Jansen Scott, Menantu Terbaik

Jansen Scott, Menantu Terbaik
Bab. 109. Hal Yang Salah!


"ah".


Saat Yanuar sedang menikmati keberhasilannya , tangan kanannya tiba - tiba menjadi tidak stabil , jarum peraknya tertancap lebih dalam hingga satu mili sehingga membuat si pemuda gemuk mengerang kesakitan .


Tatapan mata Yanuar sedikit bergetar , kemudian dia menarik jarumnya perlahan - lahan dan berkata , " Tidak apa - apa , cepat berdiri ! "


Tadi , sekilas dia kehilangan fokusnya sehingga jarumnya menancap sedikit lebih dalam . Tentu saja hal ini tidak akan menjadi masalah besar , hanya akan terasa sedikit sakit saja .


" Terima kasih , Dok . Terima kasih ! "


Si pemuda gemuk itu menggerakkan pinggangnya . Dia merasa seperti tidak ada masalah , lalu berkata , " Sudah tidak terasa sakit sama sekali , memang benar - benar dokter terkenal , hebat sekali ! "


Yanuar menganggukkan kepalanya dengan penuh kesombongan . Kemudian dia duduk di atas sebuah kursi dan menghirup teh dengan santai . Dia sudah menyembuhkan pinggang si pemuda gemuk ini dengan teknik akupunturnya , membuktikan kehebatan tekniknya , tentu saja Yanuar merasa pantas untuk menyombongkan dirinya.


Di Kota Sernia selatan , pengobatan akupuntur yang dia lakukan paling murah juga seharga 10 ribu yuan . Hari ini dia melakukannya secara cuma - cuma hanya untuk menunjukkan teknik akupunturnya .


" Teknik akupunturnya sangat hebat ! "


Dari seluruh penjuru terdengar ******* para penonton yang kaget . Bagi mereka , ilmu pengobatan tradisional dan wushu adalahh warisan yang sudah sangat kuno , zaman sekarang juga tidak banyak yang mewarisi ilmu tersebut . Ketika mereka melihat seorang dokter TCM tua dengan teknik akupuntur yang hebat , dalam hati mereka dipenuhi dengan pengharapan.


Namun Jansen justru melihat teknik akupuntur dari Yanuar tidaklah cukup . Pada dasarnya teknik jarum memang ada batasannya , orang yang melakukannya harus memiliki dasar yang kuat . Ilmu akupuntur membutuhkan nyali yang besar , ketelitian dan tangan yang stabil . Yanuar memang memilki nyali yang besar tapi tangannya kurang stabil.


Ilmu kedokteran juga melambangkan pemikiran orang tersebut . Hal ini menunjukkan bahwa Yanuar itu sudah terlalu lama terkenal , tekniknya menjadi tidak stabil . Tekniknya masih jauh dari julukannya sebagai Raja Jarum .


" Siapa yang merasa tidak enak badan , kalian bisa coba juga ! " kata Jansen kepada para penonton .


" Dokter Jansen , kemarin kakiku keseleo saat berlari ! " Seorang mahasiswi berjalan keluar dari kerumunan lalu menyingkap celananya dan memperlihatkan pergelangan kakinya yang bengkak.


" Itu mudah! "


Jansen mempersilakan mahasiswi itu untuk duduk , Jansen kemudian mengeluarkan jarum perak dari kotak peralatan dan perlahan - lahan menusukkan jarum itu .


Mahasiswi itu sepertinya pernah mendengar nama Jansen, dia tahu ilmu kedokteran Jansen sangatlah hebat , karena itu dia membiarkan Jansen untuk melakukan akupuntur pada dirinya.


Tentu saja , dia juga memercayai Jansen, tetapi jika dibandingkan dengan Yanuar, dalam hati dia lebih memercayai Yanuar. Bagaimanapun juga , ilmu pengobatan tradisional biasanya lebih populer di kalangan orang tua , sedangkan perbedaan umur di antara Yanuar dan Jansen sangatlah besar.


" Dia bisa menyembuhkan gadis itu tidak ! " Para dokter menyaksikan Jansen dengan penuh keraguan.


