Jansen Scott, Menantu Terbaik

Jansen Scott, Menantu Terbaik
Bab. 185. Kesombongan


Begitu Manajer Dave pergi , Natasha langsung mengerutkan keningnya , " Jansen , Manajer Dave telah sangat mengetahui rincian keseluruhan proyek . Sebentar lagi , proyek ini akan go - public , tampaknya tidak akan baik , kalau memecatnya begitu saja ! "


" Aku tidak suka diancam , dan aku lebih tidak suka karyawan yang bahkan tidak tahu posisi dirinya sendiri ! " ujar Jansen .


Natasha hanya bisa menghela napas , " Hanya saja jika tidak ada dia , bagaimana proyek ini bisa berkembang ? Terlebih lagi , dia sudah sangat familiar dengan proyek ini , jika dia pergi ke perusahaan pesaing , maka itu akan membawa masalah bagi kita ! "


" Kak Natasha , kamu terlalu meremehkanku . Dia hanya familiar dengan proyek ini tapi dia tidak familiar dengan inti yang sebenarnya ! " Jansen tertawa.


Kedua mata Natasha berbinar cerah , "Maksudmu resep teh herbal ? "


Keduanya terus berbincang kurang lebih selama satu jam tetapi selebriti populer Wina idola itu tidak kunjung datang !


" Wina idola ini sebenarnya ada apa jam segini belum datang? " Jansen menjadi sedikit tidak sabar !


" Kami sudah memutuskan untuk melakukan syuting di sini jam 8 , tapi sekarang sudah jam 10 ! " Natasha juga tidak suka orang yang terlambat dalam melakukan sesuatu .


Namun , tepat pada saat ini , sebuah Toyota Alphard akhirnya masuk . Kemudian seorang manajer keluar lebih dulu dengan membawa payung , tak lama disusul oleh seorang wanita berusia dua puluh tahunan . Wanita itu berkulit putih dan mengenakan gaun merah muda , yang cukup memesona !


" Jadi di sini tempat syutingnya ? Sangat buruk , kenapa syutingnya tidak di pulau Maladewa ! " Wanita itu membawa sebuah kipas kecil , dan raut wajahnya tampak sangat tidak bahagia .


" Wina , karena jadwalnya penuh jadi kami mengatur tempat syuting di sini untuk menghemat waktu ! "


Manajer yang ada di sampingnya tersenyum , kemudian sorot mata terhanyut tertuju pada Manajer Dave. Dia pun langsung membawa Wina pergi menemuinya .


Mereka berdua langsung mengabaikan Jansen dan Natasha . Bahkan Natasha yang memiliki temperamen sangat baik tidak dapat menahan emosinya pada saat ini . Mereka berdua - lah yang merupakan orang penting di sini , ditambah lagi perusahaan telah membayar mereka 50 juta yuan untuk syuting iklan ini !


Sebenarnya , Natasha juga tahu kalau Wina idola ini sama sekali tidak sepadan dengan uangnya .


Bagaimanapun , dia hanyalah seorang selebriti kecil , dan dia hanya mengenal beberapa orang di industri hiburan ini . Pada akhirnya dia diundang karena Dave dan membayar biaya iklan yang tinggi !


Terkadang Natasha bertanya - tanya apakah Dave sengaja melakukannya , tapi demi mencapai keberhasilan , Natasha tidak ingin memperdulikannya !


" Wina , saya telah dipecat . " Dave memberikan tatapan mencibir kepada Jansen dan berkata kepada Wina .


" Apa yang kamu lakukan ? Kamu kan selalu bekerja sama dengan kami atas nama Dawning Internasional tapi sekarang kamu dipecat . Bukankah Perusahaan Dawning Internasional ini sangat tidak bisa diandalkan . Sudahlah Liam ayo kita kembali ! " ujar Wina dengan gaya yang arogan .


" Wina , sudahlah lupakan saja toh ini hanya satu atau dua jam syuting . Selain itu , meskipun Dave telah dipecat , tapi kita sudah menandatangani kontrak ini ! "


Tentu saja manajer itu tidak setuju . Biaya iklan sebesar 50 juta yuan akan terlalu banyak jika membatalkan kontrak secara sepihak . Bagaimanapun , dia juga tahu nilai Wina , dia hanya seharga beberapa juta saja .


" Baiklah ! "


Wina hanya bisa menganggukkan kepalanya . Kedua orang itu mulai berjalan ke sisi Jansen , tanpa menyapa mereka langsung berkata , " Sudah bisa dimulai ? "


" Bisa ! "


Natasha mengangguk dan kemudian memanggil sutradara . Sekarang hatinya merasa lebih tidak senang . Wina hanyalah seorang selebriti tidak begitu terkenal , lantas atas dasar apa dia bersikap sok tinggi seperti ini , seolah - olah menganggap remeh Perusahaan Dawning Internasional mereka !


" Nona Wina , tema syuting kali ini adalah olahraga ! " Setelah sutradara datang , dia langsung tersenyum pada Wina .


" Olahraga ? Di siang yang terik begini kamu menyuruh aku untuk olahraga ? Kenapa kalian tidak memilih waktu yang tepat untuk syutingnya , dan , bukankah ini iklan teh herbal ? Aku hanya disuruh membaca beberapa baris dialog dan kemudian selesai kan ! " Wina mengerutkan keningnya sedikit .


