Jansen Scott, Menantu Terbaik

Jansen Scott, Menantu Terbaik
Bab. 332. Pesan Makanan


" Jansen, ini ! "


Ibu Elena yang tidak begitu mengetahui saham juga merasa Jansen akan kalah .


" Tidak apa - apa , kita tunggu saja ! "


Jansen masih terlihat yakin .


" Aktingmu bagus , tapi tetap saja orang awam ! "


Arnav tidak bisa menahan diri untuk mencela , " Kamu sama sekali tidak tahu kalau 5 juta yuan bukan apa - apa untuk saham sebesar ini , apakah kamu benar - benar berpikir kalau 5 juta yuan akan membuat stok ini turun sampai batas terendahnya ? "


" Aku memang orang awam tapi aku bisa bilang kalau aku lebih baik dari pada kamu , kutu buku jago teori tetapi sama sekali tidak mengerti pemikiran para kapitalis , kamu ini masih harus banyak belajar , begitu pengalamanmu cukup , barulah kamu bisa dihitung sebagai seorang ahli ! " nada bicara Jansen penuh dengan penghinaan !


Arnav juga tidak bisa menahan emosinya , dia langsung menunjuk ke arah laptop sambil berkata , " Berpura - puralah semaumu , jangankan tunggu setengah jam , tunggu sampai pasar saham tutup pun aku bersedia , aku ingin melihat apakah saham ini benar - benar akan jatuh atau tidak , jika iya , maka aku akan langsung memakan laptop ini ... "


Belum selesai kata - kata itu dia lontarkan , seketika ada perubahan pada laptopnya , saham yang tadinya hijau kini berubah menjadi merah , mereka yang tidak bermain saham pun tahu kalau ini artinya saham telah jatuh ke batas tertentu !


Selain itu , tidak sampai setengah jam !


Hanya memerlukan waktu sepuluh menit !


" Eh , mana mungkin ! "


Arnav menatap mata Jansen dengan sengit .


Jansen meliriknya sekilas sambil tertawa terbahak - bahak , kemudian mengeluarkan telepon untuk menelepon dan suara Ellisa langsung terdengar , " Pak Jansen , saham ini telah jatuh barusan , padahal aku baru saja menghabiskan 3 juta , tampaknya ini hanya menjebak jumlah uang kecil ! "


" Tidak apa - apa , Kak Marcus bisa tahu uang siapa itu ! " ujar Jansen dengan nada tak peduli .


Kemudian Jansen melihat Arnav yang masih berdiri dengan tampilan sakit hati seolah - olah hatinya telah tertusuk banyak duri , jurusan dan teori yang selama ini dia banggakan telah hancur berkeping - keping , dia benar - benar hanya seorang pemula !


Dan suasana di meja makan juga terasa sangat aneh , semua sorot mata terjatuh pada Arnav , kalau saja sebelumnya mereka mengikuti sarannya membeli saham itu , lantas mereka juga akan rugi , untungnya menantu Mai menyela ucapannya dan mengamankan peti mati mereka


. " Huh , paling hanya keberuntangan , dia hanya seorang dokter dengan gaji 3-4 ribu perbulan , mana mungkin dia mengerti saham , menurutku dia bahkan belum pernah ke luar negeri sama sekali ! "


Di saat - saat yang canggung ini , Nela memberikan pengelakan . Namun , begitu ucapan ini dilontarkan , semua orang malah memelototi Nela , membuat Nela sangat malu .


" Tadi , Arnav bahkan mengancam bahwa jika saham itu jatuh maka dia akan memakan laptopnya sendiri ! "


" Selain itu , Arnav telah meremehkan seorang dokter dan sekarang dia kalah , tetapi masih juga tidak meminta maaf kepada Jansen ! "


Semua orang tua terus menyalahkan Arnav .


Seketika Arnav langsung merasa malu , pada awlanya dia ingin memberikan kesan yang baik untuk Nela , alhasil dia malah membuat raut mertuanya menjadi masam , kemudian dia mengalihkan pandangannya dan menatap Jansen , Jansen terlihat sedang meminum airnya , dia bahkan tidak repot - repot melihatnya seolah - olah kekalahan Arnav hanyalah masalah kecil dan Jansen tidak peduli akan permintaan maafnya !


Ini adalah semacam bentuk pengabaian !


" Para tamu yang hormat , apakah sudah siap memesan ? "


Pada saat ini , seorang pelayan akhirnya datang dan dengan sopan meletakkan menu di atas meja !


Mereka semua saling memandang dan kemudian menatap ke arah Nela , karena orang yang mengatur reuni ini adalah Nela , selain itu dialah yang membawa semua orang datang ke restoran ini , tentu saja mereka mengetahui apa maksudnya !


Tapi tentu saja dalam lubuk hati mereka , sebenarnya mereka cukup menentang , bagaimanapun makanan di restoran ini tidaklah murah , dan pada akhirnya mereka harus membayar masing - masing , tetapi karena sudah beberapa tahun tidak berkumpul , mereka juga tidak terlalu memperhitungkannya lagi !


" Kalian pesan saja ! "


Nela sengaja tidak memesan dan membiarkan teman - teman yang lain memesan hanya untuk menakuti mereka dengan mahalnya harga makanan !


Patungan ?


Memangnya mereka bisa membayar makanan ini ?


Sebenarnya keluarga Nela kaya , oleh karena itu dia berencana ingin mentraktir semua orang di restoran ini untuk makan malam , tetapi karena teman - temannya tidak menyenangkannya , jadi undangan traktir ini dia tarik kembali !


" Ini , Rio , kamu pesan saja ! "


Seseorang mendorong menu itu ke depan seorang pria tua berambut putih , pria ini adalah pensiunan Biro Kehutanan , maka daripada itu dia telah berpengalaman dan seharusnya tahu cara memesan makanan .


