
"Jansen Scott?"
Wajah wanita itu berubah, dan Melihat ke arah wanita rambut bergelombang itu, "Apa yang kamu lakukan!"
Sebuah tamparan keras mendarat di pipinya!
"Prak!"
Wanita dengan rambut bergelombang itu tertegun sambil memegang wajahnya.
"Beraninya bersikap tidak sopan kepada pelanggan!"
Wanita itu menamparnya sekali lagi.
Dia adalah sekretaris presdir, hal yang diketahui juga sangat banyak, dia juga mengetahui tentang Jansen Scott, seorang presdir di balik layar Grup Dream Internasional.
Presdir mencuri produknya sendiri?
"Apakah kamu buta?!"
"Apa kamu tidak Melihat kartunya?"
"Bahkan beraninya kamu menuduhnya mencuri, akan ku patahkan tangan mu!"
Wanita itu tampak lembut, tapi dapat menampar sampai wajah wanita itu bengkak, dia melempar sepatu hak tingginya, sangat kejam.
"Kenapa kamu memukul orang!"
Moana tiba-tiba berteriak, "Hati-hati akan aku laporkan polisi!"
Sebelum wanita itu menuju ke arah Moana, dia juga menamparnya, "Laporkan, Grup Dream Internasional akan memukulmu, aku ingin Melihat apa yang bisa kamu lakukan denganku!"
"Apakah kamu berani memukulku? Aku adalah Keluarga Miller!"
Prak!
Sebuah tamparan melayang!
"Keluarga Miller mau bagaimana, walaupun kamu seorang putri di Grup Dream Internasional, kamu harus dihukum sesuai aturan!"
Sama sekali tidak takut!
Sungguh becanda, dia adalah presdir Grup Dream Internasional, menyinggung Keluarga Miller, lebih baik daripada menyinggung presdirnya!
Jika menyinggung Presdir ia pasti di pecat!
"Sudah, sudah!"
Jansen tidak bisa menahan diri untuk menyela.
"Baik, aku akan berhenti!"
Di hadapan sekretaris wanita yang kejam itu, dia depan patuh menatap Jansen.
"Bukan, maksudku, bawakan aku dua set Dreamy Series itu, dan lanjutkan!" kata Jansen.
Maia dan yang lainnya sangat terkejut!
Pikir mereka Jansen adalah saudara, jadi menolong mereka.
Alhasil setelah mengambil barangnya, mereka melanjutkan perdebatan itu!
Lalu, Jansen tidak peduli dengan hal yang terjadi, membawa dua set kosmetik itu dan pergi bersama Elena.
Elena masih tidak mengerti apa yang terjadi dan bertanya, "Jansen, apa yang terjadi?"
Faktanya, Grup Dream Internasional adalah milik Kak Natasha.
Jansen berkata dengan jujur.
Elena menghela napas, Jansen sebelumnya sudah memberi tahu, tapi dia tidak menghiraukannya.
Lagipula, grup Kosmetik nomor satu di Huaxia!
Seberapa hebatnya Natasha, tidak mungkin dalam setengah tahun akan mendominasi dunia industri make up!
"Jadi, kosmetik impian para wanita ini buatan Kak Natasha?" kata Elena terbata-bata.
"Sebenarnya, kamu harus berbicara sendiri,"
kata Jansen jujur.
Elena terdiam untuk waktu yang lama, dan tiba-tiba merasa bahwa identitas Jansen ini bisa memberi tekanan kepada Aidan.
Keduanya melanjutkan untuk hal-hal yang lain, waktu sudah petang mereka kembali
Ke Aula Xinglin.
Elena dengan senang menjelaskan kosmetik kepada bib Sofia, sementara Jansen sedang menelepon.
Dia terkejut dengan perkembangan pesat Grup Dream Internasional, karena inilah dia memiliki sebuah ide.
"Kak Natasha, buatkan aku janji dengan Jessica, bilang saja Grup Aliansi Bintang ingin bekerja sama dengan Keluarga Miller, waktu kerja sama adalah tanggal 27 bulan ini!"
"Kenapa tidak setuju? Katakan pada Jessica, wakil presdir Grup Aliansi Bintang sendiri yang akan tanda tangan!"
"Oke!"
Natasha pelan-pelan mengetahui maksudnya.
Pada tanggal 27, Jansen akan menandatangani kontrak atas nama Grup Aliansi Bintang, dan hari itu juga hari dimana Jessica juga dipilih menjadi pemimpin keluarga, dan juga hari
mengumumkan perceraian Jansen dan Elena!
