Jansen Scott, Menantu Terbaik

Jansen Scott, Menantu Terbaik
Bab. 927. Kartu Keluarga Yiwon!


Bab. 927. Kartu Keluarga Yiwon!


Bruk!


Telapak tangannya tidak mengenai Michael, namun hanya memukul tanah bawah kakinya!


Baru saat itulah Michael berani membuka matanya dan menatap Jansen dengan gemetar.


Tidak ada sepatah kata pun yang bisa diucapkan!


Hal yang dia rasakan hanyalah kekaguman.


Sebaliknya, wajah Jansen tetap tenang tanpa ada rasa senang. Lagi pula, Michael sebenarnya tidak bisa disebut sebagai lawan!


Walaupun telah mengalahkan Michael, dia tidak merasakan apa-apa. Bahkan dia jauh lebih senang saat menyembuhkan pasien yang demam!


Bruk, bruk!


Saat itu, puncak gunung yang dihantam oleh Jansen mulai runtuh.


Orang-orang di tebing seberang sudah lama tertegun!


Michael baru saja berteriak untuk mengakui kekalahan, sungguh sulit dipercaya!


Apalagi Jansen benar-benar menghancurkan puncak gunung dengan sabetan telapak tangan. Ini bukan manusia, dia hanyalah seorang ahli yang tak tertandingi.


Madison juga terlihat syok. Dia tidak bisa memahami kemampuan Jansen. Kekuatan macam apa yang dimiliki anak ini?


"Gawat!"


Setelah itu, dia berteriak saat melihat gunung runtuh dan keduanya akan jatuh ke tebing.


Meskipun kedua orang ini memiliki keterampilan seni bela diri yang baik, namun puncak gunung itu sangat tinggi. Walaupun tidak mati, mereka tetap akan terluka parah!


"Bagus!"


Aidan tiba-tiba berteriak. Dia juga terkejut dengan kekuatan Jansen yang mengerikan itu. Dengan beberapa serangan saja, orang yang berbakat seperti Michael bisa dikalahkan. Apakah ini Jansen yang dia kenal dulu?


Tapi sekarang, Jansen akan jatuh ke tebing menuju kematiannya!


"Lihat!"


Tiba-tiba, seseorang di sebelahnya menunjuk jalan di depan.


Dia melihat sebuah sosok yang terus-menerus menginjak bebatuan yang berjatuhan dari puncak yang runtuh.


"Apa!"


Semua orang terkejut. Ilmu ringan badan seperti apa yang meluncur seperti itu?


Dalam sekejap mata, Jansen tiba di atas tebing, semua orang menatapnya kaget, tidak bisa mengucapkan sepatah kata pun.


"Jansen, di mana muridku!"


Sesaat kemudian, Madison akhirnya berkata dengan suara yang dalam.


"Jatuh!"


Jansen menjawab dengan santai.


Pupil mata Madison bergetar dan dia menatap Jansen seperti ingin memahami asal usul pria di hadapannya.


"Jansen, kamu belajar dari sekte apa? Katakan yang sebenarnya!"


Seseorang di sebelahnya tahu apa yang dipikirkan Madison dan segera berkata dengan marah, "Tuan Muda Michael adalah murid Master Madison. Berani-beraninya kamu membunuhnya di hadapan Master. Kamu harus bertanggung jawab!"


Ia tahu bahwa Madison pasti sangat marah, tapi supaya tidak malu, dia tidak bisa menyerang Jansen, jadi dia harus maju.


"Bagaimana kamu bisa yakin bahwa Michael sudah mati? Lagi pula, aku melawannya dengan adil, hidup atau mati itu tergantung nasibnya!" Pandangan Jansen langsung tertuju pada Madison, dia sedikit penasaran.


Kekuatan pria tua ini sangat bagus, kemungkinan sudah mencapai tingkat Transcedent.


Jansen juga di tingkatan yang sama, dia jadi penasaran siapa yang lebih kuat.


"Jansen, Master Madison ada di hadapanmu, masih saja berani bersikap kasar. Lebih baik kamu berlutut dan memohon ampun sekarang juga!"


Melihat sikap tenang Jansen, pria yang berbicara tadi menjadi makin marah.


Jansen menggelengkan kepalanya dan tiba-tiba muncul di depan pria itu, memegangi kepalanya dan menghantamkannya dengan keras ke tanah.


Bruk!


Hantamannya kencang sekali, semua orang pun kaget karena suaranya.


Saat Jansen menyerang Michael, masih bisa dimaklumi karena Michael sendiri telah membuat perjanjian untuk bertarung, tapi sekarang Jansen langsung menyerang tanpa sebab, bahkan di depan Madison.


Ini sama saja seperti mempermalukan Madison!


"Jansen, beraninya kamu mempermalukanku, aku akan membunuhmu!"


Orang yang lehernya dipegang meraung seperti orang gila!


Bruk!


Jansen kembali membenturkan kepala orang itu ke tanah, batu keras yang di tanah itu pun sampai retak!


Jansen berkata dengan tenang, dia pun mengabaikan Madison.


"Dulunya aku adalah seorang tetua Sekte Kunlun, bahkan sekarang aku salah satu anggota Sekte Bangau Putih. Kalau kamu berani menyentuhku, berhati-hatilah dengan keluarga dan teman-temanmu. Memangnya kamu sanggup melawan kekuatan besar dari orang-orangku?" pria itu kembali meraung.


Bruk!


