
Meskipun Frans adalah pria yang sombong , akan tetapi kemampuannya tidak dapat disangkal , karena setelah dia pensiun dari posisi " Dewa Judi " , banyak orang dari berbagai belahan dunia yang ingin bertaruh dengannya . Sayangnya , dia bukanlah orang yang terkenal dan tidak ingin repot - repot bertarung !
" Begini saja , jika tuan Jansen kalah , tuan Jansen harus melepas pakaian , lalu melompat dari kapal pesiar ini berenang pulang dari sini ke Kota Asmenia , bagaimana ? " Celetuk Billy tiba - tiba , dia tidak kekurangan uang oleh karena itu dia lebih ingin Jansen malu !
" Aku setuju ! "
Jansen mengangguk , " Tapi jika Dewa Judi ini kalah , lantas Tuan Billy - lah yang harus melepas pakaian lalu melompat dari kapal ini dan berenang kembali ke Kota Asmenia ! "
" Apa ? "
Semua orang terperangah , bahkan dia berani berperilaku seperti ini kepada Tuan Billy , pemuda ini cari mati apa !
Billy menyipitkan matanya . Dengan kekuatannya di Kota Asmenia , benar - benar tidak akan ada orang yang berani seperti ini kepadanya , lalu dia menggelengkan kepalanya , " Tuan Jansen , aku adalah salah satu dari empat Tuan Muda di Kota Asmenia , dan kamu hanyalah orang lewat yang tidak penting saja , karena itu taruhanmu tidak boleh sama denganku ! "
" Baiklah kalau begitu ! "
Jansen menunjuk Tom dan berkata , " Jika kamu kalah , maka kamu harus menyuruh dia berlari sebanyak tiga putaran mengelilingi kapal pesiar , oh iya dan kamu harus melepas pakaianmu ! "
" Oke , yang ini boleh ! "
Tentu saja Billy akan mengangguk .
" Aku lagi ? "
Emosi Tom bergejolak , kalau dari awal dia tahu dirinya akan ikut menderita , maka dia tidak akan mengundang Tuan Billy untuk memberi pelajaran kepada Jansen !
Tiba - tiba , Jansen menambahkan lagi , " Dan satu hal lagi , ketika dia berlari dia juga harus berteriak , Billy adalah seorang idiot ! "
Semua orang pun terdiam membisu !
Begitu ucapan seperti ini dilontarkan , apakah Billy masih memiliki muka ? Jelas - jelas pemuda ini ingin melawan Billy !
Benar saja , raut wajah Billy kembali suram .
" Tuan Billy , ini tidak boleh , itu tidak boleh lalu kenapa kamu berjudi ? " cibir Jansen sambil terkekeh .
" Oke , aku setuju ! "
Billy menatap Jansen dengan sengit , awalnya dia hanya ingin memberikan Jansen pelajaran , tapi dia tidak menyangka kalau pria yang tidak takut mati ini malah berani menyinggungnya , tampaknya dengan ini pertengkaran dengan Tom telah dianggap selesai !
Adapun kekalahan ?
Tidak pernah terpikir di benak Billy , bahwa dengan adanya seorang Dewa Judi dari Prancis , dirinya sama sekali tidak akan kalah !
" Bersihkan arenanya! "
Billy melambaikan tangannya .
Sekelilingnya pun segera dibersihkan , kemudian meja judi terbesar mulai dipindahkan dengan sofa besar di kedua sisinya .
Jansen dan Frans duduk di tempat masing - masing berlawanan arah , sedangkan di bagian atas meja ditempatkan dua penutup dan juga dadu yang telah disusun rapi.
" Kita akan bermain tiga macam judi yakni , besar kecil , bakarat , dan Five - Card Stud . Permainan pertama adalah besar kecil , jadi cara bermainnya setiap orang memiliki 16 dadu , siapapun yang mengocok dan melemparkan dadu terkecil menang , sampai sini sudah mengerti ? "
Frans menjelaskan dengan pelan , jari - jarinya mulai menari seperti bermain piano dan telinganya agak sedikit bergerak yang menandakan bahwa jari dan telinganya sangat hebat !
" Mengerti ! "
Jansen dengan santainya duduk di sofa .
Melihat penampilan Jansen yang tenang , Frans diam - diam bersenandung dingin , benar - benar bocah nekat !
BRAK !
Tiba - tiba dia menampar bagian atas meja , lalu memegang ember dadu yang besar . Setelah itu dia menyapu bagian atas meja dan memasukkan dadu ke dalamnya , dia pun mengocok ember dadu dari sisi ke sisi , mengeluarkan suara seperti kacang goreng !
Ember dadu ini terlihat lebih besar , ditambah lagi dengan total 16 dadu ! Orang biasa tidak akan bisa memainkannya .
" Sungguh menakjubkan , coba kamu lihat jari - jarinya yang sangat ramping , hanya dengan satu tangan saja bisa memegang seluruh ember dadu ! Sepertinya tangan ini bisa menangkap satu bola basket ! "
"Yang paling utama adalah keterampilan tangannya yang begitu gesit , sampai - sampai ember dadunya menghadap ke bawah tetapi tidak ada satupun dadu yang jatuh"
" Aksi ini seperti Chow Yun - fat di film God of Gamblers ! "
Natasha beserta yang lainnya sangat khawatir melihat Jansen yang masih duduk santai , dengan nada yang agak cemas Natasha berkata , " Jansen , kamu juga cepat kocok dadunya ! "
" Bagaimana caranya mengocoknya dadu? "
" Itu , contoh saja dia ! "
" Aku tidak bisa ! " Seru Jansen seraya menggelengkan kepalanya , seketika Natasha dan yang lainnya gemetar karena ucapan itu .
