
Orang-orang di restoran itu semuanya melihat melalui jendela, tetapi mereka tidak berani ikut campur. Kak Frankie ini adalah artis besar, dia pasti kenal banyak orang hebat. Sebelumnya dia rugi besar, pasti dia tidak membiarkan semuanya begitu saja!
Mereka pernah dengar kalau kalangan di dunia hiburan selalu jahat!
"Tuan Jansen sedang makan!"
Kedua wanita di pintu itu tetap tidak bergerak.
"Jika kamu ada urusan dengan mereka, uruslah itu denganku!"
Kak Frankie juga terbakar amarah. Identitasnya sebagai artis membuatnya mempertahankan citranya yang baik di depan umum, namun bukan berarti dia adalah orang yang baik.
"Wanita sialan, mati kau!"
Para gangster itu menghampirinya dengan memegang batang besi dan menyerang salah satu wanita itu.
Serangannya sangat kejam, dia tidak memberi ampun!
Prakk!
Salah satu wanita itu dengan mudah memukulnya kembali dengan batang besi!
Krekk!
Lengan gangster itu patah.
Wanita yang lainnya meremehkannya sambil menggelengkan kepalanya dan juga menyerangnya.
Kedua wanita itu menyerang dengan cepat, gerakan tangannya sangat tajam. Hanya perlu lima menit, semua gangster itu berguling-guling di tanah kesakitan.
Satu-satunya yang berdiri hanyalah Kak Frankie, saat ini dia juga melotot ketakutan!
Kedua pengawal ini hebat sekali!
“Bagaimana? Haruskah kami memanggil polisi?"
Salah satu wanita itu melempar batang besi dan berkata meremehkannya.
Wajah Kak Frankie sangat suram dan dia berteriak, "Aku Kak Frankie, aku akan membayar kalian untuk menjadi pengawalku. Pikirkanlah ada banyak orang yang ingin bertemu denganku, tetapi mereka tidak bisa dan kalian bisa melihatku setiap hari!"
Kata-katanya sangat sombong, tetapi dia memiliki hak untuk menjadi sombong!
Jika kata-kata ini jatuh ke telinga wanita lain, mereka akan merasa senang semalaman!
Bagaimanapun, ini adalah Kak Frankie idola semua orang!
Pfftt!
Kedua wanita itu saling memandang, lalu menggelengkan kepala dan berkata, "Hanya dengan mengandalkan wajahmu. Apa kamu pikir kamu pantas membeli kami?"
Mereka berdua adalah Panah dan Michelle!
Keduanya adalah master, bahkan mereka sudah berkeliling dunia. Artis pria populer seperti apa yang bisa mereka kagumi? Hanya orang-orang dengan keterampilan hebat seperti Jansen!
"Kalian gila, aku ini artis populer Kak Frankie, apa pria miskin itu pantas untuk kalian!" kata Kak Frankie dengan sangat marah.
"Itu karena kamu tidak tahu, kami enggan menjelaskannya padamu!"
Panah menggelengkan kepalanya, "Pergi kau, jangan ganggu Tuan Jansen makan, jika kamu mengganggunya kamu akan mendapat lebih banyak masalah."
Kak Frankie tidak bisa menahan kemarahannya, mana pernah pria tampan yang diidolakan banyak orang begitu meremehkan!
"Kalian tunggu saja, aku tidak akan membiarkan ini begitu saja!"
Kak Frankie mengeluarkan ponselnya dan menelepon, "Bos Edwin, aku dipukuli. Aku khawatir aku tidak bisa pergi syuting. Ubah saja peranku di film itu!"
"Siapa orang yang sangat berani itu!"
"Seorang pria miskin, kalau bos Edwin punya waktu luang tolong kemari bantu aku!"
Kak Frankie mengatakan alamatnya dan dengan sombong dia memandang ke arah Panah dan Michelle.
"Kamu benar-benar tidak bisa membedakan apa yang boleh dan tidak boleh kamu lakukan!"
Pada saat ini Tuan Hilton juga berjalan keluar, terutama karena masalah ini terdengar Jansen yang sedang makan.
"Aku menyuruhmu pergi, itu sudah cukup untuk menghargaimu, tak disangka kamu berani membuat keributan, apa kamu tidak lihat kalau Nyonya Scott sedang makan?" Tuan Hilton berkata dengan dingin, "Sekarang Tuan Jansen bilang kalau dia adalah penggemar bodohmu, dia menyuruhmu menandatangani 30.000 tanda tangan di gerbang dan sebelum Tuan Jansen selesai makan kamu harus sudah selesai. Kalau tidak, kamu akan kehilangan tanganmu!"
"Siapa kamu beraninya mengancamku!" Kak Frankie menatapnya.
"Tuan Hilton dari Ibu kota!"
"Apa, kamu Tuan Hilton?"
Wajah Kak Frankie berubah drastis, orang di kalangan hiburan tentu tahu mengenai Vajra Agung di Ibu kota.
Tapi tak lama kemudian, dia sangat yakin dan berkata, "Tuam Hilton aku tidak boleh memprovokasimu, tapi aku juga bukan orang yang bisa kamu provokasi. Aku adalah artis populer Bintang Entertainment. Kamu pasti tahu Bintang Entertainment, ini adalah tiga perusahaan hiburan teratas di Huaxia, di belakangnya adalah Grup Aliansi Bintang!"
"Hmm aku tidak percaya Tuan Hilton berani menyinggung Bintang Entertainment karena seorang pria miskin!"
Pada saat ini sejumlah besar mobil mewah berhenti di depan restoran itu, kemudian seorang pria paruh baya berpakaian bulu ungu dan rokok cerutu melangkah maju.
