Jansen Scott, Menantu Terbaik

Jansen Scott, Menantu Terbaik
Bab. 1122. Aku Hadiahkan Seluruhnya Untukmu!


Orang-orang tampak terkejut dan seolah tidak percaya melihat Luna memegang pipinya yang kesakitan.


Luna telah ditampar oleh Jansen.


"Kakak ... Kakak Ipar!"


Ricky tampak ketakutan. Kakak iparnya itu benar-benar seorang pria jantan.


Namun, orang yang ditampar adalah anggota Keluarga Gibson. Tak hanya Keluarga Miller, kakak iparnya itu sepertinya juga bakal sulit tinggal di Huaxia lagi akibat perbuatan tersebut.


Freddy pun terdiam. Jansen tak hanya berani memukul Freddy, tetapi juga berani memukul seorang putri Keluarga Gibson.


"Jansen, kamu tahu apa yang kamu lakukan?"


Luna memegang pipinya sambil menatap Jansen dengan penuh kebencian. Namun, Luna seolah tidak bereaksi sama sekali.


"Aku menampar wajahmu!"


Jansen berkata dengan datar, "Pepatah mengatakan, 'Rupa wajah tercermin dari hati.' Mulutmu kotor, hatimu busuk, wajahmu pun tentu jelek!"


"Jansen, kamu bakal mati kali ini!"


Luna mengerang keras dan hendak mencakar Jansen sambil berkata, "Kamu tidak suka aku mengatai istrimu, 'kan? Sudah kuduga, istrimu adalah seorang wanita ****** yang sudah digauli para pria lain!"


Plak!


Jansen kembali menamparnya. Kali ini, tamparan Jansen lebih keras daripada sebelumnya. Riasan di wajah Luna pun pudar.


Plak


Jansen kembali menampar.


Gigi Luna langsung goyang. Wajahnya pun tampak menyedihkan. Tas LV yang dipakainya bahkan jatuh ke tanah.


Semua orang terdiam ketakutan. Mereka tak menyangka bahwa Jansen akan menamparnya makin keras.


Amarah Luna pun memuncak. Namun, Luna bukanlah lawan sepadan bagi Jansen. Luna masih saja keras kepala dan terus ingin mengumpat. Akan tetapi, saat menatap mata Jansen, Luna tiba-tiba terdiam dan tak berani bersuara.


Tatapan mata Jansen tampak dingin dan penuh dengan kebencian.


Saat ini, Luna juga merasakan hal yang sama dengan Freddy. Jika Luna kembali membuat Jansen marah, Jansen pun tak akan segan untuk membunuh Luna.


Itu memang benar!


Tak peduli apakah dia anak Keluarga Gibson atau bukan, Jansen tetap akan membunuhnya dengan segala risiko.


Orang ini benar-benar gila!


Bagi Jansen, Elena adalah luka di hatinya yang tidak boleh diungkit, tetapi Luna malah terus mengungkit luka kelam itu dan membuat amarah Jansen meledak.


Jansen langsung mendorong Luna saat melihat bahwa Luna sudah terdiam.


Sebelumnya, Jansen memang berniat melakukan pembunuhan.


Kalau saja Luna bukan seorang wanita, Jansen sudah pasti akan membunuhnya.


"Jansen, kamu juga datang kemari untuk bekerja sama dengan Grup Dutch Textile. Selama aku ada di sini, kamu jangan bermimpi bisa mewujudkannya!"


Luna didorong hingga jatuh menabrak meja komputer. Setelah mencoba menenangkan diri, amarah Luna akhirnya tak tertahankan juga.


Jansen benar-benar berani memukulnya.


Bagaimanapun juga, Luna adalah putri Keluarga Gibson. Dia bahkan sangat terkejut atas kejadian tadi dan hanya bisa terdiam karena bagi dirinya ini adalah sebuah aib.


Sekarang, Luna sudah tidak berani berbicara buruk lagi tentang Elena, tetapi ini bukan berarti bahwa Luna akan memaafkan Jansen.


