan Elena seketika menjadi tak berdaya.


"Elena, kamu sudah banyak berubah. Apakah Keluarga Miller yang meminta kamu ke sini?"


Jansen mencibir, "Aku sudah memberikan dua miliar sebagai biaya perpisahan, apakah Keluarga Miller masih merasa tidak cukup?"


"Bukan Keluarga Miller yang meminta aku ke sini, aku yang datang sendiri!"


Elena mengumpulkan keberanian dan berkata, "Aku akui bahwa dulu aku berpihak pada Keluarga Miller membuat kamu sangat sedih, tetapi orang tua aku juga bagian dari


Keluarga Miller. Aku tidak mungkin bisa menentang mereka. Tentu saja, aku menyesal setelah itu dan ingin berkomunikasi dengan kamu, tetapi Keluarga Miller mengalami tragedi,


kakek pun sudah pergi. Aku sama sekali tidak punya kesempatan untuk berkomunikasi dengan kamu!"


"Hati aku sangat bingung saat itu. Meskipun aku dan kakek hanya memiliki hubungan darah, aku tetap saja keturunan Keluarga Miller dan bertanggung jawab atas peristiwa itu"


Setelah mendengar ini, Jansen terus mencibir, "Jadi kamu mencurigai aku? Menjadi musuh dengan aku?"


Elena bergegas berkata, "Aku mengaku sudah mencurigai kamu, tapi tidak menjadi musuh dengan kamu!"


"Elena, pernikahan itu sangat suci, bukan permainan anak kecil, tidak bisa dihubungkan atau dipisahkan begitu saja atas kemauan kamu!," Jansen sama sekali tidak memberikan


muka.


Elena langsung menundukkan kepalanya.


Sebenarnya, sudah sangat tidak mudah untuk dia mau menjelaskan begitu banyak.


Elena segera mendongak lagi, "Aku tahu, jadi aku tidak mengharapkan apa-apa. Aku hanya mau berbaikan. Entah kamu mau maafkan aku atau tidak, aku tetap ingin memperjuangkannya. Aku mau mengatakan aku sudah salah, maafkan aku!"


Ini adalah pertama kalinya sejak perceraian mereka Elena meminta maaf di muka Jansen.


"Kakak Ipar, ayolah maafkan kakak Elena!"


Saat ini, sesosok tubuh berlari dan berteriak kepada Jansen, itu adalah Ricky Miller.


"Aku bukan kakak ipar kamu!"


Melihat Ricky, Jansen menjadi tidak senang.


Jansen telah meremehkan Ricky, bocah ini tidak hanya tidak pergi, bahkan tambah tidak tahu malu berkata, "Kakak Ipar, aku sudah mengetahui kesalahan aku. Walaupun kamu tidak memaafkan aku, setidaknya memaafkan kak Elena!"


Jansen tidak bisa menahan diri berteriak, "Keluar!"


"Baik, aku pergi!"


Ricky tidak berani membuat Jansen kesal, nurut seperti cucunya.


Jansen menggelengkan kepalanya dengan tidak berdaya. Sebenarnya, dia berharap Ricky bersikap gigih dan terus menentangnya. Namun, Ricky mengecewakannya. Tak heran Kakek Miller tak percaya kepada generasi


muda keluarga Miller.


"Ricky?"


Saat ini, Cyril dan yang lainnya akhirnya berlari keluar memanggil serta berteriak seolah-olah mereka mengenal Ricky.


Cyril juga dengan sopan menyapa Elena, "Nona, Aku kencan buta kamu, bernama Cyril, yang sudah berjanji dengan Bibi Renata!"


Ricky mendengar kata kencan buta, langsung berteriak, "Pergi!"


Hubungan Ricky dan Cyril sangat buruk. Selain itu, Ricky hanya menerima Jansen sebagai kakak iparnya. Cyril bukan apa-apa!


"Ricky!"


Cyril memendam kemarahannya, tapi tetap bertahan.


Cyril mengira Nona belum pernah melihat pria sebelumnya. Setelah melihat dirinya yang sempurna, pasti akan menendang pergi si pecundang yang malang ini!


Namun, sebelum sempat berbicara lagi, Elena langsung menjawab.


"Pergi!"


Elena menghadiri undangan kencan ini, sebenarnya untuk mencari kesempatan meminta maaf kepada Jansen, jika tidak, mana ada waktu luang.