"Siapa orang yang sangat berani itu!"
Datang seorang dengan suara kerasa, ketika melihat Tuan Hilton dia cemberut, "Tuan Hilton?"
"Ternyata kamu bos kecil!" Tuan Hilton mengangguk dengan dingin.
"Tuan Hilton, Kak Frankie adalah artis paling populer kami dan penghasil uang di perusahaan kami. Aku berinvestasi padanya untuk membuat film Festival Tahun Baru, sebuah film yang menghasilkan 200 ribu yuan. Jika kamu menyakitinya, siapa yang akan syuting film itu untukku?"
Meskipun bos Edwin takut pada Tuan Hilton, tapi di belakangnya ada Grup Aliansi Bintang jadi dia tidak merasa takut.
"Selain itu, aku dengar kalau Tuan Hilton memiliki hubungan yang baik dengan wakil direktur Grup Aliansi Bintang kami. Belum lama ini, di kalangan atas kota Asmenia, wakil direktur berhasil membalikan keadaan. Siapa pun yang berada di kalangan atas tidak ada yang tidak menghormatinya, bahkan Keluarga Miller juga menghormatinya!"
"Jika aku tidak salah ingat, Tuan Hilton juga bertemu dengan wakil direktur kami saat itu dan kamu juga membungkuk!"
Semakin Tuan Edwin berbicara semakin keras dia berbicara, dia penuh dengan kepercayaan diri!
Justru karena rumor di kalangan kelas atas inilah dia tidak takut pada Tuan Hilton, karena Tuan Hilton juga harus menghormati wakil direkturnya.
"Apa kamu dengar itu? Jika kamu tidak membiarkan pria miskin itu keluar, aku menginginkan satu tangannya!" Kak Frankie juga berkata dengan sombong dan bangga.
"Hehe!"
Tuan Hilton tersenyum, "Aku belum tahu, siapa nama wakil direkturmu itu?"
"Jansen!"
Kata bos Edwin dengan bangga, dia pikir setelah dia mengatakan itu Tuan Hilton akan merasa takut.
Tapi dia dikecewakan.
Tuan Hilton terus menerus menggelengkan kepalanya, seolah-olah dia sedang bercanda dan seolah-olah dia sedang tertawa sinis, "Orang yang makan di dalam, itu adalah bos Jansen, orang kamu sebut tadi!"
Boom!
Hati bos Edwin meledak!
Tiba-tiba dia berbalik melihat Kak Frankie dan menamparnya.
"Bos Edwin, kenapa kamu memukulku?”
Kak Frankie membelai wajahnya dan terdiam!
"Pria yang kamu sebut miskin itu, dia adalah bosku!" Bos Edwin menamparnya lagi.
Kak Frankie merasa kepalanya seperti dipukul dengan kapak.
Penggemar bodoh, pria miskin itu, adalah bos dari bosnya?
"Bos Jansen bilang kalau dia adalah penggemar bodoh Kak Frankie dan dia menyuruh Kak Frankie tanda tangan 30.000 kali di gerbang. Oh ya, Bos Jansen bilang harus sudah selesai sebelum dia selesai makan!"
Tuan Hilton meninggalkan sepatah kata dan memasuki ke dalam restoran.
Bos Edwin buru-buru ikut tetawa dan berkata, "Tuan Hilton bisakah kamu membantuku menjelaskan kepada Bos Jansen, kamu lihat sebelumnya aku tidak mengerti mengenai masalah ini. Tapi kamu tenang saja, Kak Frankie sampah ini, aku akan membuatnya patuh!"
"Aku akan mencoba sebisaku!"
Tuan Hilton mengangguk pelan, menatap Kak Frankie dan berkata, "Katakan padanya kalau orang yang bisa membuatnya populer juga bisa membuatnya jatuh ke jurang, jangan lupa siapa bosnya!"
"Yang Tuan Hilton katakan benar!"
Bos Edwin membungkuk 180 derajat, ketika Pak Hilton pergi, dia menunjuk ke arah Kak Frankie dan memarahinya, "Kamu ini! Hampir saja membuat masalah bagiku. Masih tidak cepat tanda tangan, apa kamu ingin blacklist oleh seluruh dunia hiburan?"
"Aku akan tanda tangan, aku akan segera menandatanganinya!"
Kak Frankie dengan cepat mencari beberapa pena dan menuliskan namanya di lantai restoran!
Memikirkan kalau dirinya harus membuat tanda tangan sebanyak 30.000 kali membuat kepalanya pusing.
Dia adalah artis besar, bukankah ke mana dia pergi harus dilindungi oleh pengawal dan ada jutaan penggemar berteriak ketika melihatnya?
Di sini, dia benar-benar menulis seperti seorang budak, dia tidak bisa menerima semua ini!
Dia hanya seorang bos perusahaan, apa bisa bandingkan dengan dia seorang artis populer di Huaxia?
Saat ini di Restoran Elena dan Amanda terlalu banyak minum. Mereka bermain gunting batu kertas dan di sekelilingnya dipenuhi dengan botol anggur.
Jansen dan Tuan Hilton tampak tidak bisa berkata-kata. Akhirnya Jansen menyuruh Tuan Hilton pergi lebih dulu dan Jansen yang akan membereskan kekacauan itu.
"Jansen, ayo bersulang, selamat atas kebebasan kita!" teriak Elena pada Jansen.
"Bersulang!"
Mereka minum sampai jam tiga sore, setelah menyadari kalau sudah terlalu malam untuk belanja. Amanda mengusulkan untuk mencari tempat karaoke untuk lanjut minum.