"Grup Dutch Textile hanya akan bekerja sama denganku. Camkan ucapanku ini!"


Jansen menyalakan rokok dan mengisapnya dengan santai.


Meskipun Luna masih terlihat sombong, Luna tidak memarahi Elena lagi, sehingga Jansen pun tidak jadi menghajar Luna.


"Heh, Jansen, kamu memang gila. Kamu mungkin tidak tahu siapa bos di belakang Grup Dutch Textile. Biar aku beri tahu kamu, namanya Franky Dutch, orang-orang dunia Jianghu memanggilnya Raja Kelelawar. Kebetulan, dia adalah anggota Sekte Bangau Putih. Menurutmu, dia akan bekerja sama dengan kamu atau aku? Kalau dia menolak permintaanku, dia pasti akan mati!"


Luna berteriak dengan arogan. Sifat sombongnya pun kembali muncul.


"Benar sekali, semua orang dunia Jianghu pasti sangat menghormati Keluarga Gibson. Jansen, nanti kamu pasti akan diusir!"


Freddy ikut menimpali.


"Kakak Ipar..."


Ricky diam-diam menarik Jansen mundur karena dia merasa bahwa masalah ini menyangkut Keluarga Gibson dan bakal bertambah rumit. Mereka sepertinya juga akan pulang dengan kegagalan.


Saat Ricky berbicara, pintu lift tiba-tiba terbuka. Kemudian, seorang pria paruh baya buru-buru masuk ke dalam ruangan kantor diikuti beberapa orang.


"Tuan Bagas sudah datang. Kalian bahas saja masalah kerja sama dengan beliau!"


Manajer buru-buru berlari menyambut Tuan Bagas.


Para mitra bisnis ingin merundingkan masalah kerja sama, tetapi Luna masih berada di sana. Mereka semua pun tidak berani menyela Luna dan terpaksa diam sambil memandang pria paruh baya itu.


Pria paruh baya itu terlebih dahulu berbincang dengan Luna karena sebelumnya sudah ada orang yang menghubungi dirinya bahwa orang Keluarga Gibson akan datang untuk membahas masalah kerja sama.


Luna menatap Jansen dengan sombong sambil berpikir bahwa Jansen bakal kehilangan muka. Luna pun menghampiri Tuan Bagas lalu berkata dengan masih bisa sombong kali ini. Dia berjalan mendekat dan berkata dengan arogan, "Di mana Franky Dutch? Kenapa dia tidak datang? Di Grup Dutch Textile sekarang, apa kamu yang mengambil keputusan?"


"Benar, memang aku yang mengambil keputusan!"


Pria paruh baya itu menjawab dengan sopan dan diam-diam merasa heran. Kenapa putri Keluarga Gibson ini begitu tertarik dengan Grup Dutch Textile yang merupakan perusahaan kecil?


Lagi pula, Keluarga Gibson adalah keluarga terkuat di Huaxia yang sebenarnya.


"Kamu dengar baik-baik. Aku sekarang ingin membuat satu produk dengan meminjam merek Grup Dutch Textile. Apa kalian bisa melakukannya?"


Luna berkata dengan datar, "Aku peringatkan kamu lagi, kalau kamu tidak bersedia, keluargaku akan membeli tiga puluh persen saham perusahaan kalian. Saat itu, aku juga akan menjadi salah satu pemegang saham Grup Dutch Textile dan kamu pun pasti akan menuruti permintaanku!"


"Nona Luna, ini tidaklah sulit. Jangankan tiga puluh persen saham, lima puluh persen saham juga tidak masalah!"


Pria paruh baya itu tersenyum. Bagi orang dunia Jianghu, uang bukanlah sesuatu hal yang penting.


"Jadi, kamu sudah setuju? Baiklah kalau begitu!"


Luna pun tidak terkejut dengan sikap pria paruh baya itu. Dia lanjut berkata, "Satu hal lagi, mulai sekarang, siapa pun tidak diizinkan lagi bekerja sama dengan Grup Dutch Textile, kecuali aku. Apakah kamu paham ucapanku?"


