Jansen Scott, Menantu Terbaik

Jansen Scott, Menantu Terbaik
Bab. 230. Memetik Obat


" Memetik obat ! "


Jansen menepuk - nepuk tas yang berisi obatnya .


Wanita itu memutarkan matanya , sepertinya pemuda ini sudah tidak waras . Tengah malam dia pergi untuk mengambil obat sendirian pula ! Apa mungkin dia tidak tahu kalau di sini adalah area terlarang bagi manusia ?


" Sepertinya kamu diikuti ! " celetuk Jansen tiba - tiba , akhirnya dia tahu kenapa wanita ini merasa tidak nyaman !


" Aku tahu ! "


Wanita itu menoleh ke belakang dengan sorot mata yang dingin kemudian mengeluh , " Awalnya aku tidak ingin membuang waktu , tetapi beberapa orang itu juga bisa berjalan , jika sedang di waktu lain , aku pasti sudah membunuh mereka sejak awal ! "


Saat dia berbicara , Jansen melihat ada sebuah belati perak bersinar terselip di lengan baju wanita itu .


" Haha , gadis genit kenapa tidak kabur ? "


" Hei , bukankah ini adalah mahasiswa yang ada di bus itu ? Kenapa dia bisa ada disini ! "


Ketiga pria itu akhirnya menyusul .


Begitu melihat Jansen , ekspresi mereka sangat terkejut persis seperti ekspresi wanita itu .


" Aku adalah seorang dokter dan aku kemari untuk memetik obat ! " Teriak Jansen .


" Memetik obat omong kosong ! Kamu hanya mengalami gangguan mental ! "


Ketiga pria itu mencela , tengah malam Jansen turun dari bus kemudian berjalan di hutan belantara seorang diri . Memangnya orang gila mana yang datang ke sini hanya untuk memetik obat !


Sepertinya pemuda ini baru lulus kuliah , jadi sama sekali tidak tahu akan bahayanya hutan belantara , bahkan esok hari ada kemungkinan kamu akan mati di hutan belantara ini !


" Bocah , aku tidak peduli dengan urusanmu , pergi dari sini ! "


Seorang pria dengan bekas luka di wajah memaki Jansen kemudian langsung mengalihkan pandangannya ke arah wanita itu ,


" Gadis kecil , aku tahu kamu punya puluhan ribu yuan di tasmu . Cepat berikan kepada kakak , maka kakak akan menemanimu bermain , dan kakak akan membebaskanmu ! "


" Iya , kamu sudah membuat kami mengejarmu begitu lama di tengah malam , mana mungkin kamu tidak memberikan kami sedikit rasa manis ! " Kedua orang lainnya juga menjilat lidah mereka sendiri .


Diam - diam Jansen menggelengkan kepalanya , dia sudah tahu kalau tiga orang ini pasti akan mati !


Benar saja , hanya melihat wanita itu menghilang dari tempatnya tanpa mengatakan apapun , kemudian seketika langit menjadi gelap dan sebuah kilatan besi berkedip . Dalam sekejap pria dengan bekas luka di wajahnya langsung memegangi lehernya dengan darah yang terus menyembur dari leher !


" Alfa ! "


Dua orang lainnya berteriak panik !


Tapi segera , pisau itu berkedip lagi yang membuat pupil mereka terbuka lebar dan selang beberapa detik kemudian keduanya terjatuh di tanah !


Whooh !


Setelah membunuh tiga orang itu secara berturut - turut , wanita itu bernapas sedikit cepat , peluh dingin juga telah bercucuran di wajahnya , kemudian dia menoleh dan kembali menatap Jansen .


Namun dia sangat terkejut saat mengetahui bahwa mahasiswa itu belum pergi juga , ditambah lagi raut wajahnya terlihat amat tenang .


Selang beberapa detik selanjutnya , Jansen malah mulai menggali tanah untuk mencari tanaman lagi !


Orang macam apa dia ini ? Apakah benar dia mengalami Gangguan mental atau dia hanya tidak peduli ?


Wanita itu tampak sangat tidak percaya , Mau bagaimanapun , siapapun akan takut saat melihat pembunuhan , tapi kenapa pemuda ini malah begitu cuek !


" Orang macam apa kamu ini ? "


tanya wanita itu .


" Ahli herbal ! "


Jawab Jansen .


Wanita itu memiliki keinginan untuk memakinya dengan keras , siapa juga yang bisa datang ke tempat seperti ini untuk memetik tumbuhan !


Namun , karena kelelahan , wanita itu juga terlalu malas untuk memedulikannya . Jadi dia hanya menganggap Jansen sebagai tipe mahasiswa yang terkena gangguan mental karena kuliahnya , maka daripada itu dia datang ke hutan belantara untuk mencari kesenangan.


" Kubur orang - orang itu , semua barang yang ada pada mereka juga akan menjadi milikmu ! " ujar wanita itu .


" Aku tidak mengira kalau bocah bodoh sepertimu bisa berpikir juga ! " Wanita itu pun duduk di tanah , seolah sedang berpikir .


" Mengapa kita tidak membuat kesepakatan , kamu memiliki deserticola cistanche yang berharga , bagaimana jika kamu memberikannya kepadaku maka aku akan membantumu menyembuhkanmu ! " Tiba - tiba Jansen menoleh dan nyeletuk .


" Bagaimana kamu tahu kalau aku punya deserticola cistanche! "


Raut wajah wanita itu berubah , dia mendapatkannya setelah turun dari bus dan menggali di gunung. Dalam beberapa tahun, barang ini telah menjadi ramuan obat yang baik .


