Jansen Scott, Menantu Terbaik

Jansen Scott, Menantu Terbaik
Bab. 586. Sup Ini Tidak Bisa Diminum!


"Kakek sudah sembuh!"


Elena sangat terkejut, dan mengerutkan kening, "Aku dengar Kakek alzaimer, sudah setengah tahun tidak sadar, bisa sembuh?"


Jansen langsung tertawa, "Elena, itu kakekmu, bagaimana bisa kamu mengatainya?"


Elena mengernyitkan mulut dan berkata, "Meskipun dia kakek ku, tapi kita tidak pernah bertemu, tidak punya perasaan apa pun, tapi kalau aku selesai kerja, pasti kembali ke rumah Keluarga Lawrence di Kota Asmenia, bertemu Ayah, Ibu, kakek dan yang lainnya!"


Berbicara tentang Keluarga Lawrence, wajah Elena menjadi sedikit lebih tenang.


"Keluarga Miller sangat bahagia, karena Kakek sudah sembuh, Jessica pergi ke Grup Aliansi Bintang menemui Nona Gracia, mungkin akan membicarakan kontrak kerjasama!"


"Ya, bahkan paman keempatmu pun memiliki karir yang sukses. Dia telah bekerja sama dengan Southwest Pharmaceutical. Akhir tahun depan, keuntungan perusahaan Keluarga Miller akan berlipat sebesar tiga puluh persen!


Setelah Jansen masuk, terdengar suara yang tajam dan kejam tiba-tiba, menghancurkan suasana senang itu!


"Oh, Jansen juga datang!"


Ini istri paman keempat, Maia.


Dia berteriak dan semua orang memandang Jansen, kecuali beberapa orang, kebanyakan dari mereka menganggap akan ada masalah yang akan datang.


Masih ada lebih dari sepuluh hari tersisa, Jansen akan diusir!


Berpikir tentang Jansen yang akan diusir, dan Elena akan menikahi Keluarga Woodley, karir Keluarga Woodley akan meroket naik, ini merupakan suatu kebahagiaan buat semua orang.


Sedangkan raut wajah Leimin dan Martha terlihat rumit.


Demi kepentingan bersama, mereka berharap Jansen bisa mengalahkan Jessica dan mempertahankan Elena!


Ini juga bagus untuk mereka!


Namun dilihat dari situasi saat ini, harapan Jansen untuk menang sangat rendah.


"Jansen, dalam waktu dekat Jessica akan mencalonkan diri menjadi pemimpin keluarga!" kata Leimin mengingatkan.


"Hahaha, kalau Jessica jadi pemimpin keluarga, beberapa hal harus diputuskan ulang!" kata Renata dingin.


"Hmm, seorang dokter biasa ingin mengalahkan Keluarga Miller, tidak tahu diri!"


Ricky Miller, anak dari paman keempat, juga mencibir, "Lihat Keluarga Woodley, tahu kakek sudah sembuh, mereka memberi hadiah, dan apa yang dilakukan para menantu? Hanya bisa makan, dan menggunakan hal milik Keluarga Miller!"


Dia memandang Jasper dengan sopan.


Melihat permasalahan ini, Jasper tidak mengatakan apa pun.


Tidak ada asap kalau tidak ada api. Jasper hari ini datang ke rumah Keluarga Miller membawa beberapa hadiah, untuk membuat Jansen merasa tertekan.


"Sudah, ayo duduk dan minum sup!"


Paman keempat, Rowen Miller, duduk sambil menyapa orang-orang. Seorang pelayan meletakkan mangkuk berisi sup di atas meja, dan tercium aroma wangi sup.


"Wow, sup apa ini? Baunya sangat enak!"


Silvia berseru.


"Ini adalah truffle putih Italia yang dikirim oleh orang suruhan tuan muda Aidan kemarin, harganya 160 ribu per kilogram!" Ricky berkata dengan bangga, "Kamu lihat Tuan Muda Aidan, keluarga kita akan menjadi besan, dan akan sering memanfaatkan mereka."


"Wah, ini salah satu makanan terkenal dan termahal di dunia!" Kata suami Kak Irene, Bentley sambil memakan snack.


"Makan, makan, makan, kamu cuman tau makan, Aidan akan segera menjadi menantu kita, kamu juga menantu Keluarga Miller, dan mau dibandingkan dengan dia?" keluh Irene pura-pura.


Bentley tersenyum, "Tidak sebanding, Jasper adalah burung phoenix, dan aku bukan siapa-siapa!"


"Tentu saja, kamu melakukan banyak pekerjaan dengan Southwest Pharmaceutical, jauh lebih baik dibandingkan dengan beberapa menantu yang lain!"


