Jansen Scott, Menantu Terbaik

Jansen Scott, Menantu Terbaik
Bab. 1320. Manusia Memiliki Tiga Api


"Itu artinya, kamu tidak akan pergi dari sini?"


"Boleh saja kamu menginginkanku pergi dari sini, tapi gunakan tinjumu untuk mengusirku!"


Niat bertempur pun melonjak, seolah bisa kapan saja meledak.


Orang-orang di sekitar nampak ketar-ketir. Wilayah tenggara merupakan area yang dikhususkan untuk cabang Gunung Salju Peri. Tapi, cabang Hongland malah melanggar kesepakatan itu. Benar-benar menyebalkan!


Mungkin, mereka ingin cabang Gunung Salju Peri selamanya berada di urutan terbawah. Jadi mereka ingin melenyapkan semua harapan dan kemungkinan yang ada.


Saat ini, hanya bergantung pada Jiro!


Jiro menatap dingin Arson. Dia tahu jika lawannya saat ini sangatlah kuat. Tapi... harga diri cabang Gunung Salju Peri tetap harus ditegakkan, itu sebabnya dia harus menang!


"Sudah cukup, hentikan, biarkan aku yang menjaga area ini!"


Tepat pada saat ini, sebuah suara yang terdengar malas pun memecah keheningan.


Terlihat seorang pria dengan mengenakan setelan kaus berjalan perlahan, persis seperti seorang raja nan kuat. Dengan perlahan dia berjalan di tengah keduanya memecah kebuntuan.


Semua orang pun terkejut. Para master bertarung satu sama lain, aura dan momentumnya tentu saja sangat luar biasa. Tapi, pria yang baru datang itu malah berjalan santai seolah sedang berada di taman bunga, tanpa menghiraukan mereka berdua.


"Kamu!"


Awalnya Jiro sangat marah, tapi setelah melihat dengan jelas siapa yang datang, kedua matanya pun terbelalak.


"Suami Elena!?"


Orang-orang di sekitar pun seakan melihat sesuatu, mereka pun nampak bahagia.


Saat ujian murid sekte luar berlangsung, suami Elena menunjukkan hasil yang cemerlang. Kekuatannya bahkan berada di atas Jiro.


Dan sekarang, dia ada di sini, cabang Gunung Salju Peri pun akan berubah menjadi harimau bersayap.


"Baiklah, akan aku serahkan padamu!"


sahut Jiro sembari tersenyum. Dia lantas turun dari puncak gunung. Mana mungkin dia berani menentang maksud Jansen!


Arson pun tertegun sejenak ketika melihat pemandangan ini. Maksudnya apa ini? Dia lantas tertawa terbahak-bahak.


"Jiro, kamu benar-benar membuatku kecewa, hanya karena orang luar ini saja sudah membuatmu takut? Dasar pengecut! Lemah!"


Melihat Jansen tidak memakai jubah panjang melainkan kaos dunia sekuler, tentu saja dia tahu jika Jansen adalah orang luar.


"Kalau kamu bertahan sampai akhir, aku mengaku kalah denganmu!"


jawab Jiro sembari mengangkat bahunya tak terlalu memedulikan hinaan yang Arson berikan.


Pada saat ini, Jansen mulai menatap ke arah Arson. "Kamu pergi sekarang, atau ... aku harus mengalahkanmu terlebih dulu? Tapi ingat! Jika aku mengalahkanmu, semua batu minyak mayat yang kamu miliki akan menjadi milikku!"


"Apa kamu bilang!?"


Mata Arson pun memadat, tidak disangka jika orang luar ini mengatakan sesuatu tanpa berpikir terlebih dulu. "Siapa kamu? Ada beberapa hal yang seharusnya kamu tidak perlu ikut campur di dalamnya!"


"Aku suami Elena!"


jawab Jansen singkat.


Wajah Arson seketika berubah. Sebenarnya, dia juga telah mendengar mengenai suami Elena.


Berdasarkan desas-desus yang beredar, Jiro saja harus kalah melawannya.


Selain itu, ada sedikit keanehan pada Jansen. Dia bukan termasuk murid sekte tersembunyi dan juga tidak melakukan pelatihan kultivasi hati, tapi entah kenapa kekuatan yang dimilikinya cukup kuat.


Demi istri menerobos masuk ke dalam sekte tersembunyi. Apapun alasannya, tentu saja sangat sulit untuk dimengerti.


"Aku sudah lama mendengar kecantikan Elena, tapi sayang, dia sudah menikah, membuat banyak hati kaum pria patah hati. Tidak aku sangka ternyata kamu adalah suaminya!"


"Tapi, bisa mengalahkan Jiro, itu artinya kamu memang mempunyai sedikit kekuatan. Baiklah, aku akan bertarung melawan mu. Dengan syarat, kalau kalah, kamu akan berpisah dengan Elena!"


"Hahaha ... jika kalian sampai berpisah, maka berita ini akan menyebar di sekte Yuhua dan akan menjadi pemberitaan hangat!"


imbuh Arson sembari tertawa terbahak-bahak. Selesai mengatakannya, dia lantas menatap ke arah Jiro.