"Mengerti, maksud nona, orang-orang dari keluarga Nona Luna atau siapa?"


Pria paruh baya itu merasa bingung dan berkata seolah-olah Grup Dutch Textile boleh bekerja sama dengan orang lain kecuali pihak keluarga Luna.


"Yang aku maksud itu mereka semua!"


Luna berkata sambil menunjuk para mitra bisnis yang hadir. Luna pun menatap Jansen dengan wajah arogan.


"Kalian ingin bekerja sama, silakan bermimpi!' Apakah kalian tidak lihat kehebatan aku ini?' Meskipun aku bukan presiden direktur Grup Dutch Textile, asalkan aku memberi perintah, pihak Grup Dutch Textile pasti akan menurutinya!"


"Kalau hanya mereka, tinggal usir saja!"


Pria paruh baya itu mengira bahwa yang dimaksud Luna hanyalah para mitra bisnis itu. Namun, pria paruh baya itu tiba-tiba terkejut.


Matanya menatap ke arah Jansen. Wajahnya berubah pucat. Dia pun gemetar ketakutan.


Dia mengenali Jansen. Belum lama ini, Jansen pergi ke tempat mereka dan membunuh Raja Kelelawar di hadapan mereka!


"Kamu kamu... kamu juga datang untuk bekerja sama?"


Pria paruh baya itu berkata dengan penuh rasa gelisah.


"Tentu saja."


Jansen mengangguk lalu berkata, "Aku juga ingin peringatkan kamu, kalau kamu menolak bekerja sama denganku, kamu tentu tahu apa akibatnya. Coba pikirkan dulu dengan matang!"


Luna dan Ricky pun terkejut mendengar ucapan ini.


Ini adalah ancaman?'


Luna, putri Keluarga Gibson tentu berani mengancam Grup Dutch Textile. Lantas kenapa Jansen juga berani mengancam Grup Dutch Textile?


Apakah pihak Grup Dutch Textile akan merasa takut dengan ancaman Jansen.


"Hahaha!"


Luna tidak bisa menahan tawa. 'Jansen ini mengira bahwa dirinya adalah penguasa dunia Jianghu!'


Akibat apanya? Omong kosong!'


Namun, pria paruh baya itu tiba-tiba meninggalkan Luna dan langsung berlari menghampiri Jansen. Dia pun tertawa sambil berkata, "Kerja sama... tentu saja kita akan menjalin kerja sama!"


Semua orang langsung terdiam.


Luna bahkan mengira bahwa matanya sudah buram.


"Kerja sama seperti apa?"


Jansen sama sekali tidak merasa terkejut dan terus bertanya.


"Dokter Jansen bebas bekerja sama sesuai dengan keinginan sendiri. Dokter Jansen boleh mengambil sembilan puluh persen bahkan seratus persen saham Grup Dutch Textile asalkan Dokter Jansen merasa puas!"


Pria paruh baya itu menggosok kedua tangannya. Franky Dutch pun telah mati di tangan Jansen, sehingga dia tidak punya alasan lain untuk menolak permintaan Jansen.


Jika dia menolak permintaan Jansen, dia sepertinya akan bernasib sama dengan Franky Dutch. Bagaimanapun juga, nyawa jauh lebih berharga daripada uang!


"Sembilan puluh persen?"


Luna kembali merasa terkejut.


Freddy dan Ricky juga terkejut seolah tidak percaya.


Saat Luna mengajukan permintaan, pihak Grup Dutch Textile mengatakan bahwa mereka bersedia memberikan lima puluh persen saham perusahaan. Luna pun merasa cukup dihargai. Semua orang juga merasa iri saat mendengar pernyataan tersebut.


Namun, saat Jansen mengajukan permintaan, pihak Grup Dutch Textile malah bersedia memberikan sembilan puluh persen saham perusahaan untuk Jansen. Ini tentu tidak ada bedanya dengan menghadiahkan seluruh perusahaan kepada Jansen.