Orang tua itu mengangguk , tetapi setelah melihat menunya , raut wajahnya diam - diam berubah !


Harga makanan di restoran ini sangat mahal , satu porsi yang paling murah mencapai ribuan , diperkirakan satu kali makan akan menelan biaya puluhan ribu . Tidak semua orang yang hadir di sini berasal dari keluarga kaya , jika dia memesan makanan yang mahal , bukankah itu akan merepotkan orang ?


"Ini , sepertinya tekanan darahku sedang tinggi dan banyak hidangan di sini yang tidak boleh kumakan , jadi kalian saja yang pesan ! " Dia hanya bisa menyerahkan menunya.


Tetapi semua orang di sini tidak berani mengambil menunya . Pertama , makanan di restoran terlalu mahal , bahkan patungan pun masih akan menghabiskan puluhan ribu . Kedua , pesanan yang mahal akan menimbulkan masalah bagi orang lain !


" Biarkan aku melihatnya ! "


Melihat semua orang diam , ibu Elena langsung mengambil menunya , tetapi setelah itu dia juga jadi sedikit malu .


" Mai , bukankah kamu sangat suka menikmati hidup , seharusnya kamu tahu cara memesan ,. kan ? Kenapa kamu tidak memesannya ? " celetuk Nela bertanya tiba - tiba dengan sengaja .


" Ini ! "


Ibu Elena tidak bisa menjawabnya , kecuali dia ditraktir makan malam ini . Sepertinya mereka perlu menghabiskan puluhan ribu yuan hanya untuk sekali makan !


Meskipun Keluarga Lawrence kaya , tetapi mereka juga tidak bisa buang - buang uang seperti ini !


" Ibu , biarkan aku yang memesannya ! "


Melihat raut wajah Ibu Elena yang malu , tiba - tiba Jansen berkata .


Seketika Ibu Elena merasa agak cemas , dia tahu kalau Jansen adalah seorang dokter terkenal , tapi bukan berarti dia kaya , dia tidak perlu menyia - nyiakan banyak uang untuk memperjuangkan hal seperti ini !


Dia menginjak kaki Jansen dengan raut wajah yang tenang , tetapi sepertinya Jansen tidak merasakannya , hal ini membuat Ibu Elena diam - diam kesal kepadanya .


" Dokter Jansen , apakah kamu ingin memesan ? "


Tiba - tiba Arnav terkekeh , " Restoran ini berbeda loh ! "


" Aku tahu ! "


Jansen tidak begitu peduli , kemudian mengalihkan pandangannya dan menatap ke arah pelayan , " Berikan satu porsi hati sapi Prancis , sashimi truffle , steak kuba , lobster Australia untuk setiap orang dan , oh iya aku ingin anggur merah yang terbaik , lauk lainnya sesuka hati saja ! "


Semua orang yang ada di sana terdiam !


Ibu Elena terus mengedipkan matanya , tetapi Jansen bersikap seolah - olah tidak melihatnya !


Dan orang tua lainnya merasa canggung , begitu banyak hidangan yang Jansen pesan , jika mereka patungan entah akan mengeluarkan biaya berapa besar !


Mereka juga malu untuk mengingatkan Jansen meskipun mereka ingin , jadi mereka hanya bisa diam - diam menghela napas .


Terutama wanita yang berpakaian biasa , latar belakang keluarganya miskin , terlebih lagi sekarang suaminya sedang terbaring menderita stroke , jadi dia hanya bergantung pada gaji putri dan menantunya untuk hidup , jika biaya makan hari ini sangat tinggi , maka dia hanya bisa menjalani hari - hari berikutnya dengan sangat menyedihkan !


" Baiklah , itu saja . Tolong segera sajikan ! "


Nela terkekeh mencibir sambil melihat teman - teman sekelasnya , kemudian dia segera membuat keputusan , sementara pelayan segera pergi untuk mempersiapkan makanan . Terlihat jelas bahwa Nela melakukannya dengan sengaja , dia ingin melihat apa yang akan dilakukan para temannya ini setelah tagihan dikeluarkan !


" Dokter Jansen ini memang benar - benar idiot , ingin menjaga penampilan tapi tidak tahu tempat ! Dia hanya seorang dokter kecil dengan gaji 3 sampai 4 ribu perbulan , dia mampu membeli makanan di restoran di ini ! "


Arnav juga menunggu pertunjukan yang bagus , meskipun Jansen sebelumnya mengatakan 5 juta di telepon , tetapi dia tidak percaya kalau seorang dokter bisa memiliki aset sampai 5 juta yuan.


Beberapa orang tua ini juga telah berkata mereka merelakan segalanya , nanti tunggu tagihan dikeluarkan , apakah mereka masih bisa merelakannya ?


Mereka pasti tahu bahwa dalam masyarakat ini , uang dan kekuasaan adalah hal yang terpenting !


Tidak diragukan lagi , sebuah restoran kelas atas pasti akan menyajikan makanan dengan cepat , satu per satu hidangan mulai disajikan , dari warnanya , aromanya , dan rasanya terlihat sangat berkelas !


Meskipun semua orang sudah tidak memiliki niat untuk makan , tetapi sekarang makanan sudah dihidangkan , mau dikembalikan juga tidak mungkin !


" Makanlah , bagaimanapun juga sudah disajikan , kita bicarakan saja setelah makan nanti ! "


Seseorang menghela napas berat dan mulai makan . Semua orang juga berpikir , mereka sudah mengeluarkan uang banyak jadi mereka tidak bisa tidak memakannya , setelah mereka memakan sesuap , seketika hati mereka merasa sangat senang .