
Veronica tetap tidak percaya dan juga malas menjelaskan kepada Tuan Hilton. Dia menatap Robinson dan berkata,
"Apa ada masalah di sekeliling sini?"
"Tidak ada masalah!"
Robinson tersenyum santai karena berbekal pengalamannya, dia merasa tidak ada yang aneh dengan pabrik baja terbengkalai ini.
"Kalau tidak ada masalah, mari bergerak ke dalam!"
Veronica yang pertama masuk ke dalam pabrik terbengkalai tersebut.
Tuan Hilton hanya bisa menghela napas karena dia tidak bisa mencegah Veronica masuk ke dalam.
Hanya Jansen seorang yang tidak ikut masuk. Jansen terus mengamati pabrik baja ini dari luar.
Jansen merasakan ada hawa yang kacau di dalam pabrik baja. Ini juga pertanda bahwa orang di dalamnya sudah mengendus kedatangan Tuan Hilton dan mereka semua.
Keanehan lainnya, selain terdapat Aura Mayat yang kuat, juga tercium aroma ramuan.
"Saudara Jansen, kamu sedang apa?"
Tuan Hilton yang melihat Jansen masih tidak bergerak masuk, menoleh bertanya kepada Jansen.
"Kamu takut? Aduh, yang namanya dokter memang seperti ini! Mana bisa seorang dokter ikut ke tempat berbahaya seperti ini!" Veronica menoleh sambil menyindir Jansen.
"Bos, apakah kamu benar-benar takut?"
Amanda pun mulai meremehkan Jansen.
Namun, Jansen adalah seorang dokter dan bukan seorang ahli seni bela diri, bukan juga praktisi di dunia jianghu. Kalau pun Jansen merasa takut, tentu ini adalah hal yang wajar.
"Apa kamu laki-laki?"
Robinson dan anggota timnya tampak menghina Jansen. Mereka menganggap orang biasa seperti Jansen hanya buang-buang waktu datang ke tempat ini.
"Aku rasa lebih baik sementara jangan masuk ke dalam pabrik terbengkalai ini!"
Jansen mengabaikan omongan semua orang dan tetap memberi saran ini kepada Tuan Hilton, "Kalau masalah ini masih bisa diselesaikan dengan uang, maka lebih baik selesaikan dengan uang saja!"
"Hahaha!"
Veronica tak kuasa menahan tawa, "Dasar pengecut! Kalau kamu takut, tetap saja berdiri di luar, dasar tidak berguna!"
"Bos, jangan khawatir. Aku akan melindungimu!" ucap Amanda sambil menghela napas.
"Saudara Jansen, karena kita sudah datang kemari, ayo masuk saja!"
Tuan Hilton berpikir sejenak kemudian mengajak Jansen masuk.
Jansen akhirnya ikut masuk ke dalam dan tidak lagi mencegah mereka semua yang bersikeras masuk.
Suasana di dalam pabrik terbengkalai ini sangat senyap. Lantai pabrik dipenuhi dengan debu. Mereka semua, terutama Tim Serigala Neraka, mencari ke seluruh sudut pabrik. Dengan berbekal pengalaman, selang beberapa menit mereka berhasil mengendalikan tempat itu dan menyiapkan senapan sniper.
Namun, suasana di lantai satu pabrik sangatlah tenang, sama sekali tidak ada keanehan.
"Semuanya lihat kemari!"
Tiba-tiba, terdengar suara teriakan seseorang. Orang itu memanggil Veronica ke sana dan menemukan beberapa orang sedang jongkok di bawah tungku peleburan baja. Orang-orang ini tidak jelas sedang berbuat apa dan sangat aneh.
"Jangan dekati mereka dan jangan pula bangunkan mereka!"
Raut wajah Jansen tiba-tiba berubah. Jansen merasakan bau yang aneh dari tubuh orang-orang tersebut. Bau itu mirip dengan Aura Mayat, tetapi juga bukan Aura Mayat!
"Kenapa kamu takut? Mereka hanya beberapa orang saja!"
Robinson semakin benci dengan Jansen yang dianggapnya penakut dan cerewet. Robinson berkata dengan nada datar, "Kita ada senjata api. Senapan sniper juga sudah siap. Untuk apa takut? Orang-orang ini akan kita hajar babak belur!"
"Bagaimana jika itu bukan manusia?"
Jansen berkata dengan suara pelan.
Tuan Hilton dan Kenzo lantas menyuruh para pengawal untuk segera melindungi diri mereka.
Tuan Hilton masih takut dengan hal-hal mistis meksipun dirinya telah mencapai tingkatan Master Bumi.
"Bukan manusia?"
Robinson mencibir, "Maksud kamu itu hantu? Dasar idiot! Sekian lama kami bertugas, belum pernah sekali pun kami berjumpa dengan hantu! Hal seperti ini hanya untuk menipu orang bodoh!"
Robinson dan anggotanya semua adalah tentara bayaran yang kenyang pengalaman. Mereka pernah diterjang hujan peluru dan bahkan pernah tidur di tengah kuburan massal.
Mereka semua sama sekali tidak takut.
"Kalau kamu terus cerewet, aku akan menembak mati kamu!"
Seorang pria kekar menodongkan senjata ke dahi Jansen.
"Apa yang kamu lakukan, letakkan senjatamu!"
Tuan Hilton segera menegur pria itu.
