Jansen Scott, Menantu Terbaik

Jansen Scott, Menantu Terbaik
Bab. 484. Pabrik Terbengkalai!


Kedua wanita cantik itu sama-sama mengenakan celana pendek loreng. Kaki mereka berdua panjang dan putih. Mereka berdua menyilangkan tangan menunggu sesuatu.


"Maaf telah menunggu lama, Nona!"


Tuan Hilton dan Kenzo tersenyum sambil berjalan keluar dari vila diikuti oleh beberapa orang bersenjata dengan pakaian hitam.


Tuan Hilton tiba-tiba melihat kedatangan Jansen dan langsung menyapanya dengan senang. Suara Tuan Hilton yang kencang menarik perhatian.


"Tuan Hilton, kamu buat kami menunggu lama hanya karena ingin menunggu orang itu?"


Veronica sangat terkejut dan berkata dengan sinis, "Selain itu, apa dia bisa ikut campur tangan dalam masalah ini?"


"Nona Veronica, apakah kamu kenal dia?" Tuan Hilton sedikit terkejut.


"Tentu saja aku kenal, dia ini menantu Keluarga Miller, seorang pecundang!" Veronica meremehkan.


"Bos, selamat datang!"


Amanda dengan senang hati menyambut dan memuji Jansen, "Kak Veronica, keterampilan medis yang dimiliki bosku ini sangat hebat. Kami tidak takut terluka lagi selama ada dia!"


"Dia? Dia hanya seorang dokter kecil!"


Wajah Veronica penuh dengan penghinaan.


Meskipun Jansen lebih hebat daripada yang Veronica bayangkan, Veronica masih merasa Jansen belum pantas ikut campur urusan penting keluarga elit.


Selain itu, Jansen dan kakaknya adalah saingan cinta sehingga Veronica pun selalu kesal setiap kali melihat Jansen.


Tuan Hilton buru-buru menambahkan, "Yang Nona Amanda katakan itu benar. Bos Jansen punya keterampilan medis yang luar biasa. Dia pasti bisa membantu!"


Veronica berkata dengan sinis, "Boleh saja, biarkan dia ikut asalkan dia tidak merusak rencana besar kami. Dia juga tidak boleh menghalangi kami!"


Veronica tetap bersikap sangat arogan meskipun sudah mau sedikit berkompromi.


"Itu sudah pasti!"


Tuan Hilton juga sangat sopan kepada Veronica.


Semua orang bergegas naik mobil dan berangkat melalui jalan tol.


Di dalam mobil, Tuan Hilton menjelaskan kepada Jansen dengan suara pelan.


Ternyata sebuah dokumen Tuan Hilton yang sangat penting telah dicuri orang. Dokumen ini berkaitan langsung dengan berbagai bisnis Tuan Hilton.


Apalagi, Tuan Hilton banyak melakukan transaksi ilegal sedangkan dokumen itu berisi kontak bisnis dari mitra transaksi ilegal tersebut.


Karena itu, Tuan Hilton berusaha mencari dokumen yang hilang itu. Namun, Tuan Hilton tiba-tiba teringat dengan nasihat Jansen. Dia pun segera memanggil Jansen untuk berjaga-jaga saat dia membutuhkan pertolongan.


"Lalu bagaimana dengan mereka?"


Jansen menunjuk Veronica dan bertanya tentang Veronica dan keluarganya.


"Keluarga Woodley juga kehilangan sesuatu. Setelah mendapat informasi dari Tuan Hilton, ternyata pelaku yang mencuri barang Keluarga Woodley dengan pelaku yang mencuri dokumen Tuan Hilton adalah orang yang sama. Karena itu, Nona Veronica datang kemari!" Kenzo menjelaskan.


Meskipun Jansen mengangguk paham, tapi dia masih merasakan sedikit keanehan.


Keluarga Woodley adalah salah satu dari delapan keluarga elit Ibu Kota. Mereka punya kekuasaan dan pengaruh yang besar. Lantas barang apa yang dicuri itu sehingga Veronica terpaksa turun tangan mencarinya? Apalagi, masalah ini terlihat ditutup-tutupi. Apakah barang itu adalah barang ilegal?'


Setelah melewati jalan tol, mobil terus melaju di jalan nasional dan perlahan tiba di area pegunungan. Setelah beberapa jam melewati area pegunungan, mobil akhirnya berhenti di tempat yang sepi.


Tempat ini sudah berada di luar wilayah Ibu Kota.


Tak lama kemudian, beberapa mobil jip datang. Semua orang di dalam mobil jip itu mengenakan baju loreng dan membawa tas ransel. Sepertinya, isi tas mereka semua adalah senjata.


"Nona Veronica, kami datang!"


Seorang pemuda bertubuh tinggi kekar dan tampan berjalan mendekat.


Para pria berbaju loreng ini kelihatannya punya kemampuan bela diri hebat. Setelah turun dari mobil, mereka memandang orang-orang dengan sombong.


"Robinson, kamu terlambat beberapa menit. Gaji kalian semua dipotong 100 ribu!"


Veronica tampak santai dan akrab dengan orang-orang yang memiliki keahlian bela diri ini.


"Siap!"


Pemuda itu mengangguk.


"Tim Serigala Neraka!"


Raut wajah Kenzo sedikit berubah. Tim Serigala Neraka ini merupakan tim bayaran paling terkenal di Huaxia. Mereka khusus menerima pekerjaan dan tugas-tugas sulit, misalnya menyandera tawanan, pembunuhan gelap dan sebagainya. Mereka juga sangat terkenal di luar negeri.