" Tenang saja , ilmu kedokteran Dokter Jansen tidak lebih buruk dariku , bahkan bisa dibilang lebih tinggi ! "


Reagen malah merasa sangat percaya diri .


Yanuar mengisap tehnya sambil memicingkan matanya . Dia merasa teknik akupuntur Jansen juga tidak seberapa , dia sudah bersiap - siap untuk mengkritik Jansen.


Tapi setelah mengamati Jansen, matanya jadi terpaku . Dia tidak bisa menebak teknik jarum yang digunakan oleh Jansen.


" Cepat sekali ? "


Yanuar hanya melihat Jansen menggunakan tiga batang jarum perak , dia menggunakan jarum itu satu per satu secara bergantian .


Tiga menit kemudian , Jansen menyimpan jarumnya dan berkata , " Sudah Selesai! "


" Sudah selesai ? "


Ekspresi wajah para dokter menunjukkan keraguan. Mereka merasa Jansen seperti hanya sembarangan menusuk jarumnya dan lagi Jansen hanya menggunakan tiga batang jarum perak , bukankah terlalu sedikit ?


Memangnya dia tadi tidak melihat kalau Dokter Yanuar saja menggunakan belasan jarum ?


Mahasiswi itu juga sangat terkejut , lalu dia berdiri dan berkata dengan nada terkejut , " Sepertinya sudah tidak terasa sakit lagi ! "


" Memang harusnya tidak terasa sakit lagi , darah yang tersumbat sudah mengalir lagi , otot yang bengkak akan mengempis , kira - kira satu jam lagi akan pulih sepenuhnya . Kalau kamu tidak percaya , coba kamu jalan berapa langkah ! " kata Jansen.


Mahasiswi itu mencoba berjalan beberapa langkah . Anehnya , dia benar - benar tidak merasa sakit , selain bagian pergelangan kakinya yang masih bengkak , bagian lain terasa normal seperti biasa .


" Sembuhnya cepat sekali ! "


Para penonton mendesah kaget , para dokter juga terlihat tidak percaya.


Jansen melihat ke arah Yanuar dan berkata , " Dokter Yanuar , bagaimana menurut Dokter ? "


Yanuar sebenarnya memang mengerti , tiga jarum perak tadi berfungsi untuk memulihkan peredaran darah , ini merupakan hal yang tidak bisa dia lakukan !


Hanya seorang ahli - lah yang bisa menilai apakah teknik tersebut benar . Akupuntur selama tiga menit yang dilakukan oleh Jansen itu tidak hanya membuat dia terkejut tapi juga memberikan dirinya pelajaran berharga .


" Cuma keseleo saja , coba yang lain ! "


Dalam hati sebenarnya Yanuar merasa campur aduk , dia merasa tidak percaya , tidak terima dan juga merasa pahit . Tapi dia masih menganggap Jansen hanyalah seorang bocah , teknik akupuntur Jansen tidak mungkin melebihi dirinya !


Mendengar perkataan dari Yanuar , para dokter yang hadir juga bisa menebak bahwa Yanuar juga sangat kaget .


Yanuar adalah seorang Raja Jarum yang sombong , tapi sekarang Yanuar ini menjadi defensif , hal ini berarti Yanuar jelas - jelas sudah terprovokasi.


" Dokter , bisakah Dokter memeriksaku ? "


Pada saat itu , seorang gadis yang terlihat kurus dengan wajah yang pucat pasi berjalan keluar dari kerumunan.


Gadis itu berkata , " Belakangan ini aku selalu merasa ngantuk dan seluruh tubuhku terasa tidak bertenaga , aku juga tidak tahu apa yang terjadi pada tubuhku ini ! "


" Oke ! "


Yanuar menganggukkan kepalanya , dia berharap dia bisa membuktikan dirinya dengan menyembuhkan penyakit yang langka .


Yanuar melihat gadis itu sekilas , lalu memeriksa nadi gadis itu dan bertanya , " Apakah belakangan ini pencernaanmu kurang baik ? Perut terasa kembung dan buang air kecil tidak lancar ? "


" Ya benarl ! "


Gadis itu menganggukkan kepalanya.


