
Legenda mengatakan bahwa Kolektor Pisau pertama kali muncul pada Dinasti song. Saat itu, mereka dipanggil Bujual. Mereka menjual barang sangat aneh seperti pisau dapur, gunting, celurit, panci besi dan sebagainya yang sering digunakan oleh rakyat jelata, tanpa menerima uang sedikit pun.
Hanya saja, ketika pergi mereka mengatakan beberapa ramalan. Ketika ramalannya benar terjadi, dia akan datang untuk menagih uangnya, bahkan lebih mahal dari biasanya. Biasanya orang-orang akan membayar mereka, meski harus menjual barang-barang mereka untuk mendapatkan uang.
Konsepnya agak sama dengan bisnis saat sekarang.
Apa mungkin ramalan kolektor pisau itu memang tepat?
"Kolektor Pisau?"
Penatua Jack juga pernah mendengar cerita ini dan tahu bahwa itu benar. Pada hari-hari awal reformasi, masih banyak orang seperti itu.
"Aku mendengar bahwa Kolektor Pisau memiliki "Teori Memindahkan Bencana", Benda-benda tajam seperti pisau biasanya menandakan pertumpahan darah. Kolektor Pisau bisa melihat mereka akan menghadapi malapetaka lalu menggunakan teori itu untuk memindahkan sial." ujar Penatua Jack, "Legenda mengatakan bahwa orang-orang dengan profesi ini adalah murid Akademi Lembah Hantu."
Modi tersenyum dan perlahan menjelaskan, "Ini adalah kesalahpahaman dunia luar terhadap mereka. Mana pantas mereka menjadi murid Akademi Lembah Hantu? Itu hanya investasi yang dilakukan oleh orang kaya pada saat itu!"
"Kehidupan di masa lalu sangat kacau. Kolektor Pisau yang hidup dengan baik, menyebarkan uangnya. Lagi pula, selama perang, tidak baik membawa uang ke mana-mana. Ketika hidup sudah jauh lebih baik, baru kembali untuk mencari uang-uang itu!"
"Muridku itu, Dion, biasa melakukan hal-hal itu sebelumnya, tetapi dia berhenti melakukannya setelah reformasi!"
Mendengar hal itu, sontak Jansen dan yang lainnya mengangguk.
Ada banyak legenda di antara orang-orang Huaxia, tetapi kebanyakan dari legenda sudah ada perubahan.
Seperti Pengayuh di Sungai Kuning, Si Pembuat Pisau, Si Pembawa Mayat, Perampok Emas dan lainnya.
Sebenarnya ada beberapa yang memang sebuah profesi, tetapi pasti tidak banyak.
Semua orang minum dan terus mengobrol, sampai tengah malam baru semuanya pergi.
Setelah Jansen pergi, dia tidak kembali ke rumah komunitas. Takut mengganggu Natasha dan yang lainnya, dia tinggal sementara di Aula Xinglin selama satu malam.
Keesokan harinya, Bibi membuka Aual lebih awal dan bertanya tentang relokasi Aula Xinglin.
Jansen menjelaskan, "Aula Xinglin sudah stabil, Monica serta yang lainnya juga sudah bisa menyelesaikan latihan mereka. Biarkan nanti salah satu dari mereka mengurus Aula Xinglin di Ibu kota. Kita akan buka yang baru!"
"Bisa, semua yang ada di Ibu kota bagus, hanya saja ada berbagai pejabat berkumpul. Terlalu banyak pejabat tinggi. Satu orang ceroboh bisa memprovokasi seseorang!" Bibi mengangguk menyetujui.
Di Ibu kota, jika membuat masalah seenaknya, bisa menyinggung seseorang bahkan pejabat tinggi. Hal ini sering ditemui saat membuka klinik, sangat tidak nyaman untuk melakukan apa pun.
"Guru!"
Saat ini, Monica berlari keluar dengan gembira setelah mencuci piring.
"Bagaimana keterampilan medismu akhir-akhir ini? Apa ada yang tidak kamu mengerti?"
Jansen sangat puas dengan Monica yang dia ajari dengan sangat tekun.
Menurut perkiraannya, Monica sudah mencapai 40% dari standarnya, terutama karena Monica memiliki energi Qi, banyak teknik akupunktur yang telah dipelajari.
Monica langsung menceritakan semua keluhannya, dan Jansen menjelaskannya satu persatu.
Setelah selesai, Jansen mengajarinya jarum ketiga dari Dua Belas Jarum Yin Yang, Jarum Taiyuan!
Sekitar pukul sepuluh, Jansen membawa Monica ke Rumah Sakit Scott untuk membantu.
Rumah Sakit Scott menjadi makin populer karena biayanya yang murah.
Melody dan lainnya merekrut sekelompok anak muda dari universitas di seluruh negeri, baru mampu mengurangi tekanan.
Saat Jansen memasuki rumah sakit, dia melihat rumah sakit berjalan dengan lancar. Dia cukup puas.
Rumah sakit adalah sebuah sistem. Untuk menjalankan sistem dengan lancar, itu tergantung pada cara bekerja tiap departemen dan dekan.
