
Semua orang melihat Jansen seperti melihat monster. Tubuh mereka bergetar, bahkan mereka tidak berani bernapas.
Prakk!
Sebotol anggur jatuh di kepala Jerry dan kepalanya bercucuran darah.
Kejadiannya terasa sangat familier!
Adegan ini sama persis dengan yang terjadi di hotel sebelumnya, tapi sebelumnya itu karena ada Amanda tapi kali ini karena Jansen sendiri!
Jerry memegangi kepalanya dan berteriak, darah
mengalir keluar dari kepalanya!
Hatinya juga seperti berdarah.
Terakhir kali kepalanya dipukul oleh Jansen, lalu dia dipaksa minum arak. Dia adalah orang pertama yang berani mempermalukannya.
Dia pikir Jansen hanya mengandalkan Amanda.
Tanpa Amanda, dia hanyalah teman sekelas Joshua si pecundang itu.
Tapi kenyataan memberinya tamparan keras!
Tidak ada Amanda, bahkan Jansen bisa melakukan hal yang lebih kejam. Dengan membawa empat orang, yang salah satunya adalah Joshua si pecundang. Dia dengan mudah dan secara kejam menghajar 50 pengawal!
Dia memukulnya terus menerus sampai dia merasa puas!
Kejadian ini membuatnya memiliki pandangan yang baru mengenai Jansen!
Tentu saja, Joshua sama terkejutnya, dia menatap Jansen dengan bingung, seolah dia tidak mengenal sahabatnya ini!
Saat di kampus dulu Jansen orang yang rendah hati, jujur dan giat belajar!
Sekarang Jansen memiliki ambisi yang tak tertandingi, bahkan dia juga menjadi bos dari Grup Aliansi Bintang dan ahli bela diri kuno!
Perpaduan kedua sosok itu menyatu dengan luar biasa, sangat keren!
Tapi Joshua yakin perubahan Jansen yang begitu banyak, dikarenakan tekanan dan pengalaman di hidupnya yang tidak bisa dibayangkan orang biasa!
"Tuan Jerry, jika aku jadi kamu, aku akan segera membatalkan misinya!"
Jerry kaget mendengar suara dingin Jansen terdengar di telinganya.
Tubuh Jerry bergetar tanpa sadar dan hampir saja dia mau menelepon!
"Cukup Jansen, jangan lupakan identitasmu. Ya memang, kamu mengenal Amanda, tapi apa kamu di mata Keluarga Carson? Mereka hanya sekedar membantumu saja, apa menurutmu di Ibu kota ini kamu bisa melawan Keluarga Harper?"
Saat ini, Cathy berteriak dengan marah dan menunjuk ke arah Jansen!
Bahkan, dia sengaja menyuruh Jerry untuk membuat perhitungan dengan Jansen dan Joshua.
Tapi sekarang harapan di hatinya kembali pupus!
Dia sangat kesal!
"Kamu pikir karena kamu adalah bos Grup Aliansi Bintang dan punya sedikit uang, kamu bisa melakukan apa pun yang kamu inginkan? Di Grup Aliansi Bintang ada banyak bos, jika Keluarga Harper meminta Grup Aliansi Bintang, mereka bisa memecatmu kapan saja!"
"Kamu bisa melawan, tapi ini adalah hukum yang berlaku di masyarakat. Apa kamu pernah melawan polisi? Kalau kamu melanggar hukum, kamu pasti akan ditangkap!"
Cathy berkata dengan suara yang semakin lantang. Di dalam hatinya, hanya Keluarga Harperlah yang bisa melakukan apa pun!
Mendengarnya Jerry menjadi percaya diri, lalu dia juga berkata, "Jansen, kamu sudah sengaja menyakitiku, kamu telah melanggar hukum! Tunggu saja kamu akan masuk penjara, kamu tidak bisa main-main dengan Keluarga Harper!"
Jlebb!
Jansen mengeluarkan pisau lipatnya dan tiba-tiba menancapkannya ke telapak tangan Jerry!
"Ah!"
Jerry menjerit dan lengannya yang sakit menjadi gemetar.
"Aku tidak seburuk yang kamu katakan, lagi pula aku juga sudah melanggar hukum. Grup Aliansi Bintang dapat memecatku kapan saja. Aku tidak bisa apa-apa, satu-satunya yang bisa aku lakukan sekarang adalah mengambil nyawamu!" kata Jansen sambil sedikit tersenyum.
Jerry merasa kesal sampai tidak bisa berkata-kata! Benar, Keluarga Harper memang hebat!
Tapi sekarang, nyawanya ada di tangan orang ini!
"Jansen, kamu ini merugikan orang lain dan dirimu sendiri!"
Melihat Jansen masih berani sombong, Cathy semakin kesal!
Jlebb!
Sebuah pisau lainnya menjawabnya, Jansen menusuk tangan Jerry yang lainnya!
"Kalau kamu masih berani menyakitinya, kamu akan mendekam di penjara puluhan tahun!" kata Cathy semakin marah!
Jlebb!
Sebuah pisau ditancapkannya lagi!