"Pantas saja kamu begitu takut padanya, ternyata dia yang telah mengalahkan mu. Sudahlah, biarkan aku yang mengalahkannya, agar kamu tahu... bagaimana perbedaan kekuatan di antara kita!"


Bum!


Gelombang panas pun melonjak keluar. Tampaknya, Arson menggunakan keterampilan bela diri tingkat tinggi yang dia punya. Tujuh api berwarna hijau melayang di sekitar tubuhnya.


Dan nyala api jenis ini berasal dari teknik kultivasinya yang bernama tujuh api Geomagma. Sebuah teknik yang diciptakan dari kobaran magma.


Ini juga merupakan perbedaan terbesar antara sekte tersembunyi dan dunia Jianghu.


Tidak peduli seberapa kuat energi Qi yang dimiliki oleh master dunia Jianghu, mereka tidak akan mampu mengolah energi langit dan bumi semacam ini.


"Sudah lihat sekarang? Ini adalah tujuh api Geomagma, teknik ini aku ciptakan saat berada di tepi gunung berapi yang ada di luar negeri. Basis kultivasiku dengan Jiro memang sama, sama-sama berada di tingkat Ranah Celestial tingkat keempat. Tapi... dengan mempunyai jenis api ini, dia... tidak akan mampu mengalahkanku!"


Arson berucap sembari mengendalikan tujuan api di tangannya. "Terkejut sekarang? Apa takut? Terpesona? Hahaha... kalian semua hanyalah cecunguk kecil bagiku. Bisa melihat jenis api ini merupakan keberuntungan untuk kalian semua!"


Pada saat ini, semua orang nampak terdiam.


Meski berasal dari sekte tersembunyi, tapi mereka tidak mampu mengolah energi semacam itu.


Sejujurnya, mereka hanyalah murid sekte dalam, kekuatan mereka hanya sebanding dengan raja bela diri legendaris di dunia Jianghu.


"Ya, boleh juga, teknik mu membuatku lebih berwawasan lagi!"


angguk Jansen sembari menatap kobaran api yang ada di sekitar tubuh Arson.


Ini juga kali pertama untuknya melihat ada manusia yang mampu mengendalikan api.


"Apa terasa panas sekarang?"imbuh Arson.


"Seperti sedang berada di sekitar gunung berapi!"


"Tidak, sedikitpun aku tidak merasakannya. Justru aku merasa sedang berada di bawah AC!" ucap Jansen sembari menggelengkan kepalanya.


Arson pun melotot ke arahnya. Dia tidak menyangka jika Jansen berani membantah ucapannya!


"Api milikmu itu masih tetap seperti api pada umumnya. Biar aku tunjukkan bagaimana panasnya api yang sebenarnya!"imbuh Jansen.


Dia lantas mengeluarkan telapak tangannya dan muncul api Yang di jari telunjuknya. Sangat memesona, seolah sedang melakukan sebuah sihir atau magic.


Kemudian, dia menjentikkan jari seperti sedang menyalakan pemantik api.


Bum!


Detik berikutnya, tubuhnya dipenuhi dengan kobaran api yang sangat dahsyat. Dia pun berubah menjadi manusia api persis seperti salah satu pahlawan api yang ada di serial film Fantastic four.


Semua orang pun terkejut!


Deru napas Jiro makin cepat. Teknik ini sama persis saat Jansen mengalahkannya.


Dia menatap Arson saat ini. Arson pun melongo melihat api yang menyelimuti tubuh Jansen.


Hanya ada 7 api yang melayang di sekitar tubuh Arson saat ini. Tentu saja, menghadapi api di sekujur tubuh Jansen, api miliknya pun seolah meredup.


Bahkan, dia merasakan panas saat ini!


Ini benar-benar keterlaluan!


Nyala api yang ada dalam energi sejatinya berasal dari magma vulkanik yang terus dia latih. Seharusnya, tidak ada api yang jauh lebih panas daripada api yang dimilikinya.


Namun, sekarang dia merasakan panas yang luar biasa.


"Api macam apa yang kamu punya!" teriak Arson.


"Api Yang!"


Jansen melesat jauh ke depan bagaikan sebuah meteor. Seluruh tubuhnya terbakar api, tidak terlalu jelas bagaimana penampilannya saat ini. Yang terlihat hanyalah wujud manusianya yang mengerikan.


"Tidak mungkin, api yang manusia miliki tidak mungkin akan membara seperti itu!"


seru Arson seolah tak percaya.


Manusia memiliki tiga jenis api di dalam tubuhnya, tanpa terkecuali, termasuk dia dan semua orang yang ada di lokasi. Tapi... siapa yang akan mengolah api yang begitu kuat, bahkan bisa sampai membara seperti itu!


Dengan api ini, jangankan roh jahat sulit mendekat, bahkan goblin dan iblis tidak berani mendekat.


Benar-benar lurus dan tegak, penuh dengan keagungan!


"Setelah kalah dariku, segalanya menjadi mungkin!"


Jansen sudah berada tepat di hadapannya dengan mengeluarkan sebuah pukulan tepat ke arah Arson. Api pun berkumpul seolah tengah membakar udara.