Jansen Scott, Menantu Terbaik

Jansen Scott, Menantu Terbaik
Bab. 151. Apakah kamu dr. Jansen?


" Ah ! "


Darah segar mengalir dari kepala Rommy , dia mengerang kesakitan .


" Barusan kamu bilang apa ? "


Jansen terus menatap Rommy .


" Pergi , kami akan pergi ! "


Rommy memegang kepalanya , dengan wajah yang penuh darah dia berlari keluar . Keluar dari ruangan itu , wujudnya membuat para wanita penghibur terkejut.


Setelah Rommy meninggalkan ruangan , orang - orang di dalam ruangan baru tersadar , semuanya melihat Jansen dengan terkejut .


Tidak ada yang menyangka bahwa Jansen seorang diri berhasil mengusir preman - preman yang galak tadi .


" Kalian tidak apa - apa , kan ? "


Jansen melihat ke arah pacarnya Mona dan yang lainnya .


" Ti , tidak apa - apa ! "


Mereka merasa mereka tadi sudah menonton sebuah film kungfu.


" Terima kasih , Jansen ! " kata Lusi dan Mona dengan penuh rasa terima kasih .


Tatapan mereka terlihat seperti merasa bersalah . Tadi mereka memang meremehkan Jansen , tetapi Jansen malah menyelamatkan mereka .


Terlebih lagi Lusi , dia bahkan tadi sampai memaki Jansen sebagai laki - laki berengsek , hasilnya tidak disangka Jansen ternyata sangat hebat !


Lusi dan Mona saling bertukar pandangan lalu berkata dengan tulus , " Kami meminta maaf atas perkataan kami tadi ! "


" Tidak apa - apa ! " Jansen menggelengkan kepalanya dengan cuek lalu kembali duduk .


Di antara semua orang , hanya Elena seorang yang tidak heran dengan kemampuan Jansen , lagi pula dia juga bisa menyelesaikan masalah ini . Karena Jansen sudah melindungi dirinya , Elena jadi merasa senang .


Boy berjalan kembali dan berkata sambil tertawa , " Tadi hanya masalah kecil saja , semuanya tidak apa - apa , bukan ? Ayo , lanjut minum - minum ! "


Tapi semua orang diam - diam mengalihkan pandangan mereka .


Tadi Rommy memberikan dua pilihan , yang pertama dia meminta Elena untuk menemani mereka minum - minum , yang kedua adalah memukul Boy , Boy itu ternyata malah pura - pura pingsan , jelas - jelas memilih pilihan yang pertama !


Bahkan pacarnya Lusi dan Mona lebih baik dari Boy , paling tidak pada saat genting mereka berani maju .


" Elena , suamimu memang hebat . Sebagai wanita , kamu memang seharusnya mencari suami yang bisa melindungimu ! "


Untuk pertama kalinya , Mona memuji Jansen di hadapan Elena .


Jansen malah tercengang karena kaget , tetapi dia juga merasa senang , setidaknya teman - teman Elena ini tidak memutar balikkan fakta .


" Pacar kalian juga hebat , tadi mereka maju untuk melindungi kalian ! " kata Elena .


" Dia tidak bisa berkelahi tapi tetap berani maju! "


Mona melirik sekilas ke pacarnya , kelihatannya seperti menggerutu tapi dalam hati sebenarnya dia merasa senang .


" Jansen , kamu ternyata bisa berkelahi , tadi kenapa tidak langsung maju ? Kamu sengaja kan ! "


Pada saat itu , Salsa tiba - tiba mengeluh pada Jansen , " Kalau kamu lebih cepat bertindak , Boy tidak akan dipukuli."


" Salsa , jangan menyalahkan Jansen , tadi kamu sendiri yang bilang Boy bisa menyelesaikan masalah ini , karena itu dia membiarkan Boy menyelesaikannya . Siapa yang tahu kalau dia begitu tidak berguna ! "


Lusi merasa sangat kesal , bahkan pacar mereka berani maju menghadang . Si Boy itu awalnya bilang kalau dia begitu hebat , ternyata pada saat genting dia menjadi begitu pengecut !


" Pacarku tentu saja bisa menyelesaikan masalah ini , preman - preman itu hanya tidak tahu latar belakang pacarku saja , kalau tidak dari awal mereka akan kabur karena takut ! "


Salsa benar - benar menyukai Boy , dia selalu mencari alasan untuk Boy . Linga dan yang lainnya diam - diam menghela napas , mereka juga malas berbicara panjang lebar lagi .


Mereka diam - diam menggerutu , Salsa itu memuji - muji Boy dan malah meremehkan Jansen , pada akhirnya Jansen lebih perkasa dibanding Boy.


Salsa mengkhawatirkan Boy , dia tidak bisa menahan dirinya untuk tidak bertanya . Kalau di waktu yang lain , Boy pasti akan memaki Salsa , coba saja kamu dipukul di perut seperti itu , kita lihat apakah kamu tidak akan kenapa - kenapa.


Tetapi sekarang ada banyak orang , dia menahan emosinya lalu berkata sambil tersenyum , " Perkara kecil , tenang saja , masalah ini tidak akan berakhir di sini , aku akan menyuruh orang untuk mencari mereka lalu memberikan pelajaran bagi mereka ! "


Boy berkata dengan angkuh , tetapi semua orang sudah tidak memercayai perkataannya lagi , hanya Salsa seorang yang menganggukkan kepalanya dengan senang dan berkata , " Boy , aku tahu kamu memang hebat , kamu pasti punya jalan keluarnya ! "


Brukkk !


