
"Dia kerabatku, dia dari sekolah pengobatan tradisional, keterampilan medisnya sangat baik. Oh ya, bukankah kamu juga mengalami nyeri haid? Aku secara khusus membawanya kemari untuk memeriksamu!" Kata Nyonya Sherina menjelaskan, "Jangan lihat penampilannya yang masih muda, terakhir kali perutku sakit dia juga yang menyembuhkannya!"
"Kalau begitu, Jansen, tolong periksa aku!"
Stella merasa Jansen masih terlalu muda, jadi keterampilan medisnya pasti biasa saja. Tapi perkenalan hangat Sherina membuatnya malu untuk menolak.
Jansen segera merasakan denyut nadi Stella dan tersenyum, "Fisik Bibi Stella agak istimewa. Nyeri haidnya dikarenakan penipisan hati dan ginjal. Kamu harus minum rebusan Rhizoma Dioscoreae!"
Tentu saja Stella tidak terlalu mempercayainya.
Jansen juga menambahkan, "Jika saya tidak salah tebak, Bibi Stella sedang merasa nyeri kan? Aku akan mencoba memijatmu!"
"Baiklah kalau begitu!"
Stella mengangguk, sementara Jansen berjalan ke belakang Stella dan memijat bahunya perlahan. Setelah itu, dia memijat lututnya.
"Heh!"
Melihat Jansen memijat Stella, pria yang setengah berbaring itu tiba-tiba tertawa. Melihat penampilan Jansen, dia merasa Jansen hanyalah seorang penipu!
Sebenarnya, Stella juga berpikir begitu. Kalau beberapa pijatan dapat meredakan nyeri haid? Kalau begitu untuk apa ada rumah sakit?
Tapi dengan cepat warna kulit Stella sedikit berubah, perasaan nyaman datang dari perut bagian bawah. Dan perutnya yang sebelumnya sakit jadi tidak terlalu sakit lagi!
"Sungguh berhasil!"
Stella berseru.
"Ini hanya untuk meredakannya saja. Jika Bibi ingin sembuh sempurna, sebaiknya kamu meminum obat yang sudah aku resepkan sebelumnya!" Kata Jansen sambil tersenyum.
Sekarang Stella tidak meragukannya lagi. Ia buru-buru mengambil kertas untuk menuliskan resep yang di katakan oleh Jansen sebelumnya dan setelah selesai dia berkata kepada Nyonya Sherina, "Sherina, kerabatmu sangat hebat, dia seperti dokter paling hebat di Huaxia, terima kasih!"
"Untuk apa berterima kasih, kita kan sudah seperti saudara sendiri!"
Nyonya Sherina sebenarnya sangat senang. Bagaimanapun, dia bisa membantu teman-temannya dan dia juga merasa bangga.
"Sebenarnya, nyeri haid Bibi Stella bukanlah masalah besar, tapi penyakit Paman Lucky akan sedikit merepotkan!"
Saat ini, Jansen tiba-tiba berbicara.
"Apa yang salah denganku? Anak muda, jangan pikir kamu bisa membodohi wanita, kamu juga bisa membodohiku. Aku pria besar ini tidak sama dengannya!" Kata pria itu mendengus kesal.
"Abaikan saja dia, emosinya memang begitu, bisa meledak-ledak seperti petasan!" Stella menegur pria itu lagi, "Bisakah kamu bicara ramah sedikit? Kamu tidak tahu, dia ini kerabat Sherina?"
"Karena dia kerabat Sherina makanya aku mengabaikannya. Di usia muda, bukan belajar yang benar malah belajar menipu orang!"
Pria itu benar-benar tidak pandang orang ketika dia berbicara.
Tetapi Jansen tidak peduli. Dia Melihat bahwa pria ini memiliki sifat yang buruk karena dia telah berbaring di kursi sepanjang tahun dan merasa depresi. Dan juga aura pria ini luar biasa. Sangat mirip dengan Arthur Carson dan sepertinya dia juga mantan tentara.
"Paman Lucky, penyebab penyakitmu sepertinya karena kamu dulu pernah menjadi seorang pengintai. Kebetulan, seorang teman yang aku kenal memiliki penyakit yang sama denganmu, tetapi dia memiliki fisik yang baik dan juga tidak seserius penyakitmu!"
"Kamu berbicara seolah-olah kamu tahu segalanya. Kamu tahu bahwa aku seorang tentara? Sherina pasti sudah mengatakannya, tapi temanmu juga seorang tentara?"
"Ya, namanya Arthur Carson!"
Wajah pria itu sedikit berubah, lalu dia berkata dengan serius, "Kamu juga kenal Arthur si bocah itu?"
"Kenapa tidak?"
Kata Jansen sambil sedikit tersenyum, "Mari kita bicara tentang penyakitmu. Kamu menderita ankylosing spondylitis yang disebabkan karena menjadi pengintai, seperti yang dialami Kak Arthur. Tetapi penyakitmu ini sangat serius. Jika tidak di obati, selama sisa hidupmu kamu hanya bisa berbaring!"
Seluruh tubuh pria itu gemetar kaget, sepertinya yang dikatakan Jansen benar!
