Jansen Scott, Menantu Terbaik

Jansen Scott, Menantu Terbaik
Bab. 307. Tom adalah Pria Yang Bodoh!


" Apa salahnya mengandalkan wanita ? Kami senang, tapi kamu , selain dengan uang , apa ada wanita yang menyukaimu ? Bukannya berkaca terlebih dahulu ! " Diana juga merasa kesal melihat Tom sudah menjebak Jansen .


Jansen tersenyum dan berkata , " Oke , bagaimana kamu ingin bermain ? "


" Jansen , jangan tertipu ! "


Natasha tahu bahwa Tom dibesarkan di lingkungan meja judi . Dia mahir dalam segala jenis permainan . Pemula seperti Jansen tentu saja bukan saingannya .


" Haha , ini baru laki - laki ! "


Tom tertawa , " Permainannya sangat sederhana , aku punya tiga kartu di sini , salah satunya adalah kartu A, jika kamu bisa menebaknya kartu A , kamu menang , tentu saja , pasti ada beberapa taruhan jika kamu berjudi , aku tidak kekurangan uang , jadi aku tidak akan bertaruh uang . Semuanya , menurut kalian , apa yang lebih baik kupertaruhkan ? "


" Pertaruhkan Natasha saja , jika Tuan Muda Tom menang , Jansen tidak akan pernah diizinkan mendekati Natasha lagi ! "


Ada generasi kedua yang kaya ikut mencibir.


" Bagus ! "


Tom menjentikkan jarinya .


" Boleh , tapi jika kamu kalah , lepaskan pakaianmu dan lari tiga putaran di sini , ditambah sambil berteriak ' Tom adalah pria yang bodoh ' , bagaimana ? " Jansen juga tertawa .


" Jangan bermimpi ! "


Tom tidak akan menyetujui permintaan seperti itu . Jika dia melakukannya , Grup Caster akan kehilangan reputasi mereka dan ayahnya akan membunuhnya .


" Ya sudah kalau memang tidak berani ! "


Jansen berbalik dan pergi .


" Tunggu ! "


Tom menghentikan Jansen , " Bisakah taruhannya diubah , seperti mengunakan uang , kamu hanya perlu mengatakan berapa jumlahnya , aku jamin tidak akan mengurangi sepeser pun jika aku kalah ! "


" Apa menurutmu aku kekurangan uang ? "


Jansen meremehkan , " Bilang saja berani atau tidak , jika tidak berani , pergi saja ! "


" Tuan Muda Tom , apa yang kamu takutkan ? Lagi pula kamu akan menang ! "


Generasi kedua kaya yang berdiri di samping melirik Tom . Mereka sering pergi ke Makau untuk berjudi uang , seperti pai gow , mahjong , blackjack , dan Dou dizhu . Mereka semua memainkannya dengan sempurna , tidak ada yang perlu ditakutkan !


" Benar juga ! "


Tom tersenyum .


Jansen tampak seperti pemula . Dia sama sekali tidak tahu permainan di meja judi . Bermain dengannya akan terasa semudah membalikkan telapak tangan .


Memikirkan hal ini , Tom berteriak ke sekelilingnya , " Aku setuju . Semua orang yang hadir adalah saksinya . Jika ada yang melanggar janjinya , dia tidak perlu berharap untuk hidup di Asmenia lagi di masa depan ! "


Saat orang - orang melihat itu adalah salah satu dari empat tuan muda terhebat di Asmenia , mereka pun langsung berkumpul untuk menyaksikan kemeriahan tersebut .


Pada saat ini , Tom mengeluarkan tiga kartu , " Semuanya , lihat , ketiga kartu ini adalah Q , 9 , dan A , selama bocah ini menarik A , dia akan menang , kesempatannya hanya sekali , dan menurut aturan kasino , mereka yang bermain curang wajib memotong satu jarinya ! "


Setelah selesai berbicara , dia meletakkan ketiga kartu di atas meja , kedua tangannya terus bergerak dengan sangat cepat , benar - benar membingungkan !


Harus diakui , keahliannya sangat bagus . Pada awalnya , semua orang dapat melihat di mana kartu A berada , tetapi lambat laun juga ikut kebingungan !


" Pak Jansen , ini tidak baik , kartu A sudah terlihat " Ellisa selalu percaya diri dengan penglihatannya , tapi sekarang dia juga bingung .


" Haha , beraninya bertaruh dengan kemampuan seperti itu ! "


Jansen tidak peduli sama sekali , kemampuan penglihatannya luar biasa , dia sudah melihat jelas Tom memindahkan kartu A ke bawah meja sejak awal , yang berarti bahwa tiga kartu di meja judi tidak ada kartu A , tidak peduli bagaimana Jansen memilih , dia tetap akan kalah !


" Oke , silakan pilih ! "


Tangan Tom berhenti , dia berujar dengan senyuman penuh rasa percaya diri , matanya penuh cahaya dingin , tidak ada satu pun dari ketiga kartu itu merupakan kartu A , lihat bagaimana kamu bermain denganku !


Selama Jansen kalah , Natasha akan menjadi miliknya sendiri , hahaha !


