Jansen Scott, Menantu Terbaik

Jansen Scott, Menantu Terbaik
Bab. 475. Menikah Secara Resmi!


"Bagaimana kamu bisa tahu!"


Ekspresi Veronica pun akhirnya berubah!


Ini adalah rahasianya, bahkan kakaknya pun tidak tahu!


Keluarga Woodley adalah keluarga bangsawan, jadi Veronica juga berlatih seni bela diri sejak kecil. Seni bela dirilah penyebabnya, terutama bekas luka yang dalam di pahanya itu. Itu adalah mimpi buruk bagi Veronica!


"Oh, lihat dirimu, bekas luka itu telah menganggumu selama bertahun-tahun. Ketika aku berbicara tentang bekas lukamu, seluruh tubuhmu langsung menjadi lemas!" Jansen tersenyum lagi, "Sayang sekali, kamu tidak berani menghilangkan bekas lukanya dengan operasi. Kamu sudah memeriksakannya ke seluruh rumah sakit besar tapi mereka tidak bisa menyembuhkannya. Dan hanya bisa membawa bekas luka itu seumur hidup. Tapi, aku mempunyai obat yang bagus untuk menyembuhkan bekas luka itu, bahkan tidak perlu dioperasi!"


"Aku tidak percaya!"


Veronica menggigit giginya dengan kesal.


"Terserah kamu mau percaya atau tidak!"


Jansen terlalu malas untuk memedulikannya, lalu dia melangkah pergi.


"Tuan, tunggu aku!"


Amanda mengikutinya, meninggalkan Veronica sendirian dalam keadaan linglung.


Selama ini, dia merasa lamaran kakaknya enam bulan kemudian akan 100% berhasil!


Tapi sekarang, tiba-tiba dia merasa tingkat keberhasilannya turun menjadi 90%!


Jansen tidak sesederhana penampilannya!


Jansen memberikan sebotol bubuk giok es kepada Amanda, lalu menyuruhnya pergi dan Jansen sendiri juga pulang ke rumahnya!


Rumah ini bukan rumah besarnya, ini adalah rumah seluas 250 meter persegi. Rumah tersebut terletak di distrik Hailand Ibu Kota yang terkenal mahal. Di sekitarnya tinggal taipan bisnis dan juga selebriti, rumah ini dibeli Natasha untuk kakek!


Rumah besar adalah rumah Jansen dan Elena. Kurang baik jika kakek ikut tinggal bersama mereka.


Dan Natasha memilih sebuah tempat di sekitar sana karena dekat dengan Aula Xinglin sebagai alasan, jadi dengan tinggal di kawasaan itu akan membuatnya lebih dekat ke Aula Xinglin!


Sesampainya di rumah, Natasha dan bibinya sibuk memasak!


Mulin dan Kakek Herman sedang menonton TV.


"Jansen, kamu sudah pulang!"


Kakek Herman sangat senang melihat Jansen.


Mulin dengan segera menuangkan teh untuk Jansen.


"Apa yang terjadi dengan Natasha?"


Setelah Kakek Herman mengomelinya beberapa kata, dia tiba-tiba bertanya. Sebenarnya, di kota Asmenia, dia sudah mengenal Natasha dan kelihatannya Natasha sangat dekat dengan Jansen.


Pikirannya masih Kuno, dia sangat takut Jansen memiliki wanita lain.


Jansen tahu masalah ini akan terjadi, dia berkata dengan serius, "Kakek, Kak Natasha juga istriku, sebenarnya aku sudah lama ingin mengatakan hal ini denganmu!"


Wajah Kakek Herman berubah. 'Seorang pria menikahi dua istri. Bagaimana bisa seperti ini?'


"Kakek Herman, kakek tidak perlu khawatir, kurasa Elena juga tidak mempermasalahkannya, biarkan saja!"


Mulin tiba-tiba membantunya bicara, "Selain itu, masalah perasaan tidak ada yang bisa menebaknya. Jika kamu menghentikan nona Natasha dan Guru bersama, ini mungkin akan berdampak besar. Mungkin saja mereka akan mati demi cinta!"


Jansen diam-diam memberi Mulin jempolnya. Muridnya ini melakukannya pekerjaan dengan baik!


"Huh, yang kamu katakan benar juga!"


Kakek Herman menghela napasnya dan tidak menentangnya lagi. Lalu dia berkata, "Karena semuanya adalah keluarga, kita harus memperlakukannya dengan baik kedepannya. Aku dan bibimu aku akan memberinya angpau dan memperlakukannya sebagai menantu perempuan. Omong-omong, kamu juga harus menikahinya dengan resmi. Jangan membuat gadis itu sedih!"


"Baiklah, masalah pernikahan, tunggu setelah beberapa waktu aku akan mempersiapkannya!"


Jansen sangat gembira. Ketika masalah Elena selesai, dia akan dengan resmi menikahi Kak Natasha.


Di dapur, Natasha sedang memasak, dalam hatinya sebenarnya dia merasa sangat gugup. Tetapi setelah mendengar pembicaraan mereka di ruang tamu, dia merasa terharu dan matanya menjadi basah!


Walaupun menjadi kekasih gelap Jansen dan selamanya tidak diakui, dia juga tidak peduli!


Tapi bisa mendapatkan persetujuan dari keluarga Jansen dan menikahinya dengan resmi, tentu saja ini hal yang baik!


Ini juga berarti Jansen menghormatinya!


