
" Rencanaku adalah memanfaatkan saat mobil mereka memasuki markas , lalu berpura - pura menjadi salah satu pekerja dari departemen sains dan mendekati Bos Marco . Setelah itu , aku akan membunuhnya , dengan begitu perusahaan ini akan hancur . Kamu tunggu arahanku nanti . Aku akan bertanggung jawab atas pemimpin mereka dan para anteknya akan kuserahkan kepadamu . Oh iya , apa kamu bisa menggunakan senjata ? " tanya Felicia Widjaya .
" Aku tidak pernah menggunakan senjata ! "
" Kalau begitu tetaplah menggunakan jarum perak !
" Menurut tentara bayaran ini , mobil lambat laun akan segera tiba di markas yang sebenarnya berada di gua bawah tanah . Setelah mobil itu masuk , Jansen menemukan bahwa sekeliling gua masih dipenuhi dengan mural kuno yang sudah sangat tua !
Ada banyak api yang menyala di kedua sisi gua , tetapi mereka tidak melihat seseorang pun !
" Agak aneh . "
Jansen mengerutkan keningnya lalu tiba - tiba nyeletuk , " Sepertinya mereka dapat memperkirakan setelah kamu membunuh beberapa orang itu , salah seorang penembak jitu akan memberi tahu Grup Feixiong ! "
Raut wajah Felicia berubah , dia menghentikan mobilnya , kemudian membunuh seorang tentara bayaran yang ada di dalam mobil , lalu mengangkat kembali kopernya dan lanjut jalan lagi !
" Kalian berdua , dipersilakan datang oleh Bos Marco ! "
Begitu keduanya turun dari mobil , tak jauh dari dalam gua muncullah seorang bule yang memegang sebuah riffle AK . Ternyata memang mereka telah ketahuan ! .
Felicia mengangguk ke arah Jansen , kemudian mengikuti bule itu ke depan , di tengah perjalanan Felicia berbisik , " Jansen , aku minta maaf karena masalahku sudah menyeret dirimu . Tapi kalau kita semua mati di sini , maka aku akan membalasmu di kehidupan selanjutnya ! "
" Bicara apa kamu ini . Dari awal aku datang kemari memang untuk menyelamatkan seseorang dan tidak ada hubungannya denganmu . Selain itu aku juga warga negara Huaxia jadi tentu saja dapat melayani tanah air , itu adalah suatu kehormatan bagiku ! "
Jansen teringat dengan para prajurit yang cukup berani untuk mempertahankan tanah air , dia pun memiliki darah yang panas juga tetapi dia tidak menyangka kalau suatu hari dirinya akan melakukan sesuatu untuk tanah air ini . Tentu saja ini adalah kali pertama Jansen melihat banyak tentara bayaran dengan senjata lengkap , jadi dalam hatinya masih ada keraguan juga .
Setelah beberapa orang itu berjalan sepuluh menit kemudian , orang - orang di sekitarnya berangsur - angsur bertambah , mereka semua berkumpul di dalam gua yang besar . Ada beberapa orang yang tengah minum minuman keras , ada yang sedang menyentuh pistolnya serta ada juga yang bermain dengan belati . Mereka semua memiliki aura pembunuh yang kuat dan memberikan tatapan mencemooh saat melihat Jansen .
Di sekitar gua dikelilingi oleh sebuah tumpukan api yang berkobar , melihat ke depan melalui api di sana terdapat sebuah rumah dari kayu , rumah kayu itu cukup besar . Tampaknya Bos Marco itu ada di dalam sana !
" Aku ingin melihat Bos Marco ! "
Felicia tahu kenapa orang - orang ini tidak juga bergerak . Alasannya karena dia memiliki obat di tangannya , yang artinya , Bos Marco tidak tahu apakah Felicia itu orangnya atau bukan . Mungkin itulah alasan mengapa penembak jitu tidak repot - repot melaporkannya .
" Bos ada di dalam , masuklah ! " Ucap seorang pria berjanggut yang fasih berbahasa Huaxia .
Felicia membawa Jansen masuk ke dalam kabin . Melihat ke sekeliling kabin itu dipenuhi dengan bau dupa dan memiliki dekorasi yang khas , seperti vas antik , layar lebar dan sebuah karpet kuno . Sulit membayangkan kalau dekorasi semacam ini akan muncul di sebuah gua bawah tanah . Seorang pria berjanggut yang kekar duduk di tempat utama , wajah nya tampak dingin dan di sebelahnya berdiri Tuan Winston !
Jansen sedikit mengedipkan matanya setelah melihat tuan Winston itu . Kemudian menggunakan taktik tatapannya untuk memata - matainya . Jansen terkejut menemukan bahwa sebenarnya ada banyak orang di rumah kayu itu , akan tetapi mereka semua bersembunyi di balik layar sambil memegang senjata panas . Mereka tinggal menerima perintah dari Bos Marco untuk menghancurkan mereka !
Selain itu Jansen juga mencium bau yang tidak asing , ini adalah bau dari bahan peledak dalam kotak seperti di kasus pembunuh di tengah malam hujan waktu itu . Bau itu berasal dari dari bawah tanah yang ada di tengah rumah kayu !
Ternyata Bos Marco ini memang sangat hebat , dia telah memposisikan tata letak bom untuk membunuh mereka . Tentu saja , Jansen telah memperkirakan kalau kekuatan bom hanya dapat membunuh orang di tengah rumah saja , sementara tempat lain hanya akan terdampak kecil saja !
