
" Jansen , sepupuku sudah datang , Fanny cepat kemari dan sapa dulu ! "
Marsha sengaja berteriak hanya agar Ryan memperhatikan ke sisinya . Jansen masih menatap Fanny . Akhirnya dia ingat dimana dia pernah melihat Fanny !
" Pecundang miskin tetaplah pecundang miskin . Sekali bertemu wanita cantik saja dia bahkan tidak bisa mengalihkan pandangannya , tidak bisa bersikap sopan sama sekali !
Melihat Jansen dalam keadaan tercengang , Marsha langsung mengira Jansen tertarik dengan sepupunya . Hal ini membuat hatinya penuh dengan penghinaan sampai dia tidak bisa menyamarkannya !
Apalagi sejak kecil , Marsha sudah dikejar oleh banyak pria . Tipe pria seperti Jansen ini sudah banyak dia lihat , yang termasuk dalam salah satu pria yang mengejarnya , sampai keberadaannya pernah dia teriaki !
Sementara Fanny juga sedang mengamati Jansen , dia hanya memberikan 30 poin saja untuk Jansen !
Setelan olahraga murahan !
Jam tangan pun tidak ada !
Pilihan gaya yang buruk , sekilas saja sudah kelihatan kalau dia adalah seorang pecundang yang menyamar . Benar - benar tidak pantas mendapatkan wanita cantik nan kaya seperti dirinya !
Tiga puluh poin yang dipaksakan itu hanya untuk parasnya saja , lagipula ketampanan paras tidak akan bertahan lama !
Tapi setelah Fanny melihatnya lebih cermat tiba - tiba jantungnya berdebar kencang , bukankah ini Tuan Jansen ?
Tuan Jansen kemari untuk menjadi kencan butanya ?
Seluruh tubuhnya bergidik , Tuan Jansen ini adalah bos dari Perusahaan Dawning Internasional . Jansen sendiri bernilai ratusan juta yuan ratusan kali lebih banyak daripada Ryan .
" Marsha , jaga ucapanmu ? Aku juga bukan seorang perempuan bangsawan , apa yang harus dijamu , sesuka hati saja ! " Fanny buru - buru berkata .
Sekarang ini mana ada sosok Ryan , di matanya hanya dipenuhi bayangan Jansen ! Dia ini adalah seorang TUAN BESAR !
" Ah baiklah ! "
Marsha terkejut dengan sikap Fanny seperti ini , bukankah sepupunya seharusnya tidak begitu mempedulikannya ?
Tapi dia juga tidak mau berpikir banyak , hanya sekedar mengira Fanny sedang berakting merayu Jansen saja .
" Ayo , kak , izinkan aku memperkenalkanmu , ini Jansen seorang dokter di sebuah klinik , tapi karena keterampilan medisnya yang hebat dia dikenal sebagai dokter yang hebat ! "
Marsha memperkenalkan , " Jadi bagaimana menurutmu Kakak ? "
" Bagus , sangat bagus , sangat bagus , sangat amat bagus ! " Fanny masih menatap Jansen sambil berkata dalam hati !
Tentu saja baik , Direksi Dawning Internasional apalagi proyek teh herbal mereka yang baru dimulai , bisnis perusahaan yang sedang naik daun menjadikan mereka perusahaan besar dengan keuntungan tahunan mencapai ratusan juta yuan!
" Ugh ! "
Marsha sedikit terkejut , kenapa sepupunya bersikap seperti ini ? Oh iya , mungkin dia hanya diam - diam merayu di awal . Tentu saja dia tidak akan memberikan pecundang miskin seperti Jansen ini kesempatan !
" Jansen , perkenalkan ini adalah sepupuku Fanny . Cantik kan , bukan hanya itu , pekerjaannya juga sama cantiknya ! " Marsha terus memperkenalkannya .
" Biar kutebak ! "
Celetuk Jansen tiba - tiba , dia telah mengenali siapa Fanny ini .
" Aku belum selesai memperkenalkan , siapa yang menyuruhmu untuk menyela ! Baiklah , coba tebak saja , kalau tebakanmu salah maka tiga cangkir kopi yang ada di atas meja ini harus kamu minum dalam satu tarikan napas , tapi jika kamu benar , maka aku yang akan meminumnya ! " ujar Marsha dengan nada tidak senang , dia tidak suka ucapannya dipotong .
Di antara banyak pria yang mengejarnya , dia selalu diperlakukan seperti putri kecil . Sejak kapan ada orang yang berani menyela dirinya ?
" Aku tebak , seharusnya dia adalah manajer departemen Dawning Internasional , dan seharusnya dia bertanggung jawab atas departemen hubungan masyarakat dengan gaji tahunan sekitar 700 ribu yuan! " Seru Jansen dengan santai .
" Bagaimana kamu bisa tahu ! " Marsha terkejut .
" Haha , aku hanya menebak ! "
Jansen terkikik , tentu saja dia tahu . Meskipun dia jarang pergi ke Dawning Internasional , tetapi dia juga pernah mengadakan beberapa rapat , maka daripada itu dia sedikit akrab dengan manajer dari berbagai departemen . Dan Marsha ini adalah salah satu manajernya !
" Kamu , terlalu bisa menebak ! Kamu melakukan ini untuk berpura - pura misterius kan ? Agar kamu dapat menarik perhatian para gadis , ya kan ! Jansen aku beritahu kamu ya , tipe pria seperti dirimu ini aku sudah paham . Untuk apa berpura - pura , jelas - jelas hanya seorang Dokter kecil pecundang ! " ujar Marsha dengan nada yang tidak puas .
