Jansen Scott, Menantu Terbaik

Jansen Scott, Menantu Terbaik
Bab. 476. Apakah Kamu Tidak Takut Dipecat?


"Biar aku coba!"


Melihat piano itu tangan Jansen juga merasa gatal, dulu dia juga ikut belajar piano bersama Joshua selama beberapa waktu!


Saat dia melihat chord piano, tiba-tiba dia merasa apa yang sulit pada masa dulu menjadi jauh lebih mudah sekarang!


Dia memainkannya sambil berpikir!


Dengan cepat, sebuah lagu Croatian Rhapsody yang indah terdengar!


Joshua yang berada di sampingnya terkejut dan berkata, "Jansen, apa setelah lulus kuliah kamu lanjut belajar piano? Levelmu ini, sudah hampir sebanding dengan Maxim!"


"Haha!"


Jansen tersenyum, alasan mengapa dia bisa memainkannya karena teknik kaisar manusia nya sudah mencapai level keempat. Itu yang membuat reaksinya menjadi lebih sensitif!


Dan untuk koordinasi dan reaksi jarinya, karena dia pandai dalam akupunktur dan moksibusi jadi jari-jarinya secara alami menjadi fleksibel!


Sesaat kemudian ponsel Joshua berdering, setelah Joshua mengangkatnya, wajahnya terlihat sedikit muram!


"Cathy tidak pulang lagi ya!"


kata Jansen menebak.


Joshua mengangguk, "Mau bagaimana lagi, demi menghadiri undangan!"


"Kamu kan juga berinvestasi di perusahaan itu, kenapa kamu tidak pergi melihatnya saja?" kata Jansen menyarankan, lalu dia melihat Joshua mengerutkan keningnya. Dia tahu Joshua sebenarnya punya perasaan tidak enak!


Tapi Joshua terlalu mencintai Cathy dan memilih untuk berpura-pura bodoh!


Melihat sahabatnya yang terperangkap oleh cinta, Jansen merasa sedih, lalu dia berkata, "Bagaimana kalau kita uji saja Cathy. Jika dia lulus ujianku, mulai sekarang, aku tidak akan lagi ikut campur dalam urusan kalian berdua!"


"Jansen, di antara pasangan, tidak boleh saling curiga!" Joshua tanpa sadar menolaknya.


"Joshua, aku menganggapmu sebagai sahabatku, jadi aku tidak ingin kamu jatuh ke dalam masalah. Beberapa wanita adalah wanita jahat, dengan putus tepat waktu kamu akan berhenti kehilangan waktumu!" Jansen juga bekerja keras selama setengah tahun, tapi Joshua adalah saudaranya, dia tidak tinggal diam melihatnya!


"Baiklah!"


Joshua akhirnya mengangguk, "Tapi, aku yakin Cathy mencintaiku!"


"Masih terlalu dini untuk mengatakan hal ini, biar waktu yang membuktikan!"


Jansen tersenyum dan meminta Joshua untuk membawanya ke perusahaan.


Nama perusahaannya adalah Fashion Design FYT, yang mempunyai nilai pasar 200 Juta Yuan, dengan empat pemegang saham. Cathy adalah salah satunya!


Setelah Jansen dan Joshua mendatangi Fashion Design, keduanya dihentikan oleh seorang satpam!


"Ini adalah Grup Fashion Design FYT. Apa kalian sudah membuat janji? Jika tidak, silakan pergi!"


Satpam itu melirik mereka dari atas hingga ke bawah dan berkata dengan dingin.


"Kami di sini mencari Cathy!"


Joshua berkata dengan cepat.


"Aku tanya apakah kalian punya janji!"


Suara satpam itu memaksa dan bertanya.


Sepertinya dia adalah satpam perusahaan Fashion Design, tubuhnya termasuk tinggi di bandingkan dengan orang kebanyakan!


"Belum!"


Joshua menjawab dengan suara pelan.


Jansen menghela napasnya, kehidupan memang guru yang terbaik!


Ketika kuliah dulu, Joshua berbicara paling keras, kaya dan bersemangat tinggi, seperti seorang preman, tapi sekarang?


Bahkan seorang satpam bisa menganiayanya!


"Tanpa janji, kamu ingin menemui Nona Cathy? Apa itu pantas?"


Satpam itu melihat Jansen dan Joshua berpakaian biasa saja. Tidak seperti tuan muda, tidak seperti manajer, jadi dia tidak menganggap mereka.


"Kalau bicara sopanlah sedikit!"


Boleh menghina Jansen seperti itu, tapi jika sahabatnya di katakan seperti itu Jansen tidak tahan lagi mendengarnya!


"Siapa kamu, ini Grup Fashion Design FYT, kamu siapa berani bicara seperti itu!"


Ketika satpam melihat Jansen berani membantahnya, dia menjadi marah, "Jika kamu tidak pergi, jangan salahkan kami berlaku tidak sopan!"


Jansen menyipitkan matanya.


Tiga puluh persen saham Grup Fashion Design FYT ini adalah milik Joshua. Akibatnya, bos yang hebat itu berakhir seperti ini, melihatnya saja membuatnya marah!


"Jansen, sudahlah, mari kita tunggu di luar!"


Joshua sangat takut jika masalahnya menjadi besar dan membuat Cathy kesal.


Jansen menjadi lebih marah, tunggu di luar? Apa Joshua masih memiliki martabat? Ini seperti pengemis!