" Jansen , hati - hati ! "


Natasha sangat gugup, dia tidak ingin dipisahkan dari Jansen


Jansen menatapnya dengan maksud menenangkannya , kemudian telapak tangannya menunjuk salah satu kartu , dan gerakan ini membuat Tom merasa sangat senang hingga tubuhnya gemetar . Jansen pasti akan kalah dengan memilih kartu ini .


Tom tercengang , kartu yang Jansen buka memang bukan A , melainkan kartu 9 , tiba - tiba dia merasakan ada yang tidak beres !


" Kartu ini juga bukan A ! "


Jansen terus membalikkan kartunya , kartu ini adalah kartu Q. Hanya ada satu kartu tersisa , semua orang juga sudah tahu tanpa perlu membalikkan kartunya , kartu itu adalah kartu A !


" Hebat ! "


Orang - orang di sekitar bertepuk tangan .


Diana dan Melody saling memandang dengan penuh semangat , bahkan melakukan tos tangan !


Tom dan yang lainnya masih bingung , sedikit kebingungan dengan situasinya , Tom tiba - tiba berteriak , " Kamu belum menang , bagaimana dengan kartu A - nya ? "


" Total ada tiga kartu , Q dan 9 sudah dikeluarkan , bukankah sisanya harusnya adalah kartu A ! " kata Jansen .


" Tidak , ini jelas bukan A ! "


" Bagaimana kamu bisa yakin itu bukan A ? Coba buka dan lihat ! "


Wajah Tom tiba - tiba suram . Dia tahu bahwa kartu ini sama sekali bukan A , tapi apakah dia berani mengatakannya ? Jika bukan , berarti tidak ada A di ketiga kartu itu , dia juga melakukan kecurangan !


Kemudian , dia melihat Jansen ingin membuka kartunya , dia pun buru - buru menghentikan Jansen , " Jangan buka , aku mengakui kekalahanku ! "


Setelah mengucapkan kalimat ini , dia juga marah dan sedih . Dia benar - benar merasa dibodohi , bahkan tidak bisa memastikan apakah Jansen beruntung atau sengaja .


" Bukankan ini artinya Tuan Muda Tom harus melepas pakaiannya dan berlari tiga putaran ? Dia juga harus berteriak Tom adalah pria yang bodoh ' ! " Jansen tertawa .


" Kamu , kamu , beraninya kamu ! " Tom melihat sekeliling dan melihat banyak sosok kelas atas .


Mengetahui bahwa dia sudah pasti menjadi pihak yang dirugikan hari ini , dia tiba - tiba melepas pakaiannya dan berlari di sekitar kasino , lalu berteriak sambil berlari , " Tom adalah pria yang bodoh , Tom adalah pria yang bodoh ! "


" Aku tidak menyangka orang sedewasa dirinya ternyata masih suka memakai dalaman dengan gambar kartun busa kuning ! "


Jansen menatap ****** ***** kartun Tom dan menggelengkan kepalanya tak tahu harus berkata apa .


Pffft !


Natasha dan Diana tidak bisa menahan tawa .


" Pak Jansen , kamu benar - benar dewa penjudi , aku baru saja mengganti seribu chip , kamu harus membawaku menang ! " Ellisa menarik Jansen .


" Taruhan kecil itu menyenangkan , mainkan saja ! " Jansen membawa Diana dan yang lainnya memasuki meja judi .


" Tom adalah pria yang bodoh ! "


" Tom adalah pria yang bodoh ! "


Tom masih berlarian di sekitar kasinodengan keringat yang bercucuran , dia benar - benar sudah kehilangan harga dirinya !


" ****** ***** kartun busa kuning ,seperti anak kecil, menjijikan , dasar bajingan ! "


" Tom adalah pria bodoh ? Siapa yang begitu berani memarahi salah satu dari empat muda terhebat di Asmenia , hei , bukankah dia tuan muda Tom ? "


Banyak orang yang menutupi mulut mereka dan mencibir , beberapa wanita yang mengenakan gaun mewah sampai tidak berani melihatnya .


Saat ini , beberapa sosok berjalan menuruni tangga dari lantai dua . Setelah melihat penampilan Tom , salah satu pemuda berkata dengan ekspresi menegangkan , " Tuan Muda Tom , apa ada dengan mu ? "


" Tuan Muda Billy , aku , aku kalah judi dengan orang lain ! "


Saat melihat pemuda itu , ekspresi Tom jelas berubah , dia pun berujar dengan tersenyum canggung .


" Kamu benar - benar pria tak berguna , sebelumnya ingin coba menjebak orang lain , sekarang berlari telanjang , kamu harus tahu , kita adalah empat tuan muda terhebat di Asmenia , kamu tidak hanya mempermalukan dirimu sendiri , tetapi juga mempermalukan kita semua ! " ujar pemuda itu dengan ekspresi acuh tak acuh .


" Aku juga tidak ingin , aku bertemu dengan sosok yang hebat , sulit dihadapi , bagaimana kalau Tuan Muda Billy mencoba untuk membelaku , namanya Jansen , di sana ! "


" Jansen ? "


Alis Billy tiba - tiba mengerut , dia juga baru tahu nama ini baru - baru ini , terutama dia mendengar , orang ini memprovokasi adiknya , Camila .


" Aku baru saja ingin mencarinya . Ayo , aku ingin menemui dia sebentar ! " Billy mencibir , lalu pergi dengan orang - orangnya .