Dia seorang tentara, dia ingin ada di medan perang bukannya berbaring di tempat tidur sampai akhir hidupnya. Dia berteriak, "Kamu bicara omong kosong lagi, awas aku akan membunuhmu!"
Mendengar Jansen bicara dengan begitu berani, Stella buru-buru menatap Jansen. Bagaimanapun, dia tahu benar sifat suaminya, dia mungkin benar-benar akan mengeluarkan pistol!
Jansen tidak menyadarinya dan masih tersenyum, "Aku berani menyebutkan penyakitmu, tentu saja ada cara untuk menyembuhkannya!"
Saat Lucky ingin mengeluarkan pistol. Dia mendengar kata-kata Jansen dan terdiam sesaat. Tetapi dengan cepat dia mengeluarkan pistolnya dan mengarahkannya ke Jansen, "Kamu pikir aku tidak berani membunuhmu!"
"Jika kamu membunuhku, selama sisa hidupmu kamu hanya akan berbaring di tempat tidur!"
Jansen tidak takut.
Lucky menarik pistolnya dan sepertinya dia akan menembak, tapi dia Melihat mata Jansen bersinar. Jansen benar-benar tidak takut. Lucky akhirnya meletakkan pistolnya!
Orang biasa saat Melihat pistol mengarah kepadanya, mana mungkin bisa diam tenang. Anak ini masih muda, tapi dia bisa tetap tenang, sungguh tidak bisa diremehkan!
"Kalau begitu katakan padaku, bagaimana kamu menyembuhkanku!"
Nada bicara Lucky mulai mengecil.
"Ankylosing spondylitis tidak dapat disembuhkan dalam waktu singkat. Racunnya harus di dorong keluar dan tulangnya harus di panaskan. Sekarang aku akan memberimu akupuntur dan moksibusi. Cobalah dan lihat hasilnya!"
"Oke, jika tidak berhasil, aku akan menembakmu kali ini!"
"Boleh saja!"
Jansen selalu percaya diri dengan keterampilan medisnya. Dia mengeluarkan tas akupunturnya untuk mengakupuntur Lucky!
"Tak disangka anak ini bisa akupuntur?"
Lucky yang Melihat gerakan tangan Jansen yang sudah terbiasa dan kembali terkejut!
"Coba berdiri!"
Sesaat kemudian, Jansen merapihkan jarumnya dan menghadap Lucky sambil berkata.
"Aku sudah tidak berdiri selama lebih dari setahun? Kamu, Kamu menyuruhku berdiri?"
Lucky sangat marah dan menarik pistolnya lagi.
"Aku sudah membersihkan Qi dan darahmu, berdiri sebentar bukanlah masalah besar. Cobalah, jangan seperti wanita, bahkan hal sekecil itu tidak berani kamu coba!" Kata Jansen.
Lucky merasa malu ketika mendengar perkataan Jansen. Sebenarnya, dia memiliki ketakutan di dalam hatinya yang membuatnya sangat takut tidak bisa berdiri. Tapi, dia tidak ingin dipandang rendah oleh Jansen. Dengan berpegangan pada tepi kursi dia perlahan duduk.
Tiba-tiba, sensasi samar datang dari tulang belakangnya, lalu terasa sedikit hangat, disertai dengan kekuatan!
"Ini!"
Lucky kaget dan lanjut berdiri. Walau pada awalnya tubuhnya sedikit tidak stabil, tapi pada akhirnya dia berhasil berdiri.
Dia menangis kegirangan dan mencoba mengambil beberapa langkah. Semakin dia berjalan, dia menjadi semakin bersemangat. Bagaimanapun, sudah setahun dia tidak menginjak tanah!
Prakk!
Tapi bagaimanapun juga kekuatannya belum cukup dan setelah tiga langkah, dia terjatuh!
"Lucky!"
Stella buru-buru menopang Lucky, tapi dia melambaikan tangannya, tidak masalah!"Tidak apa-apa, hanya sakit sedikit
sakit"
Kemudian, dia memandang Jansen dengan penuh semangat, "Adik, kemampuan medismu sangat bagus. Aku belum pernah Melihatnya di rumah sakit besar. Jangankan menyuruhku berdiri. Bahkan aku tidak bisa menggerakkan pinggangku, semua jenis stimulan sudah kucoba. Tapi sama saja tidak ada pengaruh. Hanya punyamu ini yang berpengaruh!"
"Paman ketiga, jangan senang dulu. Ankylosing spondylitismu belum sepenuhnya diberantas, perlu minum detoksifikasi dengan rebusan tulang!" kata Jansen sambil tersenyum.
"Tidak apa-apa, jangankan merebus tulang, memasak orang juga tidak masalah!"
Lucky sekarang mempercayai Jansen, tetapi dia menatapnya lagi, "Tunggu, kamu panggil aku Paman Ketiga? Ini?"
"Sebenarnya aku adalah Jansen, suami Elena!"
Jansen tidak lagi menyembunyikan tujuannya.
"Elena, putri ketiga dari kakak pertama? Kapan dia menikah, tunggu, apa yang terjadi!"
Paman ketiga dan istrinya semua tercengang kaget.