Ketika beberapa satpam melihat Joshua takut, mereka makin yakin bahwa keduanya hanyalah orang miskin. Salah satu dari mereka mengeluarkan tongkat pemukulnya dan berkata


dengan galak, "Tidak mau pergi ya, tangkap mereka dan perlakukan mereka seperti pencuri, kemudian kita kirim ke kantor polisi!"


Plak!


Jansen langsung menamparnya, "Hanya orang yang tidak tahu sopan santun yang memandang rendah orang lain, dia itu bosmu, kamu tidak takut dipecat?"


Satpam itu terdiam sejenak, lalu tertawa dan marah, "Dipecat? Gaji seorang satpam 7000 sebulan. Kamu sungguh berpikir semua orang akan dengan mudah memecat kami begitu saja. Ayo pecat aku. Orang ini seperti pengecut. Apa dia layak menjadi bos?"


"Dan kamu berani memukulku, kalian mengundang keributan dan membuat masalah. Hari ini, kalian tidak akan bisa pergi sebelum kalian bisa menamparku sepuluh kali!"


Semua satpam mengepung Jansen!


Orang-orang yang lewat menggelengkan kepala secara diam-diam, membuat masalah dengan satpam di perusahaan. Bukankah mereka cari mati?


Tentu saja, beberapa orang juga mengenali Joshua dan tahu bahwa dia adalah pacar Cathy!


Mereka bahkan mendengar bahwa bisnis Cathy dimodali oleh pacarnya. Cathy dulu sangat baik kepada pacarnya dan sering mengajak pacarnya pergi bersamanya untuk menunjukkan kemesraan antara keduanya. Tapi sejak pacarnya bangkrut, Cathy terus membentaknya seperti pelayan dan terus memarahinya setiap hari!


"Huh, sungguh menyedihkan dia bisa menjadi pria seperti ini!"


"Mau bagaimana lagi, siapa yang membiarkan dia bangkrut, sekarang dia bahkan mengandalkan Nona Cathy untuk bisa makan!"


"Jangan berkata seperti itu, dia juga mendanai perusahaan ini. Sebenarnya, dia adalah bosnya. Sayangnya, perwakilan hukumnya bukan dia. Semua uang ini sepertinya sudah di makan oleh Nona Cathy!" Kata beberapa pegawai itu sambil berbisik.


"Apa yang kalian lakukan?"


Saat ini, Cathy sedang lewat sambil memegang map. Setelah melihat Joshua, wajahnya menjadi murung dan berkata, "Joshua, bukankah aku sudah bilang padamu, kamu tidak


diizinkan datang ke perusahaan?"


"Cathy!"


Wajah Joshua dipenuhi rasa bersalah, seperti habis melakukan sesuatu yang buruk.


Wajah semua satpam seketika berubah, mereka tidak lagi berani menangkapnya, bahkan menjadi takut dipecat!


"Sudah, bukan urusan kalian!"


Anehnya, Cathy tidak menyalahkan satpam, malah memarahi Joshua, "Berapa kali aku katakan, kamu tidak boleh datang ke sini, siapa yang mengizinkan kamu datang? Kamu tidak bisa melakukan apa-apa, bisakah kamu tidak turut campur tangan dalam masalah perusahaan?"


Setelah berbicara, dia memandang Jansen, "Bagus ya, kamu membawa teman sekelasmu yang miskin itu lagi. Apa kamu ingin meminjam uang? Katakan padaku, setahun belakangan ini, aku bertanya pada mu berapa banyak uang yang kamu pinjam!"


Sebenarnya dia juga tidak meminjam banyak kepada Joshua. Dia bahkan berharap Joshua menjual rumahnya. Agar Cathy bisa mendapatkan sedikit uang!


Setelah dia mendapatkan uang, dia mungkin akan mencampakkan Joshua!


"Cathy, aku...!"


Joshua menundukkan kepalanya.


"Naiklah, dasar tidak berguna!"


Cathy tidak ingin masalah ini menjadi besar dan membiarkan orang-orang melihat lelucon ini, lalu dia berjalan di depan!


Sebenarnya, dia tidak menyalahkan satpam juga karena alasan ini!


Jansen dan Joshua mengikuti Cathy masuk ke lift, tapi wajah Jansen menjadi lebih kesal!


Apa Cathy ini benar-benar pacar Joshua?


Bahkan posisinya lebih rendah dari seorang satpam!


Dan tentu saja Cathy tidak ingin orang lain mengetahui hubungannya dengan Joshua!


Di lift, Cathy memandang Jansen dengan jijik. Dia merasa Jansen datang dari kota Asmenia dan bergantung hidup pada Joshua. Dia menghentakan kakinya ke lantai dengan sepatu hak tingginya dan berkata, "Joshua, aku beritahu kamu jika teman satu kelasmu yang miskin itu ingin bekerja di perusahaanku, itu tidaklah mungkin dan jangan pernah berpikir untuk meminjam uang!"


"Cathy, dia tidak sedang mencari pekerjaan!" kata Joshua menjelaskan.


"Jangan berpura-pura lagi, jangan pikir aku tidak tahu tipu dayamu!" kata Cathy dengan marah, lalu dia menatap Jansen dan berkata, "Kamu juga, apa kamu tidak tahu malu? Kami tidak merekrut orang di sini!"