Cyril cemas, "Elena, nama ku Cyril Cyril, lulusan universitas terkenal di luar negeri, keluarga ku memiliki beberapa rumah mewah di ibu kota, belasan mobil mewah, serta ratusan ribu uang saku sebulan!"


Ahli waris kaya yang di belakangnya juga ikut cemas.


Cyril bisa dibilang memiliki penampilan, uang dan bakat. Nona ini tidak mungkin bersikap acuh tak acuh.


Nada Elena tetap sama. "Keluar, jangan ganggu aku!"


Cyril merasa malu. Dia malah menatap Jansen dan hampir muntah darah.


Sebelumnya, mereka sopan di muka, sedang menyaksikan pertunjukan bagus ini. Mereka bahkan merasa bahwa pecundang malang seperti Jansen benar-benar memicu keberadaan pria mapan seperti dia!


Tapi bagaimana dengan sekarang?


Nona Elena lebih memilih pecundang malang daripada pria yang mapan!


"Cyril, Dokter Jansen adalah dokter yang terkenal di Ibu Kota!"


Saat ini, sebuah suara menyela dan terlihat Aidan datang dengan setelan rapi, tetapi wajahnya suram!


Sebenarnya Cyril yang menggantikan Aidan datang ke kencan buta hari ini. Bagaimanapun, jika Aidan datang dengan sendirinya, pasti akan ditolak oleh Keluarga Miller. Makanya, dia ingin mengajak Elena keluar dulu, kemudian akan ada cara untuk menumbuhkan perasaannya!


Siapa tahu Jansen datang membuat masalah lagi!


"Cih, dokter mana bisa bersaing dengan kita!"


Cyril dengan wajah tidak peduli, bahkan sudah tahu identitas Jansen, tetap saja tidak menghiraukannya.


Mereka ini memiliki kekayaan puluhan miliyar, dokter terkenal dunia saja tidak dipandang, apalagi dokter yang hanya terkenal di Ibu Kota.


Ricky langsung kesal, memarahi, "Kalian kelompok sampah ini tidak pantas dibandingkan dengan kakak ipar aku, bukan hanya kalian saja, bahkan Aidan pun tidak layak!"


Selesai bicara, dengan sombong menatap Aidan.


Wajah Aidan tenggelam. Dulu kalau Ricky bertemu dia suka memanggil kakak Aidan. Sekarang sayapnya sudah keras. Bahkan sekarang berani menginjaknya.


Dengan dingin Aidan berkata, "Ricky, aku kasih kesempatan lagi untuk mengulangi perkataan sebelumnya!"


"Berapa harga sebuah kesempatan, Aidan, kakak ipar aku adalah Jansen, kamu minggir sana!"


Usai kata, Ricky menunjukkan senyum murahan sambil mendekati Jansen. Kakak Ipar aku ada di sini. Aku tidak takut kamu!


Aidan sangat geram, dengan dingin berkata kepada Jansen, "Jansen, kamu dan Elena telah bercerai, kamu ingin campur tangan dalam masalah ini!"


Jansen mencibir, "Perceraian tidak ada urusannya dengan mencampur tangan. Apa yang mau aku lakukan masih perlu mendengarkan perintahmu? Pergi!"


Aidan kembali geram, ingin menembak Jansen, tapi dia tidak berani.


"Kak Aidan, dia ini hanya seorang dokter saja, hanya pemuda pecundang!"


Disisi Cyril, seorang pemuda bernama Bimo Palmer keluar, menunjuk Ricky dan berkata, "Ricky, kamu hanya tuan muda yang bangkrut, masih berani menentang keluarga


kami. Kamu sungguh berani ya!"


"Berlutut atau aku akan memukulmu sampai mati!"


Ricky sangat marah, "Beraninya kamu memaki orang!"


"Apa yang salah dengan memaki kamu, pecundang, kalau berani kamu balas!" Bimo tampak menghina.


"Aku orang yang lembut, tidak bermain dengan tangan dan kaki!"


Ricky juga ingin menjadi tangguh, tetapi lehernya segera menyusut.


Alhasil, tidak hanya Jansen yang kecewa, tapi Elena jugan sangat kecewa. Ricky adalah satu-satunya anak laki-laki Keluarga Miller. Kenapa dia begitu tidak gagah?


Elena mengerutkan kening, "Ricky, apa yang kamu takutkan, kakak iparmu, tidak, Jansen ada di sani!"


"Aku tahu, hanya saja, aku tidak bisa mengalahkannya!"


Ricky malah bersembunyi di belakang Elena.