
"Tidak sampai sepuluh detik, dia sanggup menewaskan empat orang!"
Pria tua itu seolah tidak percaya.
Penembak jitu tercepat di dunia saat ini membutuhkan waktu dua detik untuk mengisi peluru, sedangkan Jansen hanya membutuhkan waktu satu detik untuk mengisi peluru. Dari mulai mengisi peluru, membidik, hingga melepaskan tembakan dan membunuh empat orang, Jansen bahkan tidak membutuhkan waktu lebih dari sepuluh detik.
Mendengar perkataan ini, semua orang pun langsung terdiam untuk waktu yang lama.
Mata Macan Hitam berbinar-binar. "Apakah dia adalah pecundang yang dibenci oleh Keluarga Miller?"
"Macan Hitam, apa latar belakang rekan kita bernama Dokter ini?" Pria tua itu tiba-tiba bertanya.
"Dia bergabung dengan pasukan Tim Macan tujuh hari yang lalu dan diperkenalkan oleh Ketua Arthur!" Macan Hitam menjelaskan.
"Diperkenalkan? Anggota tim kita tidak bisa bergabung dengan tim melalui cara Belakang bukan!"
Kepala Komandan Strategi tiba-tiba berkata dengan kesal. Kepala Komandan Strategi sudah lama menyukai Macan Hitam, tetapi Macan Hitam selalu bersikap acuh tak acuh terhadap dirinya. Macan Hitam malah menyukai Jansen yang merupakan orang baru. Hal ini membuat Kepala Komandan Strategi merasa sangat cemburu.
"Dia tidak masuk melalui cara Belakang. Awalnya, dia adalah anggota Tim Operasi Khusus Asmenia. Dia punya seorang ketua tim bernama Elena Miller, sedangkan pimpinan di atasnya adalah Penatua Jack!"
Arthur berkata dengan datar, “Selain itu, Dokter baru menjalani perang sporadis setelah mengikuti latihan militer dan kini sedang terluka parah. Dia juga baru bertempur selama belasan jam dan bahkan berhasil menumpas empat orang dari pihak musuh. Orang seperti ini tentu tidak akan masuk menjadi anggota tim dengan cara belakang."
Kepala Komandan Strategi langsung terdiam.
"Benar, orang yang punya keahlian memang pantas mendapatkan hak istimewa!"
Pria tua itu pun bersuara. Dia terus memuji Dokter, "Apakah dia adalah bawahannya Penatua Jack?"
" Penatua Jack adalah orang yang membawanya bergabung menjadi tentara. Dia lahir di Kota Seleton. Oh ya, dia juga merupakan menantu Keluarga Miller yang dianggap sebagai seorang pecundang sekaligus seorang dokter di Aula Xinglin di Ibu kota!" Arthur menjelaskan. Saat menyinggung tentang Keluarga Miller, Arthur pun melirik sekilas ke arah Macan Hitam.
Macan Hitam tiba-tiba merasa malu.
"Keluarga Miller? Luar biasa!"
Pria tua itu tertawa.
Saat ini, suasana di dalam hutan sangat sepi. Para tentara bayaran yang tersisa masih tidak berani bergerak. Mereka hanya dapat berbicara melalui radio komunikasi.
"Penembak jitu ini sangat hebat. Dia seorang saja bisa membunuh begitu banyak orang kita. Apakah kamu sudah menyelidiki latar belakang orang ini?"
"Dia pasti merupakan anggota pasukan khusus Huaxia. Senior Angsan, kita tidak boleh terperangkap di sini. Meskipun ladang ranjau dapat mengulur-ulur waktu tentara Huaxia, mereka pasti akan mengejar sampai kemari cepat atau lambat!"
"Bagaimana kalau kita lawan saja!"
"Lawan kepalamu! Kita masih belum mengetahui posisi di mana dia berada sekarang. Bagaimana caranya kita bisa bertempur dengannya?"
Angsan terlihat marah besar. Dia tiba-tiba memandang seseorang yang berada di kejauhan sambil berkata, "senior Gopal, temukan cara untuk mengetahui di mana posisi orang itu sekarang!"
