
Elena dapat menikahi Jansen karena kakeknya memintanya menikah sebagai syarat agar ia bisa menjadi polisi dan batasnya sampai dua tahun . Setelah dua tahun , jika ia dan Jansen masih belum bisa bersama , maka kakeknya tidak bisa menentang perceraian mereka .
Bagaimanapun juga pada akhirnya keluarga Lawrence adalah keluarga terpelajar . Mereka selalu menentang Elena untuk menjadi polisi , jadi satu - satunya yang bisa maju adalah sang kakek .
Setelah menikahi Jansen yang seperti orang bodoh , sering linglung , dan membuat Elena merasa seperti janda tua , ditambah lagi dengan gosip buruk dari teman dan saudara dekat , makin lama ia makin tidak puas dengan Jansen . Sampai ingatan Jansen kembali pulih , secara bertahap rasa jijik ini menghilang .
Kini masih ada satu tahun lagi dari perjanjian . Perkiraan di waktu yang tersisa ini Jansen akan dianiaya .
" Jansen, maaf . "
Memikirkan hal ini , Elena merasa sedikit bersalah . Ia merasa ia memanfaatkan Jansen .
" Kenapa ? "
Jansen sedang makan dengan kepala penuh keringat .
" Kamu pasti sangat bosan bersamaku . Meskipun kita menikah , tapi aku tidak pernah melakukan kewajibanku sebagai istri . Sebenarnya , kamu benar - benar tidak perlu mempertahankan pernikahan ini untukku , "
kata Elena. Jansen pun terkejut . Gadis ini benar - benar memikirkan tentang hal ini . Ia menggeleng dan berkata ,
" Elena , saat aku menikahimu , aku sudah lupa ingatan . Pernikahan ini diatur oleh ayahku . Untuk perjanjian antara ayahku dengan kakekmu , aku tidak tahu . Akan tetapi , yang aku tahu setelah ingatanku kembali adalah aku berutang nyawa denganmu . "
" Maksudmu tentang kecelakaan mobil ? "
Mata Elena berbinar .
" Jika kamu ingin membalas budi , kamu bisa menggunakan cara lain . Kamu tidak perlu mengorbankan kebahagiaanmu sendiri . Aku tidak sengaja menyelamatkanmu . Saat itu jika ada orang lain di sana , aku juga akan menyelamatkan dia . "
" Ini semua tidaklah penting . Yang penting adalah kamu menyelamatkanku . Aku harus membalas budi . "
Jansen tersenyum seraya berkata ,
" Karena apa yang kamu selamatkan bukanlah hidupku , tapi mungkin jutaan nyawa juga . "
Jansen adalah seorang dokter . Ia wajib menyelamatkan banyak orang . Jika Elena menyelamatkan satu nyawanya , itu juga berarti menyelamatkan banyak orang .
"Uh"
Elena tahu Jansen keras kepala . Ia juga tidak bisa membujuknya lagi . Ia pun bertanya ,
" Kenapa kamu tidak tanya padaku ? Kenapa kamu bermasalah ? "
" Ini pasti tentang pekerjaan . Namun , saat kamu ingin mengatakannya , aku pasti akan membicarakannya , "
ucap Jansen seraya tersenyum . Elena tercengang . Di hatinya muncul pikiran yang rumit .
" Sebelumnya kamu bilang kamu bosan bersamaku . Sebenarnya bosan itu bagus . Penelitian psikologi di luar negeri mengatakan kalau pasangan yang sejati 90 % merasa sangat bosan . Ini karena hubungan mereka terasa hambar , seolah - olah kamu sudah terbiasa melihat tangan kanan dan kirimu yang biasa digunakan setiap hari . Sebaliknya , jika kamu 50 % merasa tidak bosan di sepanjang pernikahan ini , itu artinya cinta seperti ini tidak akan bertahan lama , "
ucap Jansen yang tiba - tiba tertawa .
" Benarkah ? "
Elena menjadi tertarik . Jansen mengangguk dengan sungguh - sungguh . Di dalam hatinya ia bergumam ,
" Sebenarnya aku mengarang . "
Bagaimanapun juga berbicara santai dengan Jansen membuat suasana hati Elena menjadi lebih baik .
Setelah mereka kenyang , mereka berjalan dengan santai di Indah Plaza . Meskipun suasana hati Elena membaik , tapi Jansen tidak tahu apakah itu karena karakternya atau benar - benar waspada dengan Jansen . Elena jarang membuka hatinya .
" Elena , kamu seharusnya punya bayangan pria lain di hatimu , kan . "
Jansen bahkan memiliki intuisinya sendiri .
Jansen tidak berharap Elena bisa menyukainya . Itu karena ia ingin membantu Elena , karena rasa penaklukannya itu , atau karena ia ingin memiliki hati yang bersih .