Selain itu, mereka juga dilengkapi dengan peralatan memadai dan pelatihan yang intensif sehingga kemampuan mereka dalam berperang sangat hebat.


"Nona Veronica memang luar biasa bisa mengundang mereka semua kemari!"


Tuan Hilton juga mengatakan bahwa dirinya pernah mendengar cerita tentang tim khusus yang misterius ini.


"Ini hanya kebetulan!"


Veronica membalas dengan santai. Namun, wajah Veronica tampak arogan. Veronica bahkan bergumam sendiri saat melirik ke arah Jansen, "Untuk tugas dengan tingkat kesulitan tinggi ini memang harus memanggil orang yang kompeten. Para master ini adalah orang-orang yang paling cocok. Namun, ada juga orang yang sok hebat. Kalau orang sok hebat ini tidak mengganggu pekerjaan kami, maka kami pun sudah sangat bersyukur!"


Perkataan Veronica ini jelas merupakan sindiran bagi Jansen.


Jansen tidak menghiraukan perkataan Veronica. Dia terus mengamati anggota Tim Serigala Neraka sambil menggelengkan kepala karena mereka semua kemungkinan adalah pecatan dari Tim Operasi Khusus.


Meskipun demikian, kekuatan mereka juga tidak lemah karena ada beberapa anggota sudah mencapai kemampuan Master tingkat Bumi .


"Hehe, aku dengar Nona Veronica ini adalah perancang busana terkenal di Perancis. Namun, aku tak sangka ternyata Nona Veronica jauh lebih hebat daripada yang aku bayangkan!"


Robinson tiba-tiba tersenyum menatap Veronica dengan perasaan kagum.


Veronica memiliki postur tubuh yang tinggi. Robinson pun terpesona dengan kaki Veronica yang indah dan penampilan yang anggun apalagi Veronica juga memiliki kemampuan bela diri yang lumayan baik. Robinson merasa Veronica adalah sosok dambaan hatinya.


Meskipun kagum dengan Veronica, Robinson merasa Veronica wajar memiliki kelebihan seperti ini.


Lagi pula, Keluarga Woodley merupakan salah satu dari delapan keluarga elit. Keluarga Woodley mampu mewariskan kehebatan ini lintas generasi karena memiliki kemampuan bela diri yang luar biasa. Veronica pun sudah belajar bela diri sejak masih kecil.


"Semua orang sudah berkumpul di sini. Apa yang harus kita lakukan selanjutnya?"


Tuan Hilton merasa sudah tiba waktunya dan lanjut bertanya, "Pihak lawan ingin bernegosiasi dengan kita. Mereka sudah memberikan alamat tempat negosiasi!"


"Negosiasi kentut! Mereka sudah berani mencuri barang Keluarga Woodley. Kita tidak akan bernegosiasi dengan mereka!"


Veronica merasa kesal karena barang itu dicuri dari tangannya. Apalagi, Veronica juga belum memberitahukan masalah ini kepada keluarganya. Dia lebih memilih menyelesaikan masalah ini sendiri.


"Benar sekali, kita harus beri mereka pelajaran. Mereka pikir keluarga elit seperti kita ini bisa ditindas!"


Amanda seperti biasa juga ikut mengompori.


"Aku rasa kita tidak perlu terlalu berlebihan. Kalau pihak mereka mau uang, kita berikan saja. Keselamatan barang kita lebih penting!" ujar Tuan Hilton yang tampak kesal.


"Tuan Hilton, kamu ini seorang Vajra Agung di Ibu Kota. Kenapa harus takut bertindak?"


Wajah Veronica sangat arogan. Dia menatap Jansen, "Apa karena seseorang itu ikut jadi nyalinya ciut?"


Veronica terus menyindir Jansen. Ini membuktikan kebenciannya yang dalam terhadap Jansen.


Jansen tetap tidak menghiraukan perkataan Veronica. Dia juga setuju dengan saran Tuan Hilton agar memberikan uang kepada pencuri itu daripada masalah menjadi besar.


"Ayo berangkat!"


Veronica memerintahkan anak buahnya berangkat menuju tempat negosiasi.


Tak lama kemudian, mobil mereka tiba di sebuah pabrik terbengkalai di area pegunungan.


"Tempat ini adalah pabrik baja yang sudah terbengkalai. Dulu pabrik ini beroperasi lumayan baik. Namun, karena ada isu gangguan hantu, pabrik ini akhirnya ditutup!" Tuan Hilton berdiri di samping sambil menjelaskan.


Jansen mengamati sekeliling pabrik baja ini dan merasakan Aura Mayat yang sangat kuat.


"Tuan Hilton, orang hebat seperti kamu ini juga percaya dengan isu-isu yang tak jelas itu?"


Veronica sedang menyiapkan peralatan sambil berkata, "Pabrik ini dulunya beroperasi secara ilegal sehingga ditutup oleh pemerintah!"


"Nona Veronica, segala sesuatu pasti ada penyebabnya!"


Tuan Hilton tampak kesal karena merasa Veronica telah kurang ajar. Dia lantas berkata, "Aku kenal pemilik pabrik baja ini. Orangnya lumayan baik. Aku dengar mereka sekeluarga mati di dalam pabrik ini dan mereka semua mati dengan kondisi tujuh rongga tubuh mengeluarkan darah."


"Setelah tujuh hari mereka meninggal, ada orang yang melompat ke tungku peleburan baja dan langsung mati terbakar!"


"Kemudian, pabrik baja ini menjadi terbengkalai. Setelah itu, banyak anak muda datang bermain dan bahkan ada orang yang melihat tubuh manusia berterbangan di dalam pabrik baja ini!"