Pria yang dipanggil Gopal itu langsung mengangguk dan berteriak keras.
"Kamu memang sangat hebat, tetapi aku lihat, kehebatanmu ini tidak ada apa-apanya. Kita telah membunuh banyak orang. Bersiaplah bawa pulang potongan kepala beberapa orang untuk dijadikan sebagai kendi arak!"
"Saat kami pertama kali berjumpa dengan pasukan musuh, tanpa perlu banyak bertanya, kami langsung menghadiahkan mereka dengan tembakan senjata berat dan membunuh puluhan orang anggota pasukan musuh. Tentara negara kalian sungguh lemah!"
"Kemudian, ketika kami berjumpa dengan petugas patroli, kami bahkan meledakkan mobil patroli. Aku ingat jelas bagaimana wajah mereka yang mati dengan perasaan dendam. Haha, itu sangat menyenangkan!”
"Omong-omong, kami juga berjumpa dengan tiga orang anggota pasukan khusus yang sedang beristirahat di tepi sungai, kami menghadiahkan mereka roket. Sekarang, jasad mereka bertiga sudah dikubur untuk dimakan oleh anjing!"
Orang itu jelas sengaja memancing kemarahan penembak jitu yang sedang bersembunyi agar posisi penembak jitu dapat ditemukan dengan mudah.
Di dalam markas, semua orang yang mendengar ucapan ini sontak marah besar. Para tentara bayaran ini ternyata telah membunuh begitu banyak orang.
"Suruh Dokter untuk bersikap tenang dan jangan sampai terpancing!"
Kepala Komandan Strategi pun dapat menebak maksud dan tujuan pihak musuh.
Namun, sebelum Macan Hitam mengingatkan Jansen, suara Jansen pun terdengar, "Aku adalah salah satu dari ketiga anggota pasukan khusus yang beristirahat di tepi sungai. Aku sekarang ingin menghabisi nyawa kalian, dasar anjing-anjing!"
"Ternyata orangnya adalah kamu!"
Orang-orang di samping Angsan langsung berseru.
Mereka tidak salah ingat, ketiga orang itu dibom terus-menerus hingga hampir mati terbunuh.
"Dasar bodoh, kenapa kamu memberitahukannya? Kamu telah masuk perangkap pihak musuh!"
Kepala Komandan Strategi membentak, "Kamu mengecewakan! Kamu tidak punya kualitas mental yang kuat!"
Macan Hitam dan yang lainnya hanya mengerutkan kening tanpa bersuara. Namun, Macan Hitam juga merasa bahwa Jansen telah bersikap terlalu gegabah.
"Kamu sungguh beruntung karena masih belum mati. Kamu sepertinya datang untuk membalas dendam. Kita lihat apakah kamu punya kesempatan ini atau tidak!"
Angsan meraung dengan penuh kemarahan lalu mengayunkan tangan dengan sekuat tenaga.
Dor! Dor! Dor!
Duar!
Roket ditembakkan.
Granat pun dilemparkan.
Senapan mesin ringan kaliber besar juga ditembakkan.
Pengeboman ini berlangsung selama setengah jam.
Bahkan, pihak markas tidak tahu apakah Jansen masih hidup atau tidak.
Kepala Komandan Strategi tiba-tiba mencibir, "Sungguh mengecewakan! Sejak awal, aku sudah tahu bahwa pihak markas tidak boleh mengandalkan dirinya seorang!"
Bang!
Saat ini, terdengar suara tembakan yang membuat suasana sangat kacau.
"Sisa tiga belas orang lagi!"
Bang!
"Sisa dua belas orang lagi!"
"Sebelas orang!"
Rentetan suara ini membuat semua orang di markas terdiam tanpa suara.
Kepala Komandan Strategi merasa seperti ditampar.
Karena ternyata, suara ini adalah suara Jansen yang sedang menghitung jumlah orang. Ini jelas menandakan bahwa Jansen telah menembak mati beberapa orang dari pihak musuh.
Ini sungguh menakutkan. Mereka bahkan mengira bahwa Jansen telah tewas.
