
" Paman , sudah berhentilah berkelahi , berhentilah berkelahi ! "
Akhirnya Tom teringat untuk melerai . Meskipun dia adalah salah satu Tuan muda Kota Asmenia , tetapi dia sama sekali tidak takut dengan uwais , tetapi uwais memiliki hubungan yang baik dengan keluarganya maka daripada itu dia hanya paling takut kalau uwais sampai mengadu .
" Kalian para anak nakal! Memang berapa banyak uang yang keluarga kalian miliki ? Beraninya demi menjadi kaya , sampai merampok saham orang lain , apakah di mata kalian masih ada hukum ? Pergi semua ! Jika hari ini aku tidak memukul mati kalian semua maka nama keluargaku bukan Borne ! " seru Uwais dengan penuh murka .
Mereka bahkan tidak berkutik sedikitpun saat dimaki oleh uwais seperti itu .
" Ayah , kenapa Ayah memukuliku . Sakit sekali , kalau kakek sampai tahu Ayah memukulku , dia pasti akan memberi Ayah pelajaran ! " Dale menutup matanya berteriak sambil melindungi kepalanya .
" Kakekmu ? "
Uwais tidak memukul lagi .
Dale tidak terkejut kalau ayahnya berhenti memukulinya , karena orang yang paling ayah takuti adalah kakek . Lalu dia langsung beranjak berdiri tetapi detik berikutnya sebuah tongkat penopang memukul kepalanya dengan keras !
Dale mendongak dan melihat seorang lelaki tua yang marah berdiri di depannya , dia tersentak kaget , " Kakek ? "
" Dale , berani - beraninya kamu merampok barang milik orang lain . Tahukah kamu kalau kamu telah melanggar hukum ? "
Kakek Dale mengambil tongkat penopangnya lagi , lalu langsung menjatuhkannya ke kepala Dale lagi , hidung Dale membiru , wajahnya menghitam lalu merintih kesakitan . Akhirnya Dale tahu kenapa ayahnya tidak memukulnya . Ternyata bukan karena dia takut pada kakek melainkan karena kakeknya yang akan memukuli dirinya !
Ada apa sih hari ini ? Kenapa ayah dan kakek , orang yang paling mencintainya memukulnya secara bergantian ? Apakah ini permainan bulu tangkis ganda nasional ?
" Sudahlah , beri pelajaran sebentar saja jangan membuat gaduh di sini , karena emosiku sedang tidak stabil sekarang ini ! "
Saat ini , Jansen yang duduk di sofa tiba - tiba nyeletuk .
" Dokter Jansen , aku akan membawa anak pemberontak ini pergi . Maaf karena telah banyak merepotkanmu ! "
Melihat Jansen akhirnya membuka mulut , akhirnya Uwais berhenti , lalu langsung menatap Tom dan berseru , " Kalian semua , keluar dari sini . Jangan mengacaukan bisnis orang lain ! Kalau kalian tidak juga pergi maka aku akan mengundang kalian makan di penjara ! "
" Ayo pergi , Paman Uwais , kami pergi ! "
Mana mungkin Tom dan kawan - kawannya berani membantah , dengan geram mereka pun lekas pergi tapi dalam hatinya mereka merasa lebih tertekan !
Bukankah mereka sedang menunggu Jansen menandatangani kontrak ? Tapi kenapa malah Paman Uwais yang datang ? Lagipula , bukankah paman Uwais itu sangat sibuk ? Lantas bagaimana bisa dia datang ke sini untuk memantau Dale ? Mungkinkah dia benar - benar diundang oleh Jansen ?
" Tunggu sebentar , bersihkan tempat ini sampai bersih dulu baru boleh pergi , dan pel sekalian lantainya untukku ! "
Saat ini , tiba - tiba Jansen berteriak . " Menyuruh aku mengepel lantai ? "
Tom dan kawan - kawannya memberikan tatapan sengit tetapi setelah melihat mata Dale , akhirnya satu per satu dari mereka mulai mengangguk dengan sedih . Alhasil , sekelompok anak bangsawan yang menghabiskan uang puluhan juta yuan itu , dengan panik mengepel lantai serta kehilangan derajat mereka .
" Dokter Jansen maaf karena kami telah merepotkanmu . Kami sudah terlalu memanjakannya yang membuat dia sampai berani melanggar hukum ! "
Di pintu gerbang , kakek Dale berkata kepada Jansen seraya memegang tangannya . Jansen ini telah menyembuhkan penyakit asmanya , maka daripada itu dia selalu menghormati Jansen !
" Tidak apa - apa ! "
Jansen tersenyum seraya menggelengkan kepalanya , " Namun , dia sudah tidak kecil lagi , sekarang adalah saatnya dia melakukan hal yang serius . Jika Dale sering bergaul dengan para anak nakal ini cepat atau lambat dia akan belajar berbuat buruk ! "
" Jangan khawatir , nanti setelah kami pulang , jika dia tidak belajar dengan baik , maka dia tidak akan pernah diperbolehkan keluar dari rumah lagi ! "
Uwais menendang Dale lagi , " anak nakal , dengar tidak ? Dokter Jansen ini adalah orang yang besar dan berkuasa , jika kamu menyinggungnya sekali saja maka kamu akan lumpuh seumur hidupmu ! Pulang ke rumah dan jadi anak yang baik ! "
Dale melirik Jansen sekilas dan akhirnya naik ke dalam mobil dengan hati yang sendu . Mengingat kesombongannya barusan , kemudian mengingat betapa memalukannya dia hari ini , dalam hatinya merasa sangat hina !