"Jansen, kamu tidak akan bisa mengalahkan Keluarga Harper!"
Jlebb!
Dan sebuah pisau ditancapkannya lagi!
Dia melihat kalau Jansen tidak mau menanggapinya, hanya saja setiap kali Cathy membantahnya, Jansen menusuk Jerry!
Cathy bisa membantahnya dengan mudah, tapi yang menderita adalah dirinya!
"Tuan Jerry, dia!"
Cathy merasa sangat marah!
Jlebb!
Jansen menancapkan pisau lainnya!
Cathy akhirnya tidak berani berbicara, dia hanya menatap Jansen dengan penuh kebencian!
"Apa masih ada yang mau bicara?"
Jansen perlahan mendongak dan memegang pisau lipatnya yang berdarah, menakuti kerumunan orang di sana seperti seorang psikopat!
Kejam dan jahat!
Sungguh tidak ada yang boleh membuatnya marah!
Sebenarnya ini adalah akhir yang diinginkan Jansen. Walaupun dia dilahirkan sebagai orang biasa, dia telah mengalami terlalu banyak hal yang melebihi orang biasanya. Dia berpegang pada satu teori, kalau orang baik hanya akan disiksa oleh orang-orang yang berkuasa!
"Tuan Jerry, kamu menyuruh orang membunuhku dan hampir mencelakakan istriku. Aku hanya menusukmu beberapa kali, ini tidaklah sebanding!" Kata Jansen sambil menatap Jerry.
Jerry hanya diam, tapi matanya penuh dengan amarah.
"Aku sangat suka tatapan matamu itu, masih kalimat yang sama, jika aku jadi kamu, aku akan segera menelepon!" Jansen tersenyum, pisau lipatnya diangkatnya lagi!
"Cepat telepon!"
Jerry tampaknya tidak ingin berkompromi dan dia juga tidak menundukkan kepalanya. Tetapi ketika dia melihat Jansen mengangkat pisaunya, dia langsung berteriak!
Rekannya segera menelepon dan memberikannya kepada Jerry!
"Batalkan misi itu, aku akan berikan uang ganti ruginya!"
Setelah berteriak di telepon, Jerry menoleh untuk melihat Jansen, "Sudah puas!"
"Oke, karena bunganya sudah terkumpul, sekarang saatnya membayar kembali hutang pokoknya!"
Jansen mengangguk, lalu mengambil botol anggur yang ada di atas meja dan menghampirinya, "Tadi kamu bilang, kamu punya banyak anggur di sini, aku akan membuatmu puas. Setelah semua botol anggur ini habis, hutang di antara kamu dan aku lunas!"
"Kamu!"
"Kamu!"
"Kamu!"
Jerry sudah menelpon membatalkan misinya. Dia pikir Jansen akan melepaskannya setelah dia menelepon. Siapa yang sangka, dia masih akan memukul kepalanya dengan botol anggur!
"Hentikan!"
Saat ini, ada sejumlah orang menyerbu masuk. Mereka semua bersenjata dan setelah masuk, mereka mengarahkan senjata mereka ke semua orang yang ada di sana.
Seorang pria yang tampak kekar dan berPakaian putih berjalan masuk!
"Ayah!"
Jerry langsung berteriak.
"Jerry!"
Melihat keadaan Jerry yang sangat tragis, pria itu dengan suara sedih dan marah berkata, "Sudah kubilang dari awal, bereskan semuanya dengan tenang, sekarang kamu malah membuatku menyelesaikannya!"
"Ayah, aku tahu aku salah, tolong aku!" kata Jerry sambil menangis.
Pria itu dengan tenang mengangguk dan menatap Jansen, wajahnya langsung menjadi serius!
Kalau Jansen tidak sedang menyandera Jerry, dia mungkin akan membiarkan anak buahnya menembak dan membunuh Jansen!
"Saudaraku, aku Tytus Harper, kepala Keluarga Harper yang kaya dan berkuasa. Putraku mungkin telah menyinggung perasaanmu, tetapi apa yang terjadi pada putraku itu juga karena didikanku. Kamu sudah memukulnya sampai tidak berbentuk lagi. Sangat tidak menghargai Keluarga Harper!"
Suara Tytus penuh dengan niat jahat, dia bisa menjadi Kepala Keluarga Harper yang kaya di Ibu kota, tentunya sudah banyak nyawa yang melayang di tangannya.
"Aku perintahkan kamu, lepaskan putraku dan berlututlah memohon ampun. Baru aku akan mempertimbangkan untuk membiarkanmu hidup!" Tytus mengeluarkan pistol dari pinggangnya dan mengarahkannya ke Jansen!
Prakk!
Jansen seolah tidak mendengarnya dan mengambil sebuah botol anggur dan memecahkannya di kepala Jerry!
Darah mengalir deras, seluruh tempat itu dipenuhi darah!
"Terima kasih telah membiarkan aku hidup!"
Setelah amarahnya mereda, Jansen menatap Tytus dan menunjukkan senyum bersyukur!
Bersyukur?
Tidak ada yang merasa seperti itu!
Terlihat jelas dia membuatnya marah dan juga mengabaikan!