"Jansen, menurutku ada yang salah dengan pacar Joshua!"


Di ruang tamu, Kakek Herman memikirkan masalah di restoran itu dan berkata dengan sedikit khawatir. Bahkan dia bisa melihat bahwa Cathy membawa lari uang Joshua!


Jansen mengangguk, "Dia akan datang makan malam nanti, aku akan mencari kesempatan untuk mengingatkannya!"


Bagaimanapun, Joshua adalah sahabatnya, dia tidak tahan melihatnya jatuh dalam masalah!


Baru selesai dibicarakan, orangnya langsung datang. Bel pintu berbunyi. Setelah Jansen membuka pintu, dia melihat Joshua datang!


Joshua, membawa sekeranjang buah, memperhatikan rumah itu dan berseru, "Jansen, ini dia. Ini adalah sebuah rumah di distrik Hailan. Kamu tidak akan bisa mendapatkannya tanpa 100 juta!"


"Punya temanku!"


Jansen membawa Joshua masuk!


Melihat tamu datang Natasha berlari keluar untuk menyapanya.


"Wah!"


Joshua terkejut lagi. Setelah menyapanya, dia berbisik, "Jansen, ini istrimu ya? Sangat cantik, berpenampilan manis, dan memiliki tubuh yang bagus. Bagaimana kamu bisa begitu beruntung?"


"Haha, beruntung!"


Jansen mengakuinya dengan anggun di depan teman sekelasnya dan di dalam hatinya berkata, aku masih punya satu istri dan dia lebih cantik lagi!


Tentu saja, dia pasti memiliki beberapa penyesalan!


Ketika ingatannya hilang waktu itu, dia adalah pecundang Keluarga Lawrence, semua orang meremehkannya!


Kemudian, ketika ingatannya kembali, dia dipandang semakin tinggi di kota Asmenia, ditemani oleh dua istri yang cantik!


Hidup yang sempurna!


Tentu saja, jika tidak ada masalah pertunangan dalam waktu setengah tahun, semuanya akan sempurna.


Mereka duduk dan makan, lalu mengobrol santai tentang masa lalu.


Berbicara tentang masa lalu, Joshua sangat bersemangat. Dia memang terlihat keren pada masa itu. Dia menggesek ratusan ribu yuan dalam sekejap mata!


"Joshua, perusahaan Cathy tidak ada hubungannya denganmu, sepertinya tidak bagus seperti itu!"


Setelah mengobrol sejenak, Jansen berbicara tentang bisnis.


"Awalnya aku merasakan seperti itu, tapi kita kan satu keluarga segala sesuatu tidak perlu dibagi terlalu jelas!" Joshua menggelengkan kepalanya dan tidak memedulikan hal itu.


"Hanya saja kita perlu tetap waspada. Ada sebuah perkataan yang mungkin tidak enak didengar. Bagaimana jika Cathy membawa pergi uangmu?"


"Jansen, sahabat tetap hanya sahabat. Beberapa kata tidak baik diucapkan seperti ini!"


Joshua sedikit marah!


Jansen segera menenangkan dirinya, lalu menepuk mulutnya sendiri, "Kamu lihat aku, aku baru minum beberapa gelas sudah bicara sembarangan, terutama karena masalah pagi ini, membuatku merasa bingung!"


"Cathy, dia memilik jiwa bisnis yang kuat, dia ikut dalam semua acara pertemuan, semuanya demi bisnis perusahaan!" Joshua mengatakan hal-hal baik tentang Cathy!


Kakek Herman dan Mulin saling memandang dan menghela napas!


Pria yang sedang jatuh cinta memiliki IQ nol.


Hal yang begitu jelas tidak bisa dilihatnya!


Kakek Herman buru-buru mengedipkan mata pada Jansen. Bagaimanapun, dia tidak ingin Joshua tenggelam semakin dalam.


Jansen tahu bahwa segala sesuatunya tidak bisa dipaksakan terlalu cepat. Setelah makan, dia berkata dia akan pergi ke rumah Joshua untuk melihatnya!


Joshua setuju dan keduanya pergi naik taksi.


Keluarga Joshua tinggal di pinggiran kota. Meski agak sedikit lusuh, tapi karena rumah pribadi, jadi jika dijual harganya juga lumayan tinggi!


Setelah memasuki rumah, Jansen melihat sekeliling dan melihat dekorasi sederhana di ruang tamu, serta sebuah piano ditempatkan di sana!


"Orang tuaku sudah meninggal, jadi rumah sepi. Terkadang Cathy pulang ke sini, tapi terkadang dia bermalam di perusahaan!"


Joshua menuangkan air untuk Jansen, lalu dia melihat Jansen menatap piano itu, dia langsung tersenyum dan berkata, "Apakah kamu masih ingat ketika kita masih kuliah?"


"Ingat, kamu mendengarkan lagu Maxim –Croatian Rhapsody dan bersikeras belajar pianonya. Hasilnya, kau mempelajarinya selama tiga bulan tapi masih tidak bisa. Puluhan ribu yuan untuk sebuah piano yang dikirim ke asrama, kemudian dibakar sebagai kayu bakar!" kata Jansen sambil tertawa.


"Haha, itu karena Cathy suka pria yang berbakat. Aku ingin menjadi pangeran piano, tapi siapa yang tahu bahwa lima nada saja aku tidak paham secara lengkap, jari-jariku tebal dan pendek, seperti bola wol yang sedang bermain piano!"


Kata Joshua sambil tertawa.