Jansen Scott, Menantu Terbaik

Jansen Scott, Menantu Terbaik
Bab. 303. Rasa Bersalah Elena!


" Kamu tidak harus menelepon , biar aku yang melakukannya !"


Jansen juga tidak ingin membuat pramuniaga toko itu susah payah , kemudian langsung menghubungi nomor telepon Verrel , " Verrel , sekarang aku sedang berada di salah satu tokomu . Ada sedikit masalah di sini , tolong bantu aku untuk segera menyelesaikannya ! "


" Baik , guru , tolong berikan telepon ini kepada pemilik toko ! "


Verrel buru - buru berkata , sementara Jansen memberikan telepon ini ke pramuniaga toko , hanya terdengar Verrel berkata , " Aku Verrel , manajer umum Perumahan Henburg , sekarang guruku ada di toko , tolong berikan apapun yang dia mau dan ingat semuanya gratis ! "


" Baik , tuan Verrel ! "


Pramuniaga toko itu segera menggangguk dengan tergesa - gesa , tangannya gemetar ketakutan kemudian dia membawa ponselnya ke manajer untuk konfirmasi .


Manajer itu segera menjawab telepon sembari menghubungi kantor pusat yang akhirnya dikonfirmasi !


" Bawa telepon ini ke Nona Camila ! "


Perintah Verrel lagi.


" Nona Camila , tolong jawab teleponnya ! " Pramuniaga toko langsung menurut .


" Ini Camila Kan , aku Verrel. Dengar ya aku tidak peduli apa yang kamu suka , bagaimanapun apa yang guruku inginkan tidak boleh kamu sentuh ! Ingat ini adalah Properti milik Perumahan Henburg ! " Seru Verrel kemudian langsung menutup telepon.


Camila sangat marah sampai - sampai hampir menghancurkan teleponnya . Untungnya , pramuniaga toko segera mengambil telepon Jansen .


Jansen meletakkan gaun itu di atas meja lalu menunjuk ke arah gaun itu , berkata , " Aku akan meletakkan gaun itu di sini , kalau punya kemampuan , ambilah ! "


Kalau punya kemampuan , ambil ?


Emosi Camila meledak lagi !


Dia tidak menyangka bahwa kekayaan dan kekuasaannya bisa lebih rendah daripada orang ini . Padahal orang ini sudah menunjuk - nunjuk hidungnya serta memakinya !


" Berani tidak ? "


Melihat Camila menciut , Jansen pun mencibir , " Ingat pada usiamu sekarang , bukan waktunya untuk membandingkan uang dan kekuasaan , tetapi waktunya untuk membandingkan kebajikan dan kemampuan . Sayangnya , kamu tidak memiliki kebajikan ataupun kemampuan , satu - satunya hal yang kamu kuasai hanya mengandalkan keluargamu saja ! "


" Di atas langit masih ada langit , dan kamu tidak dapat mengontrol seluruh Kota Asmenia yang luas ini hanya dengan membandingkan uang dan kekayaan , kalian PT . Glory tidak bisa mengontrol langit hanya dengan satu tangan ! "


Setelah meninggalkan sepatah kata ini , Jansen langsung pergi bersama Natasha . Camila seolah sudah tertampar dengan kejam .


" Jansen dia adalah seorang putri dari PT . Glory . Aku dengar - dengar PT . Glory ini memiliki latar belakang yang dalam , dan kakaknya Tuan Billy adalah salah satu dari empat tuan muda di Kota Asmenia . Dia adalah orang yang paling tidak baik untuk disinggung , aku takut karena kita menindas adiknya seperti ini , akan berakibat buruk pada kita ! "


Mengikuti Jansen pergi , Natasha berkata dengan nada bicara agak khawatir .


" Apa yang harus ditakutkan ! "


Jansen tersenyum sembari menggelengkan kepalanya , " Kamu tidak melihat penampilannya ? Dia masih muda tetapi sudah angkuh dan suka menantang , oleh karena itu sekarang saatnya dia diberikan rasa sakit !"


Terdiam sejenak kemudian Jansen melanjutkan ucapannya , " Terlebih lagi , PT . Glory ini telah menjebakku , mereka menggunakan opini publik untuk menghancurkanku , tadi itu aku hanya sedikit mendapatkan kembali keuntunganku saja ! "


" Meskipun begitu , harus tetap hati - hati ! " ujar Natasha .


" Jangan khawatir ! "


Jansen sama sekali tidak peduli , dengan posisinya saat ini di Kota Asmenia , PT . Glory tidak akan mudah menyinggungnya . Sebaliknya jika Jansen ingin menghancurkan PT . Glory maka sama sekali tidak sulit !


" Mari kita makan ! "


Karena masih ada waktu sebelum pesta , Jansen juga menemani Natasha pergi berbelanja dan makan malam .


Di sisi lain , Elena sedang duduk di depan komputer , melihat opini publik yang bermunculan di internet . Elena pun sangat marah sampai hampir menghancurkan komputernya !


Saat memberikan pertolongan pertama kemarin , Elena selalu bersama Jansen , dan dia telah menyaksikan dengan mata kepalanya sendiri hal apa yang dilakukan Jansen , jadi wajar saja dia menjadi geram !