" Ah , Kak , Kakak ! "
Marsha merasa tertekan ! Jadi rayuan diam - diam ini belum selesai ? Bukankah sudah tidak perlu , apa dia tidak lihat kalau Jansen sudah terpesona dengannya . Seharusnya kembali ke sikap aslinya dengan sepupunya . temperamen tinggi dan murninya bak angsa putih !
" Lupakan saja , hanya masalah kecil ! "
Jansen tersenyum tidak mempedulikannya .
" Lupakan apa ? Sepupuku ini orang yang menghormati fakta ! "
Mendengar nada suara Jansen , suasana hati Marsha menjadi semakin tidak nyaman . Lalu , dia tidak bicara lagi karena dalam tebakannya , seharusnya tahap selanjutnya Jansen akan mulai berinisiatif untuk berbincang dengan Fanny !
Namun , Jansen hanya memejamkan matanya sedikit , lalu menyesap minuman nya tanpa mengucapkan sepatah kata pun , yang membuat Marsha menjadi sedikit cemas . Apakah orang ini sedang berpura - pura ? Sepertinya pria ini sangat tahu cara mengambil hati perempuan . Maka daripada itu dia tahu cara bermain keras untuk mendapatkannya !
" Tuan Jansen , bukan , Jansen apa pendapatmu tentang kopi di sini ? "
Melihat pemandangan ini agak canggung , Fanny buru - buru melihat ke sekitar dan lalu menyadari tentang posisi dirinya dalam pekerjaan . Tidak mungkin para pemimpin mengambil inisiatif untuk berbicara dengan bawahannya !
Selain itu , sangat jarang memiliki kesempatan untuk makan malam bersama seorang jutawan seperti Jansen ini , jadi mana mungkin Fanny akan melewatkannya ?
Ya , tidak hanya untuk menciptakan peluang , tetapi juga untuk memanfaatkan peluang ini baik - baik , sampai mati pun dia tidak akan menyerah !
" Fanny kamu inisiatif sekali ya , oh iya benar juga dia pasti merasa rayuannya belum cukup maka daripada itu dia berinisiatif ! "
Melihat Fanny mencari topik seperti ini , Marsha langsung menebaknya secara diam - diam .
" Lumayan ! "
Jawaban Jansen sangat sederhana .
" Hehe ! "
Fanny tersenyum canggung , untuk sementara waktu dua tidak tahu bagaimana harus bereaksi !
Marsha menatap Jansen dengan tatapan yang lebih dingin . Amarah dalam hatinya seketika bergejolak !
Pria ini bisa juga ya bertahan , jadi sekarang Marsha harus berinisiatif untuk membuka pembicaraan , " Jansen , menurutmu sepupuku ini bagaimana ? "
" Lumayan ! "
Jansen masih dengan kalimat yang sama .
" Apanya yang lumayan , jadi menurutmu sepupuku cantik ? Lantas bagaimana perasaanmu tentang dia ? Sudah langsung katakan saja ! " Emosi sudah menumpuk , awalnya sudah memiliki awal yang bagus , alhasil malah berakhir tidak sesuai dengan harapannya .
" Ini , aku juga tidak tahu harus bagaimana mengatakannya ! " Ujar Jansen canggung .
" Apa yang tidak tahu bagaimana mengatakannya , oh aku tahu pasti kamu pikir sepupuku ini tidak cukup cantik ! " Marsha mulai marah .
" Marsha , jaga ucapanmu sebenarnya aku memang biasa saja tidak cukup cantik , ditambah lagi jika kami bersama itu akan terlihat tumpang tindih , dan juga harus lihat apakah kami memiliki topik yang sama , dan apakah memiliki dunia yang sama ! " Lagi - lagi Fanny menyela ucapan Marsha , yang membuat Marsha terpana .
Rayuan diam - diam ini terus saja datang , padahal sepupunya tidak perlu merendahkan dirinya untuk sosok pecundang miskin ini !
" Oh , baiklah kalau begitu. sebenarnya aku juga tidak pandai dengan eksperimen kencan buta ini , jadi aku tidak bisa memberikan tipe persis seperti yang kamu inginkan ! "
Akhirnya terungkap semua keraguannya tentang Jansen , dia tidak ingin berdebat lagi !
" Eksperimen kencan buta ? "
Marsha sedikit bingung !
Bagaimanapun , dia mengira Jansen diundang oleh Marsha kesini untuk membuat marah Ryan alhasil Jansen yang diundang malah lebih kaya daripada Ryan .
" Ternyata begitu ! "
Tiba - tiba , Ekspresi wajah Fanny menegang , dia pun menyeletuk , " Jansen , jangan salah paham , sebenarnya sepupuku ini memintaku untuk datang ke kencan buta , tujuannya untuk membuat emosi pria yang ada di sana . Dia selalu menyukaiku , dan orang tuaku juga sangat puas dengannya , tapi menurutku , memang sangat baik jika kita bersama . Semua orang akan suka itu tapi sayangnya , aku tidak memiliki perasaan apapun kepadanya , tapi aku juga tidak ingin mengecewakan orang tuaku , maka daripada itu aku membutuhkan bantuanmu untuk memberi tahu pria yang ada di sana bahwa aku sudah punya pacar ! "