Tepat pada saat itu , pintu ruangan terbuka lebar . Segerombolan orang berjalan masuk , jumlahnya sangat banyak . Di antara orang - orang ada Rommy , Yord dan preman - preman lainnya .


" Tadi siapa yang berani mencari masalah dengan orangku ! "


Seorang laki - laki pendek dan gemuk yang mengenakan kaos kutang dengan tangan yang berhiaskan tato naga berkata dengan murka .


" Kalian masih berani kembali , kalian tahu Boy itu siapa ? Kalau kalian tahu , cepat pergi dari sini ! "


Salsa mengernyitkan alisnya , dia berkata dengan nada sinis . Hati Salsa yang melihat pacarnya sudah dipukul dipenuhi dengan emosi .


Ekspresi wajah Boy seketika berubah , dia segera menahan Salsa lalu berkata dengan senyuman di wajahnya , " Kakak - kakak sekalian , ayahku adalah Leonardo , kalian pasti pernah mendengarnya , bukan ? Ayahku berteman baik dengan wakil direktur kepolisian cabang selatan ! "


" Peduli setan , di daerah ini , tidak peduli siapa yang sudah mencari masalah dengan orangku , dia akan membayar akibatnya . Tapi aku memang mengenal Leonardo, waktu itu dia dan bosku bersaing untuk relokasi daerah untuk pembangunan , hasilnya begitu mendengar nama bosku , ayahmu langsung kabur . Aku beritahu kalian , aku menggantikan bosku untuk menangani masalah relokasi ini , walaupun orang yang aku lukai tidak sampai seribu tapi paling tidak ada seratus orang , kalian berani cari mati ! " kata laki - laki bertato itu dengan nada dingin .


" Memangnya kenapa , ayahnya pacarku lebih hebat ! "


Salsa sedikitpun tidak merasa takut , tapi setelah mengucapkan perkataan itu , Boy menampar Salsa keras - keras , " Diam , dasar wanita ****** ! "


Tamparan itu membuat Salsa terpaku .


Salsa memegang pipinya dan berkata , " Kamu memukulku ? Beraninya kamu memukulku demi orang lain ! "


Salsa sama sekali tidak menyangka , Boy yang begitu mencintainya itu tega memukulnya .


" Salsa , keluarga pacarmu sama sekali tidak ada gunanya , mereka juga tidak takut pada keluarga Boy . Pacarmu itu takut pada mereka , kalau kamu sembarangan bicara lagi , pacarmu juga akan bernasib buruk ! "


Lusi segera menasihati Salsa , Lusi bisa melihat siapa yang berkuasa di sana . Salsa terlalu mencintai pacarnya sehingga dia tidak bisa melihat faktanya .


" Ti , tidak mungkin , Boy pasti punya jalan keluarnya ! " Salsa terus bersikukuh .


Sebagai seorang wanita yang sedang dimabuk cinta , Salsa sampai kehilangan akal sehatnya .


" Kakak , dialah yang memukulku ! " Rommy tiba - tiba menunjuk Jansen .


" Baiklah dia ya , patahkan kedua tangannya ! "


Laki - laki bertato itu mengeluarkan sebilah golok , wujudnya terlihat gahar .


Di saat yang sama , orang - orang berkerumun di koridor luar ruangan tetapi tidak ada yang berani melapor polisi , semua orang tahu identitas si laki - laki bertato ini , namanya Mordoc .


Dengar - dengar dia datang dari desa , dia membawa beberapa orang dari desa untuk mencari kerja . Kemudian Tuan Sembiring melihat potensi Mordoc dan merekrutnya untuk bekerja di balik layar , khusus untuk melakukan pekerjaan pekerjaan kotor.


Di zaman sekarang ini , menusuk orang di dalam klub malam merupakan hal yang biasa .


Melihat lawannya sudah mengeluarkan golok , Mona dan yang lainnya akhirnya tahu masalah ini sudah menjadi besar , semuanya melihat Jansen dengan ragu .


" Ribut apa lagi , kami ada tamu dan bersenang - senang di sebelah , cepat pergi dari karaoke Bidadari! "


Tepat pada saat itu , seorang laki - laki yang mengenakan kacamata dan setelan jas berjalan memasuki ruangan . Anehnya , laki - laki ini terlihat beradab , tapi perkataannya terdengar sangat tidak berpendidikan.


Mordoc awalnya ingin bertindak , tapi setelah melihat laki - laki berkacamata itu , Mordoc tidak berani memotongnya .


Mordoc lalu berteriak dengan emosi , " Siapa kamu ! "


" Siapa aku tidaklah penting , kamu hanya perlu tahu , kamu sudah mengangguku bersenang - senang ! " kata laki - laki i yang mengenakan jas itu .


" Di depan Mordoc kamu berani mencari masalah ? Aku beritahu kamu , di darah selatan ini tidak ada yang tidak takut ketika mendengar namaku . Kamu mau maju menantangku untuk menggantikan orang - orang ini ? Percaya atau tidak , aku akan menghabisimu ! " kata Mordoc dengan murka .


Laki - laki yang mengenakan jas itu mendengus dengan kesal , lalu dia tidak sengaja melayangkan pandangannya ke arah Jansen . Seketika dia menjadi terpaku dan kemudian bertanya , " Apakah kamu Dokter Jansen ? "