
"Dengan pedang di tangan, saudari Veronica tak bisa ditaklukkan!"
Amanda masih menyemangati Veronica, tapi suaranya
perlahan-lahan semakin mengecil.
"Sakit sekali! Kakiku patah!"
Veronica memegang pahanya dan mengerang kesakitan. Semua orang melihat dan suasana menjadi canggung.
Raut wajah Robinson dan Tuan Hilton berubah drastis. Mereka pikir teknik pedang yang rumit dari Veronica bisa mengalahkan lawan, ternyata malah sebaliknya. Ini menunjukkan bahwa Veronica bukan tandingan mereka.
"Aku tidak bisa bertarung lagi, aku tidak bisa bertarung lagi, huhuhu!"
Veronica terbaring di atas tanah sambil menangis kesakitan, tidak lagi terlihat anggun sama sekali.
"Awalnya ini semua bisa disepakati dengan uang, kita sama-sama senang. Namun, kalian bersikeras ingin membuat semua orang menjadi tidak senang. Kalau begitu, supaya orang luar tidak tahu, kalian harus tetap tinggal di sini!"
Pria berkacamata itu tidak terkejut dengan pemandangan di depannya. Dia menghela napas dan menggelengkan kepalanya, seolah menertawakan kebodohan Veronica.
Tuan Hilton dan mereka semua merasa ketakutan karena lawan berniat membunuh mereka semua.
Apakah mereka bisa kabur?
Mereka menatap ketiga orang master itu dan sadar mereka sulit untuk kabur.
"Aku tidak bisa kabur, aku tidak bisa kabur. Aku saja bukan tandingan mereka, apalagi mengandalkan kalian sampah! Aku telah mati !"
Veronica yang terjatuh di atas tanah merasa sangat ketakutan dan terus menggelengkan kepalanya.
Veronica pikir setelah menghabisi makhluk aneh di lantai satu tadi, mereka yang di lantai dua ini akan mudah ditaklukkan. Namun, mereka ternyata lebih sulit ditaklukkan lagi.
"Dia sudah datang!"
Amanda tiba-tiba berseru.
Seisi lantai dua berguncang saat Master Sepatu Besi berjalan mendekat seperti sesosok raksasa.
"Aku tidak peduli lagi sehebat apa orang ini!"
Robinson mengoceh sebentar dan langsung maju
menghunuskan belati.
Robinson juga memiliki kemampuan setara Master Bumi. Meskipun dia tidak punya energi Qi, tetapi kemampuan koordinasi, reaksi dan refleks tubuhnya sangat baik, setara dengan kemampuan tertinggi orang biasa. Apalagi, dia juga jago menggunakan metode tertentu untuk mematikan lawan. Selagi lawan adalah manusia dan bukan makhluk aneh seperti di lantai satu tadi, dia punya harapan untuk menang.
Brak!
Pihak lawan hanya menggunakan satu tendangan dan berhasil membuat Robinson terpelanting jauh beserta belati yang patah berkeping-keping
Buk!
Robinson meluncur di tanah, muntah darah dan tulang dadanya patah.
"Ah, jatuh lagi satu orang!"
Amanda berteriak kencang dan langsung maju menyerang
Sebagai keturunan Keluarga Carson, Amanda juga memiliki kemampuan bela diri yang lumayan bagus.
Namun, Amanda masih belum bisa menahan tendangan Master Sepatu Besi. Amanda ditendang hingga lengannya patah.
"Kekuatan tendangan Master Sepatu Besi lebih mengerikan daripada kekuatan terjangan kereta api cepat!"
Amanda menangis kesakitan dan memegang lengannya yang patah sambil berteriak.
Semua master yang terkenal sudah berhasil dikalahkan, tetapi satu tendangan ini yang masih sulit dihadang. Setelah dual orang master, yakni Veronica dan Amanda takluk, keadaan berubah menjadi semakin berbahaya.
"Tuan Hilton, tolong segera bertindak!"
Veronica melihat orang yang ada di pihaknya hanya tersisa Tuan Hilton seorang dan terpaksa meminta bantuan kepadanya.
Tuan Hilton mengangguk tetapi tetap tidak bergerak dan malah meminta bantuan kepada Jansen, "saudara Jansen, mohon bantuannya!"
"Dasar bodoh! Sekarang bukan waktunya untuk menyembuhkan luka!"
Veronica mengumpat dengan marah karena mengira Tuan Hilton meminta bantuan Jansen untuk menyembuhkan luka mereka.
"Kami bakal mati dulu sebelum dia sempat menyembuhkan luka kami!"
Amanda juga ikut mengumpat. Sungguh lucu bila harus menyembuhkan luka di saat musuh ada di depan dan bersiap menyerang. Hanya orang bodoh yang melakukannya.
Namun, tak butuh waktu lama lagi mereka akan sadar bahwa mereka telah salah paham dengan Jansen.
Jansen tidak menyembuhkan luka mereka, tetapi maju ke depan dengan langkah pelan.
Jansen sepertinya akan maju menyerang.