Jansen menghantam kepala orang itu dengan lebih kuat, dan batu itu pun hancur bersamaan dengan tempurung kepala orang itu mengeluarkan sedikit materi otak yang mengalir keluar.


"Jangan mengancam aku dengan keluarga aku. Selain itu, Sekte Kunlun-mu itu sudah kumusnahkan, pemimpin dan tetua semuanya dibunuh olehku. Seluruh anggota sekte sudah kubinasakan!" ucap Jansen.


Para ahli bela diri di sekitar gemetaran. Pria di hadapan mereka tampak kejam, berdarah dingin dan brutal!


Mereka tidak tahu apakah orang itu masih hidup, tapi mereka yakin Jansen ini bukanlah orang baik!


Madison awalnya tidak dapat menahan marahnya, tetapi sesaat kemudian dia tercengang.


Jansen bilang, dia yang membunuh Sekte Kunlun?


Tiba-tiba, dia teringat rumor dunia jianghu beberapa waktu lalu. Sekte Kunlun mengalami serangan penembak jitu oleh seorang ahli, dan semua ahli sekte itu binasa. Orang-orang yang tersisa bahkan tidak bisa meninggalkan gunung!


Apakah orang yang menyerang waktu itu Jansen?


Ia makin penasaran dengan anak muda ini.


Anak muda dengan seni bela diri seperti itu, dari manakah asalnya? Mengapa sebelumnya dia tidak pernah mendengar tentang Jansen?


Apakah dia muncul begitu saja? Tidak mungkin!


"Jansen, siapa kau!"


Madison bertanya sebelum dia mulai.


"Ketua Asosiasi Kedokteran Nasional Huaxia, Presiden Asosiasi Pengobatan Tradisional, dan Dokter Jansen dari Aula Xinglin!" ucap Jansen sambil berdiri.


Madison sangat marah. Jabatan omong kosong itu tidak berarti baginya. Dia pun berkata dengan dingin, "Aku tanya sekali lagi, di dunia jianghu, sekte apa yang kamu ikuti dan siapa yang kamu kenal!"


"Tidak ikut sekte apa pun, tidak mengenal siapa pun!"


Jansen tidak mengatakan apa pun tentang sekte Wudang karena tidak ingin melibatkan mereka.


Tiba-tiba, dia mengeluarkan kartu dan melemparkannya ke Madison, "Kalaupun ada, mungkin orangnya pemilik kartu ini!"


"Jangan mempermainkan aku!"


Madison mengambil kartu itu, tapi hanya dipandang sebelah mata, paling hanya kartu bank atau semacamnya tidak berguna sama sekali!


Orang-orang seperti mereka yang berlatih seni bela diri, jangankan kartu bank, tidak sulit untuk membangun banknya langsung!


Dia dengan marah melemparkan kartu itu dari tebing dan berteriak, "Jika kamu tidak mengatakan yang sebenarnya, jangan salahkan kalau aku menyerangmu!"


"Master Madison, di kartu itu sepertinya ada kata Yiwon!"


Tiba-tiba, seseorang di samping berteriak ngeri.


Madison yang awalnya tidak bereaksi, tetapi seperti teringat sesuatu, dia menggunakan jurusnya untuk turun mengambil kartu itu.


Sesaat kemudian, dia bergegas naik, melihat kartu di tangannya sambil gemetar!


Kartu itu memang memiliki kata Yiwon, dan tidak ada kata apa pun selain itu. Kartu itu berat, tidak seperti plastik, tetapi seperti logam!


"Yiwon? Kamu mengenal seseorang dari keluarga Yiwon?"


Madison menatap Jansen dengan heran.


Sebelumnya, dia mengira itu adalah kartu bank, tetapi setelah dipikir-pikir, kartu ini memang berasal dari keluarga itu!


Keluarga Yiwon merupakan keluarga yang misterius, memiliki sejarah panjang dan prestise besar di dunia jianghu. Bahkan pemilik sebenarnya di balik Sekte Arhat adalah keluarga Yiwon!


Keluarga ini juga merupakan keluarga elit utama dari delapan keluarga elite Ibukota. Banyak yang mengatakan bahwa leluhur mereka adalah kaisar, asal-usul mereka sangat melegenda di dunia jianghu.


"Mungkin!"


ucap Jansen sambil mengangguk.


Madison dan semua orang tersentak. Tidak disangka Jansen kenal dengan Keluarga Yiwon.


Aidan Woodley yang dari tadi menikmati adegan di hadapannya pun tercengang. Keluarga Woodley saja tidak memiliki koneksi apa pun dengan Keluarga Yiwon itu. Bagaimana cara Jansen bisa kenal dengan orang-orang seperti mereka!


"Master Madison, jangan dengarkan omong kosongnya. Kartu ini pasti palsu!"


Aidan berteriak dengan cemas.


"Kamu yang diam!"


Setelah itu, dia memberikan kembali kartu itu pada Jansen dan berkata dengan samar, "Kamu mengenal seseorang dari Keluarga Yiwon, jadi mari kita lupakan saja masalah ini!"


Sebagai seorang senior di dunia jianghu, dia tahu bahwa kartu ini mewakili Sekte Arhat.


Setinggi apa pun senioritasnya, dia tidak mungkin menyinggung sekte tersebut. Bagaimanapun, Sekte Arhat juga merupakan aliansi seni bela diri yang besar.


"Muridmu ada di kaki gunung. Kalau cepat diselamatkan, harusnya tetap bisa hidup!" ujar Jansen sambil mengangguk.