Mengocok dadu saja tidak bisa kenapa masih mau berjudi !
Melihat Jansen yang duduk di sofa sambil menikmati penampilan dari dewa judi , Billy hanya menggeleng - gelengkan kepalanya sambil tersenyum . Tampaknya dia terlalu berekspektasi tinggi kepada pemuda ini , jelas - jelas dia belum pernah ke meja judi !
" Jansen , kamu sudah pasti mati ! Baiklah , aku akan menunggumu untuk melompat ke laut dan berenang kembali ke Kota Asmenia ! " Tom merasa sangat senang !
BANG !
Pada saat ini , Frans langsung melempar ember dadunya ke meja , lalu melepaskan tangannya dengan tampang penuh percaya diri . Dilihat dari momentum dan tekniknya , sepertinya julukan dewa judi ini pantas dia dapatkan !
" Tuan Jansen , giliran kamu ! "
Pada saat yang sama sorot mata Billy juga jatuh pada Jansen .
Jansen beranjak berdiri , kemudian memasukkan sepotong dadu ke dalam embernya . Semua orang yang melihat gerakan ini menggelengkan kepalanya sambil tertawa . Melihat penampilan yang tidak biasa ini , jangankan dibandingkan dengan Dewa Judi bahkan para veteran kasino ini lebih hebat daripada Jansen !
BRAK !
Setelah memasukan dadunya , Jansen tiba - tiba langsung menaruhnya ke atas meja !
" kak Jansen Giliranmu ! " teriak Melody .
" Aku sudah selesai! "
Begitu mendengar ucapan ini , orang - orang yang berada di sana langsung tidak menyukai Jansen , lantas apakah memasukkan dadu ke dalam ember dadu disebut mengocok ?
Kemudian mereka berpikir tentang penampilan elegan Dewa Judi , lalu membandingkannya dengan gerakan Jansen, bukankah perbandingan ini sudah sangat kontras !
Di detik ini tidak ada orang yang mengira Jansen masih bisa menang !
Telinga Frans bergerak sedikit , tapi dia tetap tidak mengenali suara dadu Jansen . Ini sangat aneh , tapi dia tidak terlalu memedulikan ini , karena dia yakin poin yang dia dapat akan lebih kecil daripada Jansen , lalu berseru dengan datar , " Siapa ingin membuka lebih dulu ! "
" Kamu duluan ! "
Jansen langsung duduk kembali ke sofa . Namun , siapa yang membuka lebih dulu juga memiliki aturan , karena pembukaan pertama adalah bankir , jadi semisal dua orang mendapatkan poin yang sama , maka bankir - lah yang akan menang !
" Orang ini bahkan rela melepaskan kesempatan ini ! "
Semua orang telah pasrah akan nasib Jansen , tetapi juga menantikannya . Sorot mata mereka terus menatap ke atas meja . Dari kedua orang ini , sebenarnya siapa yang akan menang ? Dan pihak yang kalah harus siap - siap melepas pakaian !
Di bawah sorot mata semua orang , kemenangan dan kekalahan akan terungkap pada saat itu !
Pada saat ini , Frans membuka ember dadunya dan hal yang mengejutkan pun muncul , hanya terlihat 16 dadu itu bertumpuk rapi dan dadu yang berada di paling atas menunjukkan satu titik . Ini berarti Frans mengocok dan mengeluarkan satu poin ! Satu poin adalah yang terkecil dapatkah ini dibandingkan ?
" Sangat mengerikan , dadunya bertumpuk satu sama lain , ini adalah teknik sembilan - sembilan - ke - satu yang legendaris dan hal seperti ini persis seperti yang ditampilkan di film . Namun , film adalah film , dalam legenda tidak ada orang yang bisa melakukan hal ini sama sekali ! "
"Bahkan Chow Yun - fat dari God Of Gamblers , mungkin tidak bisa mengalahkannya juga !"
" Kalau saja aku memiliki tangan seperti itu , pasti aku akan mendirikan sebuah kasino ! "
Orang - orang di sekitar pun saling berseru dan memberikan tatapan penuh rasa kagum pada Frans . Tidak diragukan lagi dia memang seorang dewa judi !
" Jansen , bagaimana ini ? "
Natasha menghela napas . Meskipun mereka benar - benar ingin Jansen menang tetapi pria ini telah mendapatkan poin 1 , ditambah lagi dia membuka sebagai bankir , bahkan jika Jansen mendapatkan poin yang sama , tetap saja tidak akan menang juga . Tampaknya berenang pulang ini sudah menjadi akhir yang tidak dapat diubah !
" Haha , tuan Jansen , kamu kalah ! " cibir Billy .
" Jansen sialan kamu , tidak juga cepat - cepat buka baju , sepertinya saat aku melepas bajuku tadi kamu terlihat sangat riang ! " Tom menimpali keributan itu .
Frans meremehkan Jansen sambil menggelengkan kepalanya dan mendengus dingin , " Dia hanya orang awam dan sepertinya ini adalah kali pertamanya bermain dadu . Oleh karena itu dia buka atau tidak hasilnya akan tetap sama . Huh , ini adalah suatu kehormatan bagi seorang pemula untuk bisa bertaruh denganku ! "
" Aku bahkan belum membukanya , kenapa kalian bisa sangat yakin aku yang kalah ! " Saat ini , Jansen berdiri dari sofanya dan perlahan membuka ember dadu.