"Aku suruh dia diam. Kalau dia takut, dia boleh keluar dari pabrik ini!"
Pria kekar itu akhirnya meletakkan senjatanya dan berkata dengan sinis, "Aku ingatkan kamu, kalau terjadi sesuatu, kami pasti tidak akan menolongmu!"
"Sudah, sudah! Tolong jaga bicaramu!"
"Bawa orang-orang itu untuk diinterogasi!"
Veronica merasa kecewa dengan kejantanan Jansen dan malas menghiraukannya.
Awalnya, Veronica berpikir bahwa urusan pertunangan antara Keluarga Woodley dengan Keluarga Miller sudah sembilan puluh persen pasti berhasil. Namun, Veronica sekarang malah merasa itu akan seratus persen berhasil melihat Jansen yang penakut.
Beberapa pria bersenjata melaksanakan sesuai perintah Veronica.
"Berbalik dan angkat tangan kalian!"
Para pria bersenjata berjalan sambil berteriak kearah orang-orang itu.
Jansen segera menarik Tuan Hilton dan Kenzo mundur ke belakang. Jansen tahu sesuatu pasti akan terjadi.
Orang-orang yang masih jongkok di bawah tungku peleburan baju itu tampak sedang makan sesuatu.
"Aku kasih kalian waktu tiga detik. Lewat dari itu, jangan salahkan kami kalau kami akan berbuat kejam pada kalian!"
Para pria bersenjata itu terus berhitung dan semakin kesal melihat mereka tidak bergerak.
Orang-orang itu masih saja tidak mau bergerak.
Dor!
Robinson tiba-tiba mengeluarkan perintah tembakan. Terdengar pula beberapa tembakan yang mengarah ke atas tungku peleburan baja sebagai tanda peringatan.
Orang-orang itu masih sama sekali tidak bergerak.
Robinson memberi kode untuk menembak. Setelah itu, seorang pria bersenjata langsung menembaki salah satu dari orang-orang itu.
Dor!
Peluru mengenai orang itu, tetapi mereka semua tetap saja tidak bergerak. Pada akhirnya, mereka mulai berdiri dengan perlahan.
Tangan mereka terlihat memegang tulang. Ternyata, mereka sedang memakan tulang.
Tulang yang mereka makan itu serupa dengan tulang manusia.
Ketika mereka membalikan badan, semua orang melihat jelas wajah dan mata mereka yang kemerahan. Wujud mereka sangat aneh.
Tiba-tiba, dengan kecepatan tinggi mereka menyerang orang yang berada di dekat mereka. Setelah itu, terdengar suara jeritan.
Tubuh orang itu dikoyak hingga terbelah. Mereka benar-bukan manusia, tetapi juga tidak mirip hantu. Mereka pun memakan daging.
"Ah, tolong aku!"
Suara jeritan orang itu akhirnya berhenti.
Raut wajah Veronica berubah drastis. Dia pertama kalinya melihat makhluk aneh ini.
Robinson juga ketakutan dan berteriak, "Tiger!"
"Cepat tembak!"
Melihat rekan-rekannya berguguran, Robinson akhirnya sangat ketakutan.
Dor, dor, dor!
Semua anggota menembakkan senjata api ke orang-orang itu tanpa henti.
Namun, yang menakutkan adalah orang-orang ini sepertinya tidak merasa kesakitan. Mereka malah lanjut mengoyak tubuh Tiger dengan kejam. Tenaga mereka juga sangat kuat.
Peluru yang mengenai mereka hanya membuat tubuh mereka berdarah, tetapi tidak dapat membuat mereka jatuh terkapar.
Pada saat ini, beberapa dari orang itu menoleh dan tiba-tiba datang menyerang lagi.
"Siapa sebenarnya mereka semua ini. Kenapa tidak takut peluru? Apa mereka makan obat doping?"
"Persetan dengan mereka"
"Habisi mereka semua!"
Tim Serigala Neraka merupakan para tentara bayaran yang telah kenyang pengalaman bertempur. Para anggota tim memutuskan tidak lagi menggunakan senjata api. Mereka masing-masing mengeluarkan senjata tajam.
Dengan dibekali pisau khusus yang tajam dan kemampuan bela diri, para anggota Tim Serigala Neraka sama sekali tidak gentar.
Prak!
Tiba-tiba seorang anggota tim diserang lagi. Kepalanya retak karena ditabrak dengan keras.
Tak hanya itu, tubuhnya juga dikoyak hingga terbelah.
Satu orang lagi meninggal.
Ini baru permulaan. Makhluk aneh lain terus datang menyerang. Seberapa hebat pun para tentara bayaran ini, tidak akan bisa menghentikan mereka.
Makhluk aneh ini tidak takut sakit, juga tidak takut mati. Mereka sangat kuat.
"Semuanya menyingkir!"
Robinson terus berkeringat dingin. Dia lalu melemparkan granat ke arah mereka. Tiba-tiba, terdengar suara ledakan dan suasana menjadi hening seketika. Tubuh makhluk-makhluk aneh itu akhirnya hancur terbelah dan tercecer ke segala tempat.
Namun, mimpi buruk masih belum berakhir.
Makhluk aneh yang sudah dilempar granat itu masih bisa berdiri kembali. Makhluk aneh tersebut memanjat pipa besi dan merangkak dengan gerakan yang sangat berbeda dengan manusia. Mereka benar-benar bukan manusia.