
" Jansen , terakhir kali kamu membantu Zachary , aku meremehkanmu . Kali ini , aku lihat bagaimana kamu melindungi ibu mertuamu dan Diana . Tunjukkan padaku jika kamu bisa melindungi mereka lagi , " kata Jay Smith dengan wajah galaknya .
Jansen melihat beberapa pengawal itu . Ia pun berkata dengan santai ,
" Mereka adalah ibu dan adik dari istriku , juga kerabatku . Jika seorang pria tidak bisa melindungi mereka , dia tidak pantas hidup di dunia ini . "
Mendengar perkataan itu , diam - diam hati Ibu Mai dan Diana bergetar . Mata mereka agak sembap memikirkan penghinaan dan olok - olok yang mereka berikan kepada Jansen selama setahun ini . Lalu memikirkan apa yang dilakukan oleh Jansen pada mereka hari ini . Mereka merasa sangat bersalah .
" Jansen , ini salah ibu . "
Ibu Mai bergumam dalam hati dengan berbisik .
" Kakak ipar , cepatlah pergi . Dia akan melawanmu . Dia pasti akan membunuhmu . Aku perempuan . Dia tidak akan berani melakukan apa - apa padaku . "
Diana bergegas ke depan Jansen dan ingin melindungi Jansen .
" Dasar gadis bodoh , kamu memanggilku kakak ipar . Bagaimana bisa kakak ipar pergi ? Apalagi gadis itu harusnya dilindungi , bukan yang jadi tameng . "
Melihat tindakan Diana , hati Jansen jadi terenyuh . Gadis ini memiliki sedikit hati nurani .
" Kamu punya pendukung , pria yang menikah dan masuk ke keluarga wanita . Aku meremehkanmu . Akan tetapi , di dunia ini bergantung pada uang dan status . Tidak ada gunanya punya pendukung seperti itu . " Jay Smith memandang Jansen jijik .
Meskipun ia sudah menderita berulang kali karena Jansen, tapi ia masih merasa kalau Jansen hanyalah orang biasa . Jansen sama sekali tidak bisa dibandingkan dengannya . Yang paling penting , kali ini pengawalnya yang turun tangan . Ia tidak percaya Jansen bisa mengalahkan pengawal - pengawal itu . Ia jamin kalau Jansen dihabisi kali ini .
" Nak , nyalimu besar juga . "
Seorang pria besar berjalan dengan cepat dan melayangkan tinjunya ke arah Jansen. Pukulannya begitu kuat . Jika pukulan itu mengenai tubuh seseorang , orang itu diperkirakan bisa patah tulang .
" Minggir ! "
Jansen mendengus dan menarik Diana ke belakang . Diana pun langsung menangis karena cemas . Bagaimana bisa kakak iparnya yang begitu jujur bisa menghadapi serangan beberapa pengawal ini ? Diana sudah bisa membayangkan adegan Jansen dipukul dan jatuh ke tanah .
Namun , itu jelas sekali kalau Diana terlalu banyak berpikir .
Setelah ingatan Jansen kembali , keterampilannya bukanlah sesuatu yang bisa dilawan oleh pengawal - pengawal itu . Terutama saat Jansen menggunakan teknik Aura Kaisar . Ia bisa dengan jelas melihat lintasan pukul para pengawal . Semuanya tampak sepuluh kali lebih lambat .
Selain itu , meskipun Jansen jarang melakukan beli diri , tapi sejak kecil ayahnya memergokinya berlatih seni bela diri . Ia sangat pandai melakukan Taichi .
Tampak Jansen melakukan kesalahan karena tidak bisa menghindari pukulan pria besar itu . Langkah kakinya melesat ke depan , mendarat ke kaki pria besar itu , dan membanting bahunya ke dada pria besar itu .
Bruk !.
Pria kekar yang tingginya 1.9 meter itu terbanting ke belakang . Sebelum ia menyentuh tanah , telapak tangan Jansen meraih dan memegang kepala pria besar itu . Ia menambah kekuatannya dan membantingnya ke tanah dengan keras .
Brak !
Suara yang menyedihkan pun terdengar . Pria besar itu babak belur . Gigi depannya pun lepas .
Saat pria besar itu ingin berdiri karena kesal , telapak tangan Jansen tiba - tiba menampar punggung pria besar itu . Dengan menggunakan kaki sebagai pilar , kedua kakinya terus menendang ke segala arah .
Beberapa pria bertubuh besar langsung bergegas ke arah Jansen. Mereka tidak bisa menghindar dari tendangan Jansen dan pipi serta dada mereka ditendang . Yang lebih menakutkannya lagi adalah jelas - jelas Jansen jauh lebih kurus daripada mereka , tapi kekuatan kakinya sangat menakutkan . Pria bertubuh besar yang berat badannya lebih dari 100Kg terjungkal seolah - olah dia melayang .
Brak brak brak !
Dari kejauhan satu demi satu dari mereka menabrak dan membalikkan meja yang cukup banyak .
" Wah ! "
Orang - orang yang ada di sekitar sana pun berseru . Mereka terkejut dengan keterampilan Jansen .
" Pemuda ini , kurasa dia adalah pemuda yang terlatih di keluarganya . "
Seorang pria tua yang mengenakan pakaian yang tidak biasa berseru kagum .
" Kakak ipar , ka - ka - kamu tampan sekali . "
Mata Diana berbinar melihat adegan itu .
Seluruh tubuh Ibu Mai bergetar . Tidak bisa dibayangkan apa yang telah dilalui pemuda ini , menantu linglung yang memanfaatkan keluarga Lawrence, hidup bersama mereka selama satu tahun lebih itu .