"Sepertinya, Jansen sengaja melaporkan arah pergerakannya. Dia tidak hanya ingin memberitahukan posisinya sekarang kepada para tentara bayaran. Dia juga ingin mengambil kesempatan untuk menemukan di mana lokasi keberadaan pihak musuh sekarang!"
Pria tua itu tiba-tiba berkata dengan suara pelan dan bergetar.
Berbicara dengan keras di dalam hutan yang gelap akan membuat posisi Jansen terungkap, dan sebaliknya, jika pihak musuh juga berbicara dengan keras, persembunyian mereka juga akan terungkap.
Ini menunjukkan bahwa Jansen tidak gegabah. Jansen menggunakan taktik senjata makan tuan terhadap pasukan musuh.
Tentu saja, meskipun keberadaan pihak musuh dapat diketahui, jika Jansen ingin menembak mereka di hutan yang gelap, dibutuhkan keahlian menembak yang luar biasa.
"Ini!"
Kepala Komandan Strategi merasa tertampar lagi.
"Kepala Komandan Strategi, kamu sampai ketakutan seperti ini, kualitas mentalmu masih perlu ditingkatkan lagi!" Arthur balas mencibir dengan sebuah sindiran yang telak.
Kepala Komandan Strategi tampak kesal. Dia pun diam-diam merajuk.
Anggota Resimen Tentara Bayaran SKY Axe kini hanya tersisa dua orang. Angsan yang merupakan pemimpin mereka bahkan juga terkena tembakan di bagian bahu.
"Senior Angsan!"
Satu orang yang masih hidup terlihat sangat panik.
"Apa yang kamu takutkan?"
Angsan meraung-raung. Dia tentu bisa menebak siapa sebenarnya lawan yang sedang dia hadapi. Lawan yang dia hadapi adalah orang yang telah membunuh adik laki-laki Bos Barrack.
Angsan tidak menyangka bahwa orang ini masih belum mati bahkan berani datang menghadapinya sendirian. Orang ini pun sanggup menewaskan hampir sebagian dari seluruh jumlah anggota pasukan mereka hanya dengan mengandalkan kekuatan seorang diri.
Kalau saja Angsan tidak memerintahkan orang untuk menghadang tembakan, Angsan tak hanya terluka di bagian bahu, Angsan bisa saja mati.
"Artes, aku sedang mendapatkan masalah di sini. Apa kamu bisa membantuku?"
"Zeno, apa pertempuran kalian di sana sudah selesai?"
"Aku berjumpa dengan penembak jitu yang sulit dihadapi. Dia adalah pembunuh adik laki-laki Bos Barrack. Dia belum mati. Jika kita bisa membunuhnya, Bos Barrack pasti akan memberi kita hadiah besar!"
"Dia benar-benar panjang umur. Baiklah, Bos Barrack sebentar lagi meninggalkan wilayah perbatasan. Aku segera datang ke tempatmu sekarang!"
Setelah mematikan radio komunikasi, Angsan pun tersenyum sinis. Pasukan mereka masih tersisa sebelas orang, termasuk Artes yang merupakan seorang ahli bela diri.
Artes adalah seorang ahli strategi perang yang terkenal di dunia dan juga seorang ahli perang hutan. Dia memiliki kemampuan bela diri yang sangat hebat. Para pengawal Artes yang berjumlah delapan orang masing-masing memiliki kemampuan yang setara dengan kemampuan seratus orang. Selama senjata mereka terisi peluru, mereka tidak akan gentar menghadapi ribuan musuh sekali pun.
Pada saat ini, Jansen juga sedang beristirahat. Setelah berjuang terus selama lebih dari sepuluh jam, tubuh Jansen akhirnya mencapai batas kemampuan.
Meskipun Profound Qi di dalam tubuhnya mulai pulih, Jansen juga telah menghabiskan banyak Profound Qi. Kalau tidak, Jansen biasanya sanggup menghadapi dua orang sekaligus dengan mengandalkan kemampuan bela diri yang dimilikinya.
Namun, peluru senapan sniper saja sudah bisa membuat Jansen terbunuh sekarang. Jansen pun terpaksa hanya mengandalkan pistol di tangannya.