" Baiklah ! "


Yanuar mengeluarkan kotak jarumnya , dia ingin melakukan akupuntur pada gadis itu .


" Tunggu dulu ! "


Tetapi tepat pada saat itu , Jansen memotong perkataan Yanuar dan berkata , " Menurut Dokter Yanuar , gadis ini mengidap penyakit apa ? Dokter harus ingat kalau Dokter tidak boleh sembarangan menusukkan jarum ! "


" Bocah , sekarang aku sedang memeriksa pasien , belum sampai giliranmu untuk berbicara . Kalau kamu tidak setuju , kamu bisa memeriksanya setelah aku selesai . Aku yakin dengan diagnosa penyakitnya ! " kata Yanuar dengan nada dingin.


Di Kota Sernia selatan, dirinya sudah begitu lama menjadi dokter , ini adalah pertama kalinya ada orang yang meragukan dirinya sehingga dia merasa sangat tidak senang.


Jansen mengeryitkan alisnya . Dia mengurungkan niatnya untuk lanjut berbicara , tapi Jansen juga bisa menebak bahwa Yanuar seharusnya tahu gejala penyakit dari gadis itu . Kalau dia terus menghalangi , maka Jansen akan terlihat ikut campur .


" Jansen, kamu tidak usah mencari - cari masalah , sekarang adalah gilliran Dokter Yanuar untuk memeriksa pasien . Kalau sampai terjadi sesuatu , memangnya kamu bisa bertanggung jawab ? " Marvin memanfaatkan kesempatan ini untuk mengkritik Jansen.


" Direktur Marvin, kamu tidak bisa berbicara seperti itu . Kalau memang Dokter Jansen melihat ada sesuatu yang salah , bukankah wajar jika Dokter Jansen memberikan sedikit peringatan ! " Seorang mahasiswa menggantikan Jansen untuk membalas perkataan Marvin.


" Sembarangan , memangnya Dokter Yanuar itu dokter gadungan? Dia adalah raja Jarum yang sangat terkenal , apakah kamu tahu apa yang dianggap salah dalam kedokteran ? Sebaliknya , aku rasa justru Jansen itu yang tidak tahu apa yang disebut hal yang salah dalam praktik kedokteran, kalau sampai terjadi sesuatu , memangnya dia berani bertanggung jawab ! " kata Marvin dengan murka .


Semakin melihat Jansen , Marvin merasa semakin kesal.


" Kalau sampai Raja Jarum itu terkena masalah , memangnya direktur berani bertanggung jawab ? " tanya seorang mahasiswa .


" Tentu saja , sekarang kamu diam dan perhatikan dokter Yanuar bertindak! "


Marvin memarahi mahasiswa itu tanpa berpikir panjang . Menurut dirinya , ilmu kedokteran dari Dokter Yanuar tidak perlu diragukan lagi!


Pada saat itu , Yanuar sudah menusukkan jarum akupuntur pada gadis itu . Yanuar juga tahu , kejadian hari ini akan mempengaruhi nama baik dari Aula Semi kuning, karena itu dia sangat serius , dia menusukkan setiap jarumnya dengan hati - hati.


Tidak bisa dipungkiri , begitu Yanuar memfokuskan dirinya , sikap dan teknik akupunturnya mengalami perubahan yang sangat besar . Yanuar menusukkan jarum akupuntur ke tubuh gadis itu satu per satu , sesekali dia menggunakan dua jarinya untuk memutar jarumnya perlahan - lahan , menunjukkan profesionalitasnya .


Sampai pada saat Yanuar akan menusukkan salah satu jarumnya , Jansen akhirnya tidak tahan lagi , Jansen tiba - tiba memegang pergelangan tangan Yanuar dan berkata dengan dingin , " Jarum ini tidak boleh digunakan ! "


Yanuar awalnya tercengang namun setelah sadar dia jadi murka . Yanuar merasa Jansen tidak menginginkan dirinya menang , lalu Yanuar berkata , " Apa yang kamu lakukan ! Sekarang adalah giliranku memeriksa pasien , kamu menggangguku , menghalangiku , apakah kamu akan bertanggungjawab kalau sampai terjadi sesuatu pada pasien ! "