"Bos, jangan konyol! Dia itu Master Bumi Peringkat awal. Satu tendangan darinya bisa menghancurkan mobil!"
"Jansen, kamu ini hanya seorang pecundang. Kamu hanya seorang dokter kecil. Mereka ini para ahli bela diri dan bukan master misterius. Kamu bukan tandingan mereka!"
Amanda dan Veronica sama-sama berteriak cemas. Mereka hanya tahu Jansen adalah seorang dokter.
"Datang lagi satu orang yang cari mati. Tunggu dulu, aku sepertinya pernah melihat kamu!"
"Itu dia!"
Raut wajah pria berkacamata itu berubah. Dia berkata dengan sinis, "Cepat bunuh dia! Aku mau membawa kepalanya keluar negeri!"
"Tenang saja, dia tidak akan bisa menghadang tendanganku!"
Master Sepatu Besi mengangguk lalu menghentakkan kaki. Seisi lantai dua berguncang.
Kaki Master Sepatu Besi diperkirakan seberat tiga ratus lima puluh hingga empat ratus kilogram.
Sapuan satu kakinya saja bisa membuat angin berputar kencang
"Bos, cepat lari!"
Amanda berteriak cemas.
Veronica menyipitkan matanya. Saat ini, pandangan Veronica terhadap Jansen telah berubah sedikit. Apakah Jansen ini masih seorang pecundang?
Semua orang sudah kalah menyisakan Jansen seorang yang maju ke depan dengan penuh keberanian.
Jansen memang hanya seorang dokter kecil dari Kota Asmenia yang belum cukup pantas untuk ikut campur dalam masalah di dunia jianghu ibu kota.
Bang!
Jansen lantas mengeluarkan tinju.
"Sudah berakhir, Sudah berakhir!"
Amanda tidak tahan melihatnya lagi karena mengira lengan Jansen pasti akan patah.
Master Sepatu Besi tampak meremehkan Jansen. Sebelumnya, Jansen pernah berhadapan dengan Master Sepatu Besi dan Jansen memang bukan tandingan baginya. Jika saja saat itu para pengawal Jansen tidak datang membantu, tentu Jansen sudah tidak bernyawa lagi.
Terdengar suara ledakan.
Suara yang menyerupai ledakan granat yang menggelegar.
Mereka berdua diam tidak bergerak sama sekali.
Tak lama setelahnya, kaki kiri Master Sepatu Besi retak dan besi itu pun hancur berkeping-keping di atas lantai.
Sepatu besinya itu hancur hanya dengan satu pukulan Jansen.
Seluruh lantai dua berubah menjadi hening
Jansen berhasil menghancurkan sepatu besi master itu yang kekuatannya setara dengan terjangan kereta api cepat.
"Energi Qi anak muda ini sangat kuat!"
Master Korka dari sekte Bangau Putih yang awalnya diam akhirnya bersuara sambil mengamati Jansen.
"Master, apakah dia lawan sepadan untukmu?"
Pria berkacamata memberikan sebatang rokok kepada Master Korka.
"Masih belum ada apa-apanya!"
Asap rokok yang diembuskan oleh Master Korka menyerupai wujud seekor bangau putih.
Ini membuktikan bahwa energi Qi Master Korka sangat kuat dan bisa dilepaskan di tempat yang areanya luas.
"Kekuatanmu melemah!"
Jansen perlahan menarik tinjunya dan menatap Master Sepatu Besi.
Saat berhadapan dengan pihak lawan terakhir kali, energi Qi Jansen masih kalah sehingga harus mundur.
Namun, setelah mendapat energi Qi dingin dari Gracia, kemampuan energi Qi Jansen sudah jauh meningkat dibandingkan dulu.
"Lumayan juga!"
Master Sepatu Besi melepas sepatu besi dari satu kakinya yang lain dan melemparnya ke tanah.
Seisi lantai dua kembali terguncang disertai suara ledakan. Berat satu sepatu besi itu diperkirakan mencapai seratus lima puluh kilogram.
"Sejak aku lulus dari perguruan, belum ada seorang pun yang bisa membuatku melepaskan sepatu besi ini!"
Dia berkata dengan penuh percaya diri, "Aku peringatkan kamu, setelah aku melepas sepatu besi, kekuatanku akan berlipat ganda"
"Baguslah kalau begitu!"
Jansen tampak tertantang.
Sejak berhasil meningkatkan Teknik kaisar manusia hingga tingkat keempat, Jansen selalu ingin mencoba menguji sejauh mana kemampuannya itu. Namun, Jansen belum sempat mengujinya karena saat berhadapan dengan Kenzo terakhir kali, Kenzo sudah menyerah terlebih dahulu.
"Lancang sekali kamu. Aku akan tendang kamu sampai mati!"
Master Sepatu Besi merasa diremehkan setelah melihat Jansen yang tidak takut sedikit pun dan malah semakin percaya diri.
Bang!
Begitu kakinya menginjak tanah, dia langsung maju menyerang seperti laju sebuah buldoser dan menendang pinggang Jansen.