" Nona Wina , karena karena mahalnya biaya iklan ini , jadi di dalam kontrak , kami juga telah menuliskan waktu iklan ini . Ini bukan iklan satu atau dua menit saja . "


" Huh , kalau begitu cepatlah , tapi aku tidak bisa memakai celana pendek karena aku takut akan membakar kulitku ! "


" Ngomong - ngomong , kenapa Perusahaan Dawning Internasional kalian ini begitu miskin? Terakhir kali saat aku memasang iklan untuk Rumah jenkins, mereka membawa kami ke Pulau Maladewa ! "


Wina tampak sangat tidak puas , baru saja dia melakukan syuting lima menit kemudian langsung meminta untuk berhenti dan menyuruh sutradara untuk melakukan perekaman ulang , ditambah lagi jika ada sesuatu yang tidak mulus di matanya , dia akan langsung memaki sang sutradara.


Di kejauhan sana , Dave duduk dengan gaya yang sombong sembari minum bir . Jansen sudah berani memecatnya . Sekarang tinggal melihat apakah Jansen dapat menyelesaikan masalah ini atau tidak . Dia sudah tahu , cepat atau lambat Jansen akan memohon untuk menyuruhnya kembali !


" Sudahlah ! "


Melihat Wina yang sama sekali tidak kooperatif , Jansen akhirnya tidak bisa menahannya lagi . Dia berjalan ke depan sambil bertanya , " Mohon maaf saya mau tanya biasanya berapa biaya yang dikeluarkan untuk selebriti rendahan seperti Nona Wina ini ? "


" Siapa kamu , punya jabatan apa sampai bisa berbicara denganku seperti ini ?" Seraya meminum minuman es - nya , Wina melirik Jansen sekilas .


" Dia adalah Jansen , Direksi perusahaan Dawning Internasional ! " Celetuk Natasha sambil berjalan mendekat , dia juga sudah tidak tahan lagi.


Wina menatap Jansen dari atas sampai ke bawah . Melihat Jansen yang berpakaian biasa , dia sulit membayangkan bahwa si udik ini sebenarnya adalah bosnya . Kemudian dengan nada yang datar dia menjawab , " Tentu saja aku adalah seorang bintang besar , aku pernah melakukan syuting drama serial Istana , dan juga syuting drama serial peri ! "


Tiba - tiba Jansen menyela ucapannya , " Meskipun kamu telah syuting untuk drama TV populer itu , sejauh yang saya tahu , kamu hanya memainkan peran kecil . Bahkan dalam drama seri peri kamu juga tidak menunjukkan wajahmu , kamu hanyalah seorang selebriti biasa ! Kamu benar - benar mengira dirimu itu sosok publik figure besar ? "


PRANG !


Wina menjadi sangat marah , sampai menghancurkan minuman di tangannya , " Jaga omonganmu , apakah kamu sedang memandang rendah diri saya ? Berhati - hatilah , kalau tidak , saya akan membatalkan kontraknya ! "


" Kamu yang merendahkan dirimu sendiri ! "


Natasha juga tidak bisa tahan untuk tidak membuka mulut , " Kami mengeluarkan uang sebanyak 50 hanya untuk selebriti biasa , sudah seharusnya kamu melakukan pekerjaanmu dengan benar ! Dan bukan malah sok jual mahal di sini ! "


" Kamu ! "


Ekspresi wajah Wina menjadi jelek .


" Presdir Natasha , tolong jaga ucapanmu berhati - hatilah atau kami akan benar - benar membatalkan kontrak . Sejauh yang saya tahu , jika kami membatalkan kontrak dengan Anda , lantas Dawning Internasional tidak akan diperbolehkan untuk mengundang seorang bintang lokal ! " Manajer itu segera beranjak berdiri dan menimpali .


"Kalau begitu batalkan kontraknya ! " seru Jansen .


Dengan nada yang aneh Wina berteriak , " Ya sudah batalkan kontrak tinggal batalkan saja . Toh lagipula cepat atau lambat perusahaan kecil seperti ini juga akan tutup ! Melakukan iklan untuk kalian mungkin akan mempengaruhi citra publik saya . Ngomong - ngomong , teh herbal ini pasti minuman dengan kebersihan di bawah standar ! "


Melihat Jansen dan Wina bertengkar , Dave tersenyum lebih bahagia . Setelah membatalkan kontrak ini , dia ingin melihat bagaimana Dawning Internasional akan mengundang para bintang lainnya untuk melakukan promosi . Semakin lama , keributan yang terjadi di antara kedua belah pihak pun semakin rumit .


Kemudian manajer tersebut menelepon bos Glow Entertainment untuk menyuruhnya menyelesaikan masalah ini .


Tak lama kemudian , sebuah mobil mewah pun masuk ke dalam lokasi , dan tak lama kemudian turunlah seorang pria gemuk dengan mengenakan rantai emas di lehernya . Penampilannya seperti pria berkantong tebal.


Dan dia adalah bos Glow Entertainment , yang dijuluki " Si Fatty " . Dia jugalah yang menjadi bos perusahaan di belakang Wina .


" Bos , mereka menindasku ! "


Wina buru - buru berlari ke arahnya dengan berlinangan air mata dan ingus , sambil menunjuk ke arah Jansen .