" Aku seorang dokter jadi aku bisa mencium baunya ! "


Jansen tersenyum , " Selain itu aku juga tahu kenapa kamu tidak langsung membunuh mereka dari awal , alasannya adalah karena kamu keracunan , dan itu adalah racun ular kepala putih ! "


" Bagaimana kamu bisa tahu ! " Wanita itu bertanya lagi , dia benar - benar sangat terkejut !


" Aku kan sudah bilang , kalau aku ini seorang dokter ! "


Dengan nada yang datar Jansen berkata , " Bagaimana , mau bertukar tidak ? Meskipun kamu telah menekan racun ular itu tetapi serum yang kamu akan suntikkan bukanlah untuk bisa ular kepala putih . Jadi itu hanya bisa menekan untuk sementara waktu saja , tetapi ketika racun ular itu sudah mulai mengalir di pembuluh darahmu , dengan sangat cepat racun ular semacam ini bisa membuat darahmu menggumpal . Meskipun tidak berakibat fatal bagi nyawamu , tetapi disini adalah hutan belantara , jika tidak mendapatkan pengobatan tepat waktu , pasti akan mati ! "


" Ular kepala putih ! "


Wanita itu teringat , setelah dia turun dari bus , dia bertemu dengan dengan ular kepala putih saat dia tengah pergi buang air kecil . Tetapi dia tidak percaya ini , selain itu dia masih memiliki misi yang harus dia selesaikan . Jika dia tertunda di sini lantas dia tidak akan bisa menyelesaikan tugasnya !


" Oke , aku setuju ! "


" Kamu telah diracuni selama satu jam , dan sekarang kamu harus segera mengobati lukamu ! "


Melihat wanita itu setuju , Jansen langsung mengangguk dan bertanya , " Di mana lukanya ? "


Wanita itu tercengang sejenak , kemudian ekspresi wajahnya berubah agak canggung .


" Kamu tidak mungkin tidak tahu di mana kamu digigit kan ! " Jansen merasa sedikit khawatir .


" Aku tahu , hanya saja tempat itu ! "


Wanita itu merasa sangat canggung , kemudian berkata malu - malu , " Aku digigit saat buang air kecil , jadi lukanya ada di pantat ! "


Kemudian , dia menatap Jansen dengan tatapan kaget , " Kamu , kamu tidak mungkin menghisapnya di tempat itu kan ! "


Wajah Jansen bersemu merah , ternyata ular ini benar - benar bisa menggigit ya , segera dia menggelengkan kepalanya dan berkata , " Kalau baru saja digigit ular , hal itu memang harus dilakukan . Tapi sekarang tidak perlu , taruh obat saja sudah cukup , sekarang lepaskan celanamu ! "


Seketika wanita itu agak ragu - ragu , meskipun dia bisa membunuh dalam sekejap tetapi dia tetaplah seorang wanita . Tapi , begitu dia teringat akan tugas - tugasnya yang telah diatur , akhirnya wanita itu langsung melepaskan celananya .


Jansen baru menyadari kalau kaki wanita itu sangat berotot , sekilas juga sudah tahu kalau dia sering latihan tetapi juga karena itu , kakinya jadi terlihat jenjang dan lurus !


" Berbaringlah ! "


Seru Jansen menyuruhnya , sedangkan wanita itu menggertakan giginya , akan tetapi tetap berbaring dengan bokong menungging . Melihat otot - otot yang kekar , Jansen diam - diam menggelengkan kepalanya . Dia hanya harus menyenandungkan sebuah lagu untuk menstabilkan pikirannya.


Meskipun paras wanita ini juga sangat cantik , tapi dia memiliki banyak temperamen . Selain itu konsentrasi Jansen juga sangat buruk di daerah ini , jika dia tidak mengandalkan latihannya untuk menekan dirinya , mungkin dia benar - benar tidak bisa menahannya lagi !


Dia melihat jejak gigitan ular di pantat wanita itu , dan otot di sekitarnya hitam lebam tampaknya karena pembekuan darah . Jansen tahu kalau gigitan ular kepala putih yang berbisa dapat membuat luka yang sangat menyakitkan .


Namun , wanita itu mampu menggertakkan gigi dan menahannya . Toh dia membunuh tiga orang bandit itu , yang menunjukkan bahwa dia memiliki ketekunan yang luar biasa !


" Akan sedikit sakit , tahan ! "


Pertama - tama Jansen menggunakan akupuntur untuk darah beracun , kemudian memotong merangsang lukanya dengan pisau kecil untuk melepaskan darah beracunnya . Selanjutnya , mengunyah beberapa tumbuhan dan terakhir dia memuntahkannya serta mengoleskannya ke luka wanita itu .


" Uhh ! "


Wanita itu tidak bisa menahan diri untuk mengerang , dengan erangan seperti itu , seketika darah panas langsung mengalir ke otak Jansen . Kenapa wanita ini memiliki erangan yang sama saat dia sedang nyaman atau kesakitan !


" Racun ular ini belum sepenuhnya dibasmi , maka daripada itu kamu harus terus mengganti obatnya setelah tiga jam ! "


Setelah mengobatinya , Jansen dengan enggan menyaksikan wanita itu mengenakan celananya kembali .


" Tiga jam ! "


Wanita itu mengerutkan keningnya lalu merenung sejenak , " Bagaimana aku bisa mengganti obatnya sendiri ? Bagaimana kalau kamu ikut denganku saja ? Aku akan membayarmu 100 ribu yuan , bagaimana ? "