" Jadi kamu ini Bos Marco ? "
Saat ini , Felicia tiba - tiba membuka pembicaraan .
" Betul , sepertinya kamu ini Nona Tasya dari Akademi Ilmu Pengetahuan kan . Nona Tasya, sepertinya nyalimu besar juga , sampai berani membunuh salah seorang dari kami ! " Seru pria berjanggut itu dengan nada yang dingin .
Felicia mengeluarkan koper lain yang ada di tangannya , lalu menendangnya sampai terbuka . Hanya terlihat sejumlah besar uang kertas yang berhamburan di dalam koper . Uang asli hanya mengisi bagian atasnya saja , sisanya merupakan uang palsu .
Melihat pemandangan ini , Bos Marco mengerutkan keningnya , seolah benar - benar terkejut .
Mata Jansen berkedip sejenak . Dia tidak tahu apakah anak buah Bos Marco ini sengaja mengganti uangnya atau apakah ini termasuk manipulasi Felicia . Akan tetapi tidak perlu diragukan lagi , di tahap pertama ini Felicia telah mendapatkan kepercayaan Bos Marco , hanya saja situasi ini masih sangat berbahaya . Jika mereka ceroboh sedikit saja , maka orang - orang di belakang layar itu akan segera menembak . Maka tidak usah diragukan lagi , mereka berdua pasti akan mati .
Berpikir sampai disini , Jansen langsung mengeluarkan jarum perak di tangannya . Kemudian memanfaatkan saat semua orang menatap uang itu , dia melambaikan tangannya dengan ringan .
Shoo , Shoo , Shoo !
Jarum perak meluncur melalui layar dan tertancap ke orang - orang yang ada di belakang layar . Jarum perak ini persis tertancap di titik akupuntur mereka , sehingga membuat mereka seketika tidak bisa bergerak !
Ini adalah kemampuan yang luar biasa dari seni bela diri Jansen . Namun , Jansen menghabiskan banyak Qi - nya untuk membuat jarum perak itu menembus layar , dan jatuh tepat pada titik akupuntur si pembunuh . Untungnya , teknik kaisar manusia dirinya sudah mencapai Tingkat kedua, dipaksakan pun masih bisa akurat hasilnya !
Jansen diam - diam menyesalinya , kalau saja teknik kaisar manusia dirinya mencapai tingkat ketiga , mungkin tidak akan muncul situasi Qi yang seperti ini .
" Nona Tasya , kami juga tidak tahu tentang masalah ini ! "
Detik ini , Bos Marco berkata dengan nada yang datar , " Mungkin anak buahku ingin bermain curang denganmu , tapi mereka juga telah kamu bunuh . Maka daripada itu , masalah ini sudah bisa dianggap selesai . Sekarang , berikan obat yang kamu bawa itu , kita bertukar lagi ! "
" Boleh , tapi pertama - tama aku ingin melihat uangnya dulu ! "
Seiring Felicia berkata demikian , dia berjalan ke salah satu arah layar , tidak sengaja mendekati Bos Marco . Jansen tidak bisa berkata - kata , jikalau dia tidak menangani pembunuh di balik layar , mungkin dengan gerakan tidak sengaja nya ini , nyawa Felicia sudah ada di tangan mereka . Selain itu posisi Felicia terlalu dekat dengan bom di tengah juga , ini sangatlah berbahaya !
" Baiklah , seseorang bawakan aku uang 100 juta yuan! "
Bos Marco melambaikan tangannya , kemudian seseorang mengeluarkan sebuah koper . Setelah dibuka , terlihat ada begitu banyak uang di dalamnya !
" Aku ingin Bos Marco sendiri yang mengantarkannya kepadaku . Karena Bos Marco telah gagal memenuhi kepercayaanku sekali jadi aku tidak ingin ditipu lagi ! "
Sebenarnya Felicia tengah mencari kesempatan untuk mendekati Bos Marco . Bos Marco melirik ke arah tuan Winston yang ada di sebelahnya dan perhatian tuan itu langsung terpaku pada Felicia , tapi pada akhirnya tetap mengangguk .
Bos Marco pun langsung mengambil sekoper uang yang berada di dekat Felicia sambil tersenyum , " Bukankah Nona Tasya bekerja di Akademi Ilmu Pengetahuan ? Tapi kenapa menurutku Nona Tasya sangat berpengalaman ? Bahkan tidak panik sedikit pun , benar - benar aneh ! "
" Demi uang , aku berani melakukan apa saja , hanya uang yang tidak akan membuat aku panik ! "
Felicia tersenyum tipis , lalu begitu Bos Marco mendekat , tiba - tiba dengan lambaian tangan kanannya , belati itu mengedipkan cahaya dingin dan tiba - tiba terlihat bekas luka di leher Bos Marco , darah pun mulai bercucuran keluar . Dia menunjuk ke arah Felicia , akan tetapi belum sempat dia mengatakan sesuatu , dia sudah jatuh terlentang .
" Beraninya kamu membunuh Bos Marco ! Seseorang , bunuh dia ! "
Detik ini , akhirnya tuan Winston ini bereaksi dan berteriak , lalu datanglah banyak orang yang bergegas masuk .
" Aku ingin lihat siapa yang berani main - main ! "
Felicia sama sekali tidak panik dan berkata dengan nada yang dingin , " Aku telah memasang bom di antara tempat itu , yang cukup untuk menghancurkan seluruh gua . Jika kalian berani bertindak sembarangan kepadaku , maka kita semua akan berada dalam masalah besar ! "
Seraya berkata, Felicia memunculkan sebuah remote control di tangannya.