Ketika Jessica tahu bahwa wakil Presdir adalah Jansen, tidak tahu bagaimana perasaannya.
Dua hari berlalu dengan tenang hari ini adalah hari pernikahan bibinya, Jansen melepaskan semua masalahnya dan fokus pada prosesi penuangan anggur.
Bibi menyukai kesederhanaan, jadi pernikahannya tidak rumit, dia mengundang beberapa kerabat, dan menuangkan beberapa putaran.
Kerabat ini berasal dari Kota Seleton. Paman Andrew dan Jaimi, dan tentu saja, Melody dan Diana juga datang.
Pada malam pernikahan, aula sangat ramai.
Kakek Herman dan Master Reagan duduk di posisi pertama, sementara Sofia dan Mulin menuangkan anggur untuk mereka.
"Bibi akhirnya menikah, kakek benar-benar lega!"
Melihat pemandangan yang damai ini, Jansen sangat senang.
Elena bertanya, "Omong-omong, apakah Kak Natasha akan menyusul?"
"Dia masih dalam perjalanan bisnis, dan mungkin tidak akan kembali sampai tanggal 26."
"Beberapa waktu ini Kak Natasha sudah bekerja keras, ketika tiba saatnya dia akan menikahkan, apa kamu dengar?"
"Dengar, kamu beberapa waktu ini juga sudah berusaha dengan keras, jangan khawtir, setelah tanggal 27, kita akan bersama dengan cara yang benar!"
Jansen mencium pipi Elena.
Natasha bekerja keras untuk mereka, tapi Elena juga tidak ingin menganggur, dia adalah calon raja prajurit, gelar ini kadang lebih sulit daripada pencapaian Grup Dream Internasional.
Bagaimanapun, Grup Dream Internasional mengandalkan aliansi Grup Aliansi Bintang.
Namun Elena hanya sendiri
"Wow, Sangat ramai!"
Berapa orang memasuki aula, ternyata adalah Keluarga Miller!
Dipimpin Jasper dan Jessica.
Melihat orang-orang ini, raut wajah Jansen dan Elena langsung berubah, hari ini adalah hari pernikahan bibinya, kedatangan Keluarga Miller mungkin akan mendatangkan hal buruk.
Keluarga Miller ada Ricky, kakak kedua dan Jessica, dan bahkan keluarga paman ke empat.
Elena keluar sambil mengerutkan kening. "Jessica, apa yang kamu lakukan disini?"
"Elena, kamu tidak benar, hari ini adalah hari pernikahan kerabat Jansen, kenapa kami tidak boleh datang?" Jessica tersenyum dengan sopan, tapi matanya menatap Jansen dengan dingin.
Terakhir kali Renata berkata, Jansen dengan patuh
meninggalkan Ibu kota, siapa yang tahu orang ini akan kembali lagi!
Ini sudah berapa kali dia tidak menghiraukan kata-katanya?
"Tentu saja boleh datang, tapi kuharap kamu tidak membuat masalah!" Ancam Elena.
"Adikku, sepertinya dia sudah dewasa!"
Jessica tersenyum dan mengangguk, "Jangan khawatir, kami di sini bukan untuk membuat masalah!"
Setelah mengatakan itu, dia memberi tanda Keluarga Miller untuk duduk.
Orang-orang di sekitar mereka sangat terkesan, tidak berani bermain-main, dan mempersilahkan mereka untuk duduk.
"Jansen, siapa mereka?"
Kakek Herman bertanya kepada Jansen pelan.
"Saudara Elena," jawab Jansen
"Keluarga Miller?"
Wajah Kakek Herman berubah, dia sedikit banyak mengetahui tentang keluarga Elena, kelihatannya orang-orang ini tidak baik.
"Jansen, kenapa saudaramu menikah dengan sangat buruk?"
Terdengar suara Renata, dia Melihat Kakek Herman dan berkata, "Seharusnya Anda adalah kakek Jansen, halo kakek!"
Jansen segera menyipitkan mata dan mengancam, "Renata, aku peringatkan, kamu bisa bermain-main dengan aku, tapi tidak dengan kakekku!"
"Jangan khawatir, hari ini adalah hari pernikahan saudaramu, kami datang hanya untuk merayakannya!"
Renata tersenyum dan berkata, "Tapi setelah hari ini, bagaimanapun Keluarga Scott adalah keluarga petani dari Kota Seleton, tidak bisa dibandingkan dengan Keluarga Woodley."