Saat ini tiba - tiba ada duak sosok yang menghentikan langkah kaki Jansen dan Elena.
Di hadapan Jansen ada seorang wanita dan seorang anak kecil . Wanita itu tampak mengenakan pakaian lusuh dan rambut yang kotor sekali . Ia menatap sambil memohon pada Jansen dan Elena .
Adapun untuk anak itu , perawakannya seperti usia delapan sembilan tahun . Ia jelas kekurangan gizi . Di tangannya ia memegang jeruk yang berjamur . Jansen bisa melihat kalau kaki anak itu jelas terluka .
Kedua orang itu jelas adalah pengemis . Bisa dibilang setiap kota yang makmur selalu ada sosok orang seperti mereka . Semakin banyak pengemis seperti mereka berarti semakin berkembangnya kota yang makmur itu .
Faktanya , sebelum Jansen turun dari mobil , ia sudah melihat dua pengemis ini . Ia tidak menyangka kalau mereka belum pergi .
" Kakak . "
Anak itu memandang Elena dengan pandangan menyedihkan . Meskipun Elena berkepribadian yang kuat , tapi ia adalah orang yang baik hati . Ia buru - buru mencari uang 1 Yuan dari tubuhnya dan meletakkannya di tangan anak itu .
" Terima kasih nona cantik . Namun , tolong beri kami beberapa lagi . Kami sudah tidak makan beberapa hari . Kami dari pegunungan untuk mencari ayah anak ini , tapi kami tersesat di kota sebesar ini . Kami tidak tahu harus tinggal di mana malam ini . "
Wanita itu mengambil uang dari tangan anak itu dan menatap Elena lagi .
Hari ini Elena datang untuk berjalan - jalan santai . Jadi , ia tidak bawa banyak uang . Ia ingin mengatakan sesuatu , tapi saat itu Jansen sudah berkata dengan dingin ,
" Cukup , kalian jangan serakah . "
" Kamu , kenapa kamu begitu galak ? "
Wanita itu terkejut dan matanya memancarkan cahaya yang dingin . Ia berkata pada Elena ,
" Dia lelakimu ? Pelit sekali dan tidak punya rasa simpati . Sayang sekali , padahal kamu begitu baik dan cantik , tapi kamu menikahi pria yang sekejam ini . "'
" Kamu belum selesai berbicara ? "
Suara Jansen berangsung dingin . Wajah Elena pun berubah . Ia telah menikahi Jansen selama satu tahun , tapi baru kali ini ia melihat Jansen sekejam ini . Itu membuatnya takut .
" Lihatlah , aku baru bilang begitu tapi dia sudah mau memukul orang . Duh , benar apa kata para leluhur , butuh waktu untuk bisa mengetahui sifat orang itu . Saat beberapa pria mengejarmu , mereka berlaku sangat baik , tapi setelah sekian lama menghabiskan waktu bersama , sifat aslinya akan muncul . Nona , suamimu ini menyembunyikan sifatnya . Kamu harus berhati - hati . "
Wanita itu terus memprovokasi Elena.
" Dia , dia bukan orang yang seperti itu . "
Elena menggeleng , tapi hatinya agak terguncang . Bagaimanapun ia tidak akrab dengan Jansen saat SMA dulu . Setelah menikah , Jansen amnesia , dan sekarang ingatannya kembali , jadi mungkin ini adalah sifat aslinya .
Tanpa sadar Elena mengubah pandangannya tentang Jansen Scott . Menurutnya , Jansen yang dulu lebih banyak menyembunyikan sifatnya .
" Aku beri kamu waktu tiga detik untuk segera pergi . "
Suara Jansen makin lama makin dingin .
" Apa yang kamu ingin lakukan ? Aku tidak takut padamu . Ini adalah masyarakat berhukum . "
Wanita itu berkata dengan kejam . Hanya anak yang berdiri di sampingnya yang memasang wajah ketakutan . Entah ia takut dengan Jansen atau wanita itu .
Brak !
Jansen menendang perut wanita itu hingga membuatnya terbang sejauh lima meter . Tendangan Jansen kali ini jelas sekali menggunakan tenaga dalam yang tidak bisa ditahan oleh wanita itu .
Bwuah !
Setelah wanita itu mengenai tanah , ia muntah darah . Kemudian wanita itu berteriak ,
" Aku dipukul . Aku dipukul . Orang ini tidak memiliki hati nurani . Semuanya , tolong aku ! "
" Jansen, apa yang kamu lakukan ? "
Elena tiba - tiba mendorong Jansen dan berlari menuju wanita itu . Kemudian ia melihat wanita itu yang terluka parah . Ia memandang Jansen dengan kecewa .
" Jansen , tidak disangka kamu orang yang seperti ini . Kamu benar - benar menyembunyikannya dengan baik . "
Jansen membuka mulutnya dan menghela napas . Pada akhirnya ia tidak mengatakan apa - apa .