Jika Jansen yang mengurusnya, dia yang sekarang pasti tidak akan bisa melakukannya.
Namun, ada banyak pasien hari ini. Ada banyak orang berkumpul di meja layanan, dan sistem pendaftaran seperti lumpuh.
"Bukankah kamu meminta mereka mendaftar secara daring? Kenapa mereka semua berkumpul?" Jansen mengerutkan keningnya dan bertanya.
"Antrean di Internet sudah sangat panjang. Selain itu, beberapa orang tidak dapat mendaftar, dan beberapa orang terlambat. Meskipun dapat meringankan masalah antrean, tapi ketika ada lebih banyak orang tetap saja kewalahan!" Monica berkata tanpa daya.
Saat dia berbicara, dia juga pergi ke meja layanan untuk membantu.
Di sana ada seorang perawat yang tampak sangat sibuk. Masalah utamanya adalah orang-orang ini tidak memahami sistem rumah sakit, tidak tahu harus pergi ke departemen apa, dan asal-asalan melaporkan diagnosis.
"Perawat, giliran aku. Cepatlah, aku tidak bisa bertahan lagi!"
Seorang wanita yang membawa tas Louis Vitton dan mengenakan rok Channel berkata dengan tidak puas.
"Pergelangan kakiku digigit nyamuk, dan sekarang bengkak. Cepat panggil dokter UGD!"
Saat dia berbicara, dia melihat pergelangan kakinya, yang memang sedikit merah dan bengkak.
Perawat itu mengerutkan kening sejenak, hanya digigit nyamuk kenapa harus ke UGD, membesar-besarkan masalah saja.
"Apa yang kamu lihat? Apakah kamu meremehkan pasien?"
Wanita itu memperhatikan mata perawat yang tidak puas dan nada bicaranya menjadi tidak baik.
"Tidak, aku sedang mengurusnya untukmu!"
Perawat itu tidak berani bersikap tak sopan.
"Rumah sakit apa ini, pelayanannya buruk. Aku beri tahu kamu, cepat daftarkan istriku, atau aku akan pergi ke kantor dekan untuk melaporkanmu!"
Pria di sebelahnya juga tidak puas. Dia sepertinya suami wanita itu.
Perawat itu melirik dan memperhatikan bahwa pria itu memeluk anjing peliharaan. Dia mengingatkan, "Tuan, rumah sakit tidak mengizinkan Anda membawa hewan peliharaan masuk. Cepat bawa keluar anjing Anda!"
"Anjing peliharaan apa? Dia Duoduo-ku!"
Pria itu memeluk anjing pudelnya lebih kuat dan berkata dengan dingin, "Bukankah rumah sakitmu mementingkan kondisi pasien? Kami adalah pelanggan, dan kami membayarnya. Kenapa bersikap seperti ini!"
Mendengar ini, pasien yang berbaris di belakangnya juga sangat tidak senang.
Rumah Sakit Scott terkenal dengan perawatannya yang murah. Mengapa tidak pergi ke rumah sakit besar jika begitu mampu?
Apalagi digigit nyamuk juga butuh penanganan darurat. Bukankah itu terlalu mewah? Bahkan sampai membawa hewan peliharaan. Bagaimana jika membawa bakteri?
"Permisi, permisi. Dokter, bantu aku memeriksanya. Putriku mimisan terus!"
Saat ini, seorang pria berusia tiga puluhan masuk menerobos kerumunan sambil menggendong seorang gadis kecil.
Gadis itu terus-menerus mimisan, kondisinya sangat lemas, seperti tanda keracunan.
"Ada apa ini, banyak sekali darah yang keluar!" perawat itu bertanya.
Pria itu berkata dengan panik, "Aku juga tidak tahu. Tolong atur dokter agar bisa memeriksanya. Aku khawatir akan terlambat!"
"Baik, tunggu sebentar!"
Perawat tidak peduli dengan antrean pendaftaran, dia langsung mengatur dokter untuk pria itu dan mengeluarkan termometer untuk mengukur suhu tubuh anak itu.
"Bagaimana rumah sakit bisa melakukan hal ini? Aku tiba lebih dulu. Mengapa kamu membiarkan dia memotong antrean? Apakah kamu mencoba menindas orang?"
"Kakiku bengkak. Bisakah kamu mengatur dokter untuk memeriksaku?"
Wajah perawat itu menjadi dingin dan berkata, "Periksa suhu tubuhmu dulu."
Dia menyerahkan sebuah termometer.
"Periksa apanya! Aku dalam keadaan darurat. Biarkan dokter menanganinya!"
Wanita itu menepis tangan perawat dengan satu tangan.
Perawat itu kesakitan dan berkata dengan tidak puas, "Nona, unit gawat darurat tidak akan mengobati gigitan nyamuk. Anda bisa mendaftarkan penyakitmu tanpa terburu-buru!"
"Oh, lihat caramu berbicara! Kamu melawan!"
Wanita itu sangat marah, "Siapa bilang gigitan nyamuk bukan penanganan darurat? Siapa dekan kamu? Suruh dia datang menemuiku!"