" Balas , balas ! "


" Sialan ! Kalian yang tidak tahu apa - apa jangan asal bicara , Dokter Jenius Jansen bahkan tidak menerima sepeser pun uang , tetapi dia mencoba yang terbaik untuk menyelamatkan orang lain . Atas dasar apa kamu menyalahkan hanya karena kecelakaan maut ! Jika kalian ingin menyalahkan , salahkanlah PT . Glory ! "


Namun , jawaban ini justru menimbulkan lebih banyak kritik !


" Elena , Internet ini berisikan pemain keyboard semua dan pasti sudah di bayar, kamu tidak akan bisa mengalahkan mereka , jadi untuk apa repot - repot ! "


Saat ini sebuah suara terdengar di belakang Elena , dia melihat sosokPenatua Jack saat menoleh ke belakang.


" Aku hanya mewakili ketidakadilan yang diterima Jansen , aku merasa sangat kesal begitu melihat kekerasan dunia maya ini ! " Elena menggertakkan giginya .


Melihat penampilan Elena yang berani membenci karena cinta , Penatua Jack terkekeh , " Kamu dan Jansen sedang bertengkar kan ? Bagaimana kalau kamu menemaniku jalan - jalan ? "


" Baiklah ! "


Elena mematikan komputernya dan mengikuti Penatua Jack berjalan menyusuri koridor .


" Timmy telah menyetujui permohonanmu untuk Ervan , tetapi Elena masih ada satu hal lagi yang perlu aku ingatkan ! " ujar Penatua Jack menjelaskan sambil berjalan.


" Timmy juga sudah memeriksa bahwa Ervan tidak sesederhana itu , dia orang yang sangat licik , dia adalah orang dari Grup Caster . Oleh karena itu dia memiliki otoritas penuh atas kekayaan Grup Caster . Sekarang istrinya sedang sakit , maka daripada itu dia sangat gugup , terutama karena kekayaan Grup Caster belum dia peroleh sepeser pun ! "


" Dan kami juga menemukan bahwa Ervan ini telah menyerang suamimu beberapa kali , misalnya pada saat pertemuan pertukaran medis di Universitas Kota Asmenia , suamimu telah berhasil menyembuhkan seorang warga asing tetapi Ervan malah mengambil semua pujian itu dan mengusir suamimu ! "


" Selain itu , Ervan juga sengaja untuk mengundang para ahli dan profesor dari provinsi untuk menyerang Aula Xinglin yang suamimu buka . Untungnya suamimu ini sangat ahli dalam keterampilan medis dan akhirnya dia berhasil mengubah kekalahan menjadi kemenangan ! "


" Yang terakhir adalah Dawning Internasional , sebelumnya aku tidak tahu apa hubungan Dawning Internasional dengan suamimu , tetapi Ervan telah memboikot pemegang saham asli Dawning internasional dan secara paksa mengakuisisinya . Kemudian yang lebih parah lagi , dia menyuruh orang untuk mencuri resep teh herbal . Sayangnya , mereka malah menembak kaki sendiri, karena itu Ervan akan ikut campur selama itu terkait dengan suamimu ! "


Elena seperti disambar petir saat mendengar ucapan Penatua Jack !


Dia tidak menyangka kalau Ervan telah melakukan begitu banyak hal yang berbahaya di belakang punggungnya , dan semuanya ditujukan pada Jansen !


Pantas saja Jansen sangat marah !


Sebagai seorang istri , alih - alih membantu suaminya dia malah membantu bajingan itu bebas !


Penatua Jack langsung menggiring Elena untuk duduk di kursi batu . " Sebenarnya , suamimu adalah pria aneh dengan keterampilan yang hebat . Aku sama terkejutnya begitu aku mengetahuinya . Terkadang aku bertanya - tanya kenapa seseorang dengan keterampilan hebat seperti suamimu ini , bersedia tinggal di Kota Asmenia untuk menjadi dokter kecil ! "


" Aku juga tidak terlalu mengerti tentang ini , "


Penatua Jack menggelengkan kepalanya sambil berkata , " tapi aku rasa kemampuannya bukan hanya ini ! "


" Satu hal lagi yaitu menyangkut Ezra , ada desas - desus bahwa dia telah meninggal , meskipun Pulau Hongkong memblokir berita ini dengan sangat bagus , tetapi kami masih dapat menemukan bahwa di hari Ezra meninggal ada seseorang dari Kota Asmenia yang pergi ke Pulau Hongkong ! " seru Pak Penatua Jack menambahkan .


" Ezra ? Mungkinkah karena dia menyerangku ? "


Elena tiba - tiba teringat ketika Jansen kembali hari itu bahunya terluka , apakah itu juga karena Ezra ?


Dia juga masih ingat bagaimana Ezra menindas Jansen ketika berada di sebuah restoran , tetapi Jansen tetap rendah hati , bahkan saat itu rekan - rekannya mengira Jansen itu pecundang !


Namun , jelas - jelas Jansen memiliki kemampuan untuk tidak takut pada Ezra , lalu kenapa tidak melawan ?


Oh iya , saat itu dia juga ada di sana , mungkinkah karena dirinya ?


Seketika pikiran Elena pun berantakan , dalam hatinya merasa sangat bersalah , karena saat itu , dia juga merasa Jansen adalah seorang pecundang !