" Dokter Jansen , Sekretaris Josep ada di sana ! "
Sebelum naik ke dalam mobil , Uwais bertanya lagi , mau bagaimanapun juga anaknya telah merampok saham perusahaan orang lain , jika masalah ini menjadi besar , maka dia tidak akan bisa menanggung konsekuensinya !
Akhirnya dengan hati yang lega Uwais naik ke dalam mobil dan lekas pergi .
" Ayah , sebenarnya ada apa sih dengan Jansen ini ? "
Di dalam mobil , melihat kemarahan ayahnya berangsur - angsur mereda , Dale langsung nyeletuk bertanya dengan suara yang pelan .
Uwais mendengus dingin dan mengabaikannya . Sebaliknya kakeknya berkata dengan nada yang geram , " Jansen adalah seorang dokter yang hebat , dia - lah yang menyembuhkan penyakit asmaku . Dia adalah seorang dermawan besar bagi keluarga kita . Selain itu , dia juga telah mengobati banyak orang besar , Aula Xinglin itu dia juga yang buka ! "
" Aula Xinglin ! "
Seketika hati Dale rasanya ingin meledak , sekarang dia tahu kalau dia telah menendang pelat besi !
Di sisi lain tempat , Jansen membawa Natasha beserta yang lainnya naik ke dalam lift , tetapi pada saat ini , terdengar sebuah suara datang dari belakangnya . " Tuan Jansen , tolong tunggu sebentar ! "
Hanya melihat Zoro tiba - tiba berlari ke arahnya sambil tersenyum , " Sebelumnya maafkan saya karena sudah tidak sopan , saya minta maaf sekali , tapi kedatangan saya kemari adalah untuk mewakili PT . Vanderson untuk bekerja sama dengan kalian lagi ! "
" Bukankah aku sudah menyuruhmu untuk keluar dari sini ? Keamanan ! "
Jansen memberikan tatapan dingin pada Zoro dan kemudian berteriak . Segera beberapa petugas pun datang menghampiri .
Zoro menggertakkan giginya karena geram , tapi begitu memikirkan apa yang bosnya katakan akhirnya dia masih menahan dirinya , dengan berlinangan air mata dia berkata , " Presiden Jansen , kumohon berikan aku satu kesempatan lagi , aku telah berjanji untuk bekerja sama dengan Anda untuk mempromosikan produk Anda di saluran olahraga nasional , selain itu keuntungan dari kerja sama kita adalah sembilan banding satu ! "
" Sembilan banding satu ? " Dengan ekspresi datar Jansen menatap Zoro .
Zoro mengira kalau Jansen mulai tergerak , kemudian tertawa seraya menimpali , " Betul , kalian hanya perlu memberi perusahaan kami 10 % dari keuntungan tahunan , sementara perusahaan kami akan sepenuhnya mempromosikan produk kalian , Tuan Jansen pikirkanlah , kami adalah salah satu dari agen olahraga terbaik se - antero Huaxia . Jika Anda bekerjasama dengan kami lantas produk Anda pasti akan dikenal oleh setiap orang ! "
" Keamanan , usir dia keluar ! "
Namun , dengan nada yang dingin Jansen terus memberikan perintah !
" Presiden Jansen , jangan ! Kami adalah PT . Vanderson ! "
Zoro mengira dia salah dengar , PT . Vanderson hanya mengambil untung 10 % dan Jansen masih tetap rela menyerahkannya ?
" Memang kenapa kalau PT . Vanderson ? Saya sudah bekerja sama dengan liga bola basket NBA ! " Jansen meninggalkan sepatah kata ini dan kemudian langsung pergi naik lift .
Zoro langsung tercengang seketika !
PT . Vanderson sangat hebat , mereka telah bertindak sebagai agen untuk basket nasional dan tim sepak bola nasional , tetapi Jansen telah bekerja sama dengan NBA yang mana adalah liga bola basket global , ini mana mungkin bisa dibandingkan !
BUK !
Setelah dia diusir ke jalan raya , pantatnya berangsur - angsur terasa sakit , disitu barulah Zoro tersadar , rasanya dia ingin sekali menangis karena tampaknya pekerjaannya akan terancam . Setelah menyelesaikan masalah di Dawning Internasional akhirnya proyek teh herbal ini tinggal menunggu untuk disebarkan di seluruh Kota Asmenia !
Kemudian Jansen kembali ke klinik untuk bantu - bantu , dan pada malam hari dia beristirahat di vila untuk melihat apakah ada pergerakan dari organisasi gelap , dan untungnya semuanya baik - baik saja !
Keesokan harinya , pagi - pagi sekali Jansen sedang memikirkan Elena dan akhirnya dia berencana untuk pulang dan melihatnya !
Namun , dalam perjalanan pulang , Jansen bertemu dengan seorang kenalan yaitu adalah Ervan Nash. Sekarang ini Klinik Aula Rakyat telah ditutup , dan Ervan telah berulang kali gagal melawan dirinya , pada akhirnya dia berencana untuk membuat sebuah langkah yang positif !
Kedua pria itu berdiri terpisah dengan jarak puluhan meter jauhnya . Ervan bersandar di depan mobil mewahnya seraya memberikan tatapan yang dingin kepada Jansen .
Pada awalnya dia mengira seorang Jansen tidak akan bisa membunuhnya , alhasil dia selalu gagal dan gagal lagi , bahkan Elena cinta pertamanya juga masih belum bisa kembali ke pelukannya !
Ervan menyalakan rokoknya dan kemudian menarik napas berat lalu mencibir , " Jansen , aku tahu kalau kamu tidak sesederhana itu , tapi , kamu tidak bisa mempermainkanku , cepat atau lambat Elena akan menjadi milikku ! "
" Kalau begitu datanglah ! "
Ketika itu menyangkut Elena , Jansen akan selalu kuat .