" Dasar kumpulan sampah tidak berguna . Cepat , ayo bangun . Pukul dia sampai mati . Siapa yang bisa memukul dia sampai mati , aku akan memberikan dia hadiah . "
Jay Smith melengkingkan suaranya , seolah - olah hatinya sudah dirasuki oleh roh jahat . Jay Smith sudah menderita berkali - kali di hadapan Jansen . Ia berpikir dengan menggunakan paksaan , ia bisa menyelesaikan masalahnya dengan Jansen, tapi ternyata Jansen mampu mengalahkan para pengawalnya .
Jansen ini , apa ada hal yang tidak bisa ia lakukan ?
'Brengsek!"
Para pengawal bangkit dari tanah dan memasang ekspresi bengis . Mereka mengeluarkan tongkat khusus dan berjalan selangkah demi selangkah ke arah Jansen .
" Nak , aku tidak menyangka kamu dari keluarga yang terlatih . Kamu belajar dari mana seni bela diri itu ? "
Permukaan tongkat ini dibungkus , tapi dalamnya adalah metal yang kokoh dan sangat keras . Jika kepala manusia terpukul olehnya , tengkorak orang itu bisa hancur .
" Kamu mau mati ? "
Mata Jansen memancarkan aura dingin . Telapak tangan tiba - tiba berubah menjadi cakaran . Ia menghindar dari tongkat pria besar itu dan menggenggam sendi pria besar itu .
" Ah ! "
Jeritan kesakitan pun terdengar , seluruh lengan pria besar itu pun tercakar , lalu diikuti dengan pukulan ke wajahnya dari serangan Jansen . Hidungnya pun berdarah . Ia tidak sadarkan diri . Jansen menggunakan Profound Qi untuk serangan pukulan itu . Itu bukanlah kekuatan yang bisa dianggap sepele .
Brak brak brak !
Selanjutnya satu persatu dari pria bertubuh besar itu pun dikalahkan oleh Jansen. Mereka pun menumpuk berlapis jadi satu ke atas . Hanya dalam beberapa menit , para pria bertubuh besar yang tadinya sulit untuk dikalahkan pun akhirnya dihabiskan oleh Jansen.
" Giliranmu . "
Setelah menghabisi para pengawal itu , Jansen melangkah ke arah Jay Smith .
" Kamu , dasar anak sialan ! "
Ekspresi Jay Smith seolah - olah ia melihat hantu . Tubuhnya gemetaran marah .
" Aku adalah penerus Grup Smith . Beraninya kamu mengalahkan orang - orangku . Percaya atau tidak , aku akan mempermainkan kamu sampai mati dalam hitungan menit . "
" Dasar mulut bau ! "
Jansen menampar Jay Smith dengan tamparan yang keras .
Jansen kesal sekali dengan Jay Smith . Siapa yang tahu kalau pria ini terlalu banyak omong kosong dan berani berkata kasar . Jansen pun memberontak di dalam hati .
Keberadaan ayah Jansen masih belum jelas . Sedangkan ibunya , sejak kecil ia sudah tidak melihat ibunya . Itu karena sejak kecil ia sudah terkena sakit jantung .
Tamparan keras pun melayang . Jansen memukul Jay Smith hingga ia berputar , lalu pingsan . Diana dan Ibu Mai pun berteriak senang saat melihat adegan itu .
" Orang desa udik , beraninya kamu memukulku . " Jay Smith pun kesal dan marah .
Ia tiba - tiba mengambil kursi yang ada di sampingnya dan menghancurkannya ke arah Jansen.
Namun , dengan tubuh Jay Smith yang kaku seperti itu mana bisa menjadi lawan Jansen. Jansen bisa menghindar dengan mudah . Tangan besar Jansen meraih kursi itu dengan merebutnya , lalu mengayunkan ke samping dan melemparkannya lagi .
Bruak !
Jay Smith pun muntah darah dan giginya pun tanggal .
" Aku adalah penerus Grup Smith . Beraninya kamu ! "
" Plak plak plak ! "
" Aku ! "
" Plak plak ! "
Setiap Jay Smith mengatakan sesuatu , Jansen langsung menamparnya dengan keras. Jay Smith pun jadi tidak berani berbicara karena pukulan itu .
Pfft ...
Jay Smith tersungkur ke tanah . Pipinya seolah - olah bengkak karena terlalu banyak tamparan. Ia hanya bisa menatap Jansen dengan kebencian .
Sejak kecil , Jay Smith terlahir tanpa memiliki masalah , ditambah lagi ia baru pulang dari luar negeri . Jadi , ia tidak pernah dipermalukan seperti ini .
" Siapa yang melapor ke polisi ? "
Saat itu ada banyak polisi yang bergegas masuk . Setelah melihat kejadian itu , mereka mengerutkan kening .
" Ini aku ! "
Seseorang yang tampak seperti manajer , berjalan ke arah mereka . Bagaimanapun ini adalah klub kelas atas . Jika kejadian sebesar ini terjadi , sudah pasti manajer akan melapor ke polisi .
Melihat polisi yang datang , Jay Smith yang tersungkur duduk di atas tanah berteriak dengan gagap ,
" Polisi , dia memukul orang , cepat tangkap dan penjarakan dia . "
" Apakah orang - orang ini kamu yang memukulnya ? "
Seorang polisi mengerutkan keningnya melihat Jansen . Ia pun kaget . Ia bergumam dalam hati , Pemuda ini hebat sekali . Ia bisa melihat semua pengawal yang kekar terbaring di atas tanah . Wajah mereka dipenuhi dengan darah segar . Jelas sekali kalau mereka terluka parah .
Perlu diketahui , para pengawal ini jago sekali dalam bergulat . Belasan pengawal ini sulit sekali untuk taklukkan .