Irene melirik Jansen, yang berarti walaupun suaminya tidak berguna, masih tetap lebih baik dibandingkan dengan Jansen.


"Hahaha, truffle putih jenis ini diproduksi sangat sedikit setiap tahunnya, jangan khawatir, kakak ku pasti akan akan mengirimkannya lagi tahun depan!"


Ketika Jasper Melihat semua orang berbicara


membicarakannya, hatinya menjadi sangat gembira, dia Melihat Jansen dan berkata, "Jansen, kamu tidak mencoba sup ini, orang biasa tidak akan bisa minum sup ini!"


"Kasih ke dia, buang-buang saja!"


Rowen menyela.


Elena tidak bisa menahan emosinya, menarik Jansen duduk dan memberikan semangkuk sup kepadanya.


Dia jelas sedang menantang Keluarga Miller.


"Elena, sup ini tidak boleh diminum!"


Jansen menggelengkan kepalanya.


Semua orang yang meminum sup itu terdiam, raut mereka menunjukkan sedang di hina.


Jansen tidak mampu membeli, dan melarang istrinya mencicipi!


Sekarang kakek sudah sembuh, Keluarga Woodley mengirimkan hadiah sebagai ucapan selamat, sementara Jansen, sebagai menantunya, tidak membawa apa pun, apa tidak malu?


Ricky ingin menyindir, tetapi Jansen berkata dengan santai, "Sup ini sudah busuk, dan perutmu akan sakit kalau meminumnya!"


"Brak!"


Renata tiba-tiba memukul meja, dan berteriak, "Jansen, jangan tidak punya malu kamu ya, Kakek sudah sembuh, kamu lihat siapa yang tidak memberi hadiah untuk Kakek? Kamu tidak


membawa apa pun, dan masih berani bicara sembarangan!"


"Hadiahku untuk Kakek lebih baik dari kalian semua!" kata Jansen pelan.


Semua orang tertawa, si Jansen ini.


Ricky tidak bisa menahan amarahnya dan berkata, "Jansen, truffle putih Italia ini harganya 160 ribu per kilogram, kamu bilang bisa membuat perutmu sakit? Kamu pikir kualitas


Italia jelek, kamu pikir kami Keluarga Woodley bodoh, kalau bicara yang masuk akal!"


Jasper juga menggelengkan kepalanya, "Truffle putih ini dikirim oleh teman ayahku langsung ke Huaxia, dia mengirim produk palsu? Jansen, aku tahu kamu tidak ingin merasa kalah, tapi apa kamu tau diri?"


Katanya, sambil mengeluarkan hadiah yang dia bawa dan membukanya.


Hadiah itu berisi tiga macam barang.


Salah satunya adalah patung giok Guanyin!


Salah satunya adalah liontin giok!


Yang terakhir adalah sebotol anggur tua!


"Ini semua adalah hadiah dari keluarga Woodley untuk kakek, kamu tidak bisa dibandingkan dengan keluarga Woodley, semakin dikatakan semakin malu kamu!" Jasper berkata dengan bangga.


Jansen melirik hadiah itu dan tersenyum tanpa mengucapkan sepatah kata pun.


Dia melihat Naomi masih meminum sup dan tiba-tiba menyenggol tangan Naomi!


Sejauh ini, semua orang selain Martha dan suaminya, Lucky dan.beberapa orang tidak mendengarkan perkataan Jansen, dan tetap meminum sup itu.


Naomi yang rakus, masih meminum sup itu.


"Gu ... Kakak ipar, apa yang kamu lakukan!"


Naomi ingin memanggil guru, tapi takut ibunya marah, dia langsung memanggil kakak ipar.


"Kalau kamu mau sakit perut, dan tidak memedulikan kata gurumu, aku tidak akan peduli lagi!" kata Jansen pelan.


"Oh, kalau begitu aku tidak akan meminumnya!"


Naomi dengan cepat berhenti minum.


Renata menjadi tambah marah, Jansen ini benar-benar sudah menipu putrinya, dia mengertakkan giginya dan berkata, "Jansen, siapa yang mengijinkanmu menganggap Naomi sebagai muridmu, apa kamu pantas? Dan siapa kamu berani membuang supnya!"


Dia menatap Naomi dan berkata, "Naomi, dia berani menggertakmu, tampar dia!"


"Hah, memukulnya?"


Naomi langsung takut, "Kakak ipar takut perutku sakit, jadi dia menjatuhkan mangkukku!"


"Kamu percaya yang dikatakannya? Bodoh, tampar dia, atau jangan panggil aku ibu!"


Renata menganggap Naomi masih muda dan pasti telah ditipu. oleh Jansen, dan anehnya